NovelToon NovelToon
Modern God Of War

Modern God Of War

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / TimeTravel
Popularitas:98.2k
Nilai: 5
Nama Author: Anni Cewexsmaniz

Pada zaman Dinasti Han. Tepat di abad 202 SM terjadi peperangan yang disebut dengan pertempuran Gaixia. Pertempuran tersebut menjadi awal mula kekuasaan Dinasti Han.


Namun keajaiban terjadi. Putri dari panglima perang yang ikut andil dalam perang, justru berteleportasi ke zaman masa kini. Sebuah kejutan untuk seorang gadis bernama Yoona Larasati. Putri panglima perang tersebut, menjadikan tubuh asli Yoona Larasati untuk membalaskan dendam kepada orang-orang yang dulu menindas pemilik tubuh asli Yoona Larasati.


Seorang pria bernama Lee Anggara Davidson, begitu tertarik dengan Yoona Larasati yang terlihat berbeda dari sebelumnya. Akankah keduanya bisa bersatu? Seorang putri panglima perang, bersama dengan seorang raja film yang begitu terkenal. Simak kisahnya, hanya disini😂

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anni Cewexsmaniz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15. UKS

Aduh! Aku sebenarnya takut sekali. Akan tetapi, aku harus bisa menjadi pahlawan bagi Nona Airi. Siapa yang tahu, dia akan menjadi suka padaku. Ya, benar. Sepertinya, aku harus nekat.

"Argh! Menjijikkan! Pergi-pergi!" teriakan membahana dari Airi, membuat semua orang menoleh padanya. 

Terlihat sosok hantu abal-abal, mendekati Airi. Pantas saja, Airi berteriak histeris. Pasalnya, wajah hantu abal-abal tersebut, dibuat begitu nyata sekali. Hanya saja darah di wajahnya, bukan darah yang asli. Yoona melirik wajah hantu abal-abal itu. Tidak ada bau anyir dari darah. Yang ada, hanya beberapa cairan yang entah apa itu.

"Heh, minggir kau! Dasar hantu sialan! Ja-jangan mendekat. Ka-kau mau ngapain? Oh, hei! Jangan mendekati Nona Airi ya! Ada Satria yang akan menolong. Bisa habis kau, aku libas kepalamu!" bentak Satria dengan sedikit tergagap.

Dia ini benar-benar bodoh sekali. Apa dia tidak sadar, jika dia ini sungguh memalukan? Sungguh cocok sekali dua orang itu. Batin Haris.

"Tuan Haris, mengapa kau tidak melindungi Nona Airi? Bukankah dia, pasanganmu?" tanya Yoona heran. Gadis itu mendekati Haris, yang nampak tenang berdiri di tempatnya.

"Tidak perlu. Hanya membuang waktu saja. Lagipula, bagaimana dengan pasanganmu? Lihat, Tuan Satria. Justru memilih wanita licik itu kan?" terdengar Haris menggeram pelan. Belum sempat Yoona menjawab, Airi justru berlari mendekati Haris.

"Tuan Haris, aku mohon tolong aku. Aku hanya bisa mempercayaimu, sebagai partnerku. Tolong, bawa aku pergi dari sini," iba Airi. Air mata sudah membanjiri wajahnya. Riasan di wajah, sedikit berantakan kali ini. Membuat Haris sedikit menjaga jarak.

Ya ampun! Dia ini tidak bisa berkaca ya? Wajahnya saja, banyak yang hitam-hitam. Beruntung sekali, Tuan Satria memiliki kekasih seperti Nona Yoona ini. Tidak akan menjadi beban sama sekali. Ya ampun, sungguh sial sekali aku ini. Bisa-bisanya aku dipasangkan, dengan Nona Airi yang bikin muak. Haris membatin frustasi.

"Kalian masih disini?" tanya Dion Leonardo.

Mata Haris menangkap sosok yang digendong Dion, ala bridal style tersebut. Matanya memicing. Sama seperti Airi, Nana Maharani begitu ketakutan.

"Tu-Tuan Dion, bisakah Anda turunkan saya?" Nana tergagap. Kedua pipinya merona jingga, saat ada banyak pasang mata yang melihat keadaannya.

