NovelToon NovelToon
Cinta Malu-malu Meong

Cinta Malu-malu Meong

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Tunangan Sejak Bayi / Cintapertama / Tamat
Popularitas:89.3k
Nilai: 5
Nama Author: saputri90

Dipaksa menikah dengan musuh bebuyutannya di kampus karena sebuah perjodohan yang dibuat oleh kedua kakek mereka yang saling bersahabat. Membuat hidup Johan dan Jihan penuh dengan warna.

Bukan warna kebahagiaan namun warna pertengkaran di setiap hari yang mereka lalui bersama. Johan yang memiliki perasaan cinta pada Jihan namun tak bisa mengekspresikannya dengan baik karena sikap kaku, dingin dan isengnya membuat ia selalu bersikap menyebalkan di mata Jihan. Jihan selalu tak pernah tak marah jika bertemu dengan Johan.

Mampukah Johan membuat Jihan jatuh cinta padanya, meski Jihan sudah terlanjur sebal dan benci pada Johan?
Lalu bagaimana kisah rumah tangga tak biasa mereka akibat perjodohan ini?

Yuk simak novel ini hingga akhir.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saputri90, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akhirnya menikah

Meski hatinya sakit, Jihan masih tersenyum sopan pada wanita paruh baya yang bernama Lolita.

Usai bersalaman Johan menarik tangan Jihan kembali pergi meninggalkan ruangan fitting baju pengantin.

"Sudah cukup berbasa-basinya! Terima kasih atas sambutan tak menyenangkan Tante yang merasa paling cantik sejagat raya ini." Ucap Johan saat ia menarik tangan Jihan.

Johan nampak marah dan tak suka wanita yang dicintainya dihina secara blak-blakan di depan mata kepalanya sendiri.

"Joe...Johan. kamu mau kemana Nak?" Pekik Ayudia memanggil putranya.

"Cari butik lain yang tidak ada wanita tua bangkanya. Aku bawa Jihan ke sini untuk fitting gaun pengantin bukan di hina, Mam. Jika Mami merasa tidak ada masalah dengan penghinaan yang dilakukan teman-teman Mami. Itu tak akan jadi masalah bagi ku. Tapi jangan harap aku akan pulang ke rumah mulai hari ini." Jawab Johan geram.

"Joe!!" Pekik Jihan dan Ayudia bersamaan.

Johan begitu menjaga dan membela perasaan Jihan. Jihan sama sekali tak menyangka akan hal ini.

"Jangan bicara seperti itu Nak! Mami akan ikut bersama kalian." Ucap Ayudia yang kemudian berlari kecil mengambil tasnya.

Ia pergi meninggalkan ketiga teman sosialitanya tanpa berpamitan. Jujur ia sangat menyayangkan sikap Tari, salah satu teman sosialitanya yang sudah menghina Jihan dan membuat Johan marah besar.

Ketiganya pun pergi menuju butik lain, kali ini mereka pergi ke butik yang sama sekali tak pernah dikunjungi Ayudia, meskipun butik ini adalah salah satu butik ternama ibu kota. Kali ini kedatangan Jihan di sambut ramah oleh pegawai dan pemilik butik.

Sudahblebih dari sepuluh gaun pilihan Ayudia yang Jihan coba, namun masih tak cocok di mata Johan. Jihan terlihat sudah lelah dan menjatuhkan tubuhnya di lantai dengan lunglai.

"Joe, cape tahu! Lo yang pilih deh sekarang." Keluh Jihan dengan tatapan mengiba.

"Iya Joe, Mami jadi laper kamu kelamaan. Ini salah itu salah. Terbukalah, terlalu tertutuplah, terlalu glamorlah, terlalu mewahlah. Semua gak ada benarnya di mata kamu." Tambah Ayudia yang juga telah lelah menghadapi kemauan Johan.

"Ok. Baiklah. Aku akan pilihkan baju untuk calon istriku." Ucap Johan yang berdiri kemudian mendekati gaun-gaun pengantin yang terpajang di mannequin.

Tiga gaun berhasil Johan pilih. Dengan berjalan gontai dan tidak bersemangat Jihan kembali masuk ke ruang ganti. Tepat di pilihan gaun yang ke tiga, Johan akhirnya menentukan pilihannya.

"Ya, yang ini saja." Jawab Johan yang kemudian pergi keluar. Mulutnya sudah asam sejak tadi tak menghisap rokok yang sudah menjadi candunya.

"Joe mau kemana?" Tanya Jihan yang melihat Johan pergi meninggalkan ruang fitting.

"Ngerokok, Asem mulut gue." Sahut Johan tanpa menghentikan langkahnya.

Persiapan pernikahan yang disingkat tidak menjadikan acara sakral ini dilaksanakan asal-asalan meskipun yang diundang hanya segelintir kenalan dan sanak saudara dari kedua keluarga doa dan ucapan Restu pun terus mengalir untuk sepasang calon pengantin ya menikah karena perjodohan ini

Kini tibalah detik-detik menegangkan itu tiba pengucapan ijab kabul seorang Johan Pradipta yang ditunggu-tunggu banyak orang

Saya terima nikahnya dan kawinnya Jihan Putri binti Bagaskoro dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan logam mulia seberat 100 gram dibayar tunai Johan begitu lancar mengucapkan kalimat sakral tersebut membuat Jihan sampai menegakkan punggungnya untuk menunggu kalimat dari penghulu dan saksi

Bagaimana para saksi sah tanya sang penghulu

Sah

Alhamdulillahirobbilalamin Al Fatihah

Jihan nampak menitikan air mata ketika rentetan kalimat itu terucap lantang dari bibir laki-laki yang selama ini menjadi musuh bebuyutannya mengajaknya ribut,berbuat kasar dan selalu membuatnya marah dengan tingkah jahilnya siapa lagi jika bukan Johan Pradipta. Mulai detik ini laki-laki yang menyebalkan ini sudah sah menjadi suaminya.

