NovelToon NovelToon
TERNODA

TERNODA

Status: tamat
Genre:CEO / Lari Saat Hamil / Wanita Karir / Hamil di luar nikah / Cintapertama / Mengubah Takdir / Chicklit / Tamat
Popularitas:51.1k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Payang

Shamuel hampir saja gelap mata, saat melihat Andrew adik kandungnya menggagahi Shera, dokter cantik yang diam-diam dicintainya hingga berbadan dua.

Akankah pernikahan mereka terlaksana?

Jangan lupakan Fhilip, laki-laki yang selalu menjadi super Hero bagi Shera, pribadi yang mencintai apa adanya.

Cinta, adalah sebuah pengorbanan. Cinta yang tulus akan selalu memberi tanpa syarat, tanpa mengharapkan balasan.

Terkadang akan di pandang BODOH. Tapi itulah cinta.

❤️TERNODA❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Payang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15. Berselancar Di Tengah Lautan

Seorang bodyguard berkacamata hitam dan berseragam gelap datang mengampiri sambil membungkuk hormat. "Tuan muda, speedboat Anda sudah siap."

"Aku sudah tidak sabar mengarungi lautan!" pekik Shera kegirangan. Sang bodyguard dan Fhilip sempat terlonjak kaget dibuatnya.

"Oh maaf!" Shera seketika membekap mulutnya dengan kedua tapak tangannya, ia terlihat malu sambil cengengesan begitu menyadari apa yang telah dilakukannya. "Aku terlalu bersemangat." jujurnya, masih dengan tersipu malu.

"Pergilah, kami segera menyusul. Jangan lupa bawa paper bag yang tadi," ucap Fhilip kemudian pada sang bodyguardnya.

"Baik, Tuan muda," pria itu gegas beranjak dari sana.

"Shera, kamu serius mau ikut denganku ke tengah laut sana? Ombaknya tinggi, cukup menyeramkan apalagi bagi seorang pemula sepertimu," Fhilip kembali berusaha mengingatkan.

"Aku ini perempuan tangguh dan pemberani, Fhilip. Kamu jangan meremehkanku. Kamu liat saja nanti bagaimana aksiku. Kalau kamu bisa bersenang-senang ditengah lautan sana, kenapa aku tidak boleh?"

Fhilip hanya bisa memaku pandang, mendengar ucapan Shera yang begitu percaya diri dengan segala antusiasnya.

"Aku ingin sekali berada ditengah lautan sana, berteman dengan ganasnya deburan ombak seperti kata-kata orang. Waktu kecil, mendiang ayahku hanya membawaku bermain pasir dibibir pantai. Aku tidak mau seperti itu lagi. Aku mau yang lebih menantang adrenalin."

"Baiklah. Terserah dirimu saja Shera, yang penting aku sudah mengingatkanmu. Habiskan makan siangmu itu, setelah itu kita berangkat. Aku ke toilet dulu."

Fhilip berdiri, gegas menuju toilet yang ada di kantor dermaga milik perusahaan minyak keluarganya.

Sepeninggal Fhilip, seperti sedang dikejar-kejar sesuatu, Shera buru-buru menghabiskan makanannya, meneguk habis jusnya dalam sekejap, hingga membuat matanya mendelik karena hampir tersedak.

Kelakuannya itu membuat dua security terkikik disudut sambil berbisik pelan satu sama lain. Tampang arogan yang biasa mereka tampilkan pupus begitu saja akibat melihat ulah absurd Shera, tanpa gadis belia itu sadari.

"Apa yang kalian tertawakan?"

Kedua security itu spontan terkaget dan menghentikan tawa mereka, lalu buru-buru membungkuk hormat. "Tidak ada Tuan muda," sahut salah satu dari keduanya.

"Aku peringatkan, jangan pernah mentertawainya, abaikan saja. Mau dia jungkir-balik, salto, melenting, atau apapun itu. Dia hanya membuat kalian hilang konsentrasi saat berkerja. Mengerti?"

"Mengerti, Tuan muda," keduanya kembali membungkuk hormat begitu dalam, menyembunyikan segala rasa yang ingin meledak didalam dada masing-masing, hingga Fhilip berlalu dan membawa Shera keluar dari ruangan itu.

Gelak tawa akhirnya tumpah-ruah, bukan hanya keluar dari mulut kedua security itu, tapi juga dari sang resepsionis dan dua orang cleaning service lainnya.

Ucapan Fhilip sontak membuat para karyawan itu membayangkan bagaimana Shera berlaku persis seperti apa yang telah dikatakan oleh sang tuan muda mereka itu.

"Ayo pakai ini," Fhilip membantu mengenakan rompi orange pada tubuh Shera seperti yang ia kenakan dan karyawan lainnya kenakan juga sebagai perlengkapan mengendarai speedboat.

"Apapun yang terjadi, jangan banyak tingkah. Duduk saja tenang disini, disebelahku," ucap Fhilip memberi petuah-petuah pentingnya dengan sabar pada Shera, karena ia tahu ini adalah pengalaman pertama temannya itu mengarungi lautan menuju pusat aktifitas pengeboran lepas pantai.

