Di dalam sebuah kamar sewaan yang sempit dan berbau lembap, seorang pemuda tiba-tiba tersentak bangun. Napasnya memburu, matanya yang tajam memancarkan kilatan cahaya keemasan sebelum akhirnya meredup dan berubah menjadi hitam pekat.
"Ini... di mana?"
Fang Yuan melihat kedua telapak tangannya. Halus, kurus, dan tidak ada bekas luka. Ini bukan tubuh kedagingan seorang Sovereign yang bisa menghancurkan galaksi dengan satu pukulan.
Dia menoleh ke meja belajar. Sebuah ponsel jadul menunjukkan tanggal: 20 Juni 2016.
Fang Yuan tertegun, lalu tawa pelan keluar dari tenggorokannya. Tawa itu semakin lama semakin keras, menggema di dalam kamar sempit tersebut.
"Hahaha! Kesengsaraan Surgawi sembilan warna ternyata tidak menghancurkanku! Aku, Fang Yuan, Sang Penguasa Surgawi Cangqiong, justru kembali ke masa usiaku delapan belas tahun?!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12.Panggung
Dua hari berlalu dengan cepat. Malam yang dinanti oleh seluruh kalangan elite kelas atas Provinsi Jiangnan akhirnya tiba.
Hotel Shangri-La, hotel bintang lima paling megah di pusat kota, malam itu dijaga sangat ketat. Ratusan mobil *sport* mewah dan sedan antipeluru berjejer rapi di area lobi. Para taipan bisnis, pejabat tinggi, hingga para pewaris takhta keluarga kaya dari berbagai daerah berkumpul di dalam *ballroom* utama yang diterangi lampu kristal raksasa yang berkilauan.
Di salah satu sudut ruangan, bisik-bisik mengenai hancurnya Keluarga Gao masih menjadi topik hangat.
"Kalian sudah dengar? Keluarga Gao lenyap dalam semalam tanpa sisa. Bahkan aset Properti Hongda langsung ditelan habis oleh Konsorsium Su," bisik seorang pengusaha paruh baya sambil menyesap sampanyenya.
"Keluarga Su bergerak terlalu cepat. Kudengar malam ini Tuan Besar Su Tianhai akan mengumumkan sesuatu yang besar. Sepertinya peta kekuatan Jiangnan akan berubah total," sahut yang lain.
Tepat pada saat itu, pintu ganda *ballroom* terbuka lebar. Seluruh ruangan seketika mendadak sunyi senyap.
Su Tianhai melangkah masuk dengan wibawa seorang mantan komandan militer yang sangat kuat. Di samping kanannya, Su Ruyi berjalan dengan sangat anggun, mengenakan gaun malam *backless* berwarna hitam yang memperlihatkan kulit putih mulusnya dan kaki jenjang yang indah. Penampilannya yang super cantik malam itu langsung menarik perhatian seluruh pemuda kaya di ruangan tersebut.
Namun, yang membuat semua orang tertegun dan menahan napas adalah sosok pemuda yang berjalan di tengah-tengah mereka, bahkan selangkah lebih maju di depan Su Tianhai.
Pemuda itu adalah Fang Yuan. Malam ini dia tidak lagi mengenakan seragam sekolah, melainkan setelan jas desainer modern berwarna hitam dengan kemeja dalaman longgar tanpa dasi. Rambut biru keputih-putihannya yang *stylish* berpadu sempurna dengan garis wajahnya yang tampan dan tegas. Kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celana, berjalan dengan langkah santai namun memancarkan aura dominan yang luar biasa kuat.
"Siapa pemuda itu? Berani-beraninya dia berjalan di depan Tuan Besar Su?!"
"Wajahnya sangat asing, tapi ketampanan dan auranya... seperti seorang pangeran dari keluarga kekaisaran kuno!"
Di barisan depan penonton, seorang pemuda tampan lainnya dengan setelan jas putih mewah menatap kedatangan Fang Yuan dengan mata menyipit penuh rasa tidak suka. Dia adalah **Wei Chuan**, tuan muda tertua dari Keluarga Wei, keluarga terkaya nomor dua di Jiangnan yang selama ini menjadi rival terberat Keluarga Su. Wei Chuan sudah lama mengincar Su Ruyi untuk menjadi wanita utamanya, namun malam ini dia melihat mata Su Ruyi terus menatap Fang Yuan dengan pandangan penuh kekaguman dan debaran malu.
