Elijah Wood bertahun tahun menyembunyikan identitas aslinya sebagai penyihir dengan menjadi seorang Bakers pemilik The Magic Cakes.
Pengkhianatan kekasihnya Felix mengantarkan Elijah Wood pada Black Alliance, klan penyihir yang memburunya sejak kecil. Belum lagi Kutukan dewa Apollo semakin memperumit keadaannya.
Dia dihadapkan oleh situasi rumit menyelamatkan keluarganya dari ancaman Black Alliance, mematahkan kutukan Apollo dan menyelamatkan cintanya sendiri.
Akankah Elijah Wood bisa mengatasi semua permasalahan yang menghadang ataukah harus mengakui kalah dan harus tunduk pada takdir leluhurnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nath_e, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mikhaela
Dimana aku....apa yang terjadi...kenapa gelap sekali...
Aku merasakan sebuah tangan menggenggam dan menarik ku bergerak menuju ke suatu arah. Cahaya menyilaukan tiba-tiba datang membuatku harus menutupi kedua mataku dengan tangan.
" Buka matamu Mikhaela...." kata seseorang yang aku belum tahu siapa itu
Perlahan aku membuka mataku, dengan sedikit takut tentu saja. Aku terkejut dengan apa yang sedang kulihat di depan mataku. Ini persis seperti visi yang kulihat beberapa hari yang lalu.
" Lihatlah....itu dirimu yang sebenarnya..."
bisik pria itu padaku
Aku mencoba melihat dengan seksama seorang wanita yang membelakangi ku, wanita dengan pakaian semi transparan bak seorang dewi dengan tongkat kristal ditangannya.
Apa itu benar aku....pria ini pasti sedang meracau...tidak mungkin itu aku...
Perlahan wanita itu berbalik dan menunjukkan wajah nya.
" Lihat dengan baik sayang....itu kau.... Mikhaela..."
Aku terkejut, pria itu benar....itu aku....dalam versi berbeda...
Aku menatap ke arah diriku sendiri. Bagaikan sedang menatap cermin. Tapi kenapa tatapan wajahku kosong dan sedih.
" Tidak.... ini hanya ilusi mu...itu bukan aku..kau... menipuku..."
" Menipumu....dengarkan baik-baik..."
Pria itu menutup kedua telingaku sejenak dan kemudian membukanya. Aku mulai mendengar suara-suara, jika pada visi ku aku sama sekali tidak mendengarnya disini aku bisa mendengar dengan jelas suara riuh dalam ruangan, saling berbisik dan berbicara saat mereka melihat ke arah wanita yang sangat mirip denganku.
Seorang pria berambut panjang yang memasuki ruangan, mengalihkan perhatian mereka dari wanita itu. Dia mengangkat cawan emas mengatakan sesuatu yang diikuti oleh yang lainnya,
" Coniuncti sanguine, miraculo et gloria...."
Latin...mereka berbicara dalam bahasa Latin...persekutuan penyihir...
" Mereka adalah aliansi kita my love....dan ini adalah masa depan..." kata pria itu
Aku masih terdiam dan memperhatikan diriku yang sedang menjadi pusat perhatian. Aku tampak berbeda sekali, mungkin karena pakaian atau tatanan rambutnya...entahlah..
Yang kurasakan hanya aura luar biasa yang menyelimuti diriku disana.
" Dia bukan aku...."
" Rupanya kau masih tidak mengerti juga my love...baiklah akan ku jelaskan padamu..."
Ingin rasanya aku melihat pria yang ada dibelakang ku dari dekat, tapi tubuhku seolah terkunci dan diam membeku.
" Elijah Wood....keturunan klan Cassandra yang diberkahi Dewi Metis dan kekuatan agung Merlin...kau telah diramalkan akan menjadi pemimpin kami para penyihir...dan nama asli mu adalah Mikhaela Wyllt.....pemegang kekuatan Myrddyn Wyllt...atau dikenal dengan...
Merlin, The Prince of Enchaunters.."
Aku tertawa mendengarnya...lelucon apa lagi ini...
" Ciiiih....kau bercanda....aku...adalah putri dari ayahku Alberth Wood...dan tidak ada hubungannya dengan aliansi apa pun..."
Pria itu tertawa, dan akhirnya ia menunjukkan wajahnya.
Tidak mungkin ....dia ... pria itu....pria yang berambut panjang yang kini tengah mengangkat tangannya ke atas dengan sebuah cawan emas...
" Surprise.....kau benar... laki-laki didepan sana adalah aku....pengantin pria mu..."
" Benarkah...tapi bagiku kau hanya seorang pengecut yang membuat ilusi dan menipuku..."
" Terserah apa katamu....tapi dimasa depan kau...dan aku ...adalah pemimpin dunia.."
Aku muak mendengarkan ocehannya yang tidak masuk akal untukku...huh...masa depan...masa depan apanya...tidak ada seorang pun yang bisa meramalkan masa depan dengan pasti.
Aku terus berusaha menggerakkan tubuhku, berusaha melepaskan rantai tak terlihat yang membelenggu tubuhku. Tapi nihil semua pergerakan, semua sihir yang ku gumamkan tidak mampu membalikkan keadaan.
Rupanya pria itu menyadari jika aku berusaha melepaskan mantra nya, dia berjalan mendekatiku dan tersenyum dengan licik.