Senyum terus terkembang diwajah ceria Shera. Angin laut berhembus kencang menerbangkan geraian rambut sepunggung gadis itu yang tidak bisa tertutup sepenuhnya oleh helm pelindung.

Begitu mendapat perintah, pria yang mengemudikan speedboat itu mulai menghidupkan mesin twin-turbonya. Perlahan, namun pasti, speedboat itu mulai meninggalkan dermaga, membelah lautan lepas dengan pacuannya yang semakin cepat, diikuti 3 speedboat bodyguard lainnya yang mengiringi disisi kiri dan kanan, juga belakang dimana speedboat Shera dan Fhilip berada.

Fhilip melirik sekilas wajah Shera disebelahnya, ia tersenyum didalam hati melihat temannya itu terus tersenyum lebar menikmati perjalanannya. Ia sangat yakin, hitungan menit kedepan, keceriaan itu akan memudar saat menemukan hal-hal baru yang mengejutkan didepan sana.

Dengan kecepatan maksimalnya yang kini telah mencapai 300 km/jam, seolah speedboat sedang terbang diatas permukaan air laut, menerjang gelombang-gelombang ringan yang hanya setinggi 40 sampai 70 sentimeter.

Perlahan Fhilip melirik paha kaki kirinya, ketika dirasakannya cengkraman erat yang semakin kuat disana.

"Kamu takut?" teriak Fhilip dekat telinga Shera, mengimbangi derumam suara mesin twin-turbo yang memekakan telinga.

Shera menggeleng rusuh. "Tidak! Aku tidak takut!" balasnya ikut berteriak.

Pandangan Shera tetap lurus kedepan mengawasi setiap gulungan ombak yang datang silih berganti tanpa henti, menerjang speedboat yang mereka tumpangi, membuat jantungnya mulai memacu kencang dengan wajah menegang.

Fhilip tersenyum tipis. Ia tahu Shera mulai takut, tapi berusaha menyembunyikan rasa takutnya itu. Buktinya, gadis itu tidak menyadari bila tangannya terus mencengkram erat paha kirinya.

Makin bermil-mil meninggalkan dermaga, angin laut semakin berhembus kencang. Puluhan kapal-kapal besi pengangkut minyak mentah berlalu lalang menuju kilangan minyak yang berada di teluk laut Balikpapan.

Kapal-kapal ponton batubara berseliweran ditengah lautan lepas menimbulkan gelombang-gelombang yang menggulung berkejar-kejaran.

Laksana jet air dipermukaan lautan, speedboat yang ditumpangi Fhilip dan Shera terus melaju kencang, meninggalkan keramaian lalu lintas air dibelakang mereka bersama speedboat para bodyguard Fhilip yang terus mengiringi perjalanan laut mereka.

"Fhilip, kamu.yakin pengemudi speedboat-mu ini ada di jalur yang benar?" teriak Shera lagi ditelinga Fhilip, tatapannya kian menegang saat melihat gelombang laut setinggi 4 meter sudah ada didepan mata, dan Fhilip semakin merasakan cengkraman kuat gadis itu pada paha kaki kirinya.

"Mereka sudah teruji. Dan ini memang pekerjaan mereka setiap hari. Bertarung dengan gelombang laut." sahut Fhilip menyaringkan suaranya agar sampai pada pusat pendengaran Shera.

"Aghh! Tidaaaak!" pekik Shera histeris saat spèedboat mereka berselancar pada kemiringan gelombang raksasa yang seakan ingin menggulung dan membalikan badan speedboat mereka.

Ekspresi Shera sudah tidak karu-karuan, ia terus berteriak sejadi-jadinya, sementara Fhilip dan empat pria lainnya yang bersama mereka tetap bersikap tenang namun waspada.

Setelah belasan menit berlalu, akhirnya speedboad mereka telah berhasil keluar dari gelombang raksasa yang mengurai. Shera memegang dadanya, mengatur napasnya yang berkejar-kejaran, raut tegangnya masih jelas terlihat dengan kulit wajah yang memucat.

Dari kejauhan yang berjarak kiloan meter Shera dapat melihat obor abadi Pertamina yang mereka tuju setelah tempat pengeboran nanti.

Konon, api abadi yang terus menyala itu adalah fitur keamanan yang paling penting di sebuah kilang minyak atau pengeboran minyak.

Proses dari penyulingan menghasilkan hidrogen sulfida yang mudah menguap dan meledak. Supaya aman, bahan hidrokarbon ini dibakar dengan cara yang terkendali. Api inilah yang umumnya dilihat orang-orang dan jadi bagian paling diingat dari sebuah kilang minyak.

"Ohh, tidaaaak! Monster itu datang lagi!!" pekik Shera kembali histeris. Gelombang yang lebih tinggi dari sebelumnya kembali menggulung dahsyat.

Dengan gerakan lincahnya, pengemudi speedboat kembali berselancar pada kemiringan gelombang raksasa itu.

