NovelToon NovelToon
Posesif Bagas

Posesif Bagas

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Posesif
Popularitas:787
Nilai: 5
Nama Author: Safira Maulidah salsabila

Semuanya bermula dari sebuah kejadian yang sama sekali tidak pernah ia rencanakan.

Tinggal di panti asuhan membuat gadis itu terbiasa menjalani hidup sederhana,Jauh dari kata kemewahan,Namun satu hal yang selalu berhasil membuatnya tersenyum adalah kelinci kesayangannya.

Hingga suatu hari,Kelinci itu tiba-tiba kabur.

Tanpa berpikir panjang,Ayla berlari mengejarnya hingga keluar ke jalan raya,Karena terlalu fokus mengejar,ayla tak menyadari sebuah motor melaju ke arahnya.

Brak!

Dalam hitungan detik,Hidupnya seolah berubah.

Beruntung,Seseorang datang menolongnya sebelum keadaan menjadi lebih buruk,Pertemuan yang awalnya hanya sebuah ketidaksengajaan itu ternyata menjadi awal dari kisah yang jauh lebih besar.

Siapa sebenarnya lelaki yang menolongnya?

Dan apakah setelah pertemuan itu,Takdir seolah terus mempertemukan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira Maulidah salsabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15

Pagi itu suasana kelas ayla terasa sedikit lebih ramai dari biasanya.

Beberapa siswa terlihat berbisik,Penasaran menatap ke arah pintu.

"Kayaknya ada murid baru deh"bisik Salsa.

Rina langsung menoleh cepat.

"Serius?Siapa?."

Tak lama,pintu kelas terbuka,Wali kelas masuk bersama seorang siswi baru,Penampilannya rapi,sikapnya tenang tapi aura percaya dirinya langsung terasa.

"Anak-anak,Hari ini kita kedatangan murid baru dikelas ini"ucap wali kelas

Gadis tersebut tersenyum tipis.

"Perkenalkan,Nama aku keisha."

Beberapa siswa langsung berbisik kagum,Namun wali kelas melanjutkan.

"Keisha ini juga merupakan anak dari donatur sekolah kita."

Beberapa siswa mulai berbisik pelan setelah mendengar penjelasan wali kelas.

Namun wali kelas segera menambahkan dengan nada tenang.

"Walaupun begitu,Di kelas ini semua tetap sama,Jadi saya harap kalian bisa saling membantu sebagai teman,Ya."

Suasana kelas sedikit berubah,Bisikan masih terdengar,tapi lebih pelan.

"Kirain kenapa."

"Oh,pantes."

Keisha tetap berdiri di depan kelas dengan sikap tenang,keisha tidak terlihat sombong,justru tersenyum secukupnya.

Wali kelas kembali berbicara,

"Silakan duduk keisha,Kursi kosong di sebelah sana."

Keisha mengangguk sopan.

"Baik,Bu."

Saat berjalan menuju tempat duduknya, ia sempat melihat sekeliling kelas,Tatapannya berhenti sebentar ke arah ayla,Bukan tatapan tajam,lebih seperti mengamati.

Ayla yang sadar ditatap sedikit mengernyit,Tapi tidak bereaksi.

Keisha kemudian duduk dengan tenang,Membuka tasnya dan mulai menyesuaikan diri seperti siswa lainnya.

Sementara itu,bisik-bisik perlahan mereda,Namun rasa penasaran di dalam kelas masih terasa.

Tak lama,Pelajaran kembali dimulai.

Wali kelas mulai menjelaskan materi seperti biasa, mencoba mengembalikan fokus kelas.

Namun beberapa siswa masih sesekali melirik ke arah keisha.

Sementara itu,Keisha terlihat benar-benar memperhatikan pelajaran,keisha membuka buku, mencatat dengan rapi,dan sesekali mengangguk kecil seolah memahami.

Ayla tanpa sadar ikut melirik.

"Serius banget"gumamnya pelan.

Rina yang duduk di sebelahnya langsung menyenggol.

"Bukan cuma serius,Auranya juga beda"bisiknya.

Salsa ikut menimpali pelan.

"Kayak udah biasa di tempat baru."

Ayla tidak menjawab,Tatapannya masih sempat tertuju ke arah keisha beberapa detik,Sebelum akhirnya kembali ke bukunya.

Tiba-tiba

Bel berbunyi.

Suasana kelas langsung sedikit lebih santai.