Jangan ditanya lagi, bagaimana detak jantungnya kini. Jantung itu, berpacu lebih cepat dari biasanya. Terlebih, Dion Leonardo memilih sendiri Nana Maharani. Hal itu menjadi sedikit spesial, untuk Nana. Seorang aktris polos, yang sebelumnya insecure pada dirinya sendiri.

"Ya ampun! Gentle sekali, Tuan Dion Leonardo ini."

"Benar sekali. Padahal Tuan Dion Leonardo ini, begitu muda. Seperti aktris polos itu. Ah, Nona Nana Maharani begitu menggemaskan."

"Wah, aku suka sekali couple ini. Dua-duanya, sama-sama menggemaskan."

"Aku setuju sekali, jika mereka melanjutkan hubungan di dunia nyata. Siapa yang tahu, setelah acara ini mereka menjadi lebih dekat?"

"Benar. Ada dua orang yang sangat menjadi beban. Hei, turunkan pasanganmu itu. Kau mau menggendongnya sampai kapan?" ejek Haris.

"Oh, maafkan aku, Nona Nana. Silahkan," ucap lembut Dion Leonardo.

"Terima kasih, Tuan Dion Leonardo. Kau bijak sekali. Maaf, merepotkanmu," timpal Nana Maharani dengan membungkukkan badannya, lalu berdiri tegak.

"Kalian berdua ini, serasi sekali. Beruntung kau, Tuan Dion. Pasanganmu, sama sekali tidak takut," cibir Haris.

"Bukan tidak takut. Aku takut juga berada disini. Tapi, kan mereka hanya hantu bohongan," sahut Nana Maharani. "Tapi, terkadang sedikit menjijikkan di wajahnya." imbuh Nana dengan polosnya.

Nona Nana ini, setidaknya dia bisa menjaga dirinya sendiri. Bukan seperti seseorang yang menjadi bebanku, selama di perjalanan. Lagi, Haris membatin kecewa.

"Sudah. Ayo kita jalan!" Yoona kini memimpin jalan. Diikuti oleh mereka yang sedikit ketakutan.

Langkah mereka semua terhenti. Jalan kini bercabang. Dari papan, diketahui dua jalan itu mengarah pada dua tempat. Yaitu, jalan menuju kantin, dan UKS Sekolah. Di dinding, terdapat tulisan dengan darah palsu. Dari tulisan palsu itu, menyatakan sebuah peringatan. Untuk jangan pergi ke UKS.

"Aku penasaran, mengapa kita dilarang untuk pergi ke UKS sekolah?" tanya Yoona dengan bingung.

"Kalau begitu, kita pergi ke kantin saja!" potong Airi.

"Benar. Ayo, kita pergi ke kantin!" Satria menginterupsi. Tetapi nihil, tidak ada yang ingin berjalan lebih dulu.

"Semakin dilarang, bukankah semakin membuat penasaran. Dengan apa yang ada di ujung sana?" kata Yoona dengan memulai langkahnya, menjejakkan kaki di perpecahan jalan menuju UKS sekolah.

"Baiklah. Ayo, Nona Yoona. Kita sudah membuang banyak waktu disini, karena seseorang yang pengecut," tukas Haris.

"Dasar. Tuan Haris, sebaiknya kita pergi ke arah Kantin saja. Mari, Tuan Haris," ajak Airi dengan bibir yang gemetar.

"Maaf, tapi aku memilih mengikuti Nona Yoona pergi ke UKS sekolah," tolak Haris dengan halus.

Airi menghentakkan kakinya ke lantai dengan kesal. "Baiklah, terserah!"

Melihat Airi pergi menuju kantin, Satria berteriak, "Nona Airi, aku ikut denganmu! Tunggu."

"Nah, tinggal kalian. Terserah kalian, mau memilih jalan kemana. Tetapi, tekadku sudah bulat. Babay!" teriak Yoona. Kini ia melanjutkan perjalanan yang tadi, berhenti sebentar.

"Nona Yoona, tunggu! Aku ikut denganmu!" Nana berteriak lantang. Dion Leonardo mengikuti dari belakang. Disusul Haris, yang notabenenya lebih senang mengikuti jejak Yoona.

