Alia dipecat secara tidak terhormat oleh direktur perusahaan tempat dia bekerja. Di fitnah mendapatkan posisi tinggi melakukan pendekatan genit dengan anak direktur perusahaan. Rekan kerjanya tidak ada yang mau membantu atau menolong sehingga itu semua menyakitkan hatinya sampai tengah malam akan kesedihannya itu datang empat pria asing ingin memanfaatkan kondisi Alia yang sedang putus asa tapi seorang pria datang untuk menolongnya. Namun, siapa sangka pria yang menolongnya itu adalah mantan pacar dan sudah mempunyai anak dari mantan istrinya lalu anak mantan pacarnya itu tiba-tiba ingin Alia menjadi pengasuhnya!
Dukung Author dengan memberikan dukungan komentar dan like-nya biar semangat update hehe
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15.
Mendekam di penjara itu sangat tidak menyenangkan anggap saja 5 menit di dalamnya seperti 5 jam karena narapidana tidak diperbolehkan melihat waktu hanya lampu menyorot satu sel penjara berisikan 10 narapidana dengan kasus kriminal yang berbeda-beda.
Pintu besi dengan dua lubang berbentuk persegi panjang hanya bisa di buka dari luar pintu biasanya polisi atau pengantar makanan yang melakukannya. Lantai dingin adalah kasur untuk mereka tidur, tempatnya tidaklah luas sehingga 10 narapidana harus mengatur posisi tidur mereka, satu toilet digunakan bergantian dan narapidana kuat yang berkuasa di tempat tersebut.
Sebagai pendatang baru, Alia diharuskan tidur dengan posisi duduk tanpa bisa menutup kedua matanya karena bau dari toilet menyatu di ruangan tersebut hanya memikirkan Aileen saja membuat Alia merasakan ketenangan.
Alia tidak menyesali pilihannya dengan tenang menunggu seseorang yang akan mendatanginya dan apa yang Alia tunggu ternyata seseorang itu akhirnya berani memperlihatkan diri.
"Yang namanya Alia, ada yang mengunjungimu!" ucap polisi sambil membuka pintu sel penjara
Alia mengikuti polisi menuju tempat kunjungan ketika sampai betapa sedihnya tatapan Reza saat melihat Alia berpakaian tahanan.
"Bagaimana kondisimu?" tanya Reza dengan nada pelan sambil menunduk
"Baik!" jawab Alia
"Kenapa kamu tidak menangis?" tanya Reza
"Tidak!" jawab Alia dengan nada tenang
"Marah?" tanya Reza
"Sama sekali tidak!" jawab Alia
"Seharusnya kamu marah! Aku tidak pernah berubah dari dulu sampai sekarang selalu saja menyakitimu! Kenapa, kenapa kamu tidak pernah marah Alia? Saat kita putus, kenapa kamu malah menangis? Marah, benci dan kutuk pria sepertiku memangnya apa yang kamu lihat dariku Alia? Pria ini sudah menghancurkan hidupmu, menghabiskan seluruh waktumu lalu membuangmu begitu saja layaknya sampah. Ahhhh, benar aku sampahnya!" teriak Reza dengan nada tinggi tapi tidak sadar sedang menangis
"Aku sudah mencoba untuk marah, membencimu bahkan melupakanmu tapi waktu yang kita habiskan bersama tidak mudah untuk dilupakan. Kamu pikir hanya dirimu saja yang menderita? Jangan egois, Reza! Benar, hidupku hancur setelah kita putus bahkan sulit untukku melupakanmu padahal ingin sekali aku memulai hidup baru tapi tidak bisa. Pikir dengan kepalamu! Selama ini kamu tidak pernah berubah selalu memakai emosi dan memutuskan semuanya sendirian!" balas Alia dengan nada tinggi sembari menangis
"Aku tidak pernah mempunyai keinginan untuk mencampakkan mu, Alia!" teriak Reza dengan nada tinggi sambil berdiri dari tempat duduknya
"Oh iya, terus apa? Putus terus pergi begitu saja tanpa kabar sama sekali, ha!" balas Alia dengan nada tinggi lagi sambil berdiri dari tempat duduknya untuk menghadapi Reza
"Aku sudah berkali-kali memilih untuk kabur tapi tidak bisa! Jangan pikir aku menikahi Jessica karena menginginkannya. Aku itu masih mencintaimu bahkan sampai sekarang ini!" teriak Reza sambil mendekati Alia dengan ekspresi serius
"Lihat kamu egois!" balas Alia menatap kedua mata Reza
"Aku tahu itu." ucap Reza membalas tatapan Alia
"Kamu serakah!" ucap Alia sambil memukul dada Reza
"Aku tahu itu." ucap Reza mendekap Alia
Alia meluapkan kesedihannya sambil mencengkeram kuat dada pria yang dia cintai. Suara tangisnya menenangkan hati tanpa sadar Reza menjadi tiang kukuh memberikan Alia waktu untuk mengeluarkan seluruh perasaannya.
