Andrea Meyla anak tunggal dari Anadiya dan Akbar.
Cantik, bermata hitam, Rambut panjang sedikit bergelombang, meskipun tingginya kurang dari 150cm, hehe
Dia suka tidur, membaca, ngemil, memasak, mojok di perpustakaan, dan berenang. Dia paling mahir gaya batu! hehe.
Bilang saja suka berendam tapi tidak bisa berenang.
Dia akrab dipanggil Rere, gadis yang ceria, mudah bergaul dengan siapapun.
Punya hobi lain yang gak banyak orang tau, hobi memanah dan menembak.
Tinggal bersama Rita dan Daniel, mereka adalah Oma dan opanya. Namun tidak lama, Daniel meninggal dunia karena serangan jantung.
Andrea tidak pernah menggubris kedua orang tuanya yang sudah lama berpisah alias cerai.
Rere sangat menginginkan sebuah keluarga lengkap nan bahagia sudah sirna sejak dia duduk dibangku menengah pertama. Gadis itu tidak pernah ikut campur urusan rumah tangga ayah dan bundanya lagi setelah berpisah.
Meskipun tidak ada KDRT, tak ada pedang hanya bermodalkan mulut perang pun jadi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ladysti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ada yang cemburu
🌼 putih abu-abu 🌼
"Maaf Opa johan, Rere akan menyusul saat liburan," terangnya.
"Baiklah, selalu doakan Oma ya. Semoga operasi Oma berjalan lancar," ucap Johan, dan diaamiinkan seluruh keluarga.
"Kamu tenang aja, cucu Opa ini bekerja di kota ini. Opa akan utus dia buat jaga dan sering jenguk kamu tiap minggu, atau kalau perlu setiap hari," sambung Johan lagi.
"Iya opa. Aku setuju saja gimana baiknya," ucap Rere dengan senyum manisnya.
"Dani. Ini Andrea, kamu masih ingat kan? Yah dulu kalian terakhir ketemu saat Andrea 5 tahun. Hehehe," ucap Johan mengingatkan Dani dengan tawa renyahnya.
"Inget kok Pa, mungkin justru Andrea yang lupa. Jelas perbedaan usia kita 10 tahun. Dan waktu itu aku udah lulus SMA," terang Dani.
"Maaf Om. Aku lupa," sahut Andrea dengan nyengir kuda.
"Gue ga setua itu, panggil aja Kakak," ucap Dani tak terima di sebut Om-Om.
Johan dan Ana hanya terkekeh, para orang tua senang melihat mereka rukun. Johan sempat khawatir Andrea tidak bisa berbaur dengan Dani yang sudah sangat lama tidak bertatap muka, Dani juga baru-baru ini pindah ke Indonesia. Karena kekayaan keluarga Johan besar dan ada di mana-mana.
"Ya sudah, kita berangkat ya. Kamu jaga dia baik-baik," ucap johan.
"Oke pa, hati-hati," ucap Dani pada Johan.
"Bunda titip Andrea. Kalo bandel jewer saja Bunda tidak keberatan," sahut Ana juga.
"Iya, kalian tenang aja, serahkan semuanya sama aku," jawab Dani meyakinkan.
"Oma yang kuat ya, Rere bakalan kangen sama Oma," ucap Andrea dengan mata yang berkaca-kaca.
"Sayang.. kamu gak usah khawatir. Sekolah yang rajin ya, jangan lupa nanti nyusul," ucap Rita menenangkan gadis kecilnya yang hampir menangis.
"Papa ga usah repot-repot jemput Andrea, Dani bisa kok antar ke sana," sahut Dani pada Johan yang dia panggil Papa. Dan ayah untuk panggilan orang tuanya. Johan mengangguk faham.
Mereka pun berangkat, meninggalkan Andrea dan Dani.
Dani mengajak Andrea jalan-jalan, dan makan disebuah kafé.
"Apa kamu sudah punya pacar?" ucap Dani tiba-tiba.
"Bbbrrreb!" Andrea terkejut dan menyembur minuman yang baru saja masuk ke dalam mulutnya.
"Bwahaha.." Dani terbahak-bahak.
"Uhuk!"
"Om Dani bikin aku terkejut tau, kenapa nanya pacar segala sih?" Rere mengelap mulutnya dengan tissue.
"Kenapa sekaget itu, kakak cuma nanya doang. Takut kalo ada yang salah paham, dan stop panggil Om!" goda Dani.
"Gak ada, justru aku yang bertepuk sebelah tangan!, ups!" ucap Andrea tak sengaja curhat.
"Masa? Orang bodoh mana yang berani nolak kamu? Apa dia buta?" ucap Dani heran.
"Ya ada deh, terus kenapa Om Dani ngomongnya gitu!" Rere mulai jengkel.
"Secara dong, cucunya Oma Rita kan cantiknya gak ada obat, masa sih ditolak? Kalo gak bodoh ya buta," terang Dani.
"Andrea cantik ya?" ucap Rere polos.
"Tck !!. Enggak. Kamu jelek kayak pantat unggas," ejek Dani menggodanya.
"Tuh kan, Om Dani tuh nye-be-lin!!" Rere benar-benar jengkel sekarang.
Dani terus saja menggoda sepupunya, ia merasa seru mengganggunya, karena Rere juga menyebalkan, ia terus saja memanggilnya Om.
Tanpa keduanya sadari. Seseorang wanita memandang mereka berdua dengan tatapan mata yang tajam,. Dia tidak tau hubungan Andrea dan Dani. Tangannya mengepal kuat, dia berjanji akan membuat perhitungan dengan wanita yang membuat Dani tertawa lepas.
"Awas lo jal_ang sialan!" umpatnya, kemudian berlalu.
Bersambung..