Setelah serangkaian acara berakhir kini Jihan dan Johan duduk bersebelahan di bangku pelaminan,senyum manis tak sedikit pun luntur dari bibirnya, jujur sebelum ini Jihan memang tidak menginginkan pernikahan ini. Tapi sekarang, Jihan sama sekali tidak merasa menyesal dan menolak dengan pernikahannya yang telah berlangsung bersama Johan. Bagi Jihan saat ini, pernikahannya dengan Johan bukanlah pernikahan main-main dan penuh keterpaksaan.

Jihan akan menjadikan pernikahan ini pertama dan terakhir untuknya.

"Hari ini gue akuin lo cantik, meskipun sekarang lo kelihatan sok cantik," bisik Johan di telinga Jihan.

"Au sakit," keluh Johan saat tangan Jihan menyapit pahanya.

"Rasain! Bisa gak sih diem dulu, anteng aja tuh mulut jangan ngehina istri yang lagi jadi ratu sehari doang, ini tuh sekali seumur hidup Joe.jadi maklumin aja dong kalau gue sok cantik."

"Tapi gue gak rela berbagi kecantikan lo sama orang lain Jie," seloroh Johan sembari menatap Jihan yang duduk di sampingnya.

"Posesif!"

"Emang, dan lo harus terbiasa dengan itu mulai sekarang." Timpal Johan yang menatap dalam mata Jihan.

Saat keduanya ingin menyatukan bibirnya tiba-tiba Gunawan dan istrinya datang.

"Eh... mau nyodor aja Lo. Ntar di kamar, masih banyak tamu. Mesum lo berdua. Gak liat tuh banyak sanak saudara yang bawa pasukan para bocil. Contoh yang tidak baik." Celoteh Gunawan yang membuat keduanya malah mencium tangan Gunawan yang menjadi penghalang.

"Hah... pengacau, tukang rusuh. Ngapain sih ke sini? Ganggu aja!" Omel Jihan pada kakak lucnutnya.

"Hahahaha... marah dia sayang, gatel banget lo Jie. Doyan juga lo sama si Joe. Katanya musuh kok mau dinikahin?" Goda Gunawan yang tak berhenti menertawakannya.

"Maulah, orang gak ada stok laki-laki lagi di muka bumi ini." Jawab Jihan asal.

Johan seketika itu juga menyernyitkan kedua alisnya, mendengar jawab yang tak ia sangka-sangka dari mulut bobrok sang istri.

Sedangkan Gunawan malah tertawa terpingkal-pingkal karena mendengar jawaban asal-asalan Jihan yang pasti membuat Johan kesal dan marah. Pasalnya Gunawan sangat paham betul karakter adik iparnya yang tempramen.

Pukul 14.00 WIB acara resepsi pernikahan Johan dan Jihan baru selesai. Jihan akhirnya bernafas lega karena sudah bisa melepaskan baju dan segala macam pernak-pernik yang ia kenakan. Namun sebelum ia kembali ke kamarnya, Jihan berkumpul di ruang keluarga bersama Johan dan juga keluarganya.

"Sebelum kamu pindah ke rumah baru kamu sama Johan, Kamu tinggal selama seminggu dulu di rumah Bunda kemudian seminggu lagi di rumah Mami Ayudia, ya!" ujar Dita pada putrinya.

"Di mana aja deh Bun, Jihan mah nggak masalah tinggal di mana aja, asalkan ada orang yang bisa ngelayani Jihan makan," jawab Jihan dengan lirih sambil menyandarkan punggungnya ke kursi dengan lemas.

"Lemes banget sih lu, belum diapa-apain, belum diajak tempur sama Johan, udah lemes kayak gini, apalagi diajak tempur sama Johan semalaman suntuk, bisa nggak bangun-bangun tuh dia Bun. KO alias Keok." sahut Gunawan membuat Jihan melirik tajam, mungkin Jika ia masih punya tenaga ingin sekali ia mencubit mulut kakaknya yang bobrok itu. Ucapannya benar-benar tak memiliki filter.

1
Eneng Ersha
baru awal2 udh bnyk ketawa semoga kekocakan jihan dn johan beserta keluarga nya terus berlanjut ya thor 😀😀😀
Sarita
jihan, johan jijae deh
ᴄᷤʜͦɪͮᴄͥʜͣɪᷡᴋͣ
udh màmpir kak🤣
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂AND💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
wah dah mulai melancarkan aksinya adit
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂AND💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
wah sdh diincar rupanya mo dijadikan kekasih hati🤭.tpi ati2 satunya dah ada yg punya
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂AND💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
🤣🤣gagal istirahat johan
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂AND💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
beneran hamidun dah
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂AND💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
pegep banget pastinya..
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂AND💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
bayinya dah mo keluar kagak sabar..g usah ngg papinya plg dluan
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂AND💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
🤣🤣lg bayangin 2 2 nya malu2 meong🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂AND💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
blm apa2 dah main tangan padam
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂AND💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
apa yg mo dikemas🤔🤔
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂AND💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
kok ada suput disini🤭🤭
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂AND💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
cepey banget nikahnya
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂AND💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
cari gara2 johan..dah tau lg marah ditmbh lg🤣
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂AND💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
cm mo masak aja berdandan🤭🤭atojohan yg kecepetan mandinya🤣
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂AND💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
johan g pekaaa
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂AND💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
g py perasaan mamanya
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂AND💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
astaga maminya ikut andil jg🙈
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂AND💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
tertawalah duluan ntar kmu mennagis belakangan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!