NovelToon NovelToon
Mayra, Wanita Jalang Nomor Satu

Mayra, Wanita Jalang Nomor Satu

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Hamil di luar nikah / Crazy Rich/Konglomerat / Identitas Tersembunyi / Romansa / Selingkuh / Tamat
Popularitas:134.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tiara sari

Mayra yang tidak tau siapa ayah kandungnya dan memiliki seorang ibu sebagai wanita malam membuatnya seakan-akan terhina.

Terlahir dari rahim wanita malam membuat Mayra dianggap sama seperti ibunya, tidak disangka dia bertemu dengan seorang lelaki yang mau menerima keluarganya.

Akan tetapi hubungannya hanya sia-sia, keluarga dari kekasihnya tidak merestui hubungannya. Yang lebih parahnya ayah dari calon kekasih baru pacarnya adalah ayah kandungnya.

Akankah Mayra bisa kembali kepada ayahnya? Bisakah Mayra merebut kebahagiaannya saat mereka tau kalau dirinya anak seorang wanita malam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Selingkuh?

Pulang dari panti asuhan Edrick tidak bisa menahan rasa senangnya, apalagi Mayra yang berhasil membuatnya seperti ini. Dulu hidupnya terasa hampa, yang dia tau hidup itu seperti permainan. Bermain dengan rasa senang dan memilih waktu sesuka hatinya.

Itulah yang dia anggap sebagai kehidupan, sekarang semenjak kehadiran Mayra hidupnya jauh berbeda tidak seperti dulu. Hari dimana selalu memberikan senyuman saat wanita ini selalu membuatnya nyaman.

"Kau kenapa menatapku seperti itu?" tanya Edrick yang melihat Mayra terus menatapnya, keduanya sudah tiba di rumah saat Mayra baru saja mengambil minuman di dapur.

Mayra merasa heran kenapa pria ini tidak berhenti tersenyum, apa pria ini memiliki kelainan sampai senyum terus.

Mayra meletakan telapak tangannya di kening Edrick, tangan itu terus memeriksa keadaan Edrick sampai tangan itu berpindah ke keningnya.

Edrick menepis tangan Mayra saat tangan wanita itu berkali-kali berada di keningnya, "Sudah jangan periksa lagi, saya masih sehat Mayra tidak gila. Kalau kamu menganggap aku gila kamu salah, aku ini pria yang masih waras."

"Ya aku tau. Tapi aku heran aja sama kamu kenapa dari tadi kamu senyum terus, orang yang melihatnya juga akan menganggap hal yang sama tentang kamu."

"Aku tersenyum karena aku bahagia." urai Edrick kembali menatap Mayra yang sibuk melihatnya.

"Bahagia?" Edrick mengangguk dengan cepat saat mendengar gumaman Mayra.

"Ya. Semenjak ada kamu kebahagiaanku sudah nampak tidak seperti dulu, dulu aku menganggap kebahagiaanku hanya untuk bersenang-senang tapi aku salah. Aku mulai berpikir kalau kebahagiaan itu dibangun dengan cara sederhana, bukan kemewahan ataupun bersenang-senang bersama wanita bayaran yang sempat aku sewa untuk memuaskan ku."

"Aku rasa kebahagiaan itu tidak seburuk itu." Edrick tersenyum saat melihat wajah Mayra yang sibuk memakan buah anggur.

Mayra kembali menatap Edrick saat lelaki itu sibuk menatap layar ponsel, "Apa kamu tahu kalau kamu semakin tampan kalau tersenyum. Aku rasa kamu tidak seburuk itu kalau tersenyum, malah aku menyukai senyuman kamu."

Edrick melirik Mayra saat dia mulai meninggalkan layar handphone, "Kalau kamu suka dengan senyumku aku akan memberikan senyum ini untuk kamu. Asalkan kamu tidak perlu tersenyum dengan pria lain."

"Kau ini masih aja cemburu. Aku tidak mungkin tertarik dengan pria manapun, karena aku sudah mencintai orang lain."

Mendengar ucapan Mayra wajah Edrick seketika berubah, dia baru tau kalau Mayra menyimpan perasaan untuk pria lain sedangkan dirinya. Dia tidak tau apakah Mayra mulai nyaman di sini atau menganggap kehidupan ini seperti di penjara.

"Ada apa? Kenapa wajahmu berubah seperti itu?" kata Mayra yang mendapatkan wajah Edrick yang semakin tidak enak dilihat.

