NovelToon NovelToon
Sumayah

Sumayah

Status: tamat
Genre:Romantis / Petualangan / Misteri / Balas Dendam / Chicklit / Tamat
Popularitas:205.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: aisy hilyah

Teruntuk para wanita yang sedang memperjuangkan haknya untuk hidup. Teruntuk para ibu yang sedang mempertaruhkan segalanya demi si buah hati.

Sumayah, seorang wanita yang baru beberapa saat lalu mendapatkan gelar sebagai wanita sempurna. Menjadi seorang Ibu bagi anak yang baru saja dilahirkannya ke dunia dengan bertaruh nyawa. Berjuang antara hidup dan mati.

Ia harus melarikan diri sejauh mungkin membawa bayi yang baru saja terlahir demi menghindari rencana busuk suaminya. Perjalanan penuh luka, kaki tanpa alas itu harus bertahan di atas bara.

Sumayah difitnah. Di balik jeruji besi ia mendekam. Dingin dan mencekam udara dalam ruang sempit yang tak ramah itu, ia lalui dengan tegar dan keyakinan atas apa yang sedang ia perjuangkan.

Sampai ia mencapai tujuannya, Sumayah tak akan menghentikan langkah meski harus memeras darah, ia tak akan berhenti berjuang.

Sumayah!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisy hilyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengaruh Sumayah

Terbitlah mentariku

Teruslah kau bersinar

Terangi hariku

Dengan cahayamu yang berbinar

Tegarlah kau bintangku

Teruslah berkelip

Terangi hidupku

Yang semakin gelap semakin pelik

Senandung lagu yang tersirat makna dalam setiap liriknya, dilantunkan Sumayah dengan lirih. Pandangannya tak putus dari wajah rupawan yang masih terlelap dalam dekapannya. Tangannya dengan lembut mengusap-usap dahi yang dipenuhi bulu-bulu halus. Sesekali akan menepuk-nepuk bagian belakang tubuh bayi merah itu.

Sumayah membenarkan letak kepalanya yang bertumpu pada tangan kanan. Kejoranya yang indah nampak suram, kulitnya yang halus terdapat banyak goresan di sana sini. Sumayah meraih jemari kecil Salim dan menciuminya. Harum khas bayi begitu menenangkan hatinya.

"Kau tahu, Nak? Lagu tadi Ayahmu sendiri yang menciptakannya. Ibu ingat hari nahas itu, di mana Nenek dan Kakekmu meregang nyawa secara bersamaan karena kecelakaan lalulintas-"

"Ibu terpuruk, tak dapat makan karena lidah tak menginginkannya. Menangis sepanjang siang dan malam. Ayahmu ... mendatangi Ibu, ia menghibur Ibu dengan menciptakan lagu itu. Lagu yang mengandung harapan dari laki-laki yang sedang tergila-gila pada Ibumu ini dulu."

Sumayah meneteskan bulir bening dari kelopak indahnya yang bagai mawar merekah saat terbuka. Teringat akan kenangan manis di mana Kevin menjadikannya ratu dalam hidupnya.

"Maya, sampai kapan kau akan terus seperti ini? Aku membutuhkanmu, sayang. Kau pelitaku, bagaimana aku bisa berjalan tanpa pelita di tanganku?" rayu Kevin kala itu.

"Kau pembual, brengsek!" umpat Sumayah tertahan di kala ingatan itu mencuat ke permukaan.

"Kau mau dengar? Aku membuatkan lagu untukmu. Coba dengarkan, kau harus menyempurnakannya nanti," ucap Kevin lagi sembari memperlihatkan sebuah kertas yang dipenuhi coretan tinta hitam di permukaannya. Sumayah bergeming, ia tak melakukan apa pun hanya menjatuhkan kepalanya di bahu lebar milik Kevin.

Yah ... bahu itu dulu menjadi tempatnya melepas keluh dan kesah dari pahitnya kehidupan yang ia jalani. Bahu itu dulu tak pernah lelah menampung setiap tetes air mata yang ia jatuhkan.

Namun, kini tak lagi menjadi harapan. Sumayah justru ingin menghancurkan bahu kekar itu, bahu yang kini menjadi sandaran wanita rubah yang licik.

"Aku sangat membencimu, Kevin! Aku benci kalian semua! Lihat saja, kalian akan menderita setelah ini meski bukan dengan tanganku, tapi aku yakin Tuhan akan bertindak adil pada setiap umatnya yang terzalimi," geram Sumayah. Ia mengeratkan pelukan pada Salim menciumi dahi bayi itu penuh cinta.

Sumayah memejamkan mata, kenangan manis saat membina rumah tangga bersama Kevin tak dapat dihapusnya begitu saja. Laki-laki penguasa itu begitu menyayanginya sebelum iblis wanita itu hadir dalam mansion mereka.

