NovelToon NovelToon
BERPINDAH KE TUBUH PUTRI YANG LEMAH

BERPINDAH KE TUBUH PUTRI YANG LEMAH

Status: tamat
Genre:Spiritual / Reinkarnasi / Time Travel / Mengubah Takdir / Penyeberangan Dunia Lain / Chicklit / Tamat
Popularitas:656.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rosalyn.

Cerita ini memiliki alur cerita yang cepat, jika para pembaca tidak berkenan dengan tipe cerita seperti itu, maka tidak direkomendasikan untuk dibaca. Sekian terima gaji.

Rivera sedang bertugas di Afrika sebagai komandan prajurit bayaran pasukan A yang bekerja untuk prancis. Rivera bersama para anak buahnya sedang bersiap untuk menyergap sekumpulan teroris yang sedang bersembunyi di Afirka.

Rasa percaya diri Rivera begitu besar jika pasukannya akan menang, karena Rivera dan para pasukannya bukanlah manusia biasa. Mereka adalah seorang manusia super yang berbekalkan sistem bersama mereka.

Namun, sebuah kejadian naas malah menimpa Rivera dan rekan-rekannya. mereka dihianati oleh Squad B, dan mati konyol sebelum penyergapan dimulai.

Setelah kematiannya, Rivera beranggapan jika dirinya akan benar-benar mati. Namun, suatu hari dirinya menemukan jika dia sedang berada ditubuh seorang anak perempuan yang sedang dalam kondisi terpojok.

⚠ ⚠
Typo bertebaran
Author pemula

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosalyn., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEKUATAN SUCI

Rivera berjalan menuju kamar Abel untuk melihat kondisi Abel saat ini. Dia mempercepat langkahnya sambil berpikir "Orang bodoh mana yang lagi yang mematahkan tangan hanya gara-gara berlatih pedang jika bukan yang mulia Abel yang terhormat"

Singkat nya waktu karena Rivera berjalan cukup cepat akhirnya dia sampai di depan kamar Abel dan kemudian tanpa mengetuk dirinya masuk begitu saja.

Dia bisa melihat kondisi kamar Abel yang gelap gulita yang hanya diterangi oleh sedikit sinar rembulan karena jendel kamar tersebut sedang terbuka.

Rivera juga bisa melihat jika Abel sedang terlelap dalam tidurnya dalam kondisi tangan kanan yang terlilit kain kasa.

"Bocah yang ceroboh. Aku benar-benar tidak mengerti, mengapa anak kecil yang seharusnya berada di taman bermain harus memaksa kan diri dengan pedang! Kau bahkan sangat lemah dari yang terlemah." gumam Rivera mendekati Abel.

Dia melihat kearah tangan Abel yang mengalami cidera. Dengan perlahan-lahan Rivera meletakan tangannya pada tangan kanan Abel dan, kemudian dia mulai memejamkan mata.

Perlahan-lahan sebuah cahaya putih mulai keluar dan menyelimuti tangan Abel sehingga mengikuti bentuk kain kasa yang sedang terlilit ditangan Abel. Rivera yang sedang menggunakan kemampuan Saintess nya itu pun sangat memaksakan diri dan mempertaruhkan keberhasilan dan kegagalan.

"Aku harap tangan mu segera sembuh. Aku melakukan ini bukan karena aku kasihan padamu, namun aku khawatir jika Tuan Count akan bersedih," gumam Rivera mulai membuka mata.

Ritual penyembuhan itupun berakhir dengan kesembuhan tangan Abel. Bahkan lebam dan luka disekujur tangan Abel menghilang begitu saja.

Setelah melakukan penyembuhan, Rivera menghela napas dan merasa sedikit pusing. Dia tidak berpikir jika dia akan melakukan penyembuhan pertama kali nya kepada Abel.

"Aku mabuk dengan kekuatan suci ini. Apa karena aku belum terbiasa ya?" monolog Rivera.

Dia pun meninggalkan kamar Abel tanpa menoleh sedikit pun. Sehingga tanpa sadar bahwa ternyata orang yang dia sudah sembuhkan tidaklah terlelap. Orang itu justru terbangun dan membuat ekspresi terkejut.

"T, tuan putri bisa melakukan penyembuhan? A-apakah dia seorang Saintess?" monolog Abel penasaran dengan raut tidak percaya jika Rivera akan menyembuhkannya.

