NovelToon NovelToon
Rahim Impian

Rahim Impian

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cerai / Romansa / Pihak Ketiga / Tamat
Popularitas:107.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ismi Kawai

Sepuluh tahun menikah, bukanlah waktu yang singkat untuk mendambakan buah hati.
Keysha Geraldine, seorang wanita yang frustasi karena memiliki suami bersikap dingin. Tak peduli dengan keinginannya dan tidak mau berusaha untuk memiliki keturunan. Hingga akhirnya, Keysha Geraldine memutuskan cara lain untuk memiliki buah hati. Cara apakah yang dilakukan Keysha hingga dirinya dinyatakan positif hamil? Apakah sikap suaminya itu berubah lebih baik ketika mengetahui sang istri tengah mengandung?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ismi Kawai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sakit tak terperi

"Kalau tempat seperti itu ada, maukah kamu pergi ke sana denganku?" tanya Haris sembari menatap wajahku. Laki-laki ini dari tadi terus saja mengirimkan tatapan yang mengobrak-abrik degub jantungku.

Lelaki itu tiba-tiba menyentuh rambut yang menutupi wajahku karena tertiup angin sepoi-sepoi. Haris menyelipkan rambut tak beraturan ini ke belakang telingaku. Sentuhan tak sengaja tangan Haris di leherku membuat desiran-desiran halus di dada. Halus tapi getarnya terasa indah.

"Aku ingin pergi ke tempat yang menyenangkan, tempat di mana tak ada orang yang mengenal kita. Jadi kita tidak perlu berpura-pura untuk menjadi orang lain," ucapku perlahan-lahan.

Semakin intens tatapan Haris seolah menghujam jantungku. Haris mendekatkan wajahnya hingga aku bisa melihat bayanganku sendiri pada dua bola mata cokelatnya. Ah tatapan Haris membuatku makin gugup.

"Aku akan mengatur waktu supaya kita bisa menemukan tempat itu," ucap Haris. Pria itu terus tersenyum, dan tanpa kusadari senyum itu seperti menular. Berulang kali aku menepuk pipi pelan saat kami berjalan di tepi pantai, tepukan kecil untuk memastikan aku tidak sedang bermimpi.

Kami berjalan bersisian, sekarang batinku mendadak resah. Bagaimana bisa aku pergi ke suatu tempat tanpa sepengetahuan suamiku? Sepertinya itu suatu hal yang mustahil karena setiap kali Mas Andre akan pergi kerja, dia selalu bertanya, "Akan ke mana kamu hari ini? Kamu di rumah saja, kan? Kamu enggak ada acara hari ini?" Tidak ada kepergianku dari rumah yang tidak diketahui oleh Mas Andre.

Mungkin Haris bisa melihat raut wajahku yang tiba-tiba berubah muram, Haris segera menenangkan. "Jangan terlalu dipikirkan, Key, pasti semesta akan mengaturnya untuk kita jika waktunya tiba nanti. Aku akan menunggu sampai kamu benar-benar siap. Dan, tentu saja saat kamu sudah punya waktu."

Ya Tuhan!

Aku tidak bisa menjawab apa-apa karena ini terlalu gila untukku. Sampai detik ini bahkan aku masih tak percaya bahwa aku sedang berjalan-jalan bersama Haris tanpa sepengetahuan Mas Andre. Aku tidak pernah membayangkan sedikit pun kalau bisa bernapas lega di luar rumah. Haris adalah satu-satunya pria yang bisa memunculkan keberanian dalam diri ini untuk sedikit menikmati waktu bersenang-senang.

Hari beranjak sore, saatnya Cinderella harus berubah menjadi upik abu. Meskipun sedikit berat aku pun segera meminta Haris untuk mengantar ke stasiun kereta. Kami akhirnya berpisah di stasiun kereta.

Di ujung perpisahan aku tersenyum lembut kepada Haris. Tiba-tiba pria itu berbalik lalu memelukku.

"Key, aku harap hari ini bisa lebih panjang dari hari-hari sebelumnya karena bersamamu rasanya waktu berjalan begitu cepat. Aku belum puas memandang wajahmu yang teduh dan lembut ini, aku tidak mau pisah sama kamu," bisik Haris di telingaku.

Antara percaya tak percaya aku mengerjapkan mata mendengar perkataan Haris.

Sebetulnya aku malu mendapat pelukan hangat dari pria itu, tetapi kini aku lebih memilih untuk menuruti kata hati, bahwa aku juga merindukan pelukan itu. Aku tidak menjawab perkataan Haris, tetapi hanya dengan mengeratkan pelukan. Kurasa ini sudah menjadi jawaban yang cukup untuk Haris.

"Haris, makasih, ya? Aku senang hari ini kita bisa pergi jalan-jalan berdua. Aku pulang dulu."

"Keysha, aku menyukaimu," bisik Haris lagi sebelum ia melepaskan pelukan. Aku menggigit bibir, menguatkan hati, menahan debaran indah yang kian membuat napas ini terasa sesak. Dadaku penuh. Haris memenuhinya dengan kehangatan yang sulit aku jelaskan.

