[TAMAT]
Ketika terbangun, Abella berada di dalam sebuah novel yang dimana tokoh utamanya, sang ratu, yang memiliki nama yang sama dengannya mati di tangan sang raja.
Dan berita buruknya, ia adalah ratunya sekarang.
By @yooazaa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yooazaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15. Ulang Tahun Raja
“Selamat datang, Yang Mulia”
Raja yang baru turun dari kereta kuda di sambut oleh sekelompok pelayan. Di belakang nya Ruth sibuk dengan dokumen nya seperti biasa sambil meminta tolong kepada pelayan lain untuk membawakan dokumen lain nya yang masih tersisa.
“Dimana ratu?” tanya raja langsung pada inti nya.
Sudah seminggu lebih sejak ia pergi meninggalkan istana untuk mengurus perbatasan. Dan sudah selama itu pula ia tidak menemui Abella.
“Ratu berada di kamar nya, Yang Mulia”
“Baiklah, selesaikan pekerjaan kalian. Aku akan menemui ratu”
Para pelayan menunduk hormat hingga raja masuk ke dalam istana.
“Apa Luke masih bersama pangeran?” tanya Ruth kepada kepala pelayan disana.
“Luke akan kembali setelah pangeran menyelesaikan pelajaran berkuda nya” jawab kepala pelayan itu.
“Kalau begitu sampaikan kepada nya untuk menemui ku saat selesai di perpustakaan” ujar Ruth.
“Akan saya sampai kan secepat nya” setelah itu Ruth langsung pergi menuju perpustakaan untuk menyelesaikan pekerjaan nya.
Sedangkan Abella kembali berdiam diri sambil membaca buku di kamar nya seperti biasa. Ia sudah selesai berkeliling taman sejak pagi dan kini ia memilih membaca buku setelah makan siang. Masih banyak yang harus ia pelajari di dunia ini.
Ia sudah menyuruh Lela beristirahat karena wajah nya yang pucat, walaupun gadis itu terus menolaknya tapi Abella berhasil memaksanya untuk beristirahat.
Lagi pula ia sudah tidak membutuhkan apa pun, dan hari sudah menjelang sore. Yang ia butuhkan hanya makan malam nanti dan kembali tidur.
Pintu kamar terbuka membuat Abella menoleh, karena tidak mungkin Peter yang berjaga di luar akan masuk tanpa mengetuk pintu.
“Yang Mulia?” tanya Abella kaget saat mendapati raja yang masuk kedalam kamar.
“Apa setelah sekian lama aku pergi kau memanggil ku dengan sebutan itu lagi?”
“Eh? Ah, maksudku Zaven?”
“Aku merindukanmu” raja seketika memeluk Abella, Abella yang belum siap membeku dalam pelukan raja.
“Kupikir kau akan kembali minggu depan” raja melepas pelukan nya lalu menatap Abella.
“Kau tidak suka aku kembali cepat?” wajah raja menampilkan ekspresi kecewa, membuat Abella bingung.
“Bukan begitu, hanya saja kudengar kau akan kembali setelah dua minggu”
“Aku tidak suka berlama lama disana, lebih baik disini dengan mu” raja kembali memeluk Abella manja.
“Kenapa tidak memberi tahu terlebih dahulu, aku bisa menunggu mu atau menyambut mu” protes Abella.
“Yang terpenting aku sudah disini”
Sesi manja raja kembali di mulai. Ia tidak mau jauh jauh dengan Abella, dan berakhir tidur di sofa dengan kepala yang diletakan di pangkuan Abella yang melanjutkan acara membaca nya.
“Abella” panggil raja.
“Hmm..” Abella hanya bergumam, mata nya tetap fokus pada buku yang berada di tangan nya.
“Apa yang akan kau berikan kepada ku saat aku berulang tahun kali ini?” pertanyaan raja sukses membuat perhatian Abella teralih pada nya.
Abella menyerngitkan dahi nya. Pantas saja pelayan istana sangat sibuk sejak kemarin, ternyata raja akan berulang tahun dan pasti nya akan ada acara perayaan nya.
“Kau selalu memberikan ku pakaian walaupun pakaian ku banyak dan juga barang barang aneh lain nya. Apa yang akan kau berikan kali ini, hmm?”
Abella menghela nafas nya, kenapa tubuh ini benar benar tidak kreatif dalam memberikan hadiah, dan apa ia sebegitu ingin nya mendapat perhatian raja.
