NovelToon NovelToon
Auristela (Mu'Alaf Cantik)

Auristela (Mu'Alaf Cantik)

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:583.4k
Nilai: 4.6
Nama Author: RahmaYesi.614

Kisah perjalanan seorang wanita yang pindah keyakinan demi pria yang dicintainya. Namun, setelah menikah, bukan kebahagiaan yang didapatnya. Dia kehilangan bayi yang bahkan belum sempat dilahirkannya, lalu pada hari itu juga dia di ceraikan oleh pria yang dianggapnya akan mencintai dan melindunginya.

Akankah dia tetap teguh dengan keyakinan barunya? Lalu bagaimana kelanjutan kehidupannya. Yuk, saksikan kisahnya dalam novel "Auristela (Mu'alaf cantik)"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RahmaYesi.614, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Janjian

Begitulah jawaban Auri. Dia tidak ingin menjawab dengan ucapan yang jelas. Dia lebih suka menjawab dengan menggunakan kata kata kiasan saja. Dia yakin lama lama permirsa akan memahami makna dari apa yang diucapkannya. Jika mereka tidak paham pun, juga tidak apa. Toh semua itu tidak ada hubungannya juga dengan kehidupan Auri saat ini.

(Host: "Jawaban mbak Auri lumayan membingungkan. Namun, ini lah Auristela, ucapannya sulit dipahami, namun mendengar suaranya membuat hati terasa tenang dan damai.") Puji Host itu, lalu meminta para permirsa untuk bertepuk tangan.

Drriiittt…

Suara getar hp mengganggu fokus Al Fatih dalam menyimak setiap kata yang terucap dari mulut mantan istri dari lelaki yang membuat istrinya berpaling.

"Mas Al ini pesan dari bang Adin." Memberikan hp pada Al.

"Apa katanya, Ris?" Mengambil hp dari tangan Haris.

"Baca sendiri. Aku belum sempat baca. Masih mau menyimak apa yang akan diucapkan Auri." Sahutnya tanpa mengalihkan pandangan dari layar Tv.

Mendengar jawaban Haris, Al pun langsung menelpon bang Adin. Dia melangkah menjauh dari Haris.

"Assalamualaikum, malam bang." Duduk di kursi pinggir kolam renang.

"Walaikumsalam, malam mas Al. Ada kegiatan apa malam ini?"

"Tidak ada bang. Ada apa?"

"Ada yang mau saya diskusikan sama mas Al."

"Sekarang?"

"Kalau bisa sih iya. Aku yang ke rumah mas Al, juga Ok."

"Biar adil, gimana kalau kita ketemu di cafe aja bang. Tapi, kalau abang mau aku kesana, aku siap."

"Cafe aja deh. Ntar aku kirim alamatnya."

"Ok bang."

Pembicaraan pun berakhir. Al pun bergegas menuju kamar. Memakai hoody, masker dan topi hitamnya.

"Mau kemana, mas?" Tanya Haris saat melihat Al berpakain lengkap begitu.

"Ketemu bang Adin."

"Ok, tunggu bentar aku ganti baju." Ucap Haris.

"Nggak usah Ris. Aku pergi sendiri. Kamu di rumah aja." Mengambil kunci mobil, lalu segera bergegas pergi.

Setelah menempuh perjalanan sekitar lima belas menit, Al tiba di cafe. Begitu hendak masuk ke cafe, tidak sengaja Al bersenggolan dengan seorang wanita berambut panjang, tinggi bak model. Serta tampilan yang terlihat berkelas.

"Maaf mbak, saya tidak sengaja." Ucap Al.

"Tidak apa, mas. Saya yang harusnya minta maaf." Ucap wanita cantik itu.

Sekilas Al tidak sengaja menatap matanya. Al terpesona, dia merasa pernah melihat mata itu.

"Astaghfirullah." Ucapnya pelan dengan langsung menundukkan pandangannya.

"Mas kenapa?" Tanya wanita itu.

"Tidak apa apa, saya baik baik saja. Jadi, mbak mau kedalam atau…"

"Yah, saya baru tiba. Kebetulan janjian sama seseorang. Kalau Mas?" Tanyanya ramah. Senyumnya sangat manis.

"Sama saya juga janjian sama teman." Jawab Al.

Sebentar wanita itu mencoba memperhatikan Al dengan teliti. Hal itu mbuat Al merasa tidak nyaman.

