hey iblis tampan jadilah kekasih ku, maka akan aku jaga kau di dunia ini.
Aku mencintaimu tanpa syarat, walaupun kau seorang iblis itu tidak mengubah apapun. cinta ku tulus.
"dia gadis yang aneh bersama dengannya sebentar mungkin tidak apa-apa
ini adalah kisah seorang gadis yang memungut iblis dan jatuh cinta pada iblis itu, namun apakah kisah mereka akan berakhir bahagia dengan perbedaan ras dan alam yang membentang di antara mereka?
*ini hanya cerita fiksi jadi tolong jangan dihubungkan dengan dunia nyata
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alula. zhr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malphas part 2
Langit bergemuruh bermaksud memberi peringatan, mungkin saja sebentar lagi dia akan menurunkan air kehidupan, membawa keberkahan namun bisa juga menjadi awal sebuah kehancuran, angin barat bertiup menggugurkan daun yang sudah selesai melakukan tugasnya, dia pasrah jatuh tanpa melawan percaya pada angin yang akan membawanya ke peristirahatan terakhir.
Rintik hujan mulai turun membasahi jalanan yang mengering, menghapus debu dan jejak yang tersisa, menyadari itu Alma berlari dia masih cukup waras untuk menjaga kondisi tubuhnya agar tidak mudah sakit, namun langkahnya harus terhenti tatkala tangan seseorang menariknya secara paksa.
Sosok itu menghempaskan tubuhnya di tiang lampu jalan, tatap matanya dingin dengan sebuah senyum memuakkan
𝘈𝘩 𝘪𝘯𝘪 𝘵𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘥𝘦𝘫𝘢𝘷𝘶, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘪𝘯𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘦𝘳𝘯𝘢𝘧𝘴𝘶, 𝘥𝘪𝘢 𝘵𝘢𝘮𝘱𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘵𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘪𝘫𝘪𝘬𝘬𝘢𝘯, Merasa ditatap Alma balik menatap tak kalah tajam
"Maaf tuan, ini hampir hujan jadi kita buat mudah" Merasa risih Alma mengambil uang dari dompetnya dan memberikannya pada sosok didepannya, dia berniat pergi namun lagi-lagi tangan orang itu menghalanginya
"Maaf nona, saya tidak butuh uang anda" Pria itu mengembalikan uang yang Alma berikan dia tersinggung merasa direndahkan, namun dia mencoba menahannya dengan tetap memperlihatkan senyum ramah menurutnya
"Saya menunggu anda dari tadi, saya ingin mengembalikan ini" Pria itu memberikan saputangan berwarna putih salju kepada Alma
"Oh terimakasih" 𝘗𝘢𝘥𝘢𝘩𝘢𝘭 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘣𝘶𝘢𝘩 𝘮𝘢𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘣𝘦𝘯𝘥𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘩𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘺𝘢𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩𝘭𝘢𝘩
"Dan satu lagi, saya adalah seorang peramal saya lihat anda sedang memiliki masalah dengan orang yang anda sayangi, anda merasa takut jika suatu saat dia akan meninggalkan anda betul?"
Deg...