Beberapa siswa mulai berdiri,Ada yang keluar kelas,Ada yang langsung mengobrol,Tak butuh waktu lama,Dua tiga siswa mulai mendekati meja Keisha.

"Hai kamu pindahan dari mana?"tanya salah satu siswa.

Keisha tersenyum ramah.

"Dari bandung."

"Oh pantes"sahut yang lain.

"Kamu langsung masuk sini aja?."

"Iya,Kebetulan ikut orang tua juga pindah kerja"jawab keisha.

Obrolan berlangsung ringan,Keisha terlihat cukup mudah beradaptasi,Tidak kaku,tapi juga tidak berusaha terlalu menonjol.

Dari kejauhan,Rina memperhatikan sambil berbisik.

"Cepat juga dia nyatu."

Salsa mengangguk.

"Iya dia tipe yang gampang masuk lingkungan."

Ayla hanya diam,Matanya sesekali melirik ke arah keisha,Ada sesuatu yang masih mengganjal, tapi ia sendiri belum bisa menjelaskan.

Beberapa menit kemudian

Perhatian Ayla kembali tertuju ke Keisha,Bukan karena keramaian,tapi karena Keisha tiba-tiba berdiri dari kursinya,Keisha melihat ke arah pintu kelas, lalu kembali melihat sekeliling, seolah mencari sesuatu dan tanpa diduga,tatapannya kembali berhenti ke arah ayla,Kali ini sedikit lebih lama,Ayla yang sadar,langsung menatap balik.

Hening beberapa detik.

Lalu Keisha tersenyum kecil,Bukan senyum ramah biasa,lebih seperti senyum yang menyimpan sesuatu.

Ayla mengernyit tipis.

Rina langsung mendekat.

"Lihat nggak?."

Ayla mengangguk pelan.

"Iya."

Salsa ikut mencondongkan badan.

"Dia kayak merhatiin kamu terus deh."

Ayla terdiam sejenak.

"Perasaan kalian aja kali."

namun nada suaranya tidak seyakini itu.

Ayla kembali melihat ke arah pintu kelas,Entah kenapa perasaan ayla justru semakin tidak tenang.

...••••••...

Suasana kelas mulai ramai,Beberapa siswa keluar,Sebagian masih duduk sambil bercanda.

Ayla sedang merapikan bukunya saat seseorang berhenti di samping mejanya.

"Ayla"ucap keisha pelan.

Ayla mendongak.

"Iya?."

Keisha melirik ke arah rina dan salsa sekilas.

"Kita bisa ngomong sebentar?Berdua."

Rina langsung mengernyit.

Salsa berbisik pelan.

"Hati-hati."

Ayla ragu sebentar,Lalu mengangguk.

"Iya."

Mereka keluar kelas,Berhenti di ujung koridor yang sepi.

Ayla langsung bertanya.

"Ada apa?."

Keisha menatapnya lurus.

"Aku ngomong langsung aja."

Ayla diam.

Keisha menarik napas pelan.

"Putusin bagas."

Ayla langsung terpaku.

"Apa?."

Keisha tetap tenang.

"Kamu nggak cocok sama dia."

Ayla mencoba bertahan.

"Aku saja,Baru kenal kamu."

Keisha mengangguk santai.

"Tapi aku kenal bagas,aku juga kenal dunianya."

Keisha menatap ayla lebih dalam.

"Orang tua aku dan orang tua bagas itu rekan bisnis."

Ayla mulai terdiam.

Keisha melanjutkan.

"Kami satu lingkungan,Cara pikir,Gaya hidup,Semuanya sama."

"Sedangkan kamu,Kamu cuma anak panti."

Kalimat itu menghantam keras,Ayla terdiam,Rasa percaya dirinya runtuh perlahan.

Keisha menutup dengan tenang.

"Aku cuma realistis,Dia butuh yang selevel."

Keisha pergi begitu saja.

Beberapa menit kemudian,Ayla berjalan cepat,pikirannya kacau,Sampai akhirnya ayla melihat bagas di dekat tangga.

Bagas menoleh.

"Ayla?."

"Bagas."

"Iya?Kamu kenapa?."

Hening.

Napas ayla terdengar tidak teratur.

"Aku mau kita putus."

"apa?."

Suara bagas langsung berubah,Lebih pelan,Tapi justru lebih berbahaya.

"Apa yang kamu bilang barusan?."

