NovelToon NovelToon
Holding The Heart

Holding The Heart

Status: tamat
Genre:Romansa / Tamat
Popularitas:319k
Nilai: 5
Nama Author: dewi wahyuningsih

Aku kira aku adalah istri yang paling di cintainya, aku pikir setelah janji pernikahan di ucapkan aku akan diperlakukan seperti ratu seperti sebelumnya, aku kira aku akan bahagia selamanya dengan anak-anak kami nantinya, tapi yang tidak aku sangka adalah, aku bahkan di anggap jauh lebih buruk dari pada sampah busuk.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi wahyuningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15 : Coklat Dan Mood

Bryant menatap Jarvis dengan tatapan bingung dan penuh tanya. Sebenarnya dia tadi menyusul Jarvis untuk memberitahu kepada Jarvis bahwa luka di tangan Elle lumayan menyakitkan kalau sampai tergesek sehingga dia ingin meminta Jarvis untuk baik-baik kepada Elle yang belum tentu juga bersalah seperti tuduhan semua orang padanya. Tapi, melihat cara Jarvis menyeret dan membawa Elle masuk ke dalam kamar tentulah Bryant menyadari benar bahwa hubungan Jarvis dan juga Elle tidaklah sederhana.

" Kenapa kau kemari? " Tanya Jarvis saat mendapati Bryant berada di depan pintu.

Jarvis membuang nafasnya, bagaimanapun dan entah seperti apa hubungan Jarvis dengan Elle, Bryant adalah pria yang paling tidak menyukai kekerasan dalam bentuk apapun terlebih kepada seorang wanita.

" Luka di tangan gadis itu pasti sangat perih meskipun kelihatannya tidak parah. Kalau di lihat dari raut wajahnya yang pucat, sepertinya dia juga sedang dalam keadaan tidak baik, ayu bisa jadi dia belum makan sadari pagi. Lebih perhatian lagi orang di sekitarmu, Jarvis. Percayalah tanpa mereka semua kau pasti akan kesulitan. "

" Jangan sok tahu, mana mungkin orang yang ada di rumah ini sampai kelaparan? Apa kau meremehkan ku? "

Bryant membuang nafas kasarnya, ternyata Jarvis malah sulit mengendalikan diri semenjak kejadian empat tahun lalu itu. Tapi mau sampai kapan semua orang harus memaklumi sikap kekanak-kanakan seperti itu?

" Baiklah, kau memang yang paling mampu dalam banyak hal. Kalau begitu, biarkan aku menemui gadis tadi supaya aku bisa yakin benar tidak terjadi apapun dengan kesehatannya. "

Jarvis mengeraskan rahangnya menahan kesal. Bagiamanapun dia memang paling tidak suka ada yang ikut campur dengan urusan pribadinya. Elle, dia paling tidak akan mengizinkan siapapun ikut campur di dalamnya.

" Jangan pernah berpikir untuk bisa menemuinya lagi, pulanglah sekarang juga karena tugasmu sudah selesai. Aku akan mengirimkan biaya lebih untukmu, jadi jangan bertindak lebih karena aku tidak membutuhkannya. "

Bryant menghela nafas, dia menggeleng karena benar-benar lelah menghadapi keras kepalanya Jarvis yang semakin menjadi-jadi.

" Jarvis, caramu melarang ku untuk menemui pelayan rumahmu benar-benar membuatku semakin tidak mengerti. Kau seharunya tahu jika keadaannya tidak baik-baik saja kan dengan melihat bagaimana wajahnya? Aku tidak ingin berbuat lebih sebenarnya, hanya saja aku tidak ingin menyesal karena melewatkan kesempatan untuk menolong orang lain seperti yang terjadi beberapa waktu sebelumnya. "

" Aku bilang, pergilah karena tugasmu sudah selesai. Urusan wanita itu biar aku yang urus. "

" Kau seperti sedang menjelaskan kalau kau dan juga adikmu ingin menyiksa gadis itu lebih lagi. Jarvis, meksipun aku baru pertama kali melihat gadis itu, entah mengapa aku yakin kalau dia tidak memiliki niat buruk sama sekali dengan keluargamu. "

" Pergi, aku sudah cukup mendengar nasehat darimu. Kau boleh saja mengoceh tentang banyak hal lain, tali tentang urusan pribadiku, jangan harap kau bisa mengomentarinya walau sekata pun. "

Urusan pribadi? Bryant terdiam tak lagi bisa mengatakan apapun. Mungkinkah hubungannya dengan Elle begitu dalam sampai Elle termasuk orang dalam lingkup pribadi Jarvis? Sekarang dia benar-benar tidak bisa mengatakan apapun lagi dan berceramah karena jelas lah Jarvis tidak akan mendengarkannya.

" Sudah selesai melamunnya? Aku harus pergi untuk mengerjakan sesuatu, jadi pergilah sekarang. " Ucap Jarvis lagi-lagi sudah tidak tahan melihat Bryant yang seperti enggan untuk meninggalkan tempat itu.

" Biarkan aku memberikan beberapa nasehat agar gadis itu cepat pulih, setelah itu aku akan pergi. "

Hah......

Jarvis membuang nafas kasarnya, ternyata Bryant benar-benar sulit sekali untuk di tangani. Seberapa banyak kali pun dia meminta untuk pergi masih lah tetap tidak bisa menggoyahkan keinginan Bryant.

" Lima menit. "

Bryant tersenyum seraya mengangguk paham. Dengan cepat dia masuk ke dalam kamar, sebentar menatap Elle yang terdiam dengan tatapan kosong di lantai memeluk lututnya, dan menyender di pinggiran gempa tidur.

