Sebuah liburan akhir pekan berubah menjadi mimpi buruk saat sekelompok remaja menemukan rahasia kelam di balik keindahan sebuah air terjun terpencil.Satu persatu dari mereka mulai menghilang,memaksa yang tersisa untuk memecahkan kutukan kuno sebelum fajar tiba atau menjadi korban berikutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stychin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 15
"gue gagal jagain aulia,gimana kalo nanti papa aulia marah sama gue"ucap dery dengan tangis penuh kehancuran.
"der.kita masih punya kesempatan!kita harus cari aulia"ucap dinda meyakinkan laki laki itu.
Dery bangkit dari duduknya,ia percaya ia bisa menemukan aulia.
"kalo aulia udah ketemu,kita harus secepatnya tinggalin tempat ini.gue rasa ada yang gak beres sama ni tempat"ucap dery yang di angguki oleh mereka.
Hingga jam ditangan dinda sudah menunjukan pukul 04.30 mereka tak juga menemukan satu temannya.
"gimana ini guys,gue bingung.kita gak bisa keluar dari hutan ini,udah 4 jam lebih kita disini"ucap dinda merasa pasrah dengan keadaan.
"kalian tidak akan menemukan gadis itu hahaha,anak dari seseorang yang aku benci!!"ucap citra dengan wajah pucat.
"maksud lu apaan cit.ini ulah lu?!!!"tanya dery dengan emosi.
Hanya ada senyuman menyeringai dari raut wajah citra.
"der.."dinda menghentikan dery yang akan menghampiri gadis itu.
"dia bukan citra,tatapannya beda der"
"siapa lu"tanya dery.
"aku?!!kamu dan teman temanmu bahkan tidak tahu aku.anak muda!!"ucapnya dengan menggeram.
"Lastri!!"teriak seorang kakek tua yang sore tadi berpapasan dengan mereka berlima.
"hemmmmm"suara gemuruhnya kembali menggema.membuat suasana semakin terasa mencekam.
"jangan ikut campur kakek tua!!!!"
"sudahlah lastri,sudah 23 tahun kejadian itu.kembalikan gadis itu,dia tidak bersalah"ucapnya.
"Jelas bersalah karena dia lahir dari rahim perempuan yang sangat aku benci!!!!"
dery,dinda dan martin saling melirik.pikiran mereka tertuju kepada bu wida.
Kakek itu melirik ke arah teman aulia yang masih berdiri di dekatnya.
"siapa nama ayah gadis itu?"tanyanya dengan serius.
"om arman kek"ucap dinda.
Mulut kakek itu terbuka dengan lebar.
"kenapa kek?"tanya dinda dengan penasaran.
"apa nama ibunya wida?"
Dinda dan dery mengangguk.
"cepat hubungi mereka,suruh mereka berdua menyusul kalian kesini!!"
"hahaha bawa mereka kesini,biar nyawanya aku lenyapkan!!"ucap citra yang masih di rasuki oleh makhluk itu.
"cit..sadar cit.bantu diri lu lepas dari sosok itu"ucap dinda.
"bismillahirahmanirahim..."kakek itu dengan cepat menempelkan sesuatu ke kening citra hingga membuat gadis itu berteriak meraung raung.
"ahhhhhh"
tubuh citra ambruk ke tanah.membuat dirinya tak sadarkan diri.dinda kembali menangis.
"ayo kita kembali ke tenda kalian,sebelum pagi tiba.Jika pagi kalian masih berada disini.selamanya kalian tidak akan bisa kembali"ucap kakek itu berlalu pergi meninggalkan mereka.
Dery mengangkat tubuh citra,sedangkan martin merangkul dinda yang tampak lemas.
"harusnya kita dengerin aulia buat gak jadi ke sini"ucap dinda dengan tangisannya yang tak kunjung berhenti.
"udah..nyesel pun gak akan ngerubah apa apa"ucap martin mencoba menenangkan dinda.
Mereka akhirnya keluar dari hutan itu.Suasana tiba tiba berubah,langit menjadi sedikit terang.
Dery menurunkan badan citra ke alas yang sudah di sediakan oleh kakek itu.ia membacakan do'a do'a agar citra cepat sadar.
"jelaskan sama saya,apa yang sebenarnya terjadi"
Melihat martin dan dinda yang tak mungkin bisa menjelaskan.dery dengan siap duduk dan mulai bercerita.
Kakek itu mengangguk lalu tiba tiba memandang wajah dery dengan penuh arti.
"Wc?anak muda..selama 20 tahun ini wisata air terjun sudah ditutup karena ada satu masalah yang membuat air terjun ini menjadi angker"
"masalah apa kek?"
"mungkin nanti akan di jelaskan oleh seseorang.sudah di kabari orang tua gadis itu?"
"bentar kek"Dinda mencoba waras,karena ia tak ingin ia menjadi korban juga.
