NovelToon NovelToon
Jiwa Pembunuh Di Tubuh Gadis SMA

Jiwa Pembunuh Di Tubuh Gadis SMA

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Perjodohan / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:152.1k
Nilai: 5
Nama Author: eka zeya257

Aurelia adalah tentara bayaran yang hidup di dunia penuh darah dan pengkhianatan. Dalam sebuah misi terakhir, dia mati setelah dikhianati oleh orang yang paling dia percaya.

Namun kematian bukanlah akhir.

Ketika membuka mata, Aurelia justru terbangun di tubuh seorang gadis SMA lemah bernama Aria, seorang tunangan dari pria paling berbahaya di dunia bawah tanah.

Sayangnya, pertunangan itu hanyalah perjanjian tanpa perasaan. Ravian bersikap dingin, acuh, dan sama sekali tidak peduli pada gadis yang seharusnya menjadi calon istrinya.

Namun mereka tidak tahu satu hal. Gadis lemah itu sudah tidak ada lagi. Di dalam tubuhnya kini hidup jiwa seorang pembunuh yang terbiasa menghadapi peluru, pengkhianatan, dan kematian.

Saat musuh mulai datang dari segala arah, rahasia masa lalu terbongkar, dan perang dunia bawah tanah tak terhindarkan…

Akankah seorang gadis SMA yang dihina mampu bertahan di sisi sang raja dunia gelap?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eka zeya257, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Aleta baru saja tiba di kediamannya, dia melepas helm full face dan meletakan helm itu di atas motor. Aleta merapikan rambutnya yang tergerai, lalu mengikat rambut itu menjadi satu.

Saat dia turun dari motor, suara mobil berhenti di halaman rumahnya. Aleta menoleh, menaikan sebelah alisnya begitu melihat mobil sport berwarna hitam berhenti di depan rumahnya.

"Siapa yang bertamu malam-malam begini?" gumamnya heran.

Tidak biasanya ada tamu yang datang melebihi jam sepuluh malam, kecurigaan muncul di benak Aleta. Dia berpikir jika mobil itu adalah salah satu bagian dari orang-orang milik Barok.

Sementara itu, di dalam mobil. Ravian mengamati sosok gadis yang masih duduk di atas jok motornya, alis Ravian terangkat sedikit. Dia masih ingat dengan jelas ketika pertemuan mereka pertama kali, di mana Aleta mengatakan jika dia tidak bisa menaiki motor sport.

Tapi yang dia lihat sekarang, gadis itu sepertinya baru pulang dan mengendarai motor tersebut.

"Tuan, Anda tidak turun?" tanya Bimo dari kursi kemudi.

Ravian tersadar, dia buru-buru membuka pintu dan keluar dari mobil. Saat itulah pandangannya terkunci pada sosok Aleta yang sedang menatapnya tajam, bagaimana tidak, gadis itu seperti kucing liar yang mencurigai adanya bahaya.

"Tidak perlu menatapku seperti itu, aku bukan musuhmu." Tegur Ravian seraya melangkah mendekati Aleta.

"Siapa kau?"

Terkejut, Ravian memiringkan kepalanya sedikit ke arah kanan. "Kau lupa padaku?"

"Aku tidak mengenalmu."

"Haha... leluconmu sangat tidak modern, Aleta."

Aleta turun dari motor dan berhadapan dengan Ravian. Sorot matanya menilai penampilan pria itu dari atas sampai bawah, tidak ada yang aneh hanya saja Aleta tidak tahu siapa pria itu.

"Katakan, apa keperluanmu datang ke sini?" desak Aleta.

"Menemui mu."

"Aku?" Aleta menunjuk dirinya sendiri. "Untuk apa?"

"Untuk apa, ya?" Ravian mendekat lalu memajukan wajahnya sedikit ke arah wajah Aleta yang tanpa ekspresi. "Kau tidak merindukan aku?"

"Tidak."

"Wah, sepertinya kau banyak berubah selama aku pergi." Ravian terkekeh. "Aku tunanganmu, Leta. Masa kau tidak ingat?"

Aleta tidak langsung menjawab.

