Qiana akhirnya menyetujui permintaan Reino untuk menikah dengannya , meski harus menyembunyikan pernikahan mereka karena status keduanya yang masih pelajar.
Kedua orangtua Qiana pun tak bisa menolak , apalagi mereka sudah banyak menerima kebaikan Orang tua Reino, Majikan mereka yang sudah sangat baik pada mereka, bahkan mau menyekolahkan Qiana di sekolah yang sama dengan Reino.
Pernikahan Qiana dan Reino pun akhirnya kandas setelah orang tua Reino mengetahuinya. Meski tidak rela , Reino dengan terpaksa mentalak Qiana , demi keselamatan orang yang diam - diam sudah mencuri hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wahyoeni"23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15..Kedatangan Nindi
" Kapan kita akan pulang Kak ?". tanya Qiana, sudah dua hari semenjak resepsi Azka mengurungnya di kamar hotel , bahkan dia belum bertemu dengan Aric sejak malam itu.
" Nanti malam ya , emmm apa besok saja ".
" Yang benar saja , aku lelah Kak , apa kamu tidak lelah ". mencebikkan bibirnya.
" Kamu bisa lihat sendiri sayang , malahan aku semakin bersemangat, lagi pula kan sudah kita sewa kamar hotel ini , sayang kalo enggak di pakai , jadi kita akan melakukannya lagi sebelum kita pulang ". tangan Azka sudah mulai bergerak.
" Tunggu , kamu belum memberi ku makan , aku kelaparan ". Qiana menahan tangan Azka , ia tau suaminya ini pasti mau minta jatah lagi .
" Oh maaf , aku lupa , kamu kan belum makan , tunggu biar aku ambilkan , kamu tunggu di sini saja !".
Tapi Qiana ikut berdiri mengikuti Azka sampai ke sofa.
" Aku mau makan di sini saja , habis ini kita pulang ya , aku kangen sama Aric , sudah dua hari aku tak melihatnya , dia pasti mencariku Kak ".
" Tenang saja , Aric tidak mencari kamu kok , Mama , Papa sama Azki sedang mengajaknya liburan ".
" Benarkah , kamu tak memberi tahu aku ".
" Barusan aku kasih tau, makanya jangan pulang dulu ya....janji nanti sore kita pulang, aku masih mau menikmati suasana di kamar ini berdua bersama kamu sayang ".
" Ck , aku tau yang kamu mau Kak ".
" Memang apa yang aku mau ". Azka terus mengikis jaraknya , bahkan dia sudah memeluk Qiana.
" Kak Azka lepas ih , aku lagi makan , jauhan sana ".
" Tidak mau , habis kamu makan kita lansung main di sofa ini ".
Uhuukkk..uhuuukkk... Qiana sampai tersedak akibat ucapan Azka. Dengan sigap Azka langsung menyambar air putih di depannya.
" Jangan buru- buru sayang , pelan saja , aku rela menunggu kamu selesai makan ". ucap Azka tanpa dosa.
" Bukan itu ih , aku kesedak karena ucapan kak Azka , kenapa sih jadi mesyum begini ".
" Salahin saja kamu ".
" Kok aku yang salah ".
" Ya karena kamu , aku jadi kepingin terus ".
" Au ah ". " Mata Qiana memicing " Kak Azka minum obat kuat ya ?" .
Azka tertawa lepas, " Enak saja , aku enggak minum saja kamu kewalahan , apalagi aku minum obat kuat , bisa - bisa kamu akan tergeletak di kasur selama seminggu ".
Hahhhh.....Qiana sampai melototkan matanya.
" Jangan di bahas lagi ". Qiana melanjutkan makannya, ia tak perduli lagi apa yang di lakukan suaminya.
Sesuai dengan ucapan Azka , sore hari mereka baru pulang ke rumah..
Suasana rumah sepi , karena para penghuninya sedang berlibur.
" Apa Aric tidak mencariku Kak , apa dia tidak menangis?".
" Tidak sayang , kamu bisa VC ke nomor Azkia , ini pakai saja HP ku ".
Benar saja Aric nampak bahagia , Qiana sampai meneteskan air matanya, Merasa beruntung, ia memiliki Azka , keluarga barunya itu begitu tulus menyayangi Aric.
" Jangan nangis sayang ".
" Terima kasih menjadikan aku dan Aric bagian dari keluarga kamu Kak ". Qiana membalas pelukan Azka.
" Sama - sama , aku juga beruntung sudah memiliki kamu...jan da bolong ".
