Dua pemuda genius yang terlempar ke dunia lain.
Bertemu dengan seorang putri terbuang, dan kemudian membangun sebuah dinasti.
Ini adalah kisah tiga orang legendaris yang akan menyatukan dunia dalam satu dinasti selama seribu tahun lamanya.
Bukan dengan Sihir dan Pedang, melainkan dengan Akal dan Pengetahuan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon J, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12.5 Intermezzo part 3
"Katrol dan pengait itu prinsip yang juga kita gunakan untuk membangun tembok berundak pada sisi tebing?" Tanya Couran saat ia dan Nata sedang membicarakan tentang alat dan cara yang sudah ditulis oleh Aksa dalam gulungan-gulungan yang diserahkan padanya kemarin.
"Benar, pada dasarnya semua itu adalah alat mekanikal sederhana. Bila kita bisa merangkai ulang dan memadukan prinsipnya, bisa menjadi alat yang berguna untuk kebutuhan kita sehari-hari"
"Prinsip kerja ini benar-benar sangat berguna"
"Anda bisa menggunakannya dibidang apa saja. Seperti untuk membangun rumah, menggali sumur, menggiling beras. Bahkan bisa diterapkan untuk penanda waktu atau sebagai alat transportasi"
"Benarkah?"
Nata hanya mengangguk.
Tampak Couran membuka gulungan yang lain kemudian membacanya. Dan setelah selesai, ia menyandarkan tubuhnya ke belakang seraya menegakkan punggungnya. "Bagaimana Aksa bisa menulis bahkan sistem tanam dan rotasinya yang efisien seperti ini? Bahkan dengan sangat rinci?" Ucapnya kemudian terdengar seolah pasrah dengan kemampuan Aksa yang tidak masuk akal ini.
"Oh, kalau dia memang gudangnya segala pengetahuan. Di otaknya tersimpan hampir seluruh ilmu pengetahuan dunia kami dalam semua bidang. Bahkan dengan sangat rinci. Maka dari itu kemarin dia bisa melakukan operasi minor, eh maksudku hal-hal ketabiban. Itu karena dia tau persis apa yang harus dilakukan, bagian-bagian mana dari tubuh manusia yang vital dan tidak"
"Benar-benar tidak salah kalau dia menyebut dirinya sendiri utusan dewa"
"Hm, kalau dipikir-pikir benar juga. Dengan segala pengetahuan modern ada di dalam kepalanya, dia bisa jadi utusan dewa di dunia ini"
"Benar, kalian bisa saja dengan mudah menjadi dewa di dunia ini"
"Terlalu merepotkan, kurasa aku tidak tertarik akan hal itu. Aksa juga sepertinya hanya tertarik dengan petualangan dan budaya dunia ini. Terlebih lagi, kami sedang berusaha mencari cara untuk kembali ke dunia kami sendiri"
"Tapi sebelum kalian kembali, berikan dulu ilmu pengetahuan yang kalian miliki untuk meningkatkan kehidupan dunia ini"
"Pasti tuan Couran, tapi untuk sekarang mungkin hanya ini dulu yang bisa saya berikan. Bukan saya tidak mau untuk membagi semuanya pada anda atau untuk dunia ini, tapi sebuah informasi yang datang secara mendadak dalam jumlah yang banyak bisa membuat sebuah peradaban menjadi kacau. Juga dengan pengetahuan tentang prinsip-prinsip ini saja anda sudah bisa meningkatkan kehidupan di desa ini.
"Benar juga ucapan mu"
"Bila kita bertemu untuk kedua kalinya dan kehidupan di desa ini sudah meningkat, maka saya akan berikan pengetahuan untuk meningkatkannya lagi, tuan Couran" ujar Nata kemudian.
Couran tampak tersenyum menatap Nata. "Apa orang-orang didunia mu seperti dirimu dan Aksa?" Tanya nya kemudian.
"Seperti kami? Aneh? Suka ngomong ga jelas?"
"Bukan. Maksudku kemampuan kalian. Seperti mengingat, memahami sesuatu"
"Sedikit ingin membanggakan diri, tapi kami termasuk orang-orang pilihan di dunia kami sana. Bahkan diusia kami sekarang, kami disetarakan dengan para cendikia dewasa. Bahkan mungkin melebihi mereka"
"Sudah kukira kalian memang pemuda istimewa. Ngomong-ngomong bagaimana dengan baju dunia ini, apa kalian mulai nyaman memakainya?" Tanya Couran kemudian saat tampak Nata terlihat menggerakan kerah bajunya tidak nyaman.
"Baju anda ini nyaman sekali dipakai, meski dibagian lengannya terlalu pendek untuk kami"
"Tenanglah warga desa sudah membuatkan kalian berdua baju yang pas untuk dua minggu pakai. Jadi kalian tak perlu kuatir"
"Terima kasih. Tapi bicara tentang baju, bagaimana penduduk desa mencuci baju mereka?"
"Mereka mencucinya di sungai, kenapa?"
"Hm, kurasa aku kan meminta Aksa untuk memberi rincian metode yang bisa digunakan untuk meningkatkan cara penduduk desa mencuci baju"
"Bahkan dia punya pengetahuan tentang mencuci baju?"
Nata hanya tersenyum.