Shera berpegangan erat saat kemiringan mereka mencapai 105⁰. Degup jantungnya kian memacu kencang, karena badan speedboat itu seakan ingin terbalik dan tenggelam, terhempas dahsyatnya amukan ombak raksasa itu.

Dengan tersengal-sengal, Shera mengatur irama nafasnya, teriakannya yang mendayu-dayupun ikut mereda, ketika speedboat mereka kembali keluar dengan selamat dari ganasnya ombak raksasa itu.

"Kamu pipis," Fhilip menempelkan bibirnya tepat pada pintu daun telinga Shera, agar ucapannya tidak didengar para karyawannya. Mendengarnya Shera gegas menjauhkan wajahnya dari Fhilip.

"Enak saja!" ketus Shera, tak terima atas tuduhan Fhilip.

"Pang-kal pahaku basah hingga kebokong," ucap Fhilip lagi dengan wajah seriusnya.

Gadis itu ragu-ragu meraba bagian bawahnya, basah. Dan ia juga tidak tahu bagaimana caranya dirinya sudah ada dalam pangkuan Fhilip, padahal ia sudah menggunakan sabuk pengamannya supaya tidak terlepas dari posisi duduknya.

"M-maaf, ternyata kamu benar," ucap Shera dengan rautnya yang merona.

Oh, My God! Bagaimana mungkin dirinya pipisin Fhilip sambil memeluk remaja jangkung itu, rutuk gadis itu didalam hati. Ia menatap wajah Fhilip, ini semua gara-gara monster ombak itu, rutuknya lagi, merasa malu yang teramat sangat pada Fhilip.

Bersambung...👉

1
Tenth_Soldier
betapa susahnya bikin novel ala emak-emak...
Dewi Payang: iya bener😅
total 3 replies
Tenth_Soldier
Idealis
Dewi Payang: Dan satu rumah tangga perlu ada itu didalamnya
total 1 replies
Tenth_Soldier
konsepnya siapa menabur dia menuai
Dewi Payang: Tul Kak....
total 1 replies
Tenth_Soldier
Hati yang gembira adalah obat yang mujarab... ini fakta kedokteran.

Tapi Pikiran juga harus waras tentunya... /Grin/
Dewi Payang: Setuju😄👍
total 1 replies
Tenth_Soldier
hufftt... ikut tahan nafas... tapi sekarang udah dihembuskan dengan lega
Tenth_Soldier: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
Tenth_Soldier
secangkir kopi buat Authornya
Dewi Payang: Ma kasih banyak kak buat kopinya🙏🏻🙏🏻
total 1 replies
Tenth_Soldier
, wah tahu-tahu sudah pada jadi dokter padahal masa kecil pada bandel2 itu menarik juga untuk disimak... setangkai mawar untuk Shera.
Tenth_Soldier: benar sekali
total 2 replies
Tenth_Soldier
harrasment!!!
Dewi Payang: Dan itu seharusnya tidak dilakukan oleh seorang ayah, walau ayah sambung.
total 1 replies
Tenth_Soldier
Hmmm gaya penulisan dan penyampaian mirip Pramita Rosiani... menarik tak kasih mawar ya
Dewi Payang: Oh, author senior, ma kasih kak infonya🙏🏻
total 3 replies
Noviyanti
segitu kecewanya philip. bunga mendarat
Dewi Payang: Fhilip : Ma kasih banyak kakak🙏🙏❤️
total 1 replies
Noviyanti
beruntungnya shera di jaga sama cowo2
Dewi Payang: Iya bener😁
total 1 replies
Noviyanti
haha kalau panik emang suka lupa ya, motor di starter gk nyala2 tau2nya lupa naikin standr motor
Dewi Payang: Aku pernah hitu jg kak😁
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
novel sebagus ini tp kenapa Like nya cm dikit ya
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: tapi yang lainnya ku lihat ada yang sampai 11k lebih . tp aku gk mampir takut gak bisa lanjut . fokus sama Roclis aja dulu . Roclis habis baru mampir lainnya
total 2 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
aku mumet
Dewi Payang: 😄😄😄😄😄
total 1 replies
Noviyanti
kirain si philip hilang ingatan, syukurnya gk
Dewi Payang: Kepalanya tahan banting kak😁
total 1 replies
Noviyanti
5 bunga mendarat
Dewi Payang: Ma kasih banyak kak Novi🙏🙏
total 1 replies
Noviyanti
kalo jadi shera mending milih menikahi samuel, keluarganya baik apalagi ny maria
Dewi Payang: Lebih aman😁👍
total 1 replies
Noviyanti
5 bunga mendarat
Dewi Payang: Terima.kasih banyak kak Novi🙏
total 1 replies
Noviyanti
ya bagus si miere, ntah kenapa aku memilih nyonya kepala batu ini.
Dewi Payang: 😁😁😁😁😁
total 1 replies
Noviyanti
5 bunga mendarat
Dewi Payang: Ma kasih banyak kak Novi🙏🫰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!