Mengejar Cinta Lala
Seorang gadis yang berjuang melupakan masa lalu yang kelam akhirnya jatuh cinta pada seorang pria yang mampu mengembalikan senyumnya.
Namun siapa sangka ternyata pria itu berhubungan dengan masa lalunya dan juga adik dari kekasih yang sangat dia cintai.
Kamu Hanya Milikku
Perjalanan Cinta terkadang tidak semulus yang kita harapkan. Kebersamaan, pertikaian dan perpisahan menyadarkan cinta yang sesungguhnya.
Setiap pertemuan akan ada perpisahan, setiap penderitaan akan ada kebahagiaan. Meski sudah terpisah jarak dan waktu, percayalah! cinta sejati akan selalu menemukan jalannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seindah Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam Pertama 1
Selesai pemberkatan dilanjutkan dengan resepsi pernikahan di Edelwys Hotel yang merupakan salah hotel mewah milik Julian.
Begitu banyak tamu undangan yang hadir memberi selamat pada pengantin malam hari ini. Bagaimana tidak, kedua pengantin sama-sama berasal dari keluarga pebisnis sukses. Mami yang saat itu melihat Lala mulai tak nyaman menyarankan Julian agar membawa Lala istirahat.
"Sepertinya Lala sudah tidak nyaman mungkin kakinya Lala pegal, lebih baik Lala istirahat ke kamar!" ucap mami memberi saran
"Baik Mi" sahut Julian kemudian menautkan jari-jarinya dengan jari-jari Lala
"Ayo!" ucap Julian tersenyum menatap Lala penuh arti
'perasaan apa ini? hatikumengapa berdebar-debar seperti ini?' gumam Lala bertanya-tanya dalam hatinya sambil menampilkan senyum kaku
'Mungkin hanya iba, aku tak boleh banyak berharap' batinnya lagi tak ingin terhanyut.
Tatapan mereka masih saja beradu
"Hush jangan buang-buang waktu, malam ini akan menjadi malam yang panjang buat kalian" seru mami sekenanya melihat mereka yang masih saja bertatapan. Mendengar pernyataan mami membuat mereka jadi canggung.
"Ekhem, ayo La!" Lalapun mengikuti langkah Julian, Bima mendekati mereka yang sedang berjalan dan berhenti tepat di depan mereka.
"Acaranya masih belum selesai sudah mau perdgi seenaknya!" tutur Bima
"Minggirlah! Adik kesayanganmu sudah kelelahan. Dia butuh istirahat" sahut Julian
"Ah itu hanya alasanmu saja karena tidak sabaran untuk ehemm" wajah Lala seketika memerah mendengar penuturan Bima, Lala mengerti apa yang dimaksud oleh Bima
"Menyingkirlah dengan segala ledekan-ledekanmu Tuan Muda Rui"
"Oke oke selamat menikmati malam pertama Tuan Dalas dan Nona Rui" ujar Bima tersenyum smirk
"Ingat yang dihadapanmu sekarang adalah Nyonya Dalas"
"Sudahlah menyingkir segera" sambung Julian lalu menarik Lala ke samping agar bisa melewati Bima, akan tetapi Lala yang tidak fokus malah menginjak gaunnya. Lala limbung beruntung Julian sigap langsung menahan badan Lala agar tidak jatuh.
Tanpa babibubebo lagi Julian langsung menggendong Lala ala bridal style berjalan meninggalkan ballroom tersebut. Para tamupun tertawa melihat perlakuan Julian. Lala diam dan gugup mencoba mengatur nafasnya.
Sesampai didepan kamar Julian meminta Lala merogoh saku celana untuk mengambil kunci yang berbentuk kartu dan membukanya.
Begitu pintu terbuka harum bunga yang begitu menyegarkan menusuk rongga hidung membuat kesan nyaman, ribuan kelopak mawar merah yang bertebaran di atas ranjang, nakas dan beberapa tangkai bunga mawar di lantai dengan hiasan dinding dan pencahayaan yang di tata menambahkan kesan keromantisan kamar pengantin mereka.
Lala menutup matanya menghirup dalam-dalam aroma bunga yang begitu menenangkan. Julian menutup pintu menggunakan sebelah kakinya kemudian berjalan menuju ranjang lalu merebahkan Lala secara perhalan tanpa mengawaskan kelopak-kelopak mawar tersebut.
Merasa sedikit terhempas di atas sesuatu yang empuk Lala pun membuka matanya dan memperhatikan sekelilinnya.
'Malam pertama' hanya itu yang terpikir di benaknya, wajah dengan senyum penuh ironi
"Bagaimana menurutmu?" tanya julian sambil membuka jas dan sepatu dan kemejanya
"Apanya?" tanya Lala balik
"Kamar pengantinnya?"
"Indah" hanya satu kata itu yang diucapkan oleh Lala mewakili kesan kamar pengantin mereka saat ini
"Ya benar, untuk malam yang indah" celetuk Julian yang sudah bertelanjang dada ikut merebah di samping Lala yang masih menggunakan gaun pengantinnya setelah membuka heels yang dikenakan Lala.
"Apa kau bahagia La?" sambil mengelus pipi Lala. Lala tidak menjawab hanya memejamkan matanya serepat mungkin hingga kelopak matanya tampak menggembung.
Julian dengan cepat bergerak mencium kedua mata Lala yang masih tertutup secara bergantian dan akhirnya menempelkan bibirnya tepat di bibir lala. Lala kaget membuka matanya dan beradu pandang dengan Julian.
"Tutup matamu La" ucap Julian kembali menempelkan bibirnya ke bibir Lala, kali ini bukan hanya menempelkan saja tapi Julian juga mengecupnya, memainkan bibir Lala sambil mengelus-elus lengan Lala.
Lala pasrah, menutup matanya dengan perasaan deg-degan dan tertekan menerima perlakuan Julian.
"Hempp" terdengar suara Lala, Julian melepaskan ciumannya. Memperhatikan Lala yang hendak membuka matanya kembali julian melakukan serangan bibir seperti yang tadi. Tidak ada balasan dari Lala. Tangan Julian bergerak ke bawah menarik gaun Lala hingga tersingkap keatas kemudian dengan gerakan lembut megelus paha dalam Lala dengan lembut. Lala kaget merapatkan kedua kakinya dan mendorong Julian. Sontak ciumannya terlepas.
tbc