NovelToon NovelToon
Ghaffar Si Penakluk Arwah

Ghaffar Si Penakluk Arwah

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Horor / Mata Batin
Popularitas:897.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nike Julianti

Seorang anak lelaki, yang harus menyaksikan kematian ibunya di ulang tahunnya yang ke 9. Tumbuh dengan hati yang dingin, seolah tak tersentuh. Tetapi ia sudah terbiasa, dengan sahabatnya. Petualangan bersama para roh, kuy kita baca🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Orang Tua para arwah

"Maaf kami datang terlambat" ucap seorang wanita yang tak muda lagi, ia pun melihat ke orang-orang yang datang. Ghaffar hanya diam memperhatikan, sejak kedatangan keluarga Arkana, Diki dan sekarang keluarga Theresia. Mereka terlihat asing, tak mengenal satu sama lain. Itu artinya dalang memang seorang psikopat. Menculik acak anak-anak, lalu menghabisi mereka.

"Tidak apa-apa tante, kami juga belum lama. Kenalkan saya Ghaffar, kalo mereka kalian pasti sudah kenal." Ketiga orang tua itu mengangguk, sembari melihat Akbar dan Damar.

"Saya Matius dan ini istri saya Grace" ucap orang tua Theresia

"Saya Bagus dan istri saya Santi" sambung orang tua Diki

"Kalau saya Danang, istri saya Hesti" lanjut orang tua Arkana, Ghaffar mencium punggung tangan mereka satu per satu. Akbar dan Damar melakukan hal yang sama, setelahnya mereka kembali duduk. Mereka berada di private room, yang ada di kafe ZAYYAS.

"Nak Akbar dan nak Damar bilang, kalau kamu mengetahui keberadaan anak-anak kami. Apa itu benar?" tanya om Danang, ayah dari Arkana

"Mungkin apa yang akan saya sampaikan, akan membuat om dan tante terkejut. Atau mungkin, tak bisa menerimanya. Tapi... ini faktanya, kalau anak-anak kalian.... ( Ghaffar menghembuskan nafas pelan ) sudah tiada." jawab Ghaffar

BRAKK

"JANGAN ASAL BICARA KAMU, ANAKKU TIDAK MUNGKIN SUDAH PERGI MENINGGALKAN KAMI" teriak om Matius, ayah Theresia. Tante Grace sang istri langsung merasa lemas, tubuhnya seolah mendapatkan kejutan listrik. Begitu juga dengan tante Santi dan tante Hesti, ketiganya memegang dada yang terasa nyeri.

Ghaffar tak marah, ia paham dengan keterkejutan mereka. Wajar orang tua yang mencintai anak nya, akan bereaksi seperti ini. Ghaffar menarik nafas dalam, lalu ia hembuskan pelan-pelan.

"Saya paham, bila om dan tante tidak terima dengan kabar yang saya sampaikan. Karena setau ku, kalian sudah berbulan-bulan mencari anak-anak kalian. Orang tua mana yang tidak akan sakit hati, mendengar buah hatinya telah menghembuskan nafas terakhir.

"Nak Ghaffar.... Apa... apa yang nak Ghaffar katakan... b-benar?" tanya tante Hesti, dengan suara bergetar. Air mata sudah membasahi kedua pipinya, fakta ini terlalu menyakitkan.

"Maaf tante, tapi yang Ghaffar katakan suatu kebenaran." jawab Ghaffar, tangisan para ibu pun pecah. Terdengar begitu menyayat hati, anak yang di kandung selama 9 bulan. Di lahirkan, dengan mempertaruhkan nyawa. Harus meninggal, di usia mereka yang masih sangat muda.

Ghaffar, Akbar dan Damar hanya bisa diam menunduk. Tentu ketiganya mengerti, apa yang di rasakan ketiga orang tua di depan mereka. Kehilangan orang yang di cintai, karena mereka pun sudah mengalaminya terlebih dahulu. Ghaffar yang kehilangan orang tuanya, dengan cara tragis. Akbar yang kehilangan ayahnya, harus meninggal karena kecelakaan tunggal. Juga Damar, yang juga kehilangan kedua orang tuanya. Orang tua Damar meninggal karena depresi, setelah di tipu oleh orang yang mereka anggap SAHABAT.

