>>>SEASON 1<<<
Natasha yang dijodohkan dengan Fadhil, sabatnya sendiri. Harus menelan pil pahit ketika pacar Fadhil kembali disaat Natasha sudah menikah dengan Fadhil.
Lalu apa jadinya, ketika Natasha hamil, Pacar Fadhil juga mengaku hamil setelah berhasil menjebak Fadhil di saat mereka sudah putus.
Akankah Natasha memaafkan Fadhil dan menerimanya kembali? Atau memilih merelakan suaminya untuk wanita lain?
>>>SEASON 2<<<
Nazira Taraan, Anak dari Natasha.
Dan Nabilla Anastasya, Anak dari mantan Pacar Fadhil. Beranjak dewasa bersama, walaupun sering diperlakukan berbeda.
Ana, sapaan untuk Nabilla Anastasya. Gadis malang itu tidak tahu, mengapa dia diperlakukan berbeda.
Sampai dia harus dijodohkan dengan Alfath. Yang bermaksud hanya untuk mendapatkan Anak dari rahim Ana. Karena istrinya mandul.
Ana yang padahal sudah memiliki pacar saat itu tidak punya pilihan, kecuali menuruti keinginan keluarganya.
Akankah penderitaan Ana terbayarka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Lestary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Shella Pergi Untuk Selamanya
Beberapa bulan berlalu ..
Aku masih berkeras hati tinggal berjauhan dari Fadhil ..
Bukan karena bermaksud untuk menyiksanya .. Namun aku tidak tahan bila harus terus berada dan menyaksikan mereka berdua setiap hari nya..
Aku juga butuh kehidupan yang menenangkan bersama bayi ku ...
Dan akhirnya, Fadhil yang disibukkan dengan keadaan seperti ini..
dia harus bolak balik antara kantor, rumahnya, dan rumahku ..
Memang dia sudah memperkerjakan seorang asisten rumah tangga untuk membantunya merawat Shella..
karena dia tidak mungkin meninggalkan shella sendirian dirumah saat dia sedang berada dikantor atau rumahku ...
Hubungan kami memang sudah baikkan.. namanya juga hubungan rumah tangga, pastinya ada cek-cok sebagai bumbu² asmara.. walaupun yang terjadi diantara kami agak sedikit rumit...
hubunganku dengan Fadhil aman² aja selama kami memutuskan untuk hidup seperti ini..
aku tidak akan merasa cemburu atau marah selama aku tidak melihat dengan mata kepalaku sendiri perlakuan Fadhil terhadap Shella..
***
Saat sedang bersamaku, Fadhil mendapatkan telfon dari asisten rumah tangga nya..
yang mengatakan bahwa dia sudah membawa Shella kerumah sakit karena pendarahan ..
Aku dan Fadhil bergegas menuju rumah sakit setelah menerima kabar tersebut...
sesampainya di rumah sakit.. ternyata Shella sedang menjalani operasi ..
bayinya harus lahir prematur .. karena Shella semakin lemah ...
Dengan perasaan deg²n aku menunggu didepan ruang operasi bersama Fadhil ..
Asisten rumah tangga Fadhil datang memberikan aku sebuah surat amanah dari Shella ..
Aku duduk dikursi tunggu dan mulai membaca isi surat tersebut ..
"*Dear Natasha..
Disaat kamu baca surat ini, mungkin aku sedang bertarung nyawa melawan ajalku.. atau bahkan mungkin aku sudah tidak ada lagi didunia ini..
Aku hanya bisa mengucapkan beribu-ribu maaf karena telah menganggu hubungan rumah tangga kamu ..
Jujur aku sama sekali tidak bermaksud untuk membuat kamu sampai sakit hati seperti ini..
Apa kamu tau.. setiap hari aku selalu mengutuk diriku sendiri karena telah menoreh luka didalam hatimu ..
Setelah aku menjebak fadhil.. aku berniat untuk meninggalkan kehidupan kalian ..
Namun Tuhan berencana lain..
disaat aku tau aku hamil, disaat itu pula aku tau kalau hidup aku sudah tidak lama lagi..
Aku tidak ingin menjadi ibu yang kejam, yang akan membawa anaknya ikut mati bersama ..
Aku percaya cuma kalian yang dapat menyelamatkan bayi ini..
Jika Tuhan masih memberikan bayi ini umur panjang..
Aku mohon tolong rawat dia selayaknya anak sendiri .. tolong berikan dia kasih sayang ..
