NovelToon NovelToon
Ketulusan Cinta Istri Pertama

Ketulusan Cinta Istri Pertama

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Poligami / Tamat
Popularitas:461.3k
Nilai: 5
Nama Author: munasih

Ini kisah berbagi cinta.

Amira menjatuhkan cintanya pada Gilwang seorang pria yang baru di pertemukannya saat hari pernikahannya. Tidak dengan Gilwang, tak menjatuhkan cintanya pada Amira, karena Gilwang sudah mempunyai kekasih yang berjanji akan menikahinya yaitu Anita.

Karena Gilwang orang yang pertama bisa membuatnya jatuh cinta, Amira akan tetap mempertahankan cintanya dan pernikahannya, meski Gilwang tak mencintainya. Bahkan Amira rela Gilwang menikah dengan kekasihnya asal tidak di ceraikan.

Apakah Amira akan tetap bertahan dengan pernikahannya setelah kehadiran Anita istri kedua yang ingin menjadi istri Gilwang satu-satunya?

Ikuti kisahnya hingga bab akhir. Jadikan cerita ini favorit.

kasih like dan votenya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon munasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 Keputusan Gilwang

Gilwang mendengus kesal dalam hatinya. Sudah bukan pengantin baru lagi, kenapa pakai di saranin pergi bulan madu segala.

"Kalau kamu nggak mau pergi ke pulau Bali, terus kamu mau bulan madu kemana? Apa kalian punya tujuan tempat lain?" Tanya Hadi.

Gilwang memilih diam tak menjawab, karena Gilwang sebenarnya tidak ingin mengajak Amira istri yang tidak di cintainya bulan madu.

"Kamu ingin bulan madu kemana Amira?" Tanya Widya.

Amira gelagapan saat ditanya ibunya. Amira memberanikan diri menjawabnya.

"E..., aku terserah Mas Gilwang saja mau diajak kemana? Aku ngikut aja," jawab Amira sembari melirik ke arah Gilwang yang duduk di sampingnya.

Hendro sedikit curiga pada Gilwang yang bertele-tele. Dia pun mendesak Gilwang untuk tetap berbulan madu. Dan secepatnya mereka berdua harus punya anak.

"Pokoknya kami semua ingin kalian berbulan madu entah kemana sesuka kalian," tegas Hendro.

Karena desakan Ayahnya, akhirnya Gilwang memutuskan menuruti keinginan Ayahnya.

Lagi-lagi kena ancaman dari orang tuanya sendiri.

"Baiklah aku akan berbulan madu dengan Amira di daerah sini saja. Aku akan pergi ke villa pribadi milik Ayah." Dengan berat Gilwang memutuskan.

"Oke terserah kamu yang penting kalian bisa bersenang-senang, dan wujudkanlah segera punya anak. Kami semua menanti kehadiran buah cintamu," ucap Hendro.

"Ya, kalau Tuhan berkehendak," ucap Gilwang, karena dia tidak bisa janji.

Pembicaraan sudah selesai, dua keluarga memutuskan untuk pamit pulang.

Anita yang sudah pulang dari rumahnya, dan sekarang sudah sampai di rumah suaminya, mengira orang tua Gilwang sudah pada pulang. Dia memutuskan masuk pintu Gerbang yang terbuka. Saat masuk Anita berpapasan dengan dua mobil yang mau keluar gerbang.

Dengan langkah cepat Anita berbalik dan bersembunyi memalingkan wajahnya.

Hendro sekelebat mata melihat sosok Anita yang masuk pintu gerbang lalu berbalik pergi.

"Siapa wanita muda itu, kenapa dia masuk lalu balik keluar. Dia mau ngapain datang ke rumah ini," Tanya Hendro dalam hati sembari netranya mencari keberadaan Anita.

Dua mobil sudah berlalu. Anita yang bersembunyi di balik semak-semak bunga dia segera keluar dan menghela nafas lega.

"Untung aku nggak ketahuan sama mereka. Aku kira mereka sudah pulang dari tadi, ternyata malah baru pulang," dengus Anita.