Aku benci senyuman mu...
Tangannya menyusuri wajahku dengan perlahan dan kemudian berbisik,
" Namaku Ravenwolf...Dominic Ravenwolf...ingat itu...Mikhaela..."
Pria itu mencium bibirku dengan paksa, membuatku terkejut. Tangannya memaksa tubuhku mendekat dengannya dan merasakan energi hitam yang sangat kuat.
Aku yakin dialah pemimpin Black Alliance, Dominic Ravenwolf.
Tiba-tiba sebuah energi dingin yang luar biasa menarik ku menjauh dari Dominic. Sesosok pria berada di depanku seolah melindungi ku dari Dominic. Pria dengan rambut hitam panjang....lagi ...
Berapa banyak pria berambut panjang lagi yang harus terlibat denganku hari ini...ini sungguh menyebalkan.
" Beraninya kau menyentuh pengantinku..." Dominic berteriak dengan kencang
" Dia bukan milikmu...Dominic... kau tahu itu...dia...Mikhaela...pemimpin klan penyihir...dan kau....tidak ditakdirkan untuk bersamanya...."
Dominic tertawa dengan angkuhnya,
" Kita liat saja nanti....siapa yang akan jadi pemiliknya Aku....atau....kau....dan sebelum bulan baru datang...aku akan memilikinya.."
" Kau...menentang aturan alam Dominic..."
kata pria yang terus memegang tanganku di belakang punggungnya.
" Cukup sampai disini....aku akan membawanya pergi....dan kau akan menerima hukuman mu karena melanggar aturan..." kata pria berambut panjang itu lagi
Aku tidak tahu harus berkata apa lagi, aku bahkan tidak mengerti apa yang mereka perdebatkan...hukum alam....apa itu....
Pria berambut panjang itu berbalik kepadaku, tatapan matanya teduh sekali membuat ku nyaman. Tanda itu....ini pria dalam mimpiku....tanda yang sama dengan milik Ariana...
Dia tersenyum dan menarik ku dalam pelukannya, " Jangan takut....kau aman sekarang...aku ada disini....melindungi mu..."
Rasanya nyaman sekali, dan aku merasakan kedamaian dalam pelukannya.
Siapa kau sebenarnya...pria tampan...
...----------------...
" Elijah....Come on El....honey...baby.... wake up...."
Aku mendengar suara pria yang sepertinya tengah membangunkan ku dari tidur. Perlahan aku membuka mataku,
" Ken..... apa yang terjadi...dimana aku...?"
" Syukurlah....kau akhirnya sadar juga..." sahutnya dengan serius
" Aku...kenapa aku disini...?"
" Kau....pingsan diluar sana...aku heran kenapa kau bisa berada diluar mobil sayang..."
" Aku...pingsan...?"
Seingat ku tadi aku diluar sana membekukan waktu dan bertemu Dominic Ravenwolf. Jika aku membekukan waktu seharusnya dunia akan tetap pada tempatnya sampai aku mencabut mantra ku. Dan aku ternyata pingsan.
Lalu ...siapa yang mencabut mantra ku...dan mencairkan waktu kembali...ini aneh...
" Elijah .....kau melamun lagi ...?"
Ken mengusap lembut kepalaku dan menciumnya.
" Ini....minumlah...kau sepertinya dehidrasi..."
Ken mengulurkan sebotol air mineral dan aku pun menghabiskannya dalam beberapa teguk saja,
" Woooow.... pelan-pelan sayang....bisa berbahaya jika kau melakukannya lagi..." katanya mengingatkan
Aku hanya tersenyum mendengarnya, tanganku sedikit gemetar mungkin karena perpindahan dimensi yang tiba-tiba membuat tubuhku shock.
Ken meraih tanganku yang gemetar dan dingin karena keringat
" Kau baik-baik saja sayang....apa kita perlu membatalkan belanja dan pulang saja...?" tanya nya cemas
" Aah .... tidak....Magic Cakes sangat membutuhkannya Ken....kita tetap berbelanja..."
" Baiklah jika begitu... kita teruskan...hari mulai gelap..sepertinya kita akan terlambat tiba di Renndolsetra..."
Aku hanya terdiam...pertemuan dengan Dominic membuatku kehilangan semangat belanja. Ken sesekali melihatku untuk memastikan aku baik-baik saja.
Kami tiba di halaman parkir supermarket, Ken membukakan pintu untukku. Dia begitu posesif, hal yang tidak biasanya ia lakukan. Tapi aku menikmatinya, sesekali aku juga membutuhkan perlindungan dari seseorang.
Dia terus mengenggam tanganku hingga memasuki supermarket, aku mulai sedikit terganggu dengan sikapnya
" Ken.....kau bisa melepaskan tanganku sekarang.." pintaku
Dia hanya menatapku dan menggelengkan kepalanya,
" Tetap bersamaku Elijah....dan jangan lepaskan tanganku..."
" T-tapi...."
" No refusal dear...it's absolute..."
Iiish....apa yang dia maksud dengan tidak ada penolakan...apa apaan itu...posesif sekali...tapi...aku menyukai nya...andai aku bisa mengucapkan I love you Ken...
Mungkinkah itu terjadi.... entahlah...
jadi siapa pemegang tongkat Merlin selanjutnya ?