NovelToon NovelToon
Transmigrasi Queen Mafia In Novel

Transmigrasi Queen Mafia In Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis / Fantasi / TimeTravel / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:16.3k
Nilai: 5
Nama Author: mealvineaaaa

Marquellia Anderson, dikenal sebagai Lia, adalah ketua mafia yang ditakuti di seluruh dunia. Keahliannya dalam strategi dan pertarungan telah menjadikannya raja di dunia bawah tanah. Namun, suatu hari, dalam pertempuran sengit, Lia mengalami nasib yang tak terduga. Dia terbangun dan mendapati dirinya dalam tubuh seorang gadis muda bernama Felicia Lauren Filipe.

Felicia adalah anak yang diabaikan oleh keluarganya. Lahir dari keluarga bangsawan yang kaya raya, dia selalu dianggap sebagai beban karena penampilannya yang tidak menarik dan kekurangannya dalam segala hal. Keluarga Filipe memperlakukannya dengan dingin dan merendahkan, membuat Felicia hidup dalam bayang-bayang kebencian dan penghinaan.

Namun, kini, dengan jiwa Lia yang kuat dan tak kenal takut dalam tubuh Felicia, segalanya akan berubah. Lia bertekad untuk membalas dendam kepada mereka yang telah meremehkan dan menyakiti Felicia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mealvineaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 15

Happy Reading...

jangan lupa tombol suka dan comment!!

Lia berlari melintasi lorong istana yang dipenuhi bayang-bayang malam. Suara dentingan pedang dan teriakan menggema di udara, menciptakan suasana yang penuh dengan ketegangan dan ketidakpastian. Hatinya berdebar kencang saat dia mendekati aula utama, di mana pertempuran sengit sedang berlangsung.

Di tengah keributan, dia melihat Duke Richard memimpin para penjaga dengan keberanian luar biasa. Ayahnya berjuang tanpa kenal lelah, mengayunkan pedangnya dengan ketepatan yang mematikan.

Lia merasa bangga melihat kekuatan dan keteguhan hati ayahnya, tetapi dia tahu bahwa mereka membutuhkan setiap bantuan yang bisa mereka dapatkan.

"Lia! Di sini!" teriak Eleanor dari seberang aula. Dia sedang membantu beberapa penjaga yang terluka, tetapi matanya terfokus pada Lia. "Kita harus menemukan pemimpin mereka dan menghentikannya!"

Lia mengangguk dan segera berlari ke arah Eleanor. "Aku melihat pria bertopeng itu tadi. Dia harus ada di sekitar sini. Kita harus menangkapnya."

Eleanor menarik napas dalam-dalam. "Kita tidak bisa melakukannya sendirian. Kita butuh rencana."

Saat mereka berdiskusi, sebuah suara familiar terdengar dari belakang mereka. "Nona Lia, Eleanor, kita harus bertindak cepat!" Itu adalah Kapten Bernard, kepala penjaga yang setia pada keluarga Filipe. "Aku punya beberapa orang yang bisa membantu. Kita harus mengepung pria bertopeng itu dan menangkapnya hidup-hidup."

Lia mengangguk setuju. "Baiklah, kita akan bekerja sama. Kita harus menyudutkannya di ruang pertemuan di ujung koridor. Eleanor, kamu dan beberapa penjaga bisa mengambil posisi di pintu belakang."

Kapten Bernard setuju dengan rencana itu. "Kami akan mengepung dari depan. Pastikan tidak ada yang lolos."

Dengan rencana yang matang, mereka segera bergerak menuju ruang pertemuan. Lia merasakan ketegangan di setiap langkahnya, tetapi dia tahu bahwa mereka harus berhasil. Ini adalah satu-satunya cara untuk mengakhiri ancaman yang menggantung di atas keluarga mereka.

Di depan pintu ruang pertemuan, mereka berpisah. Eleanor dan beberapa penjaga menyelinap melalui pintu belakang, sementara Lia dan Kapten Bernard bersiap untuk menyerang dari depan. Lia menarik napas dalam-dalam, menguatkan tekadnya.

"Dalam hitungan tiga," bisik Kapten Bernard. "Satu, dua, tiga!"

Mereka menerjang masuk dengan kekuatan penuh. Di dalam ruangan, pria bertopeng itu berdiri dengan angkuh di tengah meja, dikelilingi oleh beberapa anak buahnya. Mereka terkejut melihat Lia dan pasukannya menyerang dengan tiba-tiba.

"Serang mereka!" teriak pria bertopeng itu, mencoba mengarahkan anak buahnya untuk melawan. Namun, Lia dan yang lainnya sudah siap. Pertarungan terjadi dengan cepat, pedang beradu dan teriakan memenuhi ruangan.

Lia fokus pada pria bertopeng itu. Dia harus menangkapnya dan mengungkap semua rahasia yang tersembunyi. Dengan gerakan lincah, dia menghindari serangan dan melancarkan pukulan balik. Pria bertopeng itu menunjukkan keahlian bertarung yang hebat, tetapi Lia tidak menyerah.

"Aku akan menghentikanmu malam ini!" teriak Lia sambil mengayunkan pedangnya dengan penuh kekuatan.

Pria bertopeng itu tertawa sinis. "Kamu pikir kamu bisa menang, Nona Lia? Kami punya rencana yang jauh lebih besar dari yang kamu bayangkan!"