"Cih, dari mana datangnya berandal berambut aneh ini," umpat Wei Chuan dingin.
Su Tianhai menuntun Fang Yuan menuju panggung utama. Tanpa membuang waktu, sang tycoon tua itu langsung mengambil mikrofon. Suaranya yang berat dan berwibawa menggema ke seluruh sudut ruangan.
"Selamat malam, para hadirin sekalian. Terima kasih telah menghadiri perjamuan malam ini. Alasan utama saya mengumpulkan kalian semua adalah untuk mengumumkan sebuah keputusan tertinggi dari Konsorsium Su." Su Tianhai berhenti sejenak, lalu membungkuk hormat ke arah Fang Yuan di sampingnya. "Mulai detik ini, Keluarga Su secara resmi menyatakan tunduk dan bersekutu di bawah perintah tunggal **Tuan Muda Fang Yuan**. Mulai hari ini, kata-kata Tuan Muda Fang adalah hukum tertinggi di seluruh wilayah Jiangnan!"
*BOOMMM!!!*
Pengumuman itu bagai ledakan bom atom yang menghantam seluruh isi *ballroom*. Para pengusaha besar hampir menjatuhkan gelas mereka, sementara para pejabat tinggi melongo dengan mata melotot tidak percaya.
Keluarga Su yang legendaris, raksasa yang menguasai setengah Provinsi Jiangnan, menyatakan tunduk pada seorang pemuda yang bahkan belum genap berusia dua puluh tahun?! Ini benar-benar gila!
"Lelucon macam apa ini, Tuan Besar Su?!"
Sebuah suara lantang memotong keheningan. Wei Chuan melangkah maju dari kerumunan dengan wajah penuh keangkuhan. Dia menunjuk ke arah Fang Yuan dengan pandangan meremehkan. "Keluarga Su adalah pilar Jiangnan, bagaimana bisa Anda menyerahkan kehormatan kota ini kepada seorang bocah ingusan yang tidak jelas asal-usulnya?! Saya, Wei Chuan atas nama Keluarga Wei, tidak akan pernah sudi mengakui bocah ini!"
Mendengar provokasi Wei Chuan, beberapa perwakilan keluarga kaya lainnya yang menjadi sekutu Keluarga Wei ikut bersorak menyetujui.
Fang Yuan yang sejak tadi diam perlahan maju satu langkah ke depan panggung. Angin dari AC aula besar itu meniup lembut poni rambut biru keputih-putihannya. Sepasang matanya menatap Wei Chuan seperti sedang melihat seekor serangga kecil yang berisik.
Senyum nakal yang sangat dingin terukir di wajah tampan Fang Yuan.
"Keluarga Wei tidak sudi mengakuiku?" Fang Yuan bertanya dengan nada yang sangat santai, namun sedetik kemudian, mata kirinya mendadak berkilat dengan cahaya keemasan yang sangat pekat.
*BUMMM!!!*
Sebuah tekanan *Qi* yang kasat mata langsung menghantam tubuh Wei Chuan dari jarak jauh.
"AAAGHH!"
Tanpa sempat menyadari apa yang terjadi, Wei Chuan langsung berlutut menghantam lantai marmer dengan sangat keras hingga kedua tempurung lututnya retak. Tubuhnya gemetar hebat, dipaksa bersujud menghadap ke arah kaki Fang Yuan oleh kekuatan tak terlihat yang seberat satu ton.
Fang Yuan menatap ke bawah ke arah kerumunan elite yang kini mulai panik ketakutan.
"Aku datang kemari malam ini bukan untuk meminta persetujuan kalian," ucap Fang Yuan, suaranya yang dingin bergaung penuh otoritas absolut bagai seorang dewa. "Aku datang untuk memberi tahu kalian satu hal... Siapa pun yang menentangku, nasibnya tidak akan lebih baik daripada Keluarga Gao yang sudah kuhapus dari dunia ini."