Tatapannya tetap dingin, menatap Ravian tanpa sedikit pun goyah. Tidak ada keterkejutan, tidak ada rasa canggung seolah kalimat barusan hanyalah angin lalu. Beberapa detik berlalu. Lalu...

"Aku tidak punya tunangan." Jawabannya datar.

Ravian terkekeh pelan, seolah sudah menduga reaksi itu.

"Wah, kejam sekali," ujarnya santai. "Baru sebulan tidak bertemu, aku langsung dihapus dari daftar hidupmu?"

Aleta menyilangkan tangan di depan dada. "Kalau memang pernah ada, berarti itu tidak penting."

Kalimat itu tajam. Namun Ravian justru semakin tertarik. Dia sedikit menunduk, mendekat lagi, mempersempit jarak di antara mereka.

"Aku jadi penasaran," bisiknya ringan. "Apa semua orang yang tidak penting… kau tatap bersikap seperti ini?"

Aleta tidak mundur. Tidak juga menghindar.

Tatapannya justru semakin tajam.

"Itu tergantung. Kalau orangnya mencurigakan, aku bisa melakukan lebih dari sekadar menatap."

Ravian tersenyum miring. "Aku suka ancamanmu."

Aleta mendecak pelan, jelas tidak tertarik meladeni permainan itu. "Kalau hanya ingin bermain-main, cari tempat lain saja jangan di rumahku."

Dia berbalik, hendak berjalan masuk ke dalam rumah. Namun...

"Namaku Ravian."

Langkah Aleta terhenti. Bukan karena terkejut.

Lebih seperti… memproses. Ravian melanjutkan dengan santai.

"Calon suamimu. Yang dijodohkan langsung oleh kakekmu dan kakekku."

Aleta perlahan menoleh. Tatapannya berubah tipis. Kini bukan sekadar dingin tapi penuh penilaian.

"Kau serius?"

Ravian mengangkat bahu. "Apa sekarang aku terlihat seperti sedang bercanda?"

Aleta mengamatinya beberapa detik. Dari cara berdiri, sorot mata, hingga aura yang dia pancarkan pria ini jelas bukan orang sembarangan. Dan yang paling mengganggu dia terlalu santai. Seolah-olah situasi ini… bukan sesuatu yang aneh.

"Kapan?" tanya Aleta singkat.

"Setahun lalu."

"Dan kau baru muncul sekarang?"

Ravian tersenyum tanpa rasa bersalah. "Aku sibuk, lagi pula hubungan kita tidak seindah kisah romansa novel."

Aleta mendengus pelan. "Kalau begitu, lanjutkan saja kesibukanmu. Aku tidak tertarik dengan perjodohan konyol seperti itu."

Dia kembali melangkah. Namun lagi-lagi Ravian tidak membiarkannya pergi begitu saja.

"Kau tidak penasaran?"

Aleta berhenti tanpa menoleh. "Penasaran apa?"

"Kenapa tiba-tiba kita dijodohkan," jawab Ravian santai. "Atau… kenapa aku langsung datang mencarimu begitu sampai di Varexion."

Hening sejenak. Angin malam berhembus pelan. Aleta memejamkan mata sesaat, lalu membuka kembali.

"Kalau itu penting, aku akan mencari tahu sendiri."

Ravian tersenyum tipis. "Seperti yang kuduga, kau cukup banyak berubah."

Dia melangkah mendekat lagi, kali ini berhenti tepat di samping Aleta. "Dan aku yakin… cepat atau lambat, kau akan butuh aku."

Aleta akhirnya menoleh. Tatapan mereka bertemu.

"Jangan terlalu percaya diri," ucap Aleta pelan. "Aku tidak butuh siapa pun, termasuk kau."

Ravian tidak mundur. Sebaliknya, senyumnya semakin dalam. "Kita lihat saja nanti, Leta."

Aleta tak menggubris, saat dia membuka pintu rumah tiba-tiba kakeknya muncul dan langsung memeluknya erat. Awalnya Aleta terkejut, dia sama sekali belum terbiasa dengan sikap hangat kakeknya.

