Pernikahan bukanlah akhir dari kebahagiaan. Tapi pernikahan, adalah awal dari kehidupan yang sesungguhnya.
Cinta tak selamanya indah, ketika apa yang di pertahankan dan di pertaruhkan kini menjadi alasan untuk di tinggalkan.
Bagaimana kisah kelanjutan pasangan muda mantan aktor ternama dengan seorang gadis yang selalu di manja oleh keluarganya.
Mampukah mereka menghadapi lika liku perjalanan rumah tangga yang sesungguhnya?
Ikuti terus kisah Batara dan Zefanya...
jangan lupa follow akun Noveltoon Mommy ya...
IG : Mommy_Ar29
Tiktok : Mommy_Ar95
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
WARNING!!!!!
Kawasan 21+, mohon untuk yang masih di bawah umur untuk di SEKIPP! karena mengandung unsur ANU, yang bisa membuat pikiran jadi traveling ke ANU 🙏🙏🙏
...🍁...
...🍁...
...🕊...
...🕊...
...🕊...
...🕊...
...~Happy Reading~...
"Hah!" Batara langsung terdiam dan melongo kala mendengarkan semua penjelasan dari istrinya.
Laki laki itu langsung menatap Zefanya dengan tatapan yang sangat sulit di artikan. Bagaimana bisa, Zefanya takut pada dirinya hanya karena setelah menonton sebuah video.
Apakah wajah nya ada wajah kriminal? Penjahat? Atau bahkan psikopat? Apakah mungkin, dirinya melakukan hal sekeji itu kepada Zefanya. Seorang gadis yang paling dan sangat ia cintai, itu sangat mustahil, pikir Batara.
"Sayang... " Batara menarik napas nya cukup panjang, kedua tangan nya mengulur untuk memegang bahu istrinya, "Kamu percaya sama aku?"
Sontak Zefanya menggelengkan kepala nya cepat kala mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Batara.
"Kenapa?" tanya Batara mengerutkan dahinya.
"Ya karena kamu memang gak bisa di percaya! Kamu tukang bohong!" jawab Zefanya sedikit ketus.
"Kapan aku bohong sama kamu!" Batara sedikit berseru lantaran kurang Terima mendapatkan tuduhan seperti itu dari sang istri.
"Kapan kamu bohong? Kamu ngaca di sana Bat, belum lama kamu bohongi aku! Soal Sheila dan juga kuburan Inez! Dan sekarang kamu tanya kapan kamu bohong, kamu kira aku—"
Emmmttt
Dengan cepat, Batara langsung membungkam mulut Zefanya agar tidak terus mengeluarkan suara yang cukup nyaring seperti mesin bajaj yang sedikit rusak.
Jika sebelumnya Batara membungkam mulut itu dengan tangan. Berbeda dengan kini, justru ia membungkam itu dengan bibir nya. Hingga terjadilah sebuah ciuman yang cukup dalam dan panas.
"Emmmttt... Bat lepass—" Berulang kali Zefanya berusaha melepaskan diri, akan tetap semakin ia berusaha maka laki laki itu akan semakin memperdalam ciuman nya.
Kedua tangan nya yang semula berada di bahu Zefanya, kini sudah beralih ke belakang kepala Zefanya guna untuk menekan tengkuk itu agar pagutan keduanya tidak terlepas.
Hingga setelah beberapa menit, ketika Batara merasakan sudah mulai kehabisan pasokan udara, barulah ia melepaskan pagutan itu dengan di akhiri sebuah senyuman menyeringai yang menghiasi wajah nya.
"Maafkan aku untuk itu. Tapi tolong, jangan samakan aku dengan bajingan itu, karena aku tidak akan berbuat seperti itu pada mu," ujar Batara begitu lembut sambil mengusap pelan wajah istrinya.
"Maukah kamu mencoba? Aku akan membuktikan bahwa apa yang ada di pikiran kamu selama ini adalah salah!" imbuh Batara.
Dan setelah mengatakan itu, tanpa menunggu jawaban dari Zefanya. Batara kembali mengecup bibir itu dengan begitu lembut. Selembut pertama kalinya ia menyentuh bibir tersebut. Tapi hal itu tidak lah berlangsung lama.
Perlahan tapi pasti, kedua tangan nya kini sudah mulai berjalan jalan untuk menjelajahi tempat tempat yang sudah lama tak ia kunjungi. Tempat dimana sebelumnya ia pernah menjelajah namun belum sempat mencapai puncak kebersamaan.
"Aku janji, akan memberikan kenangan terindah untuk kamu," bisik Batara di telinga Zefanya membuat tubuh gadis itu seketika langsung meremang tak karuan.
Euggghhh!
Zefanya memejamkan matanya dengan begitu erat, tangan nya mencengkram kuat kedua bahu laki laki yang kini tengah memangku nya. Jantung yang berdegup sangat cepat membuat nafas nya terus memburu seperti sedang berlomba maraton.
"Akan ku pastikan, kamu tidak akan menyesal. Dan apa yang kamu lihat pada kasus Inez, aku pastikan tidak akan kamu ingat lagi. Aku akan menggantikan pelajaran buruk itu menjadi pelajaran yang sangat indah pada malam pertama kita," imbuh Batara lagi dengan suara yang sudah sangat parau.
"Bat... "
"Plis Zefanya... Berikan aku kesempatan, jangan menyuruhku untuk berhenti!" pinta Batara sambil menangkup wajah Zefanya dan menatap wajah itu dengan sangat sayu.
"Eughhh!" Zefanya langsung menggigit bibir bawah nya kala merasakan sesuatu di bawah sana yang sudah mulai berontak lantaran pergerakan tubuh nya di atas pangkuan Batara.
"Lakukan... " gumam Zefanya bergumam sambil mendongakkan wajah nya ke atas, seolah memberikan akses untuk laki laki itu agar menyentuh nya lebih dalam lagi.
"Aku mencintai mu Zefanya... " bisik Batara dengan senyum menyeringai penuh kemenangan...
...~To be continue......
Bubar bubaaarrrr bubaaarr woyy! Masih siang, kita lanjut nanti malem aja, 😭🙈🙈🙈
,/Grin//Grin/