Dan jangan pernah ceritakan tentang aku padanya..
karena hanya kamu ibu nya satu-satunya* .. !!!"
Air mataku tak henti²nya menetes sedari awal membaca suratnya ..
Fadhil yang menyadari aku menangis mulai mencoba menenangkan ku ..
tak lama dokter pun keluar dari ruang operasi lalu menghampiri kami ..
"Bayinya selamat, tapi ibu nya tidak dapat diselamatkan .. Maaf, kami sudah mencoba semampu kami .."
Tangisku pun pecah .. aku histeris, tak pecaya Shella akan pergi secepat ini..
walaupun aku sering cemburu kepada nya.. namun aku tulus menganggapnya teman..
***
Aku tidak datang kepemakaman Shella ..
karena aku harus menjaga bayi mungil yang baru berusia satu hari ini dirumah ..
Aku terus memandangi bayi mungil yang berjenis kelamin perempuan ini saat dia sedang tertidur pulas ...
Terlintas dalam benakku ..
Tanpa kamu minta pun aku pasti akan menganggap bayi ini layaknya anakku sendiri ..
* Aku masih sering meneteskan air mata tat kala mengingat Shella .. walaupun sudah beberapa hari berlalu ..
Bayi mungil ini kami beri nama Nabila .. Di ambil dari awalan nama ku Na dan akhiran dari nama Shella _La
Bayi ini begitu baik budi .. tidak pernah rewel, seakan tidak ingin merepotkan aku dan papanya ..
Fadhil memang ikut andil dalam merawat Nabila .. dan dia juga cuti kerja menunggu aku sampai lahiran ..
Dia tidak ingin aku kelelahan mengurus Nabila seorang diri mengingat aku sedang hamil besar ...
Saat malam pun dia begitu cekatan bangun ketika Nabila menangis karena haus atau tidak nyaman dengan popoknya..
Namun malam ini tak seperti biasanya ..
Nabila masih tetap menangis walaupun sudah di ganti popoknya .. dan bahkan tidak mau meminum susu nya ..
Aku yang ikut terbangun mendengar tangisan Nabila pun dibuat terharu dengan tingkah Fadhil yang semakin kewalahan saat mencoba menenangkan Nabila ..
Aku bangun dari tempat tidur dan melangkah mendekati Fadhil yang sedang menggendong Nabila ..
"Coba sini kak aku yang gendong." Aku pun mengambil alih menggedong Nabila..
"Ya Allah kak, Nabila demam" Aku merasakan suhu badan nya yang agak panas.
Aku meletakkan Nabila di atas tempat tidur lalu membuka kancing baju tidur ku .. setelah itu aku kembali menggendong Nabila dan meletakkan dia diatas dadaku, tentu saja aku juga sudah membuka kancing baju Nabila juga .. aku duduk di atas tempat tidur sambil sedikit bersandar ..
Fadhil hanya bengong melihat apa yang aku lakukan ..
dan aku pun menjelaskan kepadanya ..
"Jadi gini kak.. setau aku kalau bayi itu demam, sebaiknya diletakkan saja di atas dada ibu nya. itu akan membantu menukar suhu tubuh mereka .. dan kalau gak salah, dada ibu itu lebih canggih dari inkubator, karena tidak perlu di atur suhunya .. dia akan mengeluarkan suhu dingin jika bayi itu panas .. dan akan mengeluarkan suhu hangat ketika bayi itu kedinginan... "
Fadhil mengangguk² tanda mengerti.. lalu menghampiri kami sambil menyelimuti kami .. dia duduk disampingku .. Sedangkan Nabila sudah mulai kembali tertidur ..
"Maaf jadi ngerepotin kamu sayang .. jadi ngeganggu waktu tidur nya kamu.." ucap Fadhil merasa bersalah..
"Kak.. Nabila ini anak ku juga.. aku sama sekali gak merasa repot mengurus dia .."
Fadhil memeluk ku sambil mengelus² perutku ..
"Aku cuma gak mau kamu kelelahan sayang .. aku khawatir dengan kesehatan kamu.. aku gak mau terjadi apa² sama kamu dan anak kita.."
"KAKAK... !!!" Ucapku sambil memasang wajah cemberut ..
"Iyaa iyaa maaf maaf .." ucap Fadhil sambil mencium pipiku
***
Ini foto yang di ambil saat Nabila berusia satu bulan
.
.
.
.
.
.
NEXT>>>
Jangan cepat-cepat END