Ayla menunduk.

"Aku serius."

Nada suara bagas langsung naik.

"Kamu tiba-tiba bilang putus,Terus bilang serius?!."

Ayla mundur sedikit.

"Lebih baik kita selesai"

"JANGAN MUTUSIN AKU SEPIHAK,AYLA!"

Ayla tersentak,pertama kalinya bagas memanggil namanya biasanya dia memanggil dengan sebutan"sayang".

Semua orang yang lewat mulai melirik.

"Aku nggak cocok buat kamu"

Suara ayla mulai pecah.

"Siapa yang bilang?!."

"…"

"Jawab aku!."

"Aku sadar sendiri."

Bagas tertawa pendek,Tapi jelas itu bukan tawa biasa.

"Bohong."

Ayla langsung menegang.

"Kamu nggak mungkin ngomong kayak gini tanpa alasan."

"Aku cuma-."

"Kamu denger dari siapa?!."

"Nggak ada!."

"LIAT AKU!."

Ayla refleks mengangkat wajah,Matanya sudah penuh air.

"Kalau kamu berani mutusin aku."

Suara bagas turun,Lebih pelan, dan lebih dalam.

"Berani juga jujur sama aku."

Hening.

Ayla menggigit bibirnya kuat-kuat.

"Aku nggak cocok buat kamu."

Bagas langsung menggeleng.

"Itu bukan jawaban."

"Itu kenyataan."

"BUKAN!."

Suara bagas kembali meninggi.

"Jangan pakai alasan murahan buat nutupin sesuatu!"ucap bagas.

Ayla gemetar.

"Aku nggak mau jadi beban kamu."

"Beban?!."

Bagas maju satu langkah.

"Sejak kapan aku pernah nganggep kamu beban?!."

"…"

"Jawab!."

Air mata ayla jatuh.

"Dunia kita berbeda."

"Terus kenapa?!."

Suara bagas pecah.

"DARI AWAL AKU UDAH TAHU ITU!."

"…"

"Tapi aku tetap pilih kamu!"

Kalimat itu keluar penuh emosi.

Tanpa ditahan ayla menangis.

"Aku cuma nggak mau kamu nyesel hubungan sama aku."

Bagas terdiam sebentar,Lalu tertawa pelan,Tawa yang pahit.

"Lucu ya."

Ayla menatapnya,Matanya sakit.

"Kamu mutusin aku,Dengan alasan demi aku?."

Hening.

Ayla tidak menjawab.

"Gila."

Bagas mengusap wajahnya kasar.

"Aku pikir kamu beda."

Kalimat itu lebih pelan,Tapi jauh lebih menyakitkan.

"Aku nggak mau kamu salah pilih"ucap ayla.

"Yang salah itu."

Bagas menatapnya dalam-dalam.

"Kalau aku kehilangan kamu karena kamu dengerin orang lain."

Ayla langsung diam,Matanya melebar sedikit.

Hening panjang.

Bagas menarik napas dalam,Lalu mengangguk pelan,Seolah akhirnya mengerti.

"Ya udah."

Suaranya berubah,Tidak lagi meledak,Tapi dingin dan Kosong.

"Kalau kamu lebih percaya orang lain dari pada aku"

Ayla langsung menatapnya.

"Silakan."

"Gas,tunggu-."

"Udah."

Bagas memotong,Pelan,Tapi tegas.

"Aku males maksa orang yang jelas-jelas mau pergi."

Ayla menangis.

"Maaf."

"Jangan minta maaf."

Suara bagas hampir seperti bisikan.

"Kalau kamu bahkan nggak berani jujur."

Hening.

Bagas mundur satu langkah,Menatap ayla untuk terakhir kali,Tatapan yang berbeda,Bukan marah lagi,Tapi kecewa,Lalu bagas berbalik Pergi,Tanpa ragu dan Tanpa menoleh lagi.

"Bagas"

Suara ayla pecah,Namun tidak dihentikan.

Langkah kaki bagas semakin jauh.

Ayla jatuh terduduk perlahan,Tangannya gemetar,Air matanya tidak berhenti.

"Aku nggak mau kehilangan kamu"

Ucapnya lirih.

Tapi semuanya sudah terlambat.

1
Citra bella Suteja
ayla teralalu lemah ngga bisa tegas ngga berani melawan,,,
Lisa
Ceritanya bagus Kak
Lisa
Aku mampir Kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!