"Dimana aku? siapa aku? kenapa aku berada disini?!"
Nadia Rebecca Marshall, terkejut bukan main mendapati dirinya masuk ke dalam novel, yang baru saja selesai ia baca.
Nadia seorang gadis biasa, yang memiliki kehidupan ekonomi pas-pasan, tidak pernah menyangka menjadi tokoh Antagonis dalam novel yang selalu ia baca.
Pemeran Antagonis yang memiliki nama yang sama dengannya, wanita yang sangat jahat, dan sangat dibenci oleh Protagonis pria.
Bagaimana Nadia dapat bertahan, dan membuat dirinya tetap hidup, sebagai tokoh Antagonis yang akan mati dengan tragis, dalam dunia novel yang pernah ia baca?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 15.
James memandang pintu ruangannya yang ditutup Iriana.
Kalau tidak mendengar isi hati Nadia, ia tidak akan tahu, ternyata Iriana yang merancang kejadian dua tahun yang lalu.
Kecelakaan mobil, yang hampir saja membuatnya mati tercepit diantara stir mobil dan kursi kemudi.
Dan sekarang, Iriana kembali ingin mencelakainya.
Bahkan kali ini, akan melenyapkan nyawanya.
Pintu ruangannya kembali terbuka, Rico melangkah masuk ke dalam, "Tuan! Nyonya muda makan siang di dekat gedung kantor!"
"Apa? kenapa dia tidak mengajakku makan siang? sudah memakai uangku begitu banyak, tapi tidak ingat dengan suaminya untuk mengucapkan terimakasih!!"
James tiba-tiba merasa kesal diacuhkan Nadia.
James bangkit berdiri dari duduknya dengan raut wajah tidak senang.
"Tuan, a.. apa kamu tidak salah bicara? bukankah biasanya kamu paling senang, kalau Nyonya muda tidak menempel padamu?" tanya Rico tersenyum cengengesan mengingatkan James, soal sikap Nadia yang selalu ingin dekat dengan James.
Mendengar apa yang dikatakan Rico, James seketika merasa malu, tapi ia gengsi untuk mengungkapkannya.
"Waktu itu karena dia terlalu berisik, makanya aku sangat kesal kalau dia selalu dekat denganku!"
"Benarkah? bukankah Tuan dendam sama Nyonya muda karena sudah menjebak Tuan?"
James mengedipkan matanya, "I.. itu.. sudahlah! jangan dibahas soal masalah itu dulu! cepat bawa aku menemui Nadia!"
James bergegas melangkah dan diikuti Rico senyum-senyum melihat wajah bersalah James, karena ia menyinggung soal Nadia naik ke tempat tidur James.
Kesalahan Nadia memberi James obat afrodisiak, sehingga James akhirnya terpaksa menikah dengan Nadia.
( Leganya selesai berbelanja, lanjut makan dan minum sambil melihat sederetan pria tampan! )
James mendengar suara hati Nadia dalam jarak seratus meter, begitu mereka sampai di kafe sebelah gedung kantornya.
"Cepat, Rico! di mana Nadia berada!!"
James mempercepat langkahnya mencari keberadaan Nadia.
Matanya nanar mencari dimana Nadia duduk, dan melihat sederetan pria tampan, seperti apa yang dikatakan suara hati Nadia.
"Nadia!!" panggil James, akhirnya melihat Nadia duduk di sebuah kursi di dekat kaca tempered kafe.
Nadia sedang memandang ke arah beberapa pria muda, tidak jauh dari tempat Nadia duduk sembari menikmati makan siangnya.
Mendengar namanya dipanggil seseorang, yang sangat ia kenal nada suaranya, membuat Nadia seketika menoleh ke arah suara James memanggilnya.
"Ngapain dia ke sini?" gumam Nadia tidak senang melihat James, yang tampak tidak senang melangkah cepat ke arah tempat ia duduk.
"Apa yang kamu lakukan?!" sentak James marah begitu sampai di depan Nadia.
"Hah? apa? aku tidak melakukan apa pun!" jawab Nadia bingung.
"Nadia, kamu harus ingat! kamu itu masih istriku!!"
"Apa?! kamu ini kenapa??" Nadia mengerutkan keningnya bingung mendengar apa yang dikatakan James.
"Ka.. kamu tidak punya malu! kamu berani sekali melirik pria lain! apa yang kurang dariku, sampai kamu melirik pria lain, hah?!"
"Kamu salah minum obat, ya? ada apa denganmu?!" kening Nadia semakin dalam mengerut memandang James bingung.
James seketika tersadar mendengar pertanyaan Nadia.
Ia merasa malu tiba-tiba datang melontarkan rasa tidak senangnya, karena mendengar suara hati Nadia mengagumi pria lain selain dirinya.
( Bukankah kamu paling benci sama Nadia? kenapa kamu mempertanyakan pertanyaan yang tidak masuk akal itu padaku? apa kamu lupa, kamu itu sudah lama ingin sekali mencampakkan Nadia, Tuan? )
Mata Nadia semakin nanar memandang James kebingungan.
"Ehem-ehem!" James terbatuk mendengar isi hati Nadia.
Ia lupa sudah memperlihatkan sikap tidak suka pada Nadia sebelumnya.
Sepertinya ia harus memperbaiki sikapnya mulai sekarang, kalau ia ingin merubah nasib hidupnya, dan juga nasib hidup keluarganya.
Bersambung.......
jelas² dia udah dengar suara hati nya Nadia, tapi masih z mau nemuin cew jadi²an nya🤣🤣🤣🤣🤣/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
ini ceritanya 98% ada di dracin.
aku dah nonton beberapa kali sampe hafal alurnya