"Apa sih yang di bicarakan sama mereka sampek segitu lamanya, dan baru pulang di hari yang sudah sore," gerutu Anita sembari berjalan masuk rumah.

"Aku pulang," sapa Anita pada Gilwang yang duduk termangu penuh rasa kesal di hatinya. Ada Amira juga yang tengah duduk berhadapan dengan Gilwang tertunduk diam.

Gilwang baru saja mengeluh pada Amira, sampai kapan dia harus selalu berakting di hadapan kedua orang tuanya saat berkunjung. Gilwang mengingatkan Amira untuk tidak gr atas sikapnya tadi, dan tidak boleh mengharapkan cintanya.

"Ada apa sayang, kenapa kamu terlihat murung?" tanya Anita sembari merangkul tubuh Gilwang dengan mesra di hadapan Amira.

Amira menyaksikannya dengan menghela nafas berat.

"Aku capek harus selalu berakting di hadapan mereka. Aku sudah muak seperti ini terus," keluh Gilwang.

"Sabar sayang, kita tunggu sampai Amira sadar dan meninggalkanmu dengan sendirinya." Anita menyindir Amira.

"Aku tidak akan meninggalkan Mas Gilwang yang sudah sah menjadi suamiku. Apa pun yang terjadi aku akan mencoba mempertahankannya," tegas Amira menanggapi sindiran Anita.

Anita melengoskan wajahnya sembari menyunggingkan mulutnya dengan muka sinis.

Tidak terima di bantah sama Amira, Anita mendekatinya, dan mencibirnya.

"Mas Gilwang kesal seperti ini karena kamu Amira. Kenapa kamu nggak menyadarinya. Sudah tau dia tidak mencintaimu dan tidak menginginkanmu menjadi istrinya, kenapa kamu masih bertahan?"

"Aku bertahan karena alasan yang kuat, pernikahan sudah terjadi harus di jalani dan cinta harus di perjuangkan," cetus Amira.

"Silahkan saja kamu berjuang sampai capek kamu tidak akan herhasil. Kalau aku jadi kamu, aku nggak mau menyakiti hati orang yang sangat aku cintai. Aku akan membiarkanya bahagia dengan orang yang lebih dicintaiya" ucap Anita.

"Itu menurut kamu. Tapi maaf ya aku bukan kamu. Aku punya persepsi sendiri aku akan tetap bertahan," balas Amira.

Amira merasa capek di cibir terus sama Anita, dia memilih meninggalkan Anita yang tiada henti mencibir dan memojokkannya.

Anita nampak kesal mendapati diriya diabaikan Amira begitu saja tanpa rasa takut.

"Tu kamu lihat sendiri kan, sekarang dia jadi lebih berani. Dia juga suka membantahku. Pasti dia mendapat dukungan dari kedua orang tuamu." Anita mengadu pada Gilwang.

Gilwang capek dan pusing, tak memberi ulasan aduan Anita.

Hari sudah malam, Gilwang belum memutuskan. Akankah jadi mengajak Amira berbulan madu seperti yang diperintahkan orang tuanya. Karena dia tak menginginkannya.

Di hari yang sudah malam, Gilwang dan Anita tengah tiduran diatas ranjang. Ya mereka hanya sebatas tiduran dan berpelukan saja. Anita masih menangguhkan tidak mau melakukan hubungan suami istri sebelum Gilwang bercerai dari Amira. Gilwang harus ekstra sabar menunggu sampai waktunya tiba.

Gilwang teringat tentang berbulan madu yang di perintahkan orang tuanya. Gilwang pun memberitahu Anita kalau dia akan pergi ke villa untuk berbulan madu bersama Amira atas perintah orang tuanya.

"Apa kamu bilang! Kamu akan berbulan madu dengan Amira?" Anita sungguh terkejut dan tidak terima mendengar pernyataan Gilwang.

"Ya enggak lah. Mana mungkin aku mau. Aku ingin kamu besok ikut pergi ke Villa. Kita yang akan bersenang-senang di sana."

"Benarkah!"

"Iya."

