DILARANG BOOM LIKE,
Ling wei adalah salah satu tokoh pendukung yang harus diperankan lea. Ling wei lemah, tidak berani melawan, pendiam dan penurut.
sejak lea yang memerangkannya, dia mengubah nasib ling wei menjadi karakter utama dalam novel. Bahaya dan hambatan selalu membuat lea terjatuh, demi bisa mengubah dirinya dalam novel, lea bangit dan memulainya lagi.
kerja keras dan usaha lea tidak sia-sia. Dia berhasil menjadi tokoh utama dalam cerita.
ig: wahyuniunit2
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UNI NANNI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lagi-lagi perkelahian
Woobin kaget, dirinya masih utuh dan tidak terluka. Seseorang menyelamatkannya dari kecelakaan yang menimpahnya. Dia melihat orang tersebut bersimpah darah, woobin cepat membantu. Woobin kaget, dia adalah ling wei.
Ling wei terbaring di klinik, di samping tempat fui man. Fao man merasa puas melihat ling wei terluka, akhirnya ling wei mendapat musibah juga.
"Aku sangat bersyukur, ling wei kecelakaan. Semoga saja dia tidak sadarkan diri dan mati" kata fao man yang membuat woobin naik darah.
"Kau fokus menjaga fui man, tidak perlu perhatian dengan ling wei" kata woobin.
"Kau tidak sadar woobin, ling wei seperti ini karena mendapat karma. Dia sudah membuat adikku yang tidak bersalah berbaring lemah di sini"
"Fao man, ling wei sudah mengatakannya padamu jika bukan dia yang melakukannya"
"Aku tidak percaya, dia hanya mengelak dan tidak terima karena ketahuan. Dia wanita murahan yang selalu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kemauannya saja" kata fao man.
Woobin tidak bisa menahan amarahnya mendengar fao man mengatakan jika ling wei wanita murahan. Dia menarik kerah baju fao man dan mendaratkan pukulan di wajahnya.
"Jangan pernah merendahkan ling wei seperti itu" teriak woobin tepat di kuping telinga fao man.
Jian dan raniya yang baru datang kaget, dirinya di sambut dengan perkelahian fao man dan woobin.
"Lihat saja nanti, jika adikku sadar dan mengatakan semuanya siapa orang yang membuatnya seperti ini, aku berjanji akan membunuh orang tersebut" kata fao man.
Jian dan raniya menelan ludanya mendengar perkataan fao man, mereka saling pandang dengan perasaan takut. Sementara woobin terlihat santai. Woobin sangat yakin jika bukan ling wei pelakunya.
"Kita tunggu sampai fui man sadar, aku yakin bukan ling wei yang membuatnya tergelam" kata woobin dengan percaya diri.
Jian dan raniya menjaga ling wei, mereka menatap fao man yang duduk menjaga adiknya. Ponsel fao man berdering, dia mengangkatnya. Tidak lama, fao man keluar setelah mengangkat telepon. Ini kesempatan bagi jian dan raniya untuk menyingkirkan ling wei.
"Jian, kau tidak mau di bunuh fao man kan?" Tanya raniya
"Iya, kita harus melenyapkan fui man secepatnya sebelum semuanya terungkap" kata jian sambil menatap raniya.
"Ancaman fao man sangat mengerikan, ini kesempatan bagi kita untuk melenyapkan fui man selama-lamanya. Aku tidak habis pikir dia masih hidup dan terbaring di sini" kata raniya
"Bunuh saja fui man sekalian, dia akan menjadi ancaman bagi kita nanti" kata jian sambil berdiri dan melangkah lebih dekat dengan fui man.
Jian dan raniya melepas alat infus dan pernapasan fui man, mereka berdua tersenyum setelah melepasnya.
"Akhirnya kita berhasil, kita cepat pergi dari sini sebelum fao man datang" kata raniya sambil berjalan keluar dari klinik, diikuti jian.
Woobin datang kembali menjengguk ling wei, dia melihat alat bantu pernapasan fui man terlepas. Woobin menghampiri dan bermaksud memasangnya kembali, tetapi keburu fao man datang dan menghentikannya.
"Kau melepas alat bantu adikku? Maksudmu apa, kau mau membunuhnya?" Kata fao man dengan marah.
"Tidak, aku melihatnya terlepas makanya mau memasangnya" kata woobin dengan santai, dia tidak merasa bersalah karena woobin tidak melakukan kesalahan.
"Woobin, kau membela ling wei daripada adikku dan kau ingin membunuhnya sekarang? Tega kamu woobin"
"Aku tidak melakukan seperti dugaanmu" kata woobin masih bersikap santai walau kemarahan fao man sudah di ujung.
Fao man memukul woobin hingga tersungkal dan terdorong ke belakang, woobin membalasnya tidak terima. Dia memukul balik hingga perkelahian pun terjadi. Fui man kehilangan nafas, woobin dan fao man yang sedang berkelahi berhenti.
"Fui man, ada apa dengannya?" Kata woobin yang melihat fui man aneh.
Fao man menoleh dan melihat adiknya kritis.
"Alat bantu pernapasan tidak terpasang" kata fao man.
Fao man memakaikan alat bantu pernapasannya sementara woobin memakai infusnya. Fui man kembali normal setelah alat bantu pernapasannya di pakai lagi.
udah dibuat penasaran 😕
Authornya gemar banget buat pembacanya penasaran 😂😂😂
Auto ngebut 😈😈
Panggung, tokoh pendukung, dan lain-lain! Yang kutangkep, So-hee ini udah sadar ya?
My Ice girl saranghae mampir ksih dkungan..
semangat ya..
klo smpat mampir jg..