"Tidak apa-apa." pria itu bangkit dari tempat duduk saat Mayra menatap pria itu, "Kamu mau kemana?"

"Aku mau balik ke kantor, kamu jangan lupa tetap di sini. Kalau butuh bantuan bilang sama Nara, malam ini saya tidak bisa menemani kamu karena saya harus mengurus perusahaan." Edrick pergi begitu saja setelah selesai berbicara dengannya.

Dia tidak tau apakah perkataannya ada yang salah sampai pria itu memutuskan untuk pergi, perasaan kondisi hatinya baik-baik aja, kenapa sekarang berubah lagi. Pria itu benar-benar susah ditaklukkan, apalagi hatinya jadi Mayra memutuskan membiarkan saja dari pada membuat suasana hatinya tambah memburuk.

Mayra kembali melakukan aktivitas pergi ke kampus, kali ini dia pergi di antar oleh supir pribadi Edrick tidak lagi di antar oleh Edrick. Ia tidak tau kenapa pagi ini dia tidak melihat pria itu, apa pagi ini Edrick tidak kembali ke rumah sampai sibuk di kantor setiap saat.

"Sudahlah buat apa aku memikirkannya, lagian juga aku tinggal di sini untuk membalas budi kebaikan pria itu. Selesai balas budi ia tidak akan ketemu pria itu lagi." batin Mayra yang sudah berada di dalam mobil.

***

Di kampus Frans selalu mendekati Mayra, Mayra menganggap Frans sebagai teman kecilnya. Karena pria inilah yang pertama kali bertemu dengannya, sedangkan yang lain cuman sekedar menyapa.

"Kamu pulang tidak di jemput May?" tanya Frans saat ia berada di kantin bersama dengan Mayra.

Benar juga ucapan Frans, dia tidak tau apakah dia ketemu pria itu apa gak. Tadi pagi aja dia tidak ketemu mana mungkin pria itu akan menjemputnya.

"Sepertinya tidak. Emangnya kamu mau antar aku pulang?" tanya Mayra yang menghentikan sarapan lalu dia memilih menatap Frans.

"Kalau kamu mau aku bisa antar kamu pulang sekalian kita cari buku untuk tugas kuliah."

"Boleh juga ide kamu." tanpa Mayra tau Frans tersenyum saat Mayra menerima ajakannya, dia tidak tau kenapa setiap melihat Mayra hidupnya sebahagia ini.

Selesai kampus Mayra memutuskan ke mall, dia dengan Frans datang secara bersamaan dengan memberikan sebuah candaan di perjalanan mereka menuju gramedia. Mayra mengelilingi setiap rak buku untuk mencari buku yang dia cari, ternyata Frans diam-diam mengambil gambar tanpa sepengetahuan Mayra.

Ia tersenyum melihat hasil gambar yang diam-diam dia ambil tanpa sepengetahuan Mayra, sejujurnya dia sangat menyukai Mayra sejak awal saat bertemu dengan wanita ini. Tetapi ia tidak tau apakah Mayra memiliki rasa yang sama atau tidak.

"Frans, kamu malah sibuk main handphone bukannya bantuin aku cari buku untuk tugas kuliah." ucap Mayra yang melihat pria ini malah asik bermain handphone.

"Hehe! Maaf May. Gimana kamu sudah dapat bukunya?"

"Tinggal satu lagi, makanya bantu aku cari bukunya."

"Ya Mayra cantik, ternyata kamu gak berubah ya dari dulu tetap bawel."

"Enak aja kamu ngatain aku bawel." kedua tertawa pelan dengan tindakan konyol mereka, selesai mencari buku keduanya segera membayar buku yang sempat mereka cari.

Mayra memutuskan untuk pulang setelah diantar oleh Frans, mungkin sudah lama dia tidak sebahagia ini jadi ia lupa waktu sampai sore. Semenjak bersama dengan Frans seharian ini, seakan hidupnya menjadi pribadi diri sendiri.

Bukan seperti Mayra yang dikurung oleh Edrick, pria yang sempat menolongnya dan pria itu juga yang memintanya untuk tetap di rumah tanpa perintah darinya. Andai kehidupan ini cepat berakhir mungkin dia akan menjadi Mayra yang dia kenal bukan Mayra yang dia tidak kenal.

"Dari mana aja kamu pulang sampai malam begini." ucap salah seorang laki-laki yang memandangi dengan datar.

Mayra nampak terkejut melihat Edrick sudah berada di rumah, lelaki itu melipat kedua tangannya sambil melihat kearahnya. Seakan-akan dirinya ketahuan berselingkuh bersama pria lain.

