Seorang pemuda bernama Li Hao tiba-tiba saja dipindahkan ke daratan asing tanpa mengetahui alasan yang jelas.
Sebuah layar tiba-tiba saja muncul di hadapannya, dia diberikan sebuah System yang bisa membuatnya menjadi kuat dalam waktu singkat.
Namun, tidak ada satupun penjelasan yang menjelaskan alasan Li Hao dipindahkan. System yang diberikan padanya seperti sebuah program tanpa adanya kehidupan, dan ia harus menjelajahi daratan asing tersebut untuk bisa bertahan hidup.
Apakah Li Hao mampu bertahan hidup di daratan yang bukan dunianya lagi, dan mencari tau alasan kenapa dirinya dipindahkan?
Baca terus novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon XERA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membantai Lebah Penghisap Darah
Setelah sampai di ujung lorong dan keluar dari sana, Li Hao dan Xia Zhan mendapati sarang lebah raksasa yang tingginya mencapai 12 meter. Selain itu, mereka berdua menyadari kalau ketiga lorong sebelumnya terhubung ke tempat ini.
“Mengerikan...” Li Hao merasa merinding saat melihat sarang tersebut, ia melirik ke arah gadis di dekatnya dan menemukan wajahnya pucat pasi. “Kalau kau ketakutan, kembalilah sebelum terlambat.”
Xia Zhan tersentak mendengar itu, ia menoleh ke arah Li Hao sebelum menggeleng pelan. “Tidak, aku siap.”
Li Hao menatap Xia Zhan sejenak sebelum menghela napas pendek, ia kemudian kembali menatap sarang raksasa tersebut dan berpikir. “Jumlah mereka setidaknya ada 100 dan mungkin bisa lebih, apa aku benar-benar bisa membunuh semuanya?” raut wajah Li Hao tampak sangat serius. “Kalau aku memancing mereka ke lorong ini, ada kemungkinan mereka lewat lorong lainnya dan mengepungku dari belakang.”
“Apa aku menebas sarangnya saja?” Li Hao memegang dagunya, lalu menggeleng pelan. “Tidak, itu malah akan membuat mereka marah dan menyerangku dengan agresif.”
“Kita bakar saja sarangnya,” Xia Zhan berkata dan membuat Li Hao menatapnya.
“Bagaimana caranya? Kita tidak pun-”
Ucapan Li Hao langsung berhenti tepat setelah melihat Xia Zhan mengeluarkan bola api dari tangan kanannya.
“Bagaimana dengan sekarang?” Xia Zhan tersenyum tipis.
“Aku hampir lupa kalau sekarang aku tinggal di dunia kultivator, sudah sewajarnya jika seorang manusia bisa memanifestasikan elemen,” Li Hao berkata dalam hati, lalu menyadari sesuatu. “Tapi, jika Xia Zhan membakar sarang dan menghabisi banyak lebah, apa itu akan terhitung di misiku?”
Li Hao memikirkan itu sejenak, dan menurutnya terlalu beresiko jika membiarkan Xia Zhan melakukan hal tersebut.
“Xia Zhan, aku punya rencana lain...”
“Rencana lain?”
Li Hao mengangguk sebagai tanggapannya, kemudian menjelaskan rencananya dengan tenang.
...----------------...
“Menutup dua lorong lainnya dengan api agar akses keluar masuk mereka hanya di lorong ini, itu memang ide yang bagus. Tapi, bukankah lebih efektif membakar sarang mereka?”
Xia Zhan cukup yakin kalau jumlah mereka akan berkurang secara signifikan jika dirinya membakar sarang raksasa itu.
“Kau benar, tapi tujuanku di sini adalah untuk meningkatkan kemampuan tempurku bukan menghabisi mereka secara percuma. Kalau kau membakar sarang itu dan mengurangi jumlah lebah yang ada, lalu untuk apa aku memburu mereka?” Li Hao segera membalas.
Xia Zhan tidak mengatakan apapun, lalu menatap Li Hao dengan serius. “Lalu, aku di mana selagi kau bertarung dengan para lebah itu?”
“Tugasmu adalah berjaga di antara tiga lorong dan memastikan api yang menyala di dua lorong lain tetap hidup. Selain itu, jika ada lebah yang lolos dariku, kau dapat membunuhnya.”
“Itu artinya aku tidak ikut membantumu melawan lebah-lebah itu? Bagaimana kalau kau mati dan membuat kita berdua terbunuh di Gua ini?”
“Aku mengetahui batas kemampuanku, dan aku merasa membantai lebah-lebah itu bukan perkara yang mustahil,” Li Hao menjawab, dia bisa seyakin itu karena percaya pada System. “Lagipula, kau memiliki tugas yang penting dan itu sangat membantuku.”
Xia Zhan menghela napas panjang setelah terdiam selama beberapa saat. “Baiklah, aku mengikuti rencanamu. Lalu, bagaimana menutupi dua lorong dengan api?”