Dia pun dengan segera menggoyang-goyangkan tangannya untuk memastikan apakah masih terasa sakit atau tidak. Dan ternyata rasa sakit dari cideranya benar-benar hilang bagai dirinya tak pernah mengalami cidera sama sekali.

"Ini benar-benar tidak sakit lagi..." gumam Abel terkesima.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Malam berlalu...

Pagi tiba menyambut aktivitas dari seluruh rakyat Romant. Rivera yang sudah memiliki janji untuk sarapan bersama dengan Celevin pun dengan segera bersiap untuk menuju ruang makan.

Dengan menggunakan baju putih dan celana bewarna colat benar-benar membuat penampilan Rivera menjadi terlihat seadanya. Apa lagi rambutnya yang hanya dikuncir kuda tanpa hiasan satu pun disana.

Dia sengaja berpenampilan seperti itu karena dia berencana untuk memanjat menara kembali. Maka dari itu dia berpikir tidak ada gunanya berpenampilan rapi jika ujung-ujungnya akan berantakan.

Rivera pun sampai di depan ruang makan dengan cepat, namun sesuatu membuatnya terkejut saat mendekat kearah pintu ruang makan itu.

Di sana terdapat Abel yang sedang bersandar di pintu sambil melipat tanganya. Ekspresi nya pun terlihat serius dengan mata menajam.

"!"

"Kenapa bocah ini berdiri di depan pintu?" gumam Rivera heran sambil melihat kearah tangan kanan Abel.

"Tangannya benar-benar sembuh. Syukurlah" lanjutnya kembali melangkah.

"Selamat pagi Tuan muda Abel" sapa Rivera dengan senyuman cerah.

Abel yang sedang bersandar di pintu itu pun hanya menoleh tanpa membalas sapaan Rivera. Apalagi ekspresi nya begitu datar sehingga membuat Rivera sedikit kesal.

"Tuan Muda, apa kah tuan Muda sedang menunggu saya?" tanya Rivera.

"Panggil saya kakak."

"Maaf, saya....

"ya?" Rivera keheranan sambil membuat ekspresi terkejut.

Tidak ada jawaban. Abel justru mengabaikan Rivera lalu masuk kedalam ruang makan. Rivera yang sedang di acuhkan oleh Abel pun hanya bisa memendam amarahnya sambil tersenyum.

"Bocah tengik" Gumamnya turut menyusul langkah Abel.

Mereka berdua masuk secara berurutan sehingga Celevin yang sudah berada di dalam sedikit merasa heran.

"Apakah anak-anak ini sudah akur?" Pikirnya.

Rivera dan Abel pun duduk di tempat biasanya mereka duduk. Celevin yang melihat itu pun dengan segera tersenyum sambil membuat ekspresi bahagia.

"Selamat pagi Tuan Putri" sapa Celevin.

"Selamat pagi, Abel"

"Pagi Tuan Count/Ayah" jawab mereka serempak.

Mereka saling bertatapan dan kemudian saling memalingkan wajah.

Celevin yang melihat prilaku keduanya menjadi semakin bingung.

"*Apa yang terjadi pada kedua anak-anak ini. Apakah mereka belum akur*?"

Karena takut membuang-buang waktu, Celevin memilih untuk tidak terlalu memikirkan hal tersebut dan kemudian memulai sarapan kala pagi itu.

Dia mulai meletakan masing-masing satu sosis sapi kedalam piring Rivera dan Abel sebagai tanda di mulainya sarapan.

"Makanlah" kata Celevin tersenyum.

"Terima kasih Ayah/Tuan Count" kata mereka serempak sehingga lagi-lagi mereka saling bertatapan.

Suasana begitu canggung sehingga Celevin mencoba untuk mencairkan suasana.

"Oh iya, Abel. Bagaimana dengan kondisi tangan mu? Apakah masih sakit?" tanya Celevin terlihat khawatir.

"Sudah membaik, Ayah" jawab Abel seadanya.

Celevin terhentak saat mendengar jawaban Abel. Dia melihat tangan Abel dengan teliti.

"Benarkah? Apakah benar-benar tidak sakit? Abel tidak sedang membohongi Ayah kan?" tanya Celevin masih tidak percaya.

