NovelToon NovelToon
Istri Tengil Tuan Presdir

Istri Tengil Tuan Presdir

Status: tamat
Genre:Duda / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:543k
Nilai: 4.8
Nama Author: Kim99

Kiara Aleema Jaleela, 25 tahun. Perempuan berparas cantik yang memiliki penampilan urakan. Kiara terpaksa menikah dengan seorang pria pilihan ayahnya. Yups, karena sebuah perjodohan, Kiara dipaksa menerima duda yang umurnya 10 tahun lebih tua darinya.

Awalnya Kiara menolak perjodohan tersebut. Kabur dari rumah, sampai dia dipertemukan dengan pria gagah nan tampan yang sebenarnya adalah calon suaminya sendiri.

Singkatnya pernikahan itu terjadi, Kiara menjalani hari-harinya seperti biasa, jangan harap dia akan menurut kepada suaminya, karena itu sangat sulit.

Seiring berjalannya waktu, Kiara mulai menyukai sosok Habibie yang menjadi suaminya. Muncul benih-benih cinta dalam hatinya sampai dia bertekad untuk memenangkan hati Habibie.

Namun, sebuah fakta mengejutkan membuat Kiara menjadi ragu. Pria yang paham dan mengerti tentang agama itu nyatanya masih sangat mencintai istri pertamanya. Lantas, akankah Kiara berhasil meluluhkan hati sang suami? Atau justru sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15. Terkontaminasi

"Kiara!" geram Habibie seraya mendorong bahu Kiara agar berhenti melakukan kekonyolan seperti itu.

"Kenapa? Dulu alasan bukan mahram. Sekarang aku mahram mu 'kan?"

Habibie melirik kanan kiri, matanya terpejam saat melihat Bi Arum dan Devi memutar tubuh mereka. Mungkin saja kedua orang itu telah melihat apa yang sudah Kiara lakukan.

"Turun!"

"Enggak mau!"

"Turun, Kiara!"

"Enggak mau!"

"Kiaraaaa!"

"Apa!" Kiara kembali membentak.

"Kiara bilang enggak mau ya enggak mau. Jangan maksa. Nanti Kiara laporkan Mas Abie atas tuduhan kekerasan dalam rumah tangga. Mau?"

Habibie mengembuskan napas kasar. Pria itu dengan kesalnya sedikit memundurkan kursi, memangku Kiara dan membawanya menaiki anak tangga menuju lantai atas. Dengan santainya, Kiara malah semakin mengalungkan tangan pada leher suaminya itu. Kiara sudah bertekad bukan, jika dia tidak bisa membuat suaminya jatuh cinta, Kiara harus bisa membuat sang suami menceraikannya agar dia bisa kembali hidup bebas.

"Ya ampun ... pengantin baru gitu amat," keluh Devi. "Bikin iri aja."

"Hush! Kamu masih kecil. Enggak boleh!"

....

Brukkk!

Kiara berdecih saat Habibie melemparkannya ke atas ranjang. Kekesalan itu membuat Kiara semakin hilang akal. Ia membuka blazer yang dia kenakan sehingga tubuh bagian atasnya lebih banyak yang terekspos. Tangan perempuan itu juga melemparkan sepatu hak merah yang tadi dia kenakan.

"Majulah! Kalau kau ingin mengambil hak mu, silahkan!" ucap Kiara seraya mencondongkan tubuh bagian atasnya.

Hembusan napas itu kembali keluar dari mulut Habibie. Dia memejamkan mata menahan kekesalannya pada perempuan di depan mata. Apakah tidak ada yang bisa Kiara lakukan selain membuatnya kesal? Satu menit saja, diam dan jangan membuat masalah. Tapi sepertinya itu percuma karena Kiara tidak pernah mau belajar untuk menjadi lebih baik.

"Saya tidak tertarik pada tubuh mu itu, Kiara! Jangan terlalu bermimpi!"

Duarrr!

Kiara seperti mendengar sambaran kilat menggelegar. Apa dia bilang?

"Tidak tertarik?"

Semakin membara lah api dalam hati perempuan itu. Kiara menggeram, mengepalkan tangan dengan emosi tertahan. Dia benar-benar ingin mencabik mulut dan mata Habibie yang tidak memiliki selera yang baik itu.