“Untuk sekarang kita akan menebang kayu dan menumpuknya sampai bisa menutupi pintu lorong.”
Li Hao bergerak menuju luar Gua, sementara Xia Zhan hanya diam dan mengikutinya dari belakang.
Mereka berdua kemudian keluar dari Gua dan mulai menebang beberapa pohon di sekitaran sana. Setelah selesai mereka langsung kembali dan menumpuk batang pohon di kedua lorong sampai penuh tanpa menyisakan celah sedikitpun.
“Apa apimu bisa membakar semua batang pohon itu?” Li Hao bertanya tanpa menoleh.
“Jangan meremehkan aku.” Xia Zhan mengangkat sudut bibirnya, ia kemudian menciptakan bola api yang cukup besar di tangan kanannya lalu melemparkannya ke lorong bagian tengah.
Whooosh!
Ketika bola api menabrak tumpukan kayu tersebut, api langsung menyebar dengan cepat dan membakar lorong tengah.
“Menakjubkan...” mata Li Hao berbinar, perasaan untuk mempelajari elemen langsung muncul di dalam hatinya. “Hei, Xia Zhan, saat pulang nanti maukah kau mengajariku cara menggunakan elemen?”
“Hm, memangnya kau tidak bisa menggunakan elemen?” Xia Zhan bertanya, sedikit mengerutkan alisnya karena terkejut.
“Begitulah...”
Xia Zhan mengangguk dan berkata, “Baiklah, aku akan mengajarimu caranya setelah kita kembali ke gunung.”
Li Hao tersenyum senang, dan kemudian menatap ke arah lorong kiri. “Sepertinya mereka menyadari hal ini.” Li Hao kembali menatap Xia Zhan. “Cepat bakar lorong kanan, aku akan bersiap-siap.”
Xia Zhan mengangguk cepat, sementara Li Hao langsung memasuki lorong kiri.
Saat Li Hao telah menempuh setengah perjalanan, dia melihat tiga siluet lebah berukuran satu meter terbang ke arahnya. Tepat di belakang mereka, ada lebih banyak lebah yang mengikuti.
“Baiklah, aku pasti bisa!” seru Li Hao sambil mengeluarkan pedangnya yang hampir hancur, lalu melapisi seluruh tubuh dan pedangnya dengan qi.
Meskipun hal tersebut adalah bentuk pemborosan Energi Spiritual, tetapi Li Hao tidak punya pilihan yang lebih baik dari ini.
“Mereka pasti sudah menyadari keberadaanku...” Li Hao bisa mendengar suara berdenging mereka seolah sedang berkomunikasi satu sama lain. “Itu artinya, sudah tidak ada gunanya bagiku untuk menyembunyikan hawa keberadaan.”
Li Hao melepas auranya dan membuat domain dalam jarak tertentu yang bisa memperlambat pergerakan mereka. Sesuai perkiraan Li Hao, pada saat lebah-lebah itu memasuki domainnya pergerakan mereka mulai melambat secara bertahap.
“Sekarang saatnya...” Li Hao bergerak maju dengan sangat cepat, dan ia langsung menebas lebah-lebah yang ada di depannya.
Satu...
Dua...
Tiga...
Empat..
Lima...
Enam...
...----------------...
81 Lebah Penghisap Darah terbunuh hanya dalam waktu kurang dari satu batang dupa terbakar.
“Hosh... hosh... hosh...” napas Li Hao memburu, dirinya saat ini sedang berdiri di antara puluhan mayat lebah, seluruh tubuhnya dipenuhi dengan darah berwarna kuning pucat. “Tempat ini menjadi lebih sempit karena mayat mereka, pergerakanku mulai terbatas...”
Li Hao melihat sekitarnya sembari mengatur napasnya. “Apa aku harus maju? Jika mundur, Xia Zhan bisa ikut terlibat dan tentu saja itu akan membahayakannya...” Li Hao memutar otaknya sebelum berdecak kesal saat mendengar kembali suara berdenging dari kejauhan. “Tsk, apa mereka tidak bisa membiarkan aku istirahat setidaknya lima menit?”
Li Hao kemudian membuka layar statusnya dan melihat levelnya telah naik menjadi 48 dan SP miliknya juga bertambah 30 poin.
“Aku butuh kekuatan dan kecepatan.”
Li Hao tanpa berpikir lebih jauh langsung memasukkan SP-nya ke statistik Strength dan Agility.
[Strength +15]
[Strength: 84 > 99]
[Agility +15]
[Agility: 56 > 71]
Li Hao menyeringai ketika merasakan kekuatan baru saja masuk ke dalam tubuhnya. “Para lebah! Bersiaplah menemui kematian kalian!”
Li Hao maju dengan penuh semangat dan mulai membantai para lebah yang mengarah ke dirinya.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.