(Lewat dulu tentang Damar, kalo otaknya sehat. Mungkin nanti aku bikin cerita Damar, beberapa bab.)

"Apa yang membuatmu, bisa mengatakan hal itu nak Ghaffar?" tanya om Bagus, yang terlihat lebih tegar. Meski Ghaffar tau, bila hatinya sama-sama hancur.

"Ghaffar....

"Maaf om, Ghaffar memiliki indera keenam." sambung Akbar, yang melihat Ghaffar sulit melanjutkan ucapannya

"Indera keenam? Bisa melihat sosok lain? Apa itu artinya... kamu melihat arwah anak-anak kami?" tanya om Danang, Ghaffar mengangguk. Tubuh keenam orang itu, langsung lemas.

"Apa... apa mereka ada di sini?" tanya tante Santi

"Ya, arwahnya terlalu lama berkeliaran. Sehingga mereka sempat lupa, bila mereka memiliki orang tua. Beruntung mereka masih mengingat nama, sehingga saya bisa menemukan kalian. Saat ini, mereka sedang berada di tempat lain." jawab Ghaffar, ketiga arwah tengah bermain di ruangan lain.

"Om.. tante... Apa kalian pernah mendapatkan pesan, meminta tebusan?" serentak keenam nya menggelengkan kepala, Ghaffar mengangguk yakin.

Itu artinya pelaku, positif seorang psikopat. Yang bisa membunuh korban, tanpa rasa bersalah.

"Apa kita akan mencari jenazah mereka sekarang?" tanya Ghaffar, semuanya mengangguk

"Baiklah" Ghaffar memanggil Theresia, Diki dan Arkana

'Ada apa kak?' tanya Diki

"Mereka orang tua kalian, apa kalian ingat?" serentak ketiga arwah anak-anak tersebut menatap orang-orang dewasa, yang ada di ruangan tersebut. Sekelebat bayangan muncul, di ingatan masing-masing.

'AYAH, IBU' mereka mendekati orang tua masing-masing, berdiri di antara kedua orang tuanya. Yang tidak tau, bila anak-anak mereka ada di tengah-tengah.

"Ghaffar, mungkin bisa membantu kalian bertemu untuk terakhir kalinya." ucap Ghaffar

"Benarkah?" Ghaffar mengangguk

"Tapi, alangkah baiknya bila kita mencari jenazah mereka terlebih dahulu." ucap Ghaffar, kembali membuat hati para orang tua mencelos.

JENAZAH?

"Hiks... putraku... nak... hiks..."

.

.

Ghaffar meminta waktu untuk masuk ke kamarnya, ia akan mencoba membuka ingatan Theresia, Diki dan Arkana. Karena ada beberapa ingatan yang hilang, entah apa penyebab dari hal tersebut. Tapi ada satu alasan, yang biasanya memicu hal tersebut. Yaitu, karena shock dengan cara mati mereka.

Kedua orang tua ketiga arwah, memilih untuk pulang terlebih dahulu. Mereka akan mengabarkan dan menyiapkan tempat, untuk jenazah anak mereka. Meski mereka sulit untuk menerimanya, tapi semua sudah terjadi dan waktu takkan kembali ke belakang.

Sedangkan Damar, dia juga pamit untuk pulang terlebih dahulu. Karena harus menyiapkan makan malam, untuk nenek kesayangannya. Ia tak ingin, bila penghuni kosan lain merasa tak nyaman. Dengan kehadiran neneknya, yang sudah sepuh. Dan sebelum dia pergi, dia sudah memohon pada Ghaffar untuk mengajaknya. Saat nanti dia sudah mendapatkan lokasi, dimana jenazah ketiga anak tersebut di sembunyikan.

"Apa kalian siap?" Theresia dan kedua arwah lainnya saling tatap, lalu mengangguk bersamaan.

"Baiklah, mungkin... ini akan terasa sakit dan mengejutkan kalian. Arwah pun, bisa merasakan sakitnya manusia." terlihat wajah ragu, tetapi mereka sudah tak ada pillhan lain.

'Tapi kak Ghaffar..'