Tangan Kiara menarik tali dress yang dia kenakan. Ia hanya ingin melihat, apakah Habibie benar-benar tidak tertarik dengan tubuhnya? Why? Di saat banyak pria menginginkan hal itu darinya? Kenapa suaminya sendiri malah mengatakan hal mengerikan seperti itu.

Di luar dugaan. Saat baru satu tali yang lepas, Habibie sudah mencondongkan tubuh ke arah Kiara, perempuan itu langsung mematung, terkejut akan reaksi yang suaminya tunjukan. Padahal beberapa detik yang lalu, ia telah sangat bersemangat. Tapi, kenapa jantungnya malah berdegup kencang seperti ini.

Namun, di luar dugaan Kiara.. Habibie ternyata hanya mengambil selimut di atas ranjang kemudian menyelimuti tubuh sang istri dengan kain tebal itu.

"Harusnya kau punya harga diri meskipun hanya sedikit!"

Deg!

Netra perempuan itu langsung terbelalak. Kiara menatap nanar punggung Habibie yang masuk ke kamar mandi. Tubuhnya ambruk, terduduk pada tepian ranjang dengan wajah melongonya.

"Astagfirullah ... dia itu manusia atau bukan? Kenapa mulutnya sangat tajam? Apa aku juga harus memiliki harga diri di depannya? Haruskah aku diam saja?"

Kiara tidak habis pikir, kenapa Habibie sangat tega mengatakan hal seperti itu. Apa salahnya? Dan kenapa dia sama sekali tidak tertarik. Apa tubuhnya memang sangat menjijikan.

"Atau mungkin, dia itu impoten!"

Mata Kiara kembali terbelalak. Dia bergidik negeri membayangkan hal-hal gila yang ada di dalam kepalanya. "Apa mungkin, istri pertamanya juga meninggal karena mengetahui hal ini? Orang yang gagah seperti itu tidak jantan? Eh ... lelucon macan apa ini!"

Kiara masih terus membayangkan hal-hal aneh yang terlintas dalam otaknya. Kiara yakin, ada yang salah dengan kehidupan sexual sang suami. "Melon ku juga enggak kecil-kecil amat. Mana mungkin dia enggan doyan."

Sementara di dalam kamar mandi, Habibie tidak henti-hentinya membasuh wajah dengan air dari wastafel. Pria itu menatap pantulan dirinya dari cermin, dadanya naik turun dengan napas tak karuan. Habibie mendesah, menahan gejolak yang memang wajar dia rasakan. Habibie adalah laki-laki normal, dia memiliki libido layaknya pria pada umumnya. Bukan tidak tertarik untuk menyentuh Kiara yang memang sudah halal untuknya. Hanya saja ....

"Aku tidak mencintaimu, Kiara. Tidak mungkin aku melepaskan hasrat ku hanya untuk kepuasan ku saja!"

....

Kiara mengerucutkan bibir ketika Habibie telah pergi dengan mobilnya. Dia menjadi sangat bingung harus melakukan apa. Berganti pakaian sudah, makan sudah, tas habis sudah. Apalagi yang tersisa.

"Bestie!" gumam Kiara dengan binar di wajahnya. Dia langsung bergegas menuju walk in closet, mencari pakaian lain karena target sudah tidak ada di rumah. Kiara akan mencari pakaian yang nyaman saja.

Sebenarnya tidak ada bedanya pakaian yang di pakai tadi dengan yang sekarang. Hanya saja, kali ini lebih panjang sedikit dan tidak terlalu memperlihatkan aurora di belakang tubuhnya.

"Ekh ... gue gak ada duit. Minta sama Ayah kali ya."

Perempuan itu berceloteh sendiri. Dia mengambil ponselnya dan melancarkan aksinya untuk berpura-pura mengemis.

"Halo, Ayah. Iya ... Kiara mau minjem uang sama Ayah."

"Loh, kok minjem sama ayah? Bukannya udah punya suami?"

Kiara membuat ekspresi seolah-olah akan muntah ketika mendengar kata suami dari mulut ayahnya.