" Ihhhhhh rese deh ". Qiana terus mencubit perut suaminya.
Hahahaha.....tawa Azka menggema
" Kamu istirahatlah , aku mau keluar sebentar ".
" Mau kemana ?".
" Mau ketemu sama Abas dan Doni , masalah kerjaan sayang ".
" Baiklah , hati - hati ".
Cup .." Aku pergi dulu , kalo perlu apa - apa panggil saja mbok Yem ". Qiana mengangguk.
Beberapa saat setelah Azka pergi...
Brak ..pintu di buka dari luar , muncul gadis seusia Qiana masuk tanpa permisi.
" Kak Azkaaaa ". panggil gadis itu." Kakak ada di mana ?".
" Kamu siapa ??
" Siapa Kamu ??
Mereka berdua saling bertanya.
" Seharusnya aku yang bertanya , kamu siapa , masuk ke kamar orang tanpa permisi, tidak sopan tau ". Kepala Qiana agak pusing, baru saja ia memejamkan mata , tapi ada gangguan.
" Kami lebih tidak sopan tidur di kamar orang , bukankah ini kamar Kak Azka " .gadis itu menunjuk Qiana , sorot matanya memancarkan ketidaksukaannya pada Qiana.
" Aku ?? tidak sopan ?? Qiana menunjuk dirinya ," Sejak kapan ada istri tidur di kamar suaminya di anggap tidak sopan , yang benar saja ".
" What !! istri , kamu jangan bohong ". gadis itu tidak terima , ia lalu kaluar kamar dan memanggil orang tuanya.
" Mommmm , Mommmmyyyyyy , kesini cepat Mom !".
" Ada apa sih Nin , teriak - teriak enggak jelas ". Nindi menarik tangan Mommynya masuk ke kamar Azka.
" Loh ini siapa Nin , kok ada di kamar Azka ?".
" Dia mengaku istrinya Kak Azka Mom ". ucap Nindi kesal.
" Heh , kamu jangan membual, apa jangan - jangan kamu pembantu baru ya di rumah ini , kurang ajar kamu berani tidur di kamar majikan , aku pastikam kamu akan di pecat oleh Yuniar ". ucap Mommy Linda , ia menarik tangan Qiana sampai ke ruang tamu.
Nindi tersnyum puas , melihat Qiana teseret bahkan terlihat meringis akibat cengkeraman tangan Mommy Linda.
Qiana terjatuh di lantai karena di hempas cukup kencang oleh Mommy Linda.
" Mbok Yemmmm ".teriak Mommy Linda .
" Ada apa Nyonya ?".mbok Yem datang tergopoh - gopoh.
" Kamu bereskan pakaiannya , hari ini juga dia di pecat !".
" Tapi Nyonya , non Qiana bukan....".
" Kamu mau di pecat juga , berani menentang perintahku ".
" Cepat mbok , lelet banget sih ". tambah Nindi.
" Qiana !!!! mata Azka langsung tertuju pada Qiana yang sedang terduduk di lantai.
" Kak ".
" Kamu tidak apa - apa ?". Qiana menggeleng, ia tak mau memperpanjang masalah.
" Azka !!
" Tante, apa yang tante lakukan pada istriku ?".
" Dia pembantu kurang ajar , tunggu !! kamu bilang istri, dia istri kamu Az ?? Tante harap , tante salah dengar.
" Qiana memang istri aku Tan ".
" Tidak benar ini , bukankah Yuniar sudah setuju untuk menjodohkan kamu dengan putri Tante ". Mommy Linda tidak terima kalau perjodohan ini sampai batal...mau di taruh di mana mukanya.
" Tante tanyakan sendiri sama Mama , aku tidak ada urusan dengan Tante ". Ayo sayang kita kamar saja, permisi Tante ". Qiana hahya menundukkan kepalanya tanda memberi hormat pada Tante Linda .
Untung Azka tepat waktu , betuntung tadi mbok Yem sudah menelponnya sejak Mommy Linda dan Nindi datang. Persaannya memang tidak enak , benar saja , Tantenya itu tidak pernah berubah, selalu saja arogan.
Nindi yang sedari tadi menyimak, masih tidak percaya jika pria pujaannya sudah menikah.
" Kak Azka...." panggil Nindi, ketika Azka dan Qiana melewatinya.
Tapi Azka tak menjasab panggilan Nindi, ia seperti mahkluk tak kasat mata , ada tapi tidak terlihat. Azka sama sekali mengabaikannya.
Jangan lupa dukungannya ya 🙏
Bersambung......