NovelToon NovelToon
Selingkuh With Bocah

Selingkuh With Bocah

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh
Popularitas:19k
Nilai: 5
Nama Author: Marica

Dikhianati oleh suami dan adik sepupunya sendiri membuat dunia Intan Kalista Atmaja hancur. Namun ia tetap mencoba untuk kuat. Sampai dirinya dipertemukan dengan Giovanni Abiyan Prayoga, laki-laki yang umurnya lebih muda delapan tahun darinya.

Pertemuan awal yang tak mengenakan membuat keduanya saling membenci. Namun siapa sangka, Pemuda itu justru membawa delima pada Intan saat kenyamanan mulai tumbuh dalam hatinya.

Akankah mereka bersama atau justru Giovanni hanya dijadikan pelampiasan oleh Intan?

Yuk ikuti ceritanya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marica, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SWB Chapter 15

Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Lampu-lampu di restoran mulai padam satu persatu. Intan sendiri sedang merapikan tas tangannya lalu berpamitan pada seluruh karyawannya dengan senyum lelah namun tetap ramah. Setelah semua urusannya selesai, Intan keluar dari restoran. Angin malam langsung menyambutnya, membawa hawa dingin yang menusuk kulit.

Sambil berjalan, Intan merogoh tasnya, ia mencari kunci mobilnya. Setelah menemukannya, ia segera membuka mobilnya lantas masuk dan duduk di bangku kemudi. Intan menatap sebentar bayangannya dari kaca spion, wajahnya terlihat letih. Namun Intan tak memperdulikan hal itu. Ia mulai menyalakan mobilnya, tiba-tiba saja mobilnya tidak bisa menyala. Berulang kali Intan mencoba dan hasilnya tetap sama, tak ada tanda-tanda kehidupan pada mobil itu.

"Ada apa dengan mobil ini? Kenapa tiba-tiba mati," gumamnya dengan nada kesal dan pasrah.

Pada saat yang bersamaan Giovanni datang bersama motor sport miliknya. Bunyi knalpot motornya memecah kesunyian malam. Giovanni yang baru saja akan pulang, memilih berhenti saat melihat Intan masih berada di tempat parkir. Keningnya mengerut penuh tanya melihat mobil milik Intan tak kunjung melaju.

Giovanni lantas menepikan motornya. Ia membuka helm full case sebelum menghampiri Intan.

TOK TOK TOK

Intan tersentak kecil. Jantungnya sempat terlonjak sebelum akhirnya mereda saat melihat Giovanni di balik kaca. Ada rasa lega yang muncul di dadanya. Intan lantas menurunkan kaca mobilnya secara perlahan.

"Apa yang terjadi? Kenapa dengan mobilnya?" tanya Giovanni.

Intan menggeleng. "Entahlah, mobil ini tiba-tiba tidak mau menyala," jawab Intan.

"Boleh aku melihatnya?" tawar Giovanni dengan sopan.

"Kamu bisa?" tanya Intan sedikit ragu.

"Aku mengerti sedikit," jawab Giovanni dengan sopan.

Keraguan masih tampak jelas di wajah Intan. Namun akhirnya ia mengangguk dan turun dari mobil. Udara malam yang lembab langsung menyapa kulitnya. Giovanni sendiri langsung masuk ke dalam mobil dan mencoba untuk menghidupkan mobil itu. Akan tetapi pemuda itu sudah mencobanya berulang kali dan hasilnya sama. Mobil itu tak menyala juga.

"Hmmm ..." gumam Giovanni lantas keluar dari dalam mobil. "Sepertinya butuh waktu lama untuk memperbaiki mobil ini."

Intan menghela napas berat lantas menyadarkan tubuhnya ke badan mobil dan melihat waktu pada jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Sudah lebih dari setengah jam ia terjebak bersama mobilnya.

"Kalau begitu aku akan telepon bengkel langgananku saja," balas Intan. "Kamu pulanglah!"

"Lalu Anda?" tanya Giovanni cepat.

"Aku pesan taksi online saja," jawab Intan.

"Ini sudah malam. Tidak cukup aman jika Anda pulang sendiri," balas Giovanni. "Jika anda tidak keberatan saya akan mengantar Anda."

