Perjodohan yang dilakukan orang tua ku dan teman mereka membuatku terjebak dengan seorang Dosen killer. Dia meninggalkan aku di sebuah rumah besar miliknya, namun dia terus menafkahiku. Pria itu berjanji akan menceraikan aku setelah ia kembali.
Setelah 5 tahun, dia kembali dan meminta diriku untuk tetap bersamanya. Setelah aku menyanggupinya, tiba-tiba saja ada wanita yang datang dalam kehidupan kami dan mengaku sebagai istrinya.
Siapa wanita itu sebenarnya? Dapatkah kami mempertahankan rumah tangga ini hingga akhir?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Secarik rindu di senja hari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15. Tentang Vanny
Vanny mulai tampak kesal ketika terus-menerus mendengar alasan yang terucap dari bibir Reyhans. Dia juga seorang wanita yang membutuhkan kepastian. Wanita mana di belahan dunia ini yang mau di madu oleh suaminya?
...***...
Vanny Anggreyni,
Aku hanyalah seorang janda yang di ceraikan oleh suamiku karena telah memiliki wanita yang lebih cantik dan kaya dari pada diriku.
Hidupku sangatlah sengsara pada saat itu. Terlebih lagi, aku hanya bekerja sebagai pelayan restoran, di pinggir pusat ibu kota. Bahkan, gaji ku sangatlah kurang untuk membeli bahan-bahan pokok yang harganya semakin melonjak naik
Aku juga selalu di hantui oleh litah darat karena hutang yang di miliki mantan suamiku, sedangkan pria bajingan itu malah kabur ke luar kota dan mewarisi aku semua hutang-hutangnya.
Setiap hari hidupku sangatlah tidak tenang, aku harus selalu bersembunyi di keramaian karena jika tidak, bisa saja aku akan tertangkap dan di pukuli habis-habisan oleh para lintah darat itu.
Suatu hari, aku tidak sengaja tertangkap oleh para lintah darat itu, dan benar saja, aku langsung di pukuli hingga wajahku membengkak. Namun, aku sangat bersyukur akan hal itu.
Karena kejadian itu pula lah, aku di pertemukan oleh seorang laki-laki yang sangat baik hati, ia menyelamatkan aku, bahkan melunasi semua hutang pria bajingan itu.
Reyhans Aditya Mahesa, dia bilang jika ia mengajar di kampus Dwikara dan merupakan pemimpin dari salah satu perusahaan terkenal di kota ini.
Lambat laun, hubungan kami kian dekat, pria itu juga sering menghubungi aku dan mengajakku jalan-jalan mengelilingi pusat kota.
Aku yang awalnya sudah mulai menutup hati untuk semua pria, karena masih trauma akan perlakuan suami pertamaku, saat itu mulai kembali mencoba
untuk membuka hati dan kembali belajar menerima cinta dari seorang pria yang begitu lemah lembut tutur sapanya.
Ya, Reyhans, Pria itu sudah berhasil memenangkan dan merebut cintaku yang telah lama karam. Ia perlahan membawaku ke dalam kebahagiaan dan membuatku berani untuk kembali menanam harapan kepada seorang pria.
Ia meminangku di tepi pantai, suara deruan ombak, dan angin sepoi-sepoi yang menerpa tubuh ku masih tergambar jelas dalam ingatanku. Bahkan, rasa kebahagian yang tidak terhingga saat itu masih tertanam jelas di dalam benakku.
Pria itu perlahan mengeluarkan cincin berlian yang sangat berkilauan, ia kemudian berlutut di hadapanku sembari menggenggam erat jari-jemariku. Kata-kata manisnya masih aku ingat jelas, begitu lembut saat menyapa telinga ku.
Cincin itu ia pasangkan di jari manis ku, pria itu kemudian mencium punggung tanganku. Air mata bahagia sudah tidak dapat aku tahan, aku menangis penuh haru di hadapan pria yang masih bersimpuh di kaki ku.
Beberapa bulan setelah itu, ia memperkenalkan aku kepada Ayahnya, untuk meminta restu atas hubungan kami berdua.
Namun, hal yang sangat mengejutkan keluar dari mulut ayahnya. Pria itu tidak merestui kami untuk bersama. Ia menentang keras hubungan kami karena dengan alasan yang saat itu masih di rahasiakan.
Aku bisa melihat dengan jelas betapa kecewa dan sakit hatinya Reyhans kepada sang ayah saat itu. Ia bahkan langsung menarik tanganku dan mengajakku pergi dari tempat itu tanpa berucap sepatah kata pun.
"Apapun yang akan terjadi, aku akan tetap menikah dengan dirimu, tidak ada yang bisa mencegah kita untuk bersama, sekali pun dunia tidak merestui." Perkataan pria itu yang masih aku ingat dengan jelas sampai detik ini.
Tanpa restu dari ayahnya, ia menikahi aku di AS, dan memberikan aku sebuah rumah untuk aku tinggali dengannya saat di sana.
Ia juga cukup sering mengunjungi diriku, terkadang satu bulan sekali, atau jika ada waktu luang, dia akan selalu mengunjungi diriku. Dia juga meluangkan waktu di tengah-tengah kesibukannya untuk terus memberi kabar kepada diriku.