"Kamu Al Fatih, kan?" Tebak wanita itu. Sedangkan Al hanya diam dengan mencoba mengalihkan tatapannya.

"Aku Alista Mark. Aku ngefans banget sama mas Al." Ucapnya penuh kebahagiaan.

"Ohh begitu. Gimana kalau kita ngobrol di dalam saja." Ajak Al, karena merasa tidak nyaman menjadi pusat perhatian orang orang yang baru berdatangan dan hendak pergi dari cafe itu.

Mereka pun akhirnya masuk. Alista duduk di kursi yang berhadapan dengan Al. Dia mengeluarkan secarik kertas dari dalam tasnya lengkap dengan pulpen.

"Tanda tangannya boleh dong, mas Al." Pintanya.

Dengan cepat Al pun menandatangani secarik kertas tersebut. Lalu menuliskan ucapan terimakasih dan sedikit doa agar selalu bahagia.

"Mas Al nggak sedang nunggu pacar, kan?" Tanya Alista.

"Nggak kok." Jawab Al malas. Sepertinya isu perselingkuhan itu masih belum reda.

"Oo, mh sorry mas Al. Maksud saya…"

"It's ok. Saya sudah biasa dengan pertanyaan itu." Lanjutnya lebih santai.

Alista tersenyum senang. Dia benar benar bahagia bisa bertemu dengan Al malam ini.

"Mas Al, Alista!" Seru bang Adin yang baru tiba.

Al hanya tersenyum, meski dia bingung. Kenapa bang Adin bisa kenal dengan Alista.

"Sorry ya saya telat. Kalian sudah pesan minum?" Tanya bang Adin.

Alista menggeleng malu malu, sedangkan Al menghela napas menyadari ternyata dirinya dan Alista janjian dengan orang yang sama.

"Waiter!" Bang Adin memanggil waiter.

"Ini menunya, mas." Waiter itu menyerahkan buku menu pada bang Adin.

Bang Adin memesankan minuman dan juga cake untuk Alista, Al dan dirinya.

1
Haida Royana
lho kog ngono ,bpkne Auri
Endang Sulistia
y udah rud...latihan dari sekarang ya 🤭😄😄😄
Endang Sulistia
jodohnya aurel
Endang Sulistia
kampret kau vin
Mama Gezkara
Luar biasa
Mama Gezkara
kak othor.... aku suka sekali dengan ceritanya... semangat yaaa
❣@Sha_Putrie❣
kurang pas sih Thor menurutku nama Calvin untuk putra pemilik pondok pesantren he..he..
Lilik Setyorini
Luar biasa, mangkin seru ceritanya, penuh inspiratif
Susanti Liau
Biasa
Susanti Liau
Buruk
Ika
bagus banget ceritanya
Neulis Saja
kayanya pas Al sama auri utk merajut mahligai rumah tangga karena keduanya sama2 tersakiti oleh org yg dicintainya. okay lah i agree 👌
Neulis Saja
kalau mau bunuh diri udah lanjutkan saja kenapa malah berharap ada yg nolong hah?
Neulis Saja
it's better to get a divorce
Neulis Saja
ehm kalau lakinya yg setia,istrinya yg selingkuh atau sebaiknya suami yg selingkuh istrinya yg setia ah dunia hanya memperdaya manusia saja bagi yg tipis iman mungkin setipis tisu
Neulis Saja
menyimak dari pembicaraan Al Fatih dan gio kayanya yg selingkuh adalah marsya masa iya anak masih kecil ikut dgn bapaknya yg hrs ninggalin karena kerja, hrsnya dan lebih deket dgn ibunya ini malah lebih deket dgn bapaknya, dari sini jadi curiga ?
Neulis Saja
ehm suri, you have to be patient because Allah is with those who are patient
Neulis Saja
auri, don't cry show that you are strong and you are not a weak woman 💪
Neulis Saja
tdk mengerti dgn Kelvin ko menyalahkan auri dia terjatuh di kamar mandi kenapa bawa2 tdk patuh sama suami keluar rumah, hai kau Kelvin Jaka sembung lho! suami macam apa kau menyalahkan yg kecelakaan yg tdk disengaja yg nama terpeleset bisa siapa saja dan bisa kapan aja tahu agama tapi gemblung lho 😲
Neulis Saja
auri, if you are in doubt leave, and if you are sure you must Istiqomah to your religion ☝️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!