"sudah saya katakan dari awal tempat ini berbahaya"
"tapi kek kalo berbahaya kenapa ada yang camping juga selain kita?"tanya martin.
"siapa??saya tidak melihat mereka selain kalian.saya memantau kalian sedari datang"ucap kakek itu.
"tapi bener kek,tenda mereka ada disana"
"mereka satu rombongan?"tanyanya.Ketiganya mengangguk.
"mereka makhluk tak kasat mata.sudah saya bilang air terjun ini sudah di tutup total sejak 20 tahun yang lalu"
Dinda berhasil mengirim suatu pesan kepada pak arman dan bu wida.Karena tak kunjung ada balasan ia mencoba menghubunginya berkali kali.
"gak ada jawaban"
"gawat..jika sampai matahari terbenam aulia tidak kembali.ia akan selamanya menjadi budak lastri"
dinda,dery dan martin menjadi cemas.mereka tak mau ada sesuatu yang terjadi kepada mereka.berkali kali dinda melayangkan pesan kepada orang tua aulia namun tak kunjung dibalasnya.
"gimana ini kek"
"kemas barang kalian,ikut saya ke pondok.disini sudah tidak aman"
mereka dengan cepat berkemas.
"kalian mau kemana?"ucap citra yang baru terbangun dari pingsannya.
Tak banyak bicara,martin menggendong tubuh citra dengan seenaknya hingga membuat penolakan dari gadis itu.
"udah diem,ini lagi genting.emang lu mau jalan kaki ke pintu utama??"
citra hanya diam.ia memandang dery yang sudah berjalan lebih dulu bersama kakek itu.
Pagi sudah menunjukan sinarnya..namun aulia tak kunjung di temukan.Sebagian warga tengah berkumpul di pondok bersama mereka.
"Yang sabar ya neng..semoga temennya cepet ketemu"ucap salah satu warga mencoba menenangkan dinda yang tengah menangis.
"aduhh nyusahin aja sih,kita aja yang asli warga sini gak berani masuk ke kawasan ai terjun itu.kok kalian orang asing berani beraninya sih ganggu tempat itu"
Ada juga yang merasa gemas dan kesal dengan kedatangan aulia dan teman temannya.
"sudah sudah!!jangan berdebat,lebih baik kita cari jalan keluarnya."ucap kakek tua itu.
"huhhh kita juga yang jadi imbasnya"
"kalo merasa dirugikan pulang saja,saya mencari seseorang yang tulus mau membantu"ucap kakek itu lagi.
Satu persatu dari mereka pergi mengikuti langkah kaki kakek tua yang bernama ki dajeng.
Mereka kembali memasuki hutan itu dengan berpencar.meneriaki nama aulia berkali kali,sedangkan dery dan teman temannya menunggu di pondok milik ki dajeng.
Mereka diminta untuk beristirahat.sebagai sesepuh desa ki dajeng tahu apa yang harus di lakukannya.selama 20 tahun ini desa mereka aman aman saja,namun setelah kehadiran aulia dan teman temannya ia mencium bau dendam dari arah air terjun.
Ia merasa di antaranya mempunyai hubungan dengan lastri.sang penunggu air terjun itu.
"guys coba deh liat,air terjun itu gak secantik pas kita dateng kemarin"Martin yang tengah duduk memandangi sekeliling tempat itu merasa pandangannya teralihkan saat melihat air terjun itu berubah menjadi tempat yang sangat menakutkan.
Banyak lumut di antara batu batu,air yang mengalir tak sejernih saat pertama kali mereka melihat pemandangan itu.
"iya bener,air nya berubah jadi kotor.coba deh lu liat lagi kayak ada yang berdiri di atas air terjun itu"Dery menajamkan matanya.berulang kali ia mengucek matanya namun pandangannya tetap sama.
"Dery..gue takut,gue pengen pulang"Citra mendekat ke arah laki laki itu.Wajahnya pucat,matanya berkaca kaca menahan air mata.
"Kita bakal pulang kalo aulia udah ketemu"ucapnya.
CItra masih kekeh dengan ucapannya.ia menggoyah goyahkan tangan dery hingga membuat laki laki itu merasa risih.
"stop ya cit!kalo lu mau pulang,pulang aja sendiri.gue bakal tetep disini sampe aulia ketemu.Gue udah janji sama om arman kalo gue bakal jagain aulia"
"gue faham perasaan lu sekarang kayak gimana,lu pasti ngerasa bersalah banget.Tenang,gue bakal nemenin lu sampe kita bener bener nemuin aulia"ucap martin dengan menepuk nepuk bahu dery.memberinya sebuah semangat agar temannya itu tak terus merasa sendirian.
"kalian kalo mau istirahat istirahat aja,gue mau nunggu ki dajeng balik kesini"ucap dery.Dinda,citra dan martin merebahkan tubuhnya di sebuah pondok yang terpencil.dengan beralaskan tikar.