Intan tak langsung merespon tawaran Giovanni, ia diam sambil mempertimbangkannya. Setelah memikirkannya beberapa saat, Intan akhirnya menyetujuinya. Keduanya berjalan berdampingan menuju tempat motor Giovanni yang terparkir tak jauh dari mereka saat ini.

Malam mulai larut, udara dingin terasa menusuk kulit. Lampu jalan berkelap-kelip dan sebagian temaram, membuat bayangan mereka memanjang di tanah.

Sampai di samping motornya, Giovanni mengambil helm cadangan dari motor lantas menyerahkannya kepada Intan. "Pakai ini dulu!" ujarnya lembut.

Intan menerima helm itu, namun keraguan muncul di wajahnya. Tangannya berhenti di udara, tatapannya terus menatap ragu pada motor sport di hadapannya.

"Ada apa?" tanya Giovanni saat melihat keraguan di wajah Intan.

"Ah, tidak ada. Hanya saja aku sudah lama tidak naik motor," jawabnya sedikit ragu.

Mendengar itu senyum tipis terukir di bibir Giovanni. "Anda tenang saja. Saya tidak akan ngebut seperti dulu," balas Giovanni disertai nada menggoda yang membuat Intan melirik sekilas, setengah merasa kesal dan setengah merasa geli.

"Oh iya." Giovanni tiba-tiba melepas jaket kulitnya dan menyerahkan kepada Intan. "Pakai ini!"

Intan menatap ragu pada jaket yang di berikan oleh Giovanni dan jari-jarinya tak juga bergerak untuk mengambil jaket itu.

"Malam begitu dingin. Saya tidak ingin mengambil resiko Anda sakit nanti," ucap Giovanni akhirnya seolah tahu apa yang ada di dalam pikiran Intan.

Ucapan Giovanni membuat Intan terdiam. Setelah beberapa detik, Intan akhirnya menerima jaket itu kemudian mengenakannya perlahan. Kehangatan kain kulit yang masih menyimpan aroma khas Giovanni menyelimuti tubuhnya, membuat jantungnya berdebar tanpa alasan yang jelas.

Giovanni hanya tersenyum samar sebelum naik ke motor. Sementara Intan mencoba menenangkan diri sebelum akhirnya duduk di belakang dengan posisi menyamping.

Giovanni lantas menghidupkan motor, suara derumannnya memecah keheningan malam. Lampu depan motor menyorot jalanan di depan mereka.

"Sudah siap?" tanya Giovanni sambil menoleh ke belakang.

Intan yang masih menyesuaikan posisi duduknya mengangguk pelan. "Ya ... aku siap."

"Pegangan yang kuat," ujar Giovanni dengan nada setengah bercanda.

Intan sempat terdiam sejenak, menimang-nimang apakah dirinya harus berpegangan pada Giovanni atau tidak. Namun pada akhirnya, tangannya bergerak perlahan meraih ujung baju Giovanni. Gerakan kecil itu justru membuat Giovanni tersenyum tipis.

Motor mulai melaju perlahan meninggalkan tempat itu. Angin langsung menerpa wajah Intan, membuat rambutnya yang tidak sepenuhnya tertutup helm ikut berkibar. Intan sedikit memejamkan mata, mencoba menyesuaikan diri dengan sensasi yang sudah lama tidak ia rasakan. Kebebasan sekaligus ketegangan.

Jalanan nampak lenggang, hanya sesekali mobil yang lewat dari lajur yang berlawanan. Giovanni memperlambat laju motornya saat melewati tikungan, lalu menoleh sedikit ke belakang. "Anda baik-baik saja?"

"Ya," jawab Intan pelan. Suaranya hampir kalah oleh suara angin.

Giovanni mengangguk kecil lantas kembali fokus pada jalanan. Namun di hatinya, ada sesuatu yang hangat, perasaan yang belum sempat ia beri nama. Sedangkan Intan, dibalik helmnya menyembunyikan senyum samar yang tak ia sadari muncul di bibirnya.

Malam terus bergulir bersama laju motor mereka yang menembus sepinya jalanan kota. Udara dingin kian menusuk, tapi Intan mulai terbiasa. Tubuhnya mulai menyesuaikan dengan ritme gerak motor.

Giovanni sesekali melirik ke kaca spion, memastikan Intan masih merasa nyaman. Laju motornya mulai melambat saat memasuki jalanan perumahan. Intan lantas menepuk pundak Giovanni pelan sambil berkata, "Di depan belok kiri lalu berhenti di rumah nomor 50," ucap Intan sambil sedikit berteriak.