“Apa yang kau mau?” tanya Abella menawarkan pada akhirnya.
“Kau serius menanyakan itu padaku?” tanya raja memastikan.
“Memang apa yang kau mau?”
“Kamu, Abella” raja terkekeh menatap wajah melongo Abella.
“Huh?”
Di saat Abella masih berusaha mencerna ucapan raja, pangeran masuk dengan wajah senang nya. Lalu mendorong raja agar menjauh dari Abella hingga hampir terjatuh dari sofa.
“Lucius!” Raja menggeram kesal.
“Ibunda, ayo kita makan malam” ucap pangeran mengabaikan raja.
“Eh? Baiklah, ayo kita kesana”
“Hei, jangan merebut nya!” protes raja, tangan nya meraih Abella dan memeluk nya dari belakang.
“Lepaskan ibunda!” pangeran menarik raja agar melepaskan Abella, sedangkan Abella hanya bisa menatap mereka bosan.
Ia memang sudah merubah sebagian cerita nya dan membuat kedua orang di depan nya memberikan perhatian kepada nya, tapi kenapa mereka justru membuat Abella lelah dengan tingkah kedua nya.
“Berhenti bertengkar” Abella memotong perdebatan mereka.
“Tapi Lucius ingin bersama ibunda” Lucius membela diri nya.
“Aku lebih dulu dengan nya” raja tak mau kalah.
“Kalau begitu lanjutkan saja, dan aku akan pindah ke istana lama ku” kalimat terakhir Abella sukses membuat kedua nya terdiam.
Abella berjalan lebih dulu meninggalkan kedua nya. Memiliki nasib yang buruk di dunia ini memang menakutkan, tapi mendengarkan mereka berdebat setiap hari bagi nya tidak ada beda nya dengan itu. Lama lama mereka membuat nya sakit kepala.
“Ibunda, tunggu aku!”
“Abella” dan berakhir membuat kedua nya kembali merajuk pada nya.
★★★★
Hari ulang tahun raja tiba, seluruh penghuni istana sibuk dengan persiapan acara yang di adakan nanti malam. Bukan hanya para pelayan, raja dan pangeran ikut sibuk dengan kegiatan nya.
Raja sejak pagi sudah berada di ruang kerja nya untuk menyelesaikan dokumen, pangeran juga sibuk menyelesaikan kegiatan belajar nya sejak makan siang berakhir. Semua nya di lakukan agar dapat hadir di acara.
Sama hal nya dengan Abella. Beberapa hari yang lalu, ia ikut menyelesaikan pekerjaan istana selayak nya tugas yang di kerjakan seorang ratu.
Awalnya raja berkata akan mulai memberikan tugas tersebut setelah acara ulang tahun nya. Tetapi di karenakan keadaan istana yang sibuk membuat nya harus mengerjakan tugas nya lebih cepat.
“Ughh... akhir nya selesai” Abella menaruh berkas terakhir di meja nya lalu menyandarkan tubuh nya ke kursi.
“Yang Mulia Ratu, anda harus bersiap siap sekarang” ujar Lela memaksa Abella agar tidak bermalas malasan, pasalnya ia membutuhkan banyak waktu untuk bersiap siap.
“Ahh.. baiklah baiklah..”
Abella menurut dan mengikuti arahan Lela dan pelayan lain nya. Ia mendapatkan beberapa perawatan sebelum berganti pakaian dan memakai make up nya.
Setelah hampir tiga jam, Abella selesai dengan persiapan nya dan berdiri di depan cermin dengan kagum. Ia akui, Ratu Abella ini benar benar cantik.
“Ratu, apa kau—” raja yang masuk ke dalam ruangan mematung melihat nya.
“Ah, Yang Mulia”
Seluruh pelayan mengundurkan diri begitu raja masuk. Meninggalkan mereka berdua di ruangan itu.
Abella mendekati raja yang masih terdiam di tempat nya.
“Selamat ulang tahun, Yang Mulia Zaven Clardeus” ucap Abella terkekeh.
Senyum raja mengembang mendengar ucapan selamat itu, di detik berikut nya Abella sudah berada di pelukan nya.
“Terima kasih, ratu ku”
TBC
@yooazaa
Bantu vote dan share ya\~
sukaaaaa😻😻😭