"Kiara enggak berani minta. Temen Kiara mau ulang tahun. Kiara harus kasih kado, Yah. Kirim ke M Banking ya! 50 juta aja, enggak usah banyak-banyak!"

Terdengar helaan napas panjang dari sebrang telepon. Namun, meskipun begitu, Amzar tetap memberikan uang tersebut kepada sang anak. "Kalau mau keluar rumah, izin dulu sama suami kamu!"

"Siap, Ayah! Laksanakan."

Kiara berjingkrak heboh setelah melihat notifikasi saldo g6ang masuk ke rekeningnya. Memang sangat mudah untuk mengelabui sang ayah. Jangan menyalahkannya, karena hal ini juga terjadi atas keinginan sang ayah.

"Loh, Nyonya Kia mau ke mana?" Bi Arum berjalan tergesa menghampiri Kiara. Perempuan itu malah tersenyum, dia sangat antusias karena tadi dia juga sempat mengambil kunci mobil milik suaminya.

"Saya mau ketemu temen saya Bi. Udah izin kok sama Mas Abie! Bibi enggak usah khawatir!"

Kiara melenggang pergi meninggalkan rumah itu menuju garasi. Dia begitu kebingungan karena mobil yang terparkir di sana sangat banyak. Tapi tentu Kiara tidak bodoh, dia membuka kunci mobil dan kembali berjingkrak heboh ketika melihat lampu mobil yang menyala.

"Oke, Kiara! Party." Heboh perempuan itu dengan wajah berseri.

1
$4D ALONE "-"
anjing banget Habibi kont*1
Ary hartini
novel udah lama.tp baru baca..lucu bikin ketawa..bikin nangis sedih juga.awalnya yg kiara pergi itu sempet kesel knp ketemu lg.pas yg pergi ke2 ikutan maki2 si abie.syukurin syukurin...
seru pokoknya bikin emosi naik turun..novel2 kim99 very good
Tunggul Nogo
Ngga ada terjemahan dr Sunda ke indonesia,, jadi bingung /Frown/
dhena
mata seperti nya kena bawang nieh bacanya sambil mewek
El Sazita
kok cerita nya sedih banget sih
jdi mewekk🥲
Amyy Amyy
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt/
Nurlaila Elahsb
kenapa juga ada si Humaira ,,ya KL mau bantu ya bantu aja lah Gibran gk usah juga di nikahi ,,si Abie juga rada sakit ya!!yg sudah berlalu ya sudah lah...hadeh..
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya, siapa tau Kaka suka.

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

Insyaallah seru ka... xixi
di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Nurlaila Elahsb
jodoh kang Gibran dh ready say
Nurlaila Elahsb
kayak nya seru nih, baru mampir Thor
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya, siapa tau Kaka suka.

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

Insyaallah seru ka... xixi
di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Priskha
jgn buat Kiara meninggal dong thor kasihan ijinkan dia hidup bahagia bersama klg kecilnya kasihan dia sdh lama hidup menderita tanpa kasih sayang
Priskha
wis tinggalin aja tuch si Habibie jd laki kok ndak tegas
Priskha
aq kok jengkel sm Habibie ya sdh diberi kesempatan 2x msh mau buat ulah lg pingin aq tonjok aja tuch mukanya ndak ada kapoknya
Priskha
gentleman kmu Gibran aq salut dg pengorbananmu demi keutuhan rmh tangga kakakmu kmu rela mempertaruhkan kebahagiaanmu
Priskha
pinter agama tp akhlak minim ndak rasa klau sdh nyakitin hati istrinya 🙄🙄🙄🙄
Priskha
anjayy ngakak hbs aq thor smp keselek terbatuk2 🤣🤣🤣🤣🤣
Priskha
pantesan aja ayahnya Kiara bludrek lihat kelakuan anaknya spt itu awas nanti jd Hypertensi trs stroke lho ayah...yg sabar aja anggap aja hiburan 😂😂😂😂
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor
Rita susilawati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Maryana Fiqa
baru pertama baca sudah bikin sakit perut,betul betul kami kyara ya🤣🤣🤣
Martina Arvia
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!