Tentu saja kejujuran Haris itu membuat hati ini mekar sekaligus mendatangkan gemuruh yang gaduh. Senang, malu, bahagia semua bercampur aduk jadi satu hingga membuatku ingin melompat.

"Tenang, Key. Tenangkan dirimu," bisikku pada hati yang berbunga-bunga.

Aku hanya tersenyum sambil melambaikan tangan kepada Haris.

Sesampainya di rumah, aku terus memegang dada ini, merasakan degup itu tidak berubah. Aku berlari ke kamar lalu menatap diriku di depan cermin. Ah ada rona merah di pipiku. Aku menangkupkan tangan di kedua pipi. Lagi-lagi, aku tak tahan untuk tidak senyum. Aku sudah lupa kapan terakhir tersenyum saat memandang diriku di depan cermin seperti ini.

"Jangan bercermin lama-lama," bentak Mas Andre setiap aku berganti baju.

"Untuk apa berlama-lama di depan cermin?! Tidak ada yang berubah, tubuhmu sekarang makin gemuk."

Ucapan Mas Andre selalu merendahkan dan mengikis rasa percaya diriku. Sejak hari itu, sejak Mas Andre selalu mencela fisikku, aku merasa malas bercermin, apalagi memakai riasan di wajah. Tadi siang adalah pertama kali aku memoles sedikit make up ke wajah, lalu berlama-lama bercermin.

Saking merasa tidak percaya dirinya, berkali-kali aku harus mengganti baju. Aku selalu teringat kata-kata Mas Andre ketika diri ini meminta pendapat untuk memakai gaun-gaun lama. Mas Andre selalu mengatakan tidak ada baju yang pas untukku, semua terlihat sama saja.

Bertahun-tahun aku menerima perlakuan merendahkan dari suaminya sendiri, hingga akhirnya aku benar-benar meyakini bahwa memang sudah tidak memiliki pesona apa pun lagi sebagai seorang wanita. Aku telan semua kata-kata Mas Andre seolah-olah itu benar.

Hari ini aku merasa Haris sudah mengembalikan semuanya. Rasa percaya dirin yang sempat terbuang, perasaan hangat dicintai, juga debaran-debaran indah yang sudah tidak pernah aku rasakan lagi bersama Mas Andre.

Lamunanku tersadar saat mendengar suara pintu dibuka. Mas Andre sudah pulang.

"Kenapa dengan wajahmu?" tanya Mas Andre.

"Wajahku? Kenapa memangnya Mas?" Aku balik bertanya. Oh, sial! Apakah Mas Andre melihat make-up ini? Aku belum sempat menghapusnya.

"Kamu dari tadi senyum-senyum sendiri, sudah gila, ya?" tanyanya ketus.

Aku lega dia tak sempat memerhatikan riasan wajahku. Sejenak aku melihat ke cermin dan memang riasan ini sudah luntur. Bibir merahku sudah kembali memucat, mungkin saat kami makan tadi, lipstik itu juga memudar.

"Sebentar aku hangatkan dulu masakannya, Mas."

Aku segera ke dapur menghindari tatapan Mas Andre.

Entahlah apa mungkin ini cuma perasaanku saja? Akhir-akhir ini sepertinya Mas Andre sedang memperhatikan aku lebih intens dari biasanya.

Beberapa kali ia menegurku saat aku memandang layar ponsel saat kami makan. Tak sengaja aku melakukan itu, karena asik membaca pesan-pesan Haris, sebelum buru-buru menghapus histori chatnya.

"Aku mau mandi dulu, Mas," ucapku sambil melewati Mas Andre.

Kami baru saja menikmati makan malam dalam keheningan seperti biasanya.

"Kenapa mandi malam-malam?" tanya Mas Andre.

"Gerah banget soalnya," jawabku mencari alasan. Bukan itu alasan sebenarnya. Aku ingin segera membalas chat Haris, dan kamar mandi adalah tempat yang paling aman.

[Makasih untuk hari ini, Key]

Pesan singkat dari Haris membuatku melayang. Aku hampir membalasnya saat mendengar suara pintu kamar mandi terbuka. Duh, mana aku lupa menguncinya tadi saking terburu-buru.

"Mas, kenapa masuk ke sini?" tanyaku gugup.

"Memangnya kenapa? Aku 'kan, suamimu," jawab Mas Andre. Pria itu segera melepas baju dan celananya, membuatku bertambah panik.

"Kenapa kamu ketakutan? Ini bukan pertama kalinya kita mandi bersama, bukan?" Mas Andre memandangku dengan tatapan berbeda.

Aku hanya terdiam. Ini memang bukan pertama kalinya kami mandi bersama, tetapi itu sudah sangat lama berlalu. Mas Andre tidak lagi berselera untuk mandi bersamaku. Terakhir saat kami mandi bersama, Mas Andre bahkan mengusirnya untuk segera keluar dari kamar mandi. Mungkin kejadian itu sudah satu tahun yang lalu. Kenapa tiba-tiba sekarang Mas Andre ingin mandi bersama?