Perasaan itu kembali menguasai dirinya, perasaan takut akan kehilangan, perasaan takut akan ditinggalkan, rasa kecewa yang nanti akan dia dapatkan ketika dia dicampakkan. Bersamaan dengan kacaunya pikiran Alma hujan deras mengguyur membasahi tubuh mereka, memberikan sensasi dingin pada otak yang sedang memanas
Alma menatap kembali pria didepannya dengan tatapan mata kosong. Pria itu tersenyum semakin menjadi
"Tapi jika anda mengikuti saran saya anda bisa mencegah dia pergi, dan hidup bersama dengan anda selamanya"
"Bagaimana caranya?" Suaranya datar matanya sarat akan keputusasaan
"Itu mudah jika kau mau mengikuti semua perkataan ku, maka dia sepenuhnya akan menjadi milikmu." Malphas tersenyum sangat puas, melihat keputusasaan dimata gadis didepannya
"Tidak mau"
"Hem?" Malphas menautkan kedua alisnya memperlihatkan wajah bingung tidak mengerti dengan maksud dari perkataan gadis didepannya
"Aku bilang tidak mau! apakah anda tidak pernah diajari untuk jangan mudah mempercayai orang asing? dan bagiku anda terlihat sangat mencurigakan, terlihat seperti seorang penipu." Alma tersenyum dengan senyuman mengejek
"Kau?! beraninya" Malphas hendak mencengkram leher Alma namun dalam sekejap tanpa dia sadari sesuatu seakan mendorong tubuhnya begitu keras, Malphas terhempas dia tersungkur di tanah dengan darah mengalir disudut bibirnya
"Lucifer?!" Alma menatap tidak percaya pada sosok didepannya
Lucifer menatap Alma sebentar kemudian membawa gadis itu untuk berlindung dibalik punggungnya
"Lihat siapa yang datang?" Malphas bangkit dia menyeka darah di bibirnya kemudian menjilat kembali darah itu, dia melihat Lucifer dengan tatapan mata seorang pemburu
"Lucifer kenapa kau melindungi manusia? Oh ya bukankah dia tuan mu? Sangat menyedihkan, melihat Satan yang diperbudak oleh manusia." Dia mengejek dengan sebuah senyum miring yang memuakkan
"Kau berani mendatangi aku, apakah itu artinya kau sudah cukup bersenang-senang Malphas?" Suaranya terdengar datar, Lucifer tidak menunjukkan emosi sedikitpun diwajahnya.
Lucifer mendekat ke arah Malphas dia hendak mengeluarkan pedang api miliknya namun suara Malphas menginterupsi kegiatannya
"Tunggu Lucifer, Kau pasti yang paling Tahu bahwa Aku tidak akan semudah itu mau kembali ke Dunia bawah, satu-satunya cara yang bisa Kau lakukan adalah dengan membunuh temanmu? atau menghancurkan Aku disini. Yang berarti Kau tahu apa yang akan terjadi dengan dirimu juga." Malphas menyeringai
"Kau!? apakan Malphas?" Lucifer bertanya dengan nada dingin
Malphas menarik kedua sudut bibirnya, mulutnya terbuka dan memuntahkan sebuah tawa yang memuakkan "Hahaha tenang saja Dia sedang tertidur saat ini, Aku hanya meminjam tubuhnya. Tapi jika Kau menyakiti-ku maka temanmu yang akan merasakannya, dan Dia akan semakin tersiksa dibawah alam sadarnya"
"Kau!" Lucifer menggeram memancarkan aura kemarahan yang pekat.
Menyadari itu membuat Alma melangkah mundur tampak menjauhi Lucifer, dengan ekspresi yang sedikit ketakutan.
"Tapi tenang saja, Aku jamin temanmu akan baik-baik saja, selama Kau tidak mengganggu Aku." Malphas kembali berkata dengan wajah yang masih mengulas senyum
"Ya aku juga datang kemari hanya untuk menyapa" Dengan begitu Malphas pergi dalam sekejap
Diam Lucifer mengepalkan tangannya, merasa dilema dengan keadaan diantara menyelamatkan temanya dengan mengorbankan dirinya sendiri, atau membiarkan batu itu menguasai tubuh temanya dengan jaminan temanya akan baik-baik saja.
mencoba menenangkan dirinya Lucifer membuka mulutnya menarik udara masuk memenuhi paru-parunya kemudian menghembuskannya kembali membuat satu helaan nafas panjang.
"Ayo pulang" Lucifer menggenggam tangan Alma bermaksud membawa gadis itu pulang
Melihat kondisi Lucifer Alma hanya diam menurut tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
#PenaAutoon
bagiku ini rasanya nyesek🤧🤧
baru nyadar ya...
tapi itu juga hanya kemungkinan 😅