"Aku habis ke gramedia beli buku untuk tugas kuliah." balas Mayra dengan cetus.

"Tugas kuliah apa kencan dengan pria lain." Mayra dengan cepat menatap Edrick dengan tatapan tidak menyukai tindakan pria ini.

Sebenarnya apa sih yang ada dipikiran Edrick sampai mengatakan itu, diakan memang pergi ke gramedia beli buku kenapa pria ini malah menuduhnya kencan dengan pria.

"Maksud kamu apa sih! Aku emang cari buku di gramedia buat tugas kuliah kenapa kamu malah menuduhku selingkuh."

"Kenyataannya begitu kan?"

Mayra memilih mengalah sambil menghela nafas panjang, "Selingkuh? Sekarang aku tanya sama kamu, apa kita berdua sedang pacaran sampai kamu mengira aku selingkuh. Kita sudah sepakat kalau aku tinggal di sini untuk membalas budi kebaikan kamu, bukan mengira kalau aku kekasih kamu."

"Jadi jangan salah sangka dengan sikap kamu itu tuan Edrick. Ingat perjanjian yang kamu sepakati sejak awal, jangan sampai kesepakatan itu kamu langgar sendiri." selesai bicara Mayra memutuskan untuk pergi ke kamar meninggalkan Edrick yang masih berada diruang tamu.

Hari ini pikirannya sangat kacau sampai menyalahkan Mayra, seharusnya yang dikatakan Mayra benar kalau wanita itu tinggal di sini untuk balas budi. Karena dialah yang meminta Mayra tetap tinggal, tapi kenapa dia malah bersikap seakan-akan dirinya kekasih wanita itu.

Apa dia sudah mempunyai perasaan untuk Mayra sampai dirinya tidak rela kalau Mayra jalan dengan pria lain, seharusnya dia sadar kalau dia membawa Mayra dengan tujuan untuk menjadikan wanita itu wanita simpanan bukan kekasih simpanan.

1
Surati
bagus
ᖇ𝒉𝒊𝒆𝒛
ky buah ga jatuh jauh dari pohonnya
Eka
nik untuk membuktiksn kkau mayra anaknya tuan mu tes dna nik cepet lakukan nik
Eka
nah gitu mayra inget ibumu kasihan dia memendam rindu
Eka
mayra hati2 klay kamu suka sama wndrik palg dia tau klau lion mengincar mu jangan samapi jdi bom
Eka
tjorrr peesarukan mayra sama endriek thorr beri kebahagiaan mayra sama momynya thorrr
Eka
kok mayra ndak jengguk mamsnya thor,jangan orang tua yg tanya sMa erick itu pspanya mayra
Eka
mayra jangan kerja seperti itu mayra kadihan mamimu
Eka
mayra kenapa ndak nenggok mamimu
Eka
mayra ayooo semangat bokin erick bucin sam kamu,ayoo tenhok mamimu kasiha dja kesepian sendirian,ingat dia wNita yg telah melahirkanmu
Eka
mayra ingat mami cantica mayra kamu harus bisa endrk tuk menikahi mu kasihan mamimu mayra semangat kamu pasti bisa lanjut thorrrr
Eka
mayra mana keberanianmu,kok sekarsng malah pasrah ingat mamamu susah payah membesarkanmu mayra
Eka
sabar cantika kamu pasti kuat untuk mensnggung semua ini,bicara yg bsik2 sxma momi pasti dikadih jaln
Eka
cantika jangan gugurjan kandunganmu kamu kan udah dapat uang 1 m pergi kamu ketempat yg jauh sama lily buka usaha dengan itu cantika kamu pasti bisa
Mirna Loden Mirna Mirna
sblm sma edrick mayra jga sering layani pelayan jd jngn menutipi kelakuanmu may hnx sebuah pembelaan
Mirna Loden Mirna Mirna
dasar jalang udah jd pelCur tpi msh ajah sok polos
Mirna Loden Mirna Mirna
tpi sayangnya edrick jatuh cinta dengan org salah,masa pria sekeren edrick cinta sma jalang kelas kakap😁😁😁
Labuh Ardianto
Semoga author selalu diberi kemudahan buat update.. aamiin
Benazier Jasmine
thooor mayra & edrik sm2 jalang ya, mayra jual diri edrik suka beli wanita jalang. sy kira mayra jual mahal tp ternyata murahan
Muhammad Sandra
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!