"Kau dari mana? Kenapa ponselmu tidak aktif?" cecar Jacob khawatir.

"Aku habis ketemu teman, Kek. Maaf sudah membuat Kakek cemas," jawabnya tak enak.

Jacob mengangguk, saat dia mengalihkan pandangan dia terkejut melihat Ravian berdiri di sebelah Aleta.

"Loh, Ravian? Kapan kau kembali ke negara ini?"

1
mable☆
ak kasi aplus buat author nya🙆
Qaisaa Nazarudin
Kapan Aurelia membalaskan DENDAM kematiannya ke para pengkhianat ini?? kelamaan..
Qaisaa Nazarudin
Sayang banget sudah dihujung2 bab baru nyerang ke Inti nya,kalau gitu kapan bahagianya? kayak tergantung gitu alurnya, Padahal ceritanya tipe aku banget..
Qaisaa Nazarudin
SEJAUH BAB INI, KAPAN ALETA/AURELIA BALAS DENDAM KE ORANG2 YANG SUDAH MENGKHIANATI DULU?? kenapa harus NYANGKUT dengan kisah ALETA & RAVIAN doang sih..Kan judulnya BALAS DENDAM..Terus kapan balas dendamnya??🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Yah kamu benar,Karena dia BUKAN ALETA TUNANGAN MU yg kamu ABAIKAN,Aleta sudah GAK ADA LAGI,Moga aja kamu/Jacob gak Nyesel saat tau kebenarannya suatu saat nanti..
Qaisaa Nazarudin
Udah NGAKU2 sekarang,Dulu aja Gak di ANGGAP..
Qaisaa Nazarudin
Aku curiga kalau mereka ini orang suruhan Fia mamanya Ravian..
Qaisaa Nazarudin
Udah gak perlu PENASARAN lagi kamu ke Aleta..
Qaisaa Nazarudin
Lumayan
Qaisaa Nazarudin
Kalian gak tau aja siapa dia,Dia emang petarung handal dan pembunuh upahan, apa reaksi kalian saat tau siapa Aleta?
Qaisaa Nazarudin
Tega banget kakek Jacob menjodohkan Aleta dengan Ravian,Seolah Kakek Jacob sengaja menyodorkan Aleta cucu nya kemalaikat maut setiap saat, Kenapa gak diJODOHIN je lelaki lain aja,Udah tau Ravian banyak MUSUH,Aneh nih kakek Jacob..
Qaisaa Nazarudin
SKAKMAT..Aku suka Aleta yg selalu membalikkan KATA2 dan keadaan je Ravian 👏👏👏👍👍👍👍
Qaisaa Nazarudin
Apakah kalau Bukan Aurelia dlm tubuh Aleta yg sekarang, Ravian akan memperlakukan Aleta seperti sekarang? gak kan?
Karena sudah setahun juga berlalu kenapa baru sekarang Ravian penasaran/ngejar2 Aletta? bukan dari dulu?? Berarti yang Ravian sukai sekarang BUKAN Aleta TAPI Aurelia..
Qaisaa Nazarudin
Aku pada mu Aleta..Jangan mau mengalah dengan orang-orang siapa pun itu..
Qaisaa Nazarudin
Lha itulah kebodohan mu,Siapa juga yang mau Nikah sama CEWEK MURAHAN kayak kamu..
Qaisaa Nazarudin
Kasian deh kamu Clara,Aletta/Aurelia yang membunuhnya,malah kamu yg kena tuduh..
Qaisaa Nazarudin
Noh itu pasti Clara,baru juga dicari Viktor 😅
Qaisaa Nazarudin
Itu orang yg mmg buat salah tapi Coba untuk menyangkalnya,Lha ini kalau kita gak berbuat apa-apa terus ngapain marah2..
Qaisaa Nazarudin
hoooo hooo apakah Fia ini ibu TIRI??
Qaisaa Nazarudin
Gosip MURAHAN, Abaikan aja Aleta toh kamu gak lakuin semua itu,Anggap aja Itu semua kerjaan musuh2 mu yg lagi Caper..😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!