Pertarungan berlangsung semakin sengit. Lia merasakan kelelahan mulai menghampirinya, tetapi tekadnya tidak pernah goyah. Dia harus melindungi keluarganya dan mengungkap kebenaran. Dengan satu gerakan terakhir, dia berhasil menjatuhkan pedang pria bertopeng itu dan mengarahkan pedangnya ke lehernya.

"Siapa yang mengirimmu? Apa rencana kalian?" tuntut Lia dengan suara penuh kemarahan.

Pria bertopeng itu tersenyum licik. "Kamu pikir ini sudah berakhir? Kami hanya permulaan. Ada banyak lagi yang akan datang."

Sebelum Lia bisa merespons, pintu belakang tiba-tiba terbuka lebar dan beberapa penjaga tambahan masuk. Eleanor memimpin mereka, tetapi wajahnya tampak pucat. "Lia, kita harus pergi sekarang! Ada serangan lain di sayap timur istana!"

Lia merasa hatinya tenggelam. Ancaman mereka lebih besar dari yang dia bayangkan. "Tangkap dia dan bawa ke ayahku!" perintah Lia kepada penjaga yang ada. "Kita harus mengendalikan situasi di sayap timur."

Eleanor mengangguk dan mereka segera berlari keluar ruangan. Ketika mereka sampai di sayap timur, pertempuran semakin sengit. Pasukan musuh telah berhasil masuk dan melancarkan serangan besar-besaran.

"Duke Richard sedang bertarung di sana!" teriak salah satu penjaga sambil menunjuk ke arah kerumunan musuh.

Lia dan Eleanor segera bergabung dalam pertempuran, berjuang dengan segala kemampuan mereka. Suasana penuh dengan ketegangan dan kepanikan, tetapi Lia tidak pernah menyerah. Dia tahu bahwa dia harus melindungi istana dan keluarganya.

Dalam kekacauan itu, Lia melihat sosok pria bertopeng lain yang tampak mengendalikan pasukan musuh. Dia mengenalinya sebagai salah satu musuh yang lebih tinggi pangkatnya. "Kita harus menangkapnya!" teriak Lia kepada Eleanor.

Mereka berdua berusaha mendekati pria bertopeng itu, tetapi pasukan musuh menghalangi mereka. Pertarungan semakin memanas, tetapi Lia tidak pernah berhenti. Dengan setiap ayunan pedangnya, dia merasa semakin dekat dengan kebenaran.

Saat akhirnya mereka berhasil mendekati pria bertopeng itu, dia tiba-tiba berbalik dan melarikan diri ke arah pintu belakang. Lia berusaha mengejarnya, tetapi pintu itu tiba-tiba tertutup dengan keras, menghalangi jalannya.

"Lia, kita harus keluar dari sini!" teriak Eleanor, menariknya mundur. "Istana ini bisa runtuh jika kita tidak hati-hati."

Lia merasa frustrasi, tetapi dia tahu bahwa Eleanor benar. Mereka harus bertahan dan melindungi yang lain. Dengan perasaan campur aduk, Lia mundur bersama Eleanor, berusaha menyusun kembali kekuatan mereka.

Saat mereka melangkah keluar dari sayap timur, suara dentingan pedang dan teriakan masih terdengar. Lia tahu bahwa ini bukan akhir dari pertempuran mereka. Ancaman masih ada, dan mereka harus terus berjuang untuk mengungkap kebenaran dan melindungi keluarga mereka.

Di tengah kegelapan malam yang penuh dengan ketegangan, Lia bertekad untuk tidak menyerah. Dia tahu bahwa mereka masih memiliki jalan panjang di depan, dan musuh yang licik masih bersembunyi di bayang-bayang. Pertarungan ini belum berakhir, dan Lia siap menghadapi apapun yang akan datang.

---

Dengan tekad yang kuat, Lia berdiri di tengah reruntuhan istana, memandang ke arah hutan yang gelap. Dia tahu bahwa musuh masih berkeliaran, merencanakan serangan berikutnya. Tetapi dia tidak akan menyerah. Dengan Eleanor di sisinya, dia siap untuk melanjutkan perjuangan mereka.

Di kejauhan, suara serigala melolong memenuhi udara malam. Pertarungan ini masih jauh dari selesai, dan Lia tahu bahwa dia harus siap menghadapi apapun yang akan datang. Masa depan keluarga Filipe bergantung pada kekuatannya dan keberaniannya untuk melawan.

Dan dalam kegelapan malam, Lia merasa ada sesuatu yang besar dan berbahaya yang sedang mendekat. Sesuatu yang akan menguji kekuatan dan tekadnya lebih dari sebelumnya. Tetapi dia siap. Pertarungan ini baru saja dimulai.

_Bersambung_

1
B.manusia
ini adalah cerita yang sangat menarik dan menyenangkan untuk di baca


semangat terus ya kak buat cerita novel nya💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯
MARQUES
nanya mulu apa yang perlu di rencanakan selanjutnya sebenrnya nya MC nya queen mafia apa preman pasar sih?
Dayang Nis
J
Ibuk'e Denia
aq mampir thor
Alvinaa
kaget bangg
Alvinaa
ngeriii
Alvinaa
lanjut thor
Alvinaa
lanjutkan
Alvinaa
semangat kak
ALFINA
okk
MA¹²queen
hai kak, aku ma¹² mampir kenovel mu, mampir juga yuk ke novel ku, kita saling dukung🤗😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!