"Kenapa?" tanya Ghaffar, karena Theresia tak menyelesaikan kalimatnya

'Apa setelah nanti, jenazah kami sudah di temukan. Kami bisa tetap tinggal di sini?' tanya nya, Ghaffar menggelengkan kepala

"Kalian akan kembali ke tempat seharusnya, di sini... hanya untuk mereka yang tak mengingat kenapa mereka mati? Atau jenazahnya tak bisa di temukan, karena do'a dari keluargalah yang akan menuntun ke tempat yang sudah Tuhan sediakan." jawab Ghaffar

'Apa yang sebatang kara, bisa pergi dengan tenang?' tanya Diki

"Kakak yang akan mendoakan nya" jawab Ghaffar tersenyum

'Kakak, apa kakak percaya dengan kelahiran kembali?' tanya Theresia

"Kenapa memang?" tanya Ghaffar balik

'Seandainya kelahiran kembali itu ada, aku ingin sekali terlahir menjadi adiknya kak Ghaffar.' ucap Theresia, Ghaffar tertawa kecil

"Ya sudah, kita mulai ya." ketiganya mengangguk

Posisi mereka kini duduk membuat lingkaran, juga saling berpegangan tangan. Ghaffar dengan tangan kanannya, yang memegang tasbih kesayangannya. Memulai ritual, yang sudah pernah di ajarkan oleh kiyai Ummar.

SWOOOSSSHHH

Angin bertiup kencang, berputar di sekitar mereka.

.

.

"GHAFFAR...

...****************...

Alhamdulillah, bisa double ni hari

Jangan lupa like, komen, gift dan vote nyaaaa.....🥰

1
Zahbid Inonk
jangan sampai kakak nya Yusuf jdi ngerusak hubungan Wulan dan Ghaffar suguh goblog sekaleee lamun nya teh nu asih d pulang sengit nulungan anjing k gencet
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Naha jadi Leni mak 🤔 orang mana eta 😅
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
aretha jodohin sama akbar aja thor
Hasnawiyah Ansar
teteh butuh kopi ☕,udah 2 kali typo nama🤭
nurul supiati
Aretha sama kembarannya yg jadian ma Arimbi ajah eaaaaa
aurora
semangat Thor
kaylla salsabella
lanjut thor
nisa
Saya apa mak ,,, 🤔
lanjutttt ,,,,penasaran
vania larasati
lanjut kak
RiriChiew🌺
masih belum beresss inimah maslahnya 🙈 Aretha nanti kalau sudah sembuh jgn mau sama ghaf yaa sama si sahaaa eta NU sok jeng sighaf teh meni blass poho /Facepalm/
RiriChiew🌺: haha nah iyaa, duh Ampe hilap KA si Akbar🤭😅
total 2 replies
Dewi kunti
lha yg ngomong melati pa Wulan nich
mama_im
🤔🤔🤔🤔🤔🤔
Sani Srimulyani
kayanya di rumah majikannya yang dulu melati ga terlalu diperlakukan baik deh. kaya ada jurang pemisah antara majikan dan pembantu.
Sani Srimulyani
bukannya melati, ko sekarang jadi Leni.....
ule_keke (IG: ule_keke26): nama di judul sebelah kebawa, maafkan
total 1 replies
Ambu Rinddiany Thea
melati kan mak bukan leni 🤭😆
Ambu Rinddiany Thea: oh pantesan ath 😆
total 2 replies
Eliermswati
thor dikit amat sih bru jg bc dah d gantung ky jemuran😂😂smg nnti kakak nya Yusuf klo dah sdr dn baik2 sj, jngn cb2 jd pelakor y secr gaffar dah ad yg punya nnti q demo author nya😂😂smngt thor up nya
Ela Jutek
hais saya apaan dah, emak mah tuman banget
Lilis mulyati
aq hrap wanita yg bernama Aretha wanita baik gk jhat sma wulan apa lgi klau udah liat Gaffar bisa2 dia terobsesi sma Gaffar dan bkin celaka wulan
Ambu Rinddiany Thea: mudah mudahanah engga ya ka , sing jadi temen yg baik n tulus buat wulan
total 3 replies
nisa
lanjuttt mak
Zahbid Inonk
Ghafar keren 👍 udah punya perusahaan pun masih bikin perusahaan baru buat bantu orang" 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!