" Hei? " Bryant berjalan semakin mendekat, dia mengeluarkan sesuatu dari kantung jaketnya, dan itu adalah roti coklat yang biasa dia makan kalau tidak sempat makan saat bekerja.

" Makanlah ini, aku memberikan ini bukan karena aku ingin menghinamu, tapi kandungan coklat biasanya akan membuat suasana hati berubah menjadi sedikit menyenangkan, ini un- " Bryant tak lagi bisa berkata karena dengan cepat Elle menyambar rotinya dan membukanya, langsung di makan. Sungguh dia benar-benar sangat lapar hingga masa bodoh saja bagaimana Bryant akan menilainya.

" Kau kelaparan rupanya? " Bryant tersenyum, entah mengapa Elle yang rakus seperti itu benar-benar terlihat layaknya anak kelinci yang begitu lucu dan menggemaskan. Apalagi saat ada sisa coklat di sisi bibirnya, dia benar-benar sangat manis melebihi coklat itu sendiri.

" Dengarkan baik-baik, banyaklah makan karena wajah pucatmu itu hampir mirip seperti gejala kurang gula. Istirahat juga di malam hari dengan cukup, besok aku akan menitipkan vitamin kepada satpam rumah, kau bisa mengambilnya nanti. "

" Ini nomor telepon ku, hubungi saja aku kapanpun saya kau merasa kurang baik. " Bryant memberikan kartu namanya kepada Elle yang baru saja selesai memakan roti coklat itu. Elle tak mengatakan hal lain selain terimakasih untuk roti coklatnya membuat Bryant merasa akan lebih baik dia pergi dan membiarkan Elle istirahat.

" Apa yang dia katakan? " Tanya Jarvis kepada Elle, tali begitu melihat bungkus roti dan sisa coklat di sisi bibir Elle, dia baru sadar kalau ucapan Bryant tadi mungkin benar kalau Elle kelaparan.

" Mengatakan apa? Kau ingin jawaban bagaimana? Haruskah aku jawab bahwa dia menasehati ku untuk aku tetap sehat, atau kau ingin mendengar jawaban kalau dia sedang mencoba menggodaku dan akhirnya kami saling menggoda dan memiliki janji temu? "

" Jawab saja yang benar dan jangan bertele-tele! " Kesal Jarvis.

" Bukankah aku selalu di anggap salah dan di hukum? Aku hanya ingin mengikuti saja bagiamana keinginanmu karena siapa tahu dengan begitu kau akan berhenti menyiksaku. "

Jarvis berjalan cepat mendekati Elle, meraih lengan Elle dan membuatnya bangkit dari lantai lalu menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur. Aneh, yang Elle rasakan malah seperti Jarvis sedang menyuruhnya untuk jangan duduk di lantai.

" Jangan senang dulu, kau memang salah kan? Kau sudah membunuh calon anakku jadi aku akan tetap menghukummu! " Setelah mengatakan itu Jarvis keluar dari kamar Elle.

Sebentar Elle membenahi posisi tubuhnya untuk duduk di atas pinggiran tempat tidur dengan benar. Dia membuang nafas berharap kejadian ini bisa membuat hatinya semakin kuat. Tadinya Elle ingin melepas celemek yang ia gunakan, tapi saat menyentuh bagian depan dimana ada kantung di sana dia mengeryit karena merasakan ada benda di dalam kantung. Elle meraih benda itu, dan ternyata kertas yang ia temukan di lantai kamar Vivian.

" Dasar bodoh! Kenapa juga aku bawa sampah ini kemana-mana. " Tadinya Elle ingin membuangnya karena sudah mengangkat tangan untuk melempar, tapi saat matanya tidak sengaja membaca bagian nama rumah sakit Elle mengurungkan niatnya dan sebentar membuka kertas yang berbentuk bola itu lalu membacanya.

" Hah! Bodoh..... Benar-benar sangat bodoh! " Elle terkekeh sendiri.

Bersambung.

1
Shyfa Andira Rahmi
👍👍👍
Shyfa Andira Rahmi
hehhh...mksudnya🤔🤔
Shyfa Andira Rahmi
👏👏👏
Shyfa Andira Rahmi
👍👍👍
Shyfa Andira Rahmi
good Eliza👏👏👏
Shyfa Andira Rahmi
kapokmu😡😡
Shyfa Andira Rahmi
ini tohh alasannya....orang kaya n pinter ktanya, tpi ko malah BODOH
Ngga ada detektif2an gtu, buat nyari kejadian sesungguhnya🤔🤔
Shyfa Andira Rahmi
ngga sudi disentuh sama laki2 bekas perempuan lain 🤮🤮🤮
Shyfa Andira Rahmi
👏👏👏
Shyfa Andira Rahmi
kenapa??
Shyfa Andira Rahmi
pertanyaan yg sama dgn ku 😅😅
Shyfa Andira Rahmi
nahh itu yg jdi pertanyaan...sampe di bab ini masih blom tau apa masalahnya😁😁
❄️ sin rui ❄️
bagusss, aku suka wanita pintar hahahahha
Novi Tadwi
bagus
melting_harmony
Luar biasa
Annie Soe..
Satu lagi karya halu otor yg aku suka,
tengkyu & teris berkarya semangaatt..
Elisabeth Ratna Susanti
mantap jiwa 😍
Erlina
bagus
sandi Gelau
Vivian tk tahu diri..dh diberi kesenangan..tp tk puas melihat kesenangan org lain..
sandi Gelau
jarvis bukan nya jahat..dia cuma terbawa dgn bls dendam yg blm tntu btul..Jarvis mmg mencintai ell sjk pertemuan pertama..tp dia terjebak dgn bls dendam..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!