Abel yang mendapat pertanyaan beruntun itu pun dengan segera melihat kearah Rivera. Rivera yang menyadari jika Abel sedang melihat nya itu pun langsung berpura-pura tidak tahu dan tidak mau tahu.

Abel yang melihat reaksi dari Rivera pun hanya bisa mengangkat sudut bibirnya sambil berkata "Tangan Abel tidak sakit lagi, Ayah." jawab nya.

Sebenarnya Celevin tidak terlalu mempercayai perkataan Abel, namun dia melihat jika perkataan Abel memang benar-benar nyata. Abel bahkan bisa menggerakan tangannya dengan bebas untuk mengambil berbagai jenis sarapan yang berada sedikit jauh darinya.

Celevin pun hanya menyimpan rasa khawatirnya itu dan memilih untuk memakan sarapan. Dia harus melakukan sarapan secepat nya karena sehabis ini dia akan melakukan raid di hutan iblis.

Ketiga orang itu sudah selesai mengisi perut di kala pagi itu dan memilih untuk melakukan aktivitas masing-masing.

Rivera yang sudah berencana untuk melakukan pertarungan menara pun dengan segera memberi tahu kepada Dorothy jika dia tidak mau di ganggu untuk sementara waktu di dalam kamar. Dia menyuruh Dorothy agar tidak memasuki kamar karena dia ingin beristirahat.

Dan kini, Rivera sudah mulai memasuki portal yang menghubungkan nya langsung menuju menara.

"Buka sistem"

\\[Hai Nona, selamat pagi\\]

Kiryu terdengar bahagia karena Rivera akhirnya mengaktifkan sistem setelah beberapa waktu menutup akses sistem.

"Pagi Kiryu. Tolong buka Shop sistem untuk ku" titah Rivera.

\\[Baik, Nona\\]

Dengan segera Shop sistem terbuka dan memperlihatkan sejumlah item-item yang tidak begitu pamiliar di mata Rivera.

"Apakah ada yang baru di Shop sistem?"

\\[Benar, Nona. Karena nona sudah menyelesaikan lantai satu menara, maka akan ada pembaruan di Shop sistem\\]

"Oh"

Rivera dengan segera melihat-lihat item-item baru dan menyempatkan untuk membeli 2 botol Elixir. Karena dia merasa jika dia sudah sedikit bertambah kuat, maka Rivera memutuskan hanya meminum 2 Elixir saja.

^^^To be Continued~^^^

1
Al^Grizzly🐨
Tidak Bagus..jika masih anak anak..tapi Sudah Sangat Kuat..Harusnya Tetap Bertahan di A saja dulu..Beginilah kalau Orang Yg Sangat ingin Kuat dgn Instant.
Al^Grizzly🐨
Pemukiman Thor
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
ku tunggu s² nya thor
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
cerita yang buat penasaran tapi suka sama cerita nya, terbaik thor
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
sampai disini malah buat bingung
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
pasti rivera bakalan dihin lagi sama masyarakat obelion, gak adil banget untuk si kecil cabe rawit ini
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
turun sudah harga diri sang raja naga dengan seorang anak kecil 🤣
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
Si kecil cabe rawit, gak pernah takut hanya dengan gertak sambal anda animos
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
beli skill yang bisa membaca simbol² itu dong
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
hilang lah sudah harga diri solderet, langsung di tolak mentah² dong
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
kepala menara sihir KW nya itu, yang telah di butakan sama uang suap permaisuri
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
lahhh, masih belum faham dengan sifat dan sikap kaisar ini sebenarnya gimana
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
ayah sendiri kok serasa musuhan sama anaknya, agak lain ini ayah 1
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
ada ada aja ulah mereka 🤣
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
bagus rivera, gak ada gunanya juga mereka hidup
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
kenapa mesti di nonaktifkan, kalo aktif kan ada yang selalu bantuin vera
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
kena mental, kena mental deh.
rasakan tuh pembalasan dari orang yang gak seharusnya kalian aniaya, amsiong kan 😅
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
lahhh, dibilang putri cadangan karna anak ke 11
salahin bapak nya sendiri dong, ngapain punya anak banyak dan lebih dari 10
malah anak yang di sepelein dan gak di anggap
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
kaisar itu ayah nya sendiri kan ya?
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
woahhh jenius sejati ini namanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!