Giovanni tak merespon secara verbal, ia hanya mengangguk lalu melakukan apa yang Intan ucapkan.

Beberapa menit kemudian, motor itu berhenti di depan rumah Intan. Suaranya menghilang berganti dengan keheningan malam. Giovanni lantas mematikan motor dan melepas helmnya lalu menoleh ke arah belakangan. "Sudah sampai. Semuanya aman, kan?" tanyanya sambil tersenyum kecil.

Intan turun perlahan lalu melepas helmnya perlahan membuat rambutnya sedikit berantakan. "Iya, semuanya aman. Terima kasih sudah mengantarku pulang," ucapannya lembut seraya menyerahkan helmnya pada Giovanni.

"Sama-sama," balas Giovanni. Tangannya terulur, menerima helm yang diberikan oleh Intan. "Lain kali jika butuh tumpangan ... katakan saja."

Intan tersenyum kecil sebelum mengangguk pelan. "Kalau begitu, aku masuk dulu."

"Hmmm." Giovanni bergumam untuk merespon ucapan Intan.

Setelahnya, Intan berjalan menuju pintu gerbang. Namun baru beberapa langkah Giovanni memanggilnya. "Tunggu!"

Intan seketika berhenti dan berbalik. "Ada apa?"

"Emmm ... itu ... sepertinya Anda melupakan sesuatu," jawab Giovanni.

Kening Intan mengerut, isi kepalanya mencoba mengingat-ingat apa yang sudah dirinya lupakan. Namun sebelum Intan menemukan jawabannya Giovanni lebih dulu berucap.

"Jaketnya," ucap Giovanni.

Seketika Intan melihat ke arah tubuhnya sendiri. Ternyata dirinya lupa melepas jaket yang Giovanni pinjamkan untuknya. Segera Intan melepas jaket itu dan memberikannya kepada Giovanni. "Maaf," ucapnya lirih nyaris seperti bisikan.

"Tidak masalah," balas Giovanni dengan senyuman kecil tergambar di wajahnya.

1
sunshine wings
Storynya bagus
👍👍👍👍👍
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
❤️❤️❤️❤️❤️
ig: Marica_Author
siap kak 🥰
Arinawati Rina
lanjut dong kak lgi seru nich
ig: Marica_Author
insyaAllah ya kak. tak tamatin yang satu dulu🙏
Yuli Yulianti
up nya sering sering dong thor
Yuli Yulianti
sudah waktu nya kamu jujur intan biar mm mu tau kebejatan Ilham ..
Happy Kids
terlalu jaga perasaan jd nya dibalik kan sama suamimuu wkwkwkw harusnya nindi ttp dikasi tau
sunshine wings
Bukan menggalakkan perselingkuhan tapi kalo keadaan sudah begini.. Hubungan suami isteri gak boleh diselamatkan lagi lebih baik berpisah.. Berpoligami benar tapi kalo gak adil sama juga boongnya..
sunshine wings
Yes.. Kebenaran itu adalah hakiki.. 🥰🥰🥰🥰🥰
sunshine wings
Mangkanya Intan.. Terus terang pada ibumu.. Menjelaskan secara perlahan² jadi gak kaget..
sunshine wings
benar apa kata Gio, Intan..
sunshine wings
Kenapa ndak jelaskan pada mamamu duduk perkara yg sebenarnya Intan supaya mama lebih mengerti.. Terus terang jangan sembunyikan.. Jadi ada solusinya..
sunshine wings
Satu aja caranya Intan.. Rumah itu dijual..
sunshine wings
Suami dayus..
sunshine wings
Siapa yg mau sisa biarpun dibolehkan poligami itu.. Jijik rasanya.. 🤷🏻‍♀️🤷🏻‍♀️🤷🏻‍♀️🤷🏻‍♀️🤷🏻‍♀️
sunshine wings
Ya terserahlaa mas.. tp ikut jalan masing²..
sunshine wings
Wow.. Gio udah menunjukkan rasa.. 😍😍😍😍😍
sunshine wings
🥰🥰🥰🥰🥰
sunshine wings
🤭🤭🤭🤭🤭🥰🥰🥰🥰🥰
sunshine wings
Hati Gio udah tersangkut..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!