NovelToon NovelToon
Really? We Got Married?

Really? We Got Married?

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Tamat
Popularitas:297.3k
Nilai: 5
Nama Author: Axelle Axa

Ketika sebuah pernikahan mengantarkan seorang gadis pada kehidupan yang sama sekali tak pernah dia duga.

Suami tampan super sempurna, kehidupan yang mendebarkan, rahasia yang terkuak satu-persatu, dan dendam masa lalu. Semuanya bercampur menjadi satu mengantarkan si gadis pada situasi untuk memilih antara egonya atau hati nurani.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Axelle Axa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 15. Pembunuh

Setelah Sean keluar, Lou meraih ponselnya dan berpikir dalam diam. Dia ingin menggambar pola aneh pada benda hitam yang dia temui kemarin sebelum dia lupa, namun dia bingung ingin menggambarnya dimana. Kertas terlalu mudah ditemukan, sementara ponsel pintarnya sudah disadap.

Hah. Lou menghela napas pelan dan melemparkan ponselnya sembarangan. “Kenapa hidup begitu sulit akhir-akhir ini,” rintihnya pelan. Setelah menghela nafas sekali lagi, Lou berlari ke arah jendela untuk memeriksa sesuatu. Beberapa waktu terakhir ini dia sudah menghabiskan waktu untuk ‘menikmati pemandangan’, tapi alasan sebenarnya adalah memeriksa waktu dan rute penjaga agar dia bisa melarikan diri dengan aman.

Sejak awal dia sama sekali tak berniat untuk menyerah. Tak ada yang bisa memaksanya melakukan sesuatu bila dia tak menginginkan hal itu, bahkan tidak untuk orangtuanya.

Tatapan Lou menggelap saat dia mengawasi selama beberapa saat. Jadwal dan rute penjaga telah berubah jadi lebih ketat, jadi dia harus menambahkan beberapa hari lagi untuk memeriksa pola baru ini dan membuat rute baru untuk melarikan diri. Sungguh sial! Untuk apa dia habiskan hari-hari membosankan kemarin?!

Lou ingin mengumpat, namun dia dikagetkan oleh suara teriakan teredam dari luar. Kamar ini dibuat kedap suara, untuk bisa mendengar teriakan seperti itu, bukankah orang yang berteriak telah memutuskan urat lehernya? Lou berdecak kesal, “Oh ayolah, aku tidak bisa lebih sial dari ini kan?”

Seolah mencoba menjawab sarkasme Lou, pintu didobrak hingga terbuka. “Santai bro, pintu itu bahkan tidak dikunci, untuk apa kau mendobraknya?” Lou mencibir dalam hati dengan wajah menghina.

Dua orang muncul dengan tangan penuh darah. Satu dengan tubuh besar dan kekar adalah seorang lelaki paruh baya, satunya lagi bertubuh lebih kecil adalah seorang wanita dengan wajah penuh bekas luka sayat, keduanya memiliki kepala botak dengan tato besar yang sama. Lou mengenali tato itu.

Ya, dia pernah mendengar tentang sekelompok pembunuh bayaran yang ingin terkenal, melakukan pembunuhan dengan cara yang ‘berbeda’, keji dan tanpa ampun, dan mereka memiliki tato kelompok sebesar kepala agar semua orang bisa melihatnya dengan jelas, kecuali mereka buta.

Lou menelan ludah dengan susah payah. Sialan!

“Sean sebenarnya menyinggung siapa, sih?” Lou berbalik dan berusaha mengambil jarak sejauh mungkin dari kedua orang itu. Orang ini tentunya memiliki dendam yang sangat besar pada Sean, dia bahkan mengirim dua pembunuh spesial ini kemari. Sepertinya tujuan utamanya bukan membunuh melainkan teror.

Lou mengawasi sekitarnya dan menemukan sebuah meja buah di sebelah nakas dekat tempat tidur. Ada pisau buah di sana, yah paling tidak itu lebih baik dari pada tangan kosong, kan? Lou mengambil langkah kecil menuju meja buah, namun kedua orang itu juga melakukan hal yang sama. Haha.

Lou mengambil napas dalam dan menenangkan dirinya. “Sedikit saja panik dapat membunuh,” Lou bergumam pelan seolah menghipnotis dirinya sendiri untuk tenang.