Belum hilang rasa terkejut ini, Mas Andre itu segera menarik tubuhku, lalu menarik bra yang masih menutup dada ini dengan paksa.

"Mas, apa-apaan, sih?" teriakku.

Tanpa memedulikan perkataan ucapanku, Mas Andre segera mendorong tubuh ini untuk memasuki bathtub.

Mendapat serangan yang tiba-tiba, aku tidak siap. Tanpa melakukan pemanasan terlebih dahulu, Mas Andre memaksa untuk berhubungan badan.

"Mas, sakit!" teriakku tersentak kaget saat Mas Andre memasukiku tanpa melakukan pemanasan.

Mas Andre tidak memedulikan teriakan-teriakan yang keluar dari mulutku. Dengan brutal Mas Andre berusaha mendapatkan apa yang ia mau. Ini sangat menyakitkan!

Mas Andre terus menggeram di belakangku, gerakannya semakin cepat tak terkendali. Ia tak berhenti memacu, membuat aku semakin menjerit menahan sakit.

Untuk pertama kalinya selama berhubungan dengan Mas Andre, air mata ini menetes. Rasa sakit di bawah sana tak terperi, tapi lebih sakit lagi hatiku, karena Mas Andre sama sekali tak mau tahu dan tak peduli mendengar jeritan kesakitan ini.

1
Emily
tukar pasangan wkwkwk
Emily
perempuan oon
Emily
Keysha juga salah dah tau mau pergi ya masak dulu beresin rumah masak iya pergi srharian
Ismi Kawai: dia lagi males kak ... mager
total 1 replies
Norlehaarsad Arsad995
anjing punya cerita
Ismi Kawai
iler kali yang netes
RahaYulia
kisah yg pnuh kesan tp cerita bahagianya cuma sedikit thor msh kurang byk😁😁😁
Ismi Kawai: iya ya... hahahah, biarin adja deh. yg bahagianya kamu bayangin sendri
total 1 replies
RahaYulia
ayolah haris,kmu pst pintar kan? pikirkan baik2 apa prnh sedikit saja cairanmu menetes dirahim diana bbrapa bln terakhir???
RahaYulia
kmu mnta dukungan bpk nya diana atuh ris biar cpt pisahnya ckckck....
Ismi Kawai: siap kk.. nanti dimintain
total 1 replies
RahaYulia
aku mh biasa aja klo pun emang haris ma diana tidur bareng krn status mrk msh sah, bda lg klo ma keisya meskipun sama2 pihak tersakiti tp tdk dibenarkan jg klo mrk mesra sblm wkt nya
tp aku sih yakin klo burung haris anteng2 aja walaupun diobok2 diana sedemikian rupa🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ismi Kawai: hahaha, anteng donk
total 1 replies
RahaYulia
senangnya pnya tmn yg saling pengertian saling dukung❤️
Ismi Kawai: iya donk...kaya kamu
total 1 replies
RahaYulia
mana ada haris mnyesal apalagi klo kmu mati. bikin syukuran gede2an yg ada😁🤣🤣
Ismi Kawai: jangan setega itu kak... hahaha
total 1 replies
RahaYulia
malah aku ikutan berdebar deg deg an
Ismi Kawai: ish... malah seneng km ya 🤣🤣🤣
total 1 replies
Surati
ceritanya sangat bagus, sangat suka sekali tidak berbelit2. Terima kasih thor, semangat dalam berkarya 💪🙏🏻
Ismi Kawai: sama2 kak... mksh dah mampir
total 1 replies
Annie Soe..
Tengkyu thor,
Aku suka tokoh2nya bukan ceo yg serba wow,,
ditunggu karya2 selanjutnya..
Ismi Kawai: mksh banyak untuk dukungannya
total 1 replies
kavena ayunda
karma buat andre
Ismi Kawai: betul kak, biar tau rasa
total 1 replies
Giben Nezar
ok
Ismi Kawai: ❤❤❤❤❤❤
total 1 replies
Vera TV
siapppp... tetap semangat kak ismi...
Ismi Kawai: ❤❤❤❤❤❤❤
total 1 replies
Erni Handayani
Wahh selamat yaa haris dan key

Juga buat othor semoga kehamilan ny sehat hingga melahirkan.
Lopee uu othor
Erni Handayani: Macama. Kak is,, 😘😘
total 2 replies
delis armelia
kasih Kesya hamil dulu,selamet kakak semoga bayinya sehat
Ismi Kawai: aamiin, mksh kak udah ikutin dr awal smp akhir. 🙏🙏🙏
total 1 replies
Giben Nezar
mau lanjut Keysha sampe hamil n melahirkan ya thor....bikin mereka ketemu sama andre n diana....bikin mereka nyesel....selamat ya thor sehat selalu
Ismi Kawai: mksh kak doanya... udah bahagia ya keysha dan harisnyaaa...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!