Vin yang terlahir dari sebuah keluarga sederhana, terpaksa pindah ke International High School atas pindah seorang pria yang baru saja ia kenali.
Di sana, ia kembali bertemu dengan Yura, seorang gadis berandal yang sering bertengkar dengannya.
Siapa sebenarnya pria yang membiayai Vin bersekolah di sana? dan apa tujuan pria itu melakukan semua ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BellaBiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15 Tiket 28 Juta
"Absurd banget!" balas Marc sambil tertawa.
"Iku sing boso Jowo versi Korea loh!" ucap Jong Woo dengan logat khas Jawa. Membuat ke dua temannya semakin terbahak-bahak hingga menepuk-nepuk lantai.
"Korea rasa lokal," ucap Vin.
"Casing Korea, pas unboxing ternyata Jawa!" Marc ikut mengejek temannya tersebut.
"Ya soal nama tadi, Lee itu nama keluarga bokap gue!" ralat Jong Woo.
Vin mempunyai senjata untuk melawan Kim Tae Young. Tapi ia tak cukup berani untuk mengatakannya.
Kali ini Kim Tae Young berlalu di hadapan kamar Vin. Bertepatan dengan itu, Vin juga baru saja menutup pintu kamarnya. Mata mereka bertemu.
"Wae?" tanya Kim Tae Young dengan berbahasa Korea.
Vin mengingat kalimat Jong Woo yang mengatakan bahwa pria di hadapannya itu setidaknya harus fasih berbahasa Indonesia jika dia memang darah campuran seperti Jong Woo.
Vin tak menghiraukannya dan memilih untuk berlalu ke dapur.
"Vin! Vin!!" Seseorang berteriak sambil mengejar Vin. Dia adalah Lee Jong Woo. "Yura berantem sama Prethayata!!" teriaknya lagi sambil menarik tangan Vin untuk melihat pertunjukan tersebut.
Vin ikut berlari ke arah mana Jong Woo melangkah. "Lo tahu dari mana? Bukannya asrama cewek dipisah sama asrama cowok?!" teriak Vin.
***
Tak hanya mereka berdua, murid pria lainnya juga berlari menghampiri dinding pagar perbatasan antara asrama putri dan putra.
"Yura berantem sama Prethayata di asrama!!" teriak Dewa memberitahukan hal tersebut kepada teman-temannya.
Kim Tae Young ikut berlari untuk melihat kejadian tersebut.
***
Ratusan pria memanjat pagar perbatasan asrama hanya untuk melihat pertikaian antara Yura dan kakak kelasnya itu.
"Tonjok aja, Ra! Kalau gue jadi lo, udah gue sobek mulutnya Prethayata!"
"Iya, pukul aja!"
"Nggak asik ih cuma lihat-lihatan!"
Para murid laki-laki memprovokasi Yura untuk memukul Prethayata.
"Jadi lo mau apa?" tanya Yura.
"Lo sengaja manggil mereka semua buat lihat ini?!" tanya Prethayata sambil sedikit berteriak.
"Bukannya lo yang bawa gue ke sini?" balas Yura.
"Ra! Jangan bikin masalah lagi!" teriak Vin yang digendong oleh kedua temannya agar bisa mencapai atas pagar.
"Dia yang ngajakin gue ke sini! Gue juga nggak tahu dia mau ngapain!" balas Yura.
"Eh, kutu kupret! Lo mau apain cewek gue?!" teriak Kim Tae Young membuat semua murid perempuan menoleh padanya.
Yura mendesis kesal akan perbuatan Kim Tae Young tersebut. "Udah ya, Kak Pret. Kalau nggak ada kepentingan, gue mau balik ke kamar!" ucap Yura dan pergi begitu saja.
"Yyaaahhh!! Nggak asik!" teriak semua murid laki-laki yang sedari tadi menunggu perkelahian di antara mereka berdua.
Saat semua anak laki-laki hendak bubar. Vin memberanikan diri untuk menghadang langkah Kim Tae Young.
"Kenapa?" tanya Kim Tae Young pada pria itu.
"Jangan ganggu Yura," ucap Vin.
Kim Tae Young malah tersenyum sinis. "Are you jealous?" tanyanya.
"Gue nggak jeles sama lo. Gue kenal Yura dari kecil, jadi mending lo jangan ganggu dia!" ucap Vin lagi.
Kim Tae Young menghampiri pria itu dan menoyor kepalanya. "Si Miskin ini mau apa? Mau gue jauhin Yura? Si Miskin ini suka sama Yura?" balas Kim Tae Young sambil terkekeh bersama kedua temannya, yakni Dewa dan Edo.
Vin menepis tangan Kim Tae Young membuat Dewa dan Edo hendak memukulnya, tapi Kim Tae Young lebih dulu menghentikan gerak ke dua temannya itu.
"Gue emang miskin, tapi gue nggak sebiadab lo!" tegas Vin.
"Miskin tetap aja Miskin! Gimana cara lo bayar sekolah? Pakai duit hasil nyokap lo melacur?" balas Kim Tae Young.
Vin hendak memukulnya, tapi Jong Woo menahannya. "Udah, Vin. Jangan bikin masalah!" ucal Jong Wo menarik tangan temannya itu untuk pergi.
***
Malam ini diadakan acara untuk menyambut murid kelas 1 yang baru mendiami asrama. Semua murid berkumpul di lapangan sekolah pada malam hari. Pihak sekolah juga menyalakan api unggun untuk memeriahkan acara tersebut.
Mereka memperkenalkan diri satu sama lain. Yura menjadi murid paling mencolok di sana. Karena semua orang mengenalinya.
"Lo dilihatin terus dari kakak kelas, Ra," ucap Meta.
"Biarin aja. Mata, mata dia," balas Yura.
***
santai
ringan
lucu
gregetan sm vin dan yura