"Ingat Amira, besok aku akan membuatmu sakit hati dan nggak tahan." Rencana licik Anita.

Di rumahnya, Hendro gelisah memikirkan pernyataan Gilwang. Dia akan memastikannya supaya Gilwang benar-bear akan mengajak Amira bulan madu ke villa miliknya.

Hendro menghubungi Gilwang dan memberitahunya kalau villa sudah disiapkan oleh Pak Karno, tinggal besok menunggu kedatangan Gilwang dan Amira.

"Ayah menyuruh Pak Karno dan istrinya untuk melayani kamu disana. Pastikan kamu benar-benar datang dengan Amira. Kamu jangan coba-coba mengelabui Ayah." Pesan Hendro.

"Sial! gagal dong rencanaku ingin mengajak Anita dan bersenang-senang dengannya. Ayah sungguh teliti, dia mencurigaiku," gerutu Gilwang.

Gilwang segera memberitahu Anita tidak jadi mengajaknya ke villa, karena disana ada yang mengawasi. Ayahnya menaruh curiga padanya.

Anita nggak terima tetap saja bersi keras ingin ikut. Namun Gilwang melarangnya dengan keras takut ketahuan Ayahnya. Gilwang meyakinkan Anita, dia berjanji tidak akan melakukan apa pun pada Amira. Karena dia tidak merasakan cinta pada Amira.

"Kamu nggak usah khawatir, aku akan tetap dingin pada Amira, supaya dia menyerah dengan perjuangannya. Aku tau apa yang harus aku lakukan di sana yaitu membuat Amira sakit hati, dengan mengabaikannya."

"Baiklah, aku percaya sama kamu. Aku pegang janjimu Gilwang."

1
Cis Siu
yey
Sri Puryani
kenapa amira gk kapok" ya klo dibohongi dgn kt" manis aja sdh luluh....
Jue
Sungguh Amira wanita yang lemah dan cepat luluh dengan janji palsu .
Cinta Suci
petgi amira
Cinta Suci
knp amira di buat thor
Ummu Sakha Khalifatul Ulum
lanjut
Puspa Trimulyani
ular menghampiri pukulan
Puspa Trimulyani
pucuk dicinta ulam tiba..... ternyata dunia ini sempit....yg selingkuh dg Anita adalah suami sahabat nya gilwang sekali tepuk dua lalat busuk mati
Puspa Trimulyani
asal tidak bermaksiat saja sdh untung,si Anita ini mana takut sama dosa
Puspa Trimulyani
nyebelin banget sih Amira itu ya....baik sih baik. tapi jgn bego
Puspa Trimulyani
Amira mah bukan polos, tapi bego...
Puspa Trimulyani
betul gilwang,Anita merencanakan sesuatu,kamu harus waspada
Puspa Trimulyani
bukannya dirimu yg pake topeng utk menjerak gilwang dan menghabiskan hartanya
Puspa Trimulyani
laki laki kok lemah,kenapa ke Amira tega dan merasa enak enak saja kalau berbuat kasar,ke Anita banyak menenggang rasa segitu sdh tahu Anita jahat juga,lelaki kok begitu 😡😡
Puspa Trimulyani
lah talakmu sdh jatuh tuh gilwang,karena kata cerai sdh kamu ungkapkan.
Puspa Trimulyani
itu namanya jodoh,jgn kau lepaskan Amira mu,kalau kamu tidak ingin menyesal nanti
Puspa Trimulyani
pasti mau lah wanita matre, kalau wanita baik,dia akan bertanya tanya ada apa ini disuruh berlibur sendirian ga ditemani....sebab dia matre...yg penting uangnya saja,ga peduli berlibur nya sendiri juga yg penting uangnya diberi banyak
Puspa Trimulyani
wanita model begini biasanya hanya memanfaatkan uang cowoknya doang, tidak tulus mencintai,dia hanya menganggap pasangan nya ATM berjalannya.
Aniani Har
hi Pleng emosi Thor knp hati Amira selembut itu.. ih darting saja
Renita 85
pemeran utamanya dungu biar apa sih biar pada, baca ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!