Airi dan Satria berjalan perlahan-lahan. Dengan berbekal lampu senter remang-remang, keduanya melangkah beriringan. Hawa dingin menembus kulit. Terlebih untuk Airi, yang memakai gaun ketat.

Perasaan kalut itu mulai menyerang, saat mendapati suasana sekitar sangat sepi. Merasa ada yang aneh, Airi membalikkan tubuhnya. Kedua matanya membulat seketika, saat mendapati justru mereka berlawanan arah.

"Loh, kok malah kesana semua?" tanya Airi bingung.

"Apa kita coba kesana saja? Daripada hanya berdua di sini? Takutnya, malah kita nggak bisa keluar dari sini. Mumpung mereka belum jauh, Nona Airi," bujuk Satria.

Jika berdua saja, aku terlalu takut. Lebih baik, bersama-sama mereka saja. Sialan! Kenapa ada acara menyeramkan begini? Keluh Satria dalam hati.

"Begitu ya? Ya sudah! Ayo, kita ikuti mereka. Daripada hanya berdua begini. Aku tambah merinding saja," kata Airi seraya tubuhnya bergidik ngeri.

"Ayo." Satria segera menarik tangan Airi.

"Baiklah, kalian harus keluar dari lorong tersebut. Dalam waktu yang ditentukan. Jika kalian belum bisa keluar dari lorong tersebut, maka akan ada banyak hantu yang bermunculan. Berhati-hatilah." kata sutradara Jo Samuel dengan pengeras suara. 

"Ya ampun, apa-apaan itu? Ini acara apa, sih? Ini adalah variety show terburuk! Lagian, kenapa harus di tempat kayak gini?" Airi terus menggerutu pelan.

Semua orang mendengar ucapan sang sutradara. Membuat mereka semua, mulai gelisah. Terlebih Airi dan Satria. Mereka yang sudah takut, ditambah lagi dengan rasa kalut yang luar biasa.

1
Al^Grizzly🐨
Maaf baru baca..tapi yang aku tahu dan semua orang di dunia pastinya juga tahu...termasuk authornya...kalau nama tiongkok kuno itu tdak ada nama larasati...yoona memang ada sih...tapi ada nama Klan di depan...contohnya Han Yoona....
Sun Yoona...Cheng Yoona...Song Yoona...bukan Yoona Larasati...apa itu..walaupun hanya cerita fantasy...tapi sesuaikan juga nama nya thor...hahah...Yg aku tahu kalau yg mengubah nama itu hanya nama artis atau aktor film atau penyanyi...aneh dan kurang berkesan.
Amar arjuna
ke nya seru ni
Seranita Nyit Nyit
🤣🤣🤣
Sri Aisyah
dewaperang suruh sembunyi biasanya ada di garis depan saat perang jiwa perang yoona meronta ronta😂😂😂😋
amelco
dewa perang suruh nyanyi apa kata anak buah nya dialam sana ☺️☺️☺️
AbC Home
sebenarnya lebih bagus klo negara dan kota di buat inisial aja.
entah bagaimana ini jd berasa ngk sreg gitu maaf cuman komen tp alur sampe sini ok
R@3f@d lov3😘
seruuuu 😁😁 dan menarik 😍😍
R@3f@d lov3😘
menarik 🤨🤨
Maya 😇
crazy up thor ☝️💪🥳
Putri Arista
krezy up thor
Erlan Toraja
sering sering up ya thor cerita.x sru😁
Emyl Ros Telaumbanua
aku jg sampai lupa akak ini cerita terakhir bacanya gmn 🤣🤣🤣😂
Siti Sukma
sampek lupa thor ak sama ceritanya😅
Ryani
akhirnya up jg
Numa_ni😊
semoga lancar updatean nya🤗🤗
Erlan Toraja
lanjut up🤩
Emyl Ros Telaumbanua
mampus kau satria Hermawan rasain itu sombong sih.itu akibatnya klo dah keterlaluan
Emyl Ros Telaumbanua
itu pasti si Sintya yg lakuin itu Krn cmn dia yg GK suka sama Yoona dan juga satria Hermawan.
siti fatimah
bagus yoona
Ryani
crazy up donk ka'
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!