Awalnya, aku kira itu adalah akhir yang bahagia bagi kisah cinta kami. Namun ternyata tidak, dugaan ku salah, cobaan kembali menerpa hubungan kami.
Baru saja satu tahun usia pernikahan kami. Dia datang kepadaku dengan raut wajah kusutnya, aku mengira jika ia sedang ada masalah di kantor saat itu.
Namun, dia malah membawa kabar mengejutkan bagi diriku hingga membuatku tidak bisa berkata-kata saat itu, ia mengatakan jika ayahnya menjodohkan dirinya dengan seorang wanita yang tidak pernah ia kenal sebelumnya.
Hatiku benar-benar sakit saat mendengar hal itu. Aku hanya berfikir, bagaimana dengan diriku nantinya? Apakah ia akan meninggalkan aku begitu saja?
Aku benar-benar ketakutan setengah mati saat tahu hal itu. Aku hanya takut kehilangan orang yang aku sayangi untuk kedua kalinya.
Aku mendesaknya untuk membatalkan perjodohan itu, tetapi ia juga tidak sanggup untuk menentang kemauan ayahnya.
Lelah aku membujuknya, puas ia merayuku, akhirnya kami menemukan sebuah kesepakatan. Kami menyusun rencana licik suapaya ia bisa terbebas dari perjodohan itu.
Ia akhirnya memutuskan untuk meninggalkan wanita itu setelah upacara pernikahan selesai di laksanakan dan pergi dengan alasan untuk mengurus perusahannya yang ada di AS.
Aku tahu jika kami sangatlah jahat waktu itu, kami tidak pernah memikirkan bagaimana atau apa yang akan di rasakan oleh wanita itu nantinya, jika mengetahui rencana licik kami. Tapi mau bagaimana lagi? kami juga tidak menginginkan hal itu.
Reyhans meminta waktu lima tahun kepada diriku untuk menjalankan rencananya dan ia berjanji akan menceraikan wanita itu dalam waktu 5 tahun. Dia terus merayu diriku saat itu, bahkan bersumpah untuk tidak akan pernah mencintai wanita itu.
Aku pun menyetujui keinginannya, walaupun aku merasa sangat terbebani dan terlula saat itu. Aku tidak punya pilihan lain, selain merelakan suamiku untuk bersama dengan wanita lain.
Aku tidak pernah menyangka, bahwa semua keputusan yang telah aku ambil dengan tergesa-gesa saat itu, menuntunku untuk lebih dalam jatuh ke jurang penderitaan.
Satu bulan setelah aku menyetujui keinginan suamiku, sikapnya mulai berubah. Ia sudah jarang berkunjung ke tempatku dengan alasan untuk berusaha mendekati gadis itu demi kelancaran rencana kami.
Menjelang hari-hari pernikahan mereka, aku menelpon suamiku untuk mengingatkan ia akan janjinya. Ia pun menyanggupinya, tetapi dari nada suaranya aku tahi jika ia sangat kesal kepada ku.
Singkat cerita, ia telah menikah dan langsung berangkat ke AS, meninggalkan istri barunya. Aku sangat senang, aku benar-benar sangat bahagia saat itu.
Aku bahkan berdandan sangat cantik saat menyambut kedatangannya, tetapi saat ia datang, aku merasakan perbedaan yang sangat jelas dalam dirinya. Setelah sekian lama kami tidak bertemu, sikapnya benar-benar berbeda dari suamiku yang aku kenal dulu.
Ia menjaadi pria yang dingin dan selalu acuh tak acuh terhadap keadaan sekitarnya. Setiap waktu yang aku lewati bersama dirinya dalam waktu lima tahun yang sangat panjang itu, membuatku menyadari sesuatu.
Suamiku telah jatuh hati kepada gadis yang telah ia nikahi itu. Meskipun saat aku tanyakan ia selalu menyangkalnya, tetapi aku bisa melihat dengan jelas bahwa hatinya mulai berpaling. Aku benar-benar sangat kecewa dan menyesali keputusan yang telah aku ambil lima tahun lalu.
Setiap kali ia berbicara lewat panggilan telepon dengan gadis itu, aku bisa melihat perbedaannya, wajahnya tampak berseri-seri, dan selalu tersenyum saat berbicara dengan gadis itu. Berbeda saat berbicara denganku.
Segela sesuatu telah aku lakukan demi memenangkan hati pria itu kembali. Aku bahkan kembali ke Indonesia demi menagih janjinya untuk menceraikan gadis itu.
Ya, aku akui aku sangatlah egois! aku hanya memikirkan perasaanku saja! aku tidak perduli dengan apapun yang akan dirasakan oleh gadis itu. Karena aku sangat mencintai suamiku, dan semua cara akan aku lakukan untuk mendapatkan dirinya kembali.
...Next.......
...Selamat membaca...
...Ada yang ga paham sama alurnya?...
Terima kasih atas kritik dan sarannya.
benci aku sama Reyhans
ko jdi gini si, uda ngga seruh lgi