Lou masih bergerak dengan hati-hati, begitu juga dengan kedua pembunuh itu. Ketiganya bertatapan dengan tatapan menilai. Lou sama sekali tak kaget, tapi kedua pembunuh itu kaget melihat ketenangan Lou.

Melihat tatapan menimbang mereka, Lou menjadi semakin tenang. Penting untuk menunjukkan poker face, jangan biarkan musuh mengetahui apapun darimu. Tidak rasa takutmu, tidak kepanikanmu, apalagi keputusasaanmu!

Kedua pembunuh bayaran itu saling menatap. Keduanya sepertinya berniat menyerang Lou segera agar tak mengulur waktu lebih lama. Mereka akhirnya sadar bahwa ini yang sebenarnya Lou coba lakukan sejak tadi. Biar bagaimanapun ini mansion pribadi dan merupakan wilayah musuh. Semakin lama waktu yang mereka butuhkan, semakin besar kemungkinan kegagalan misi.

Lou tahu musuhnya berniat menyerang, jadi dia meningkatkan kecepatannnya dan berlari mengambil pisau buah itu. Lou hampir mencapai pisau buah saat dia melihat kilatan tajam di arahkan ke tangannya. Lou menarik tangannya secepat yang dia bisa dan menghindar. Namun sebelum dia bisa menarik jarak, sebuah tendangan di arahkan langsung ke perutnya. Lou menguatkan tangannya dan menolak tendangan itu. Lalu dengan cepat mengambil jarak.

Namun dua tangan tak akan mengimbangi empat, dengan cepat dia kewalahan menghadapi dua pembunuh itu dan beberapa memar merah nampak di tangannya. Benar saja, dua orang ini sama sekali tak berniat membunuh, mereka hanya dikirim untuk menyiksanya!

Lou menatap kedua orang itu, masih dengan poker facenya, yang justru membuat musuh kesal.

Cih. Pembunuh wanita itu meludah dan menyerang Lou secara membabi buta. Kekuatannya dan kekejamannya di atas Lou. Setiap gerakan dan serangan yang dia lakukan penuh dengan niat menghancurkan, seolah dia ingin mematahkan seluruh tulang di tubuh Lou.

Lou terus menghindar sebisa mungkin sambil sesekali memeriksa pembunuh laki-laki, jangan sampai dia lengah dan diserang dari belakang. Namun pembunuh laki-laki itu sepertinya tidak berniat ikut campur, dia hanya menonton dengan senyum sadis di wajahnya, meremehkan Lou sepenuhnya.

Lou mencibir dalam hati. Dia juga mendengar ini dulu dari seseorang bahwa dia tak perlu merasa takut pada mereka. Orang-orang ini penuh dengan kesombongan, tapi otaknya kecil. Lou hanya perlu mencari kesempatan, jadi dia dengan sabar menunggu waktunya.

Dia secara bertahap melemahkan pertahanannya dan memperlambat gerakannya sampai ke titik di mana musuh mulai berpikir dia di ambang kehancuran. Pembunuh wanita itu tersenyum mengejek saat dia menghempaskan Lou ke dinding.

Uhuk! Lou terbatuk karena sengatan rasa sakit di punggungnya. Namun dia masih menunggu dengan sabar, menunggu sampai pembunuh wanita itu maju dan …

Lou mengangkat kepalanya dan menerjang pembunuh wanita itu, tinjunya di arahkan langsung ke ulu hati dan dada kiri pembunuh itu dengan kekuatan yang sangat besar hingga dia memuntahkan sesuatu. Lou memanfaatkan waktu dan memukul tengkuk wanita itu tanpa ampun saat dia menunduk.

Kedua pembunuh itu sama sekali tak menduga ini, mereka melihat Lou sudah begitu lemah tadi, dari mana dia bisa mengumpulkan begitu banyak kekuatan untuk melawan balik?

Mereka mungkin tidak tahu, bahwa Lou hanya berpura-pura sejak tadi!

Lou menjambak rambut wanita itu hingga dia berlutut di depannya. Wanita itu sedikit kaget dan ingin mengatakan sesuatu saat dia melihat tatapan Lou. Merinding memenuhi tubuhnya dan dia terdiam seketika.

Ini adalah niat membunuh! Dia telah hidup bertahun-tahun di dunia bawah dan hanya sedikit orang yang bisa membuatnya merasa terintimidasi. Bukankah dikatakan istri Sean adalah seorang wanita biasa? Kenapa dia memiliki tatapan mengerikan itu?