"Aku masih membencimu, Reza!" ucap Alia sambil menangis
"Tidak apa! Aku lebih menyukai itu karena pria sepertiku pantas menerimanya." balas Reza
"Selanjutnya apa yang akan kamu lakukan untuk menyelamatkan Aileen?" tanya Alia sudah berhenti menangis
"Sebelum itu, aku harus mengeluarkanmu dari sini." jawab Reza
"Bagaimana? Kabar mengenaiku itu sudah menyebar memangnya bisa?" tanya Alia
"Tasya, dia itu lulusan fakultas hukum. Saat ini, Tasya lagi berunding dengan kepala sipir penjara. Alia, maaf untuk kali ini tolong tahan sampai Leen selamat setelah itu aku akan membuang semua berita yang menjelekkan dirimu!" minta Reza masih memeluk Alia
Alia merasa bahagia karena Tasya menolongnya.
"Aileen adalah prioritas utama kita. Jadi, Reza jangan khawatirkan diriku sampai Aileen selamat biarkan aku menjadi penjahatnya!" balas Alia dengan berani menghadapi kabar buruk tentangnya
"Itu yang kusukai darimu, Alia. Keberanian untuk menghadapi sesuatu sangat berbeda denganku." ucap Reza sambil senyum
"Iya, iya. Terus sampai kapan mau pelukannya?" tanya Alia sambil melihat wajah Reza
Reza langsung melepaskan pelukannya dengan tersipu malu berusaha tidak memandang Alia sebab saat dirinya dilihat Alia dari posisi pelukan sungguh membuat jantungnya berdetak sangat kencang saking manisnya.
Alia juga merasakan hal yang sama tapi bisa disembunyikan sangat berbeda dengan Reza. Sekarang Alia ingin Reza mulai mengubah diri dengan memberikan kecupan di pipi kanan sebagai hadiah penyemangat seketika membuat Reza terkejut.
"Aku masih membencimu tapi berusahalah memikat hatiku lagi, Reza!" ucap Alia dengan senyum manisnya
Reza menarik tangan Alia keluar penjara.
"Akan kulakukan!" balas Reza
Di sisi lain, Tasya menjadi pengacara Alia dengan memakai pernyataan Reza yang membuat laporan hanya demi menyelamatkan putrinya sehingga kedua belah pihak tidak saling membenci karena melakukan sandiwara untuk menipu penculik.
Kepolisian memahami betul keanehan tersebut karena sangat berbeda dengan laporan kronologi yang Alia beritahu sebab sangat detail bahkan sesuai kejadian tanpa ada pemalsuan. Tasya meminta kepolisian untuk bekerja sama dan mereka senang hati melakukannya kemudian Alia sama Reza menunjukkan diri.
"Maaf membuatmu menunggu." ucap Tasya sambil memeluk Alia dengan erat
"Terima kasih banyak sudah membantuku, Tasya." balas Alia
Alia teringat ciri-ciri pelaku dengan memberitahu semuanya kepada polisi untuk membantu pencarian, Reza mengetahui motif pelaku yaitu membenci Alia bahkan nomor telepon dan nomor rekening tidak diubah sehingga memudahkan polisi untuk melacaknya.
"Membenciku? Mungkin ada dua orang di dunia ini, Jessica sama Rama." ucap Alia
"Jessica tidak mungkin melibatkan dirinya karena dia itu wanita licik." bantah Reza memahami betul sifat Jessica
"Yang berarti pelaku sementara, Rama." ucap Tasya
"Rumah, waktu dan target sang penculik terlalu mengetahui informasinya. Jadi, Rama kemungkinan bekerja sama dengan Jessica tapi untuk memastikan pelakunya adalah Rama. Kita tunggu Reza mendapatkan telepon darinya karena orang pendendam itu tidak akan berhenti sampai targetnya sengsara." ucap Alia
"Jika Jessica bekerja sama mungkin dia akan memanfaatkan kondisi ini untuk mengajukan hak asuh anak." ucap Reza
"Kalau begitu biarkan rencana mereka berjalan sesuai keinginannya lalu hancurkan di saat-saat terakhir!" ucap Tasya
"Aileen tunggu Tante!" ucap Alia dalam hati
"Leen tunggu Papa!" ucap Reza dalam hati
Bersambung....
Like👍 dan Coment semangat yahh ✍️ ❤️❤️❤️