Lou awalnya ingin melepaskan orang itu, namun pembunuh laki-laki malah mencoba menyerang dan menyelamatkan temannya. Lou kehilangan kontrol emosinya dan mengangkat tangan untuk menghancurkan leher pembunuh wanita, namun sebelum itu terjadi, pembunuh laki-laki tiba-tiba jatuh tersungkur. Terdapat sebuah pisau tertancap di bagian belakang kepalanya.

Lou mengangkat tatapannya ke arah pintu dan melihat Sean yang berwajah dingin. Auranya begitu mengerikan seolah dia ingin menyucikan dunia dengan badai berdarah.

Seluruh tenaga Lou dan adrenalin yang tadi memenuhi tubuh Lou kini menghilang entah kemana. Lou bahkan lebih tertegun saat melihat pemandangan di lorong kamarnya. Beberapa mayat yang tidak lagi utuh terbaring dalam genangan darah dan Lou merasa sulit mengendalikan perutnya.

Lou menutup mulutnya, menahan muntah.

Sean tersadar dari amarahnya dan segera berlari menghampiri Lou. “Sayang!” Sean sangat ketakutan saat melihat Lou terduduk dan menahan mual.

Pembunuh wanita itu melihat kesempatan melarikan diri, jadi dia berbalik untuk pergi, sama sekali tak menyadari bahwa dia berlari tepat ke arah sebuah pedang tajam. Masha berdiri di sana dengan ekspresi sedingin gunung es.

Slash. Kepala pembunuh wanita itu terpisah dari tubuhnya!

Sean menutup mata Lou dan memeluknya erat. “Tutup matamu,” Sean berbisik pelan.

Lou menutup matanya, namun dia bukan orang bodoh, dia tahu apa yang sebenarnya terjadi. Bau anyir menyapa hidungnya dan dia merasa semakin mual. “Sean ….” Dia menarik lengan Sean seolah meminta Sean membawanya pergi dari sana secepatnya.

Sean mengerti dan langsung menggendong Lou, membawanya pergi ke tempat lain.

Sean membawa Lou ke kamar di lantai dua dan membawa Lou ke kamar mandi. Dia dengan hati-hati membuka pakaian Lou dan memandikannya. Lou ingin melawan, tapi dia kehilangan semua kekuatannya, yang tersisa hanyalah rasa pusing dan mual yang sangat hebat.

“Sean ….” Lou ingin mengatakan kalau dia akan muntah, namun sebelum dia bisa melakukannya, dia sudah merasakan lonjakan dari dalam perutnya. Lou mendorong Sean pelan dan berlutut di dekat toilet, memuntahkan apa yang baru saja dia makan.

Sean panik melihat istrinya dalam kondisi yang begitu menyedihkan. Dia menghampiri Lou dan mengusap punggungnya pelan. Lou muntah beberapa kali, sampai mungkin isi perutnya benar-benar kosong.

Melihat kulit Lou yang begitu pucat, Sean merasa sangat sakit. Dia membantu Lou mandi dan menggendongnya ke kasur. Setelah membantu Lou mengenakan pakaian, dia keluar sebentar. Sementara Sean keluar, Lou dengan panik menyentuh perutnya.

Ini bukan kali pertama dia melihat pemandangan berdarah, namun ini kali pertama dia bereaksi sekuat ini. Lou sedikit panik dan beberapa firasat buruk memenuhi hatinya.

Dia … tidak mungkin hamil kan?

Lou masih tenggelam dalam pikirannya saat Sean masuk dengan beberapa orang. Lou sama sekali tak mengenali mereka. Lou ingin bangun, namun tubuhnya terasa sangat sakit, jadi dia mengurungkan diri.

Sean duduk di pinggir tempat tidur, dia mengusap pipi Lou lembut. “Ini Dokter Ivan dan asistennya. Dia akan memeriksamu.”

Dokter Ivan tersenyum, namun Lou tidak dalam suasana hati yang baik. Dia ketakutan sekarang. Hanya saja tidak masuk akal bila dia menolak diperiksa. Sean pasti akan curiga, jadi Lou hanya bisa mengangguk setuju walaupun enggan.

Sean menyingkir dan membiarkan Dokter Ivan dan asistennya untuk memeriksa Lou. Lou mencoba menenangkan dirinya agar tidak meninggalkan kecurigaan.

Dokter Ivan tersenyum dan mulai melakukan pemeriksaan. Asistennya juga mulai memeriksa tubuh Lou. Ini karena dia adalah seorang wanita, jadi dia lebih leluasa untuk menyentuh Lou. Setelah diperiksa, ditemukan beberapa memar di tubuh Lou, namun tak ada yang berakibat fatal. Dokter Ivan menyarankan agar Lou pergi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan yang lebih pasti.

Sean setuju, namun Lou ragu. Tapi sekali lagi dia mungkin menarik kecurigaan bila dia menolak pemeriksaan. Selain itu dia juga mengkhawatirkan tubuhnya, dia bukan orang yang tahan sakit.

Setelah Dokter Ivan selesai, dia memberikan daftar obat dan kemudian undur diri. Sean ikut keluar untuk mengantarnya dan membicarakan beberapa hal. Awalnya Sean agak enggan meninggalkan Lou, namun setelah Lou meyakinkannya, dia pergi. Saat ini Lou sendirian di kamar itu, otaknya terus berpikir bagaimana cara menyelesaikan krisis ini, sama sekali tak tahu apa yang sedang dibicarakan Sean dan Dokter Ivan.

Namun Lou bisa sedikit menebak saat dia melihat daftar obat untuknya. Dokter Ivan sepertinya sudah menduga kalau dia hamil, namun dia belum berani mengatakannya. Lou menyiapkan mentalnya. Bila dia ingin pergi dari Sean, dia harus melakukannya sekarang, atau semuanya akan terlalu terlambat saat Sean tahu tentang kehamilannya.

Lou berbaring dengan mata terpejam, namun dia tiba-tiba merasakan mual sekali lagi dan segera berlari ke kamar mandi—muntah.

Lou berlutut di depan toilet, air matanya menetes karena mual yang dia rasakan. Kecurigaan Lou menjadi semakin besar dan tangannya mulai gemetar. Kalau dia hamil, maka Sean akan memasang lebih banyak mata, dan dia tak akan bisa melarikan diri, tidak bahkan di dalam mimpinya.

Rasa mual itu semakin hebat seiring dia muntah. Lou bahkan sama sekali tak menyadari saat pintu kamarnya dbuka dan seseorang masuk. Kepala Lou masih tentunduk di atas toilet saat dia merasakan sentuhan dingin di tengkuknya.

Lou ingin memeriksa siapa orang itu, tapi mual sekali lagi menyerang, jadi dia hanya bisa dengan pasrah memuntahkan isi perutnya.  Lou terduduk lemas di lantai kamar mandi, mencoba menetralkan perutnya. Dia menoleh dengan wajah pucat, takut bila Sean akan semakin curiga, namun dia benar-benar terdiam saat dia melihat sosok yang berdiri di belakangnya.

 

 

1
elfrine hingis
hai kakk! balik baca lagi nih aku di 2025 hihi karna emang sesuka itu 😍

anyway ini aku yang ketinggalan sesuatu, atau lupa, tapi emang disini extra partnya ga ada ya kak? padahal udah nunggu hihihi walopun masih sempet inget sih ending pas di w***pad gimana hihi tp ttp pengen bnget baca lagi sampe akhir skrng apa lagi yg side storynya 🤩 MANGAT TERUS KAKK! TETAP DITUNGGU EXTRA DAN SIDE PARTSNYA DAN DITUNGGU DIPUBLISH HIHI 🤩
Anonim
thor ayo up lagi dong after story nyaaa
Anonim
bagus bangetttt ceritanyaaa! ayo kaaak dilanjut lagi pweasee udah nunggu dari 2021😭😭
Adinda
kakk extra partnya donggg😁😁😁
sakura
...
justFlio
biar bintang berbicara
justFlio
gemessssss bangett..

ceritanya komplit Thor...sedepp bangettt
⭐⭐⭐⭐⭐
Modali Maluku
🤩
Partiah Yake
uhhhh, merasa ikut dicintai🫠
Ayu Lestari
Suka banget ceritanya dari dulu ❤
Faradiba Firdaus
kak extra partnya dongg
sakura
...
Tri Widayanti
Bar bar😁
Amelie. review
aku udah baca ini belasan kali dan ga pernah bosan. sukses terus kak Axa
Izzy
rebirth of the wildest poison empress kok gk sekalian di up di sini kak?
Giana Nanini
😁
gracia_ratih
kerennn
gracia_ratih
wahhhh daebak
gracia_ratih
goooooooooooddddddd
floo
🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!