"Dengar! Aku berharap setelah ini, kau tak lagi bersedih. Kau tahu, Maya? Aku seperti si buta yang kehilangan tongkat saat kau terpuruk seperti ini. Semua ini hanya ujian, sayang. Dan kau pasti bisa melewatinya," ujar Kevin lemah lembut. Tangannya menyapu rambut Sumayah yang bersandar di bahunya sembari bernyanyi lagu yang ia ciptakan sendiri.

"Kau telah benar-benar buta, Kevin! Nuranimu dibutakan iblis itu hingga kau tak dapat melihat kebenaran. Kau telah kehilangan tongkatmu dan tak akan pernah mendapatkannya kembali. Selamanya kau akan berjalan sembari meraba-raba udara kosong di hadapan. Aku akan membawanya pergi jauh darimu!" Sumpah serapah itu keluar begitu saja dari bibir pucat pasih milik Sumayah.

Ia beralih pada putranya yang masih terlelap. Mungkin dia masih merasa kenyang setelah menghabiskan satu botol susu tadi. Sumayah memejamkan matanya yang lelah, menepis semua kenangan tentang Kevin saat bersama dulu.

"Kau harus memiliki pondasi yang kuat, Salim, agar tidak mudah goyah seperti Ayahmu," ucap Sumayah sembari menyapu rambut tebal bayi itu yang belum sempat dimandikan.

"Nyonya! Nyonya! Turunkan tangganya!" Sumayah tersentak saat suara laki-laki tua yang menolongnya mengusik indera rungu.

Tanpa menyahut, Sumayah beranjak membuka pintu dan mengulurkan tangga dari akar kebawah. Wanita tua itu menapaki anak tangga sambil membawa rantang makanan di tangan, ia merangkak masuk dan duduk berdampingan dengan Sumayah di rumah pohon itu.

"Makan dulu, Nyonya! Kami yakin Nyonya pasti belum memakan apa pun dari kemarin," ucap wanita renta itu sembari memberikan rantang bekal pada Sumayah.

"Bu, ini baju ganti dan selimut!" Pak tua melongo ke dalam rumah pohon, ia meletakkan selimut dan baju ganti untuk Sumayah di lantai papan tersebut.

"Terima kasih, aku tidak tahu bagaimana cara membalas kebaikan kalian. Aku sudah tidak memiliki apa pun lagi," tutur Sumayah penuh sesal.

"Tidak perlu memikirkan itu, Nyonya. Selama ini Nyonya telah banyak membantu kami, mungkin ini saatnya bagi kami membalas semua kebaikan Nyonya walaupun tak sepadan," sahut wanita renta itu tulus.

Sumayah tersenyum, ia mulai memakan nasi dan lauk pauk yang ada di dalam rantang tersebut dengan lahap hingga tak bersisa. Ia harus mengisi ASI yang telah habis dikuras Salim.

"Nyonya kami akan membawa Anda ke rumah baru kami di desa Selatan," ujar pak tua setelah Sumayah menenggak air putih di botol.

"Desa Selatan?" Dahi wanita itu berkerut seolah berpikir ada apa di desa Selatan? "Tapi dari sanalah wanita iblis itu berasal. Penduduk di desa itu sangat memujanya. Apa itu tidak seperti aku mendatangi sarang macan? Tinggal di kandang macan itu yang setiap hari tentunya akan membuatku resah," lanjut Sumayah lagi.

"Justru karena itu, orang-orang Tuan tidak akan mendatangi desa itu dan mencari Anda di sana, Nyonya. Anda hanya harus berada di rumah dan tidak perlu keluar untuk berinteraksi dengan penduduk di desa itu. Kami pun tidak mengenal penduduk di sana, rumah kami sendiri berada di ujung desa terpencil dengan rumah-rumah warga yang lain," ungkap laki-laki tua tadi.

Sumayah berpikir tentang segala kemungkinan yang dikatakan laki-laki tua itu. Juga resiko tinggi saat mereka tak sengaja mengenalinya nanti. Sumayah tak akan bisa melarikan diri dari sana dengan mudah.

"Bagaimana kalau mereka mengenaliku?" tanya Sumayah, raut cemas tak dapat disembunyikan dari wajahnya.

"Kita akan pergi saat malam nanti. Anda akan tinggal di sana hanya selama kondisi Anda seperti ini. Setalah pulih nanti, Anda akan bisa pergi dengan mudah tanpa takut tak dapat berlari saat mereka mengejar," ucap wanita tua pula menjawab kegelisahan Sumayah.

"Baiklah, mungkin aku bisa tinggal di sana beberapa Minggu saja. Aku harus segera pergi begitu semua luka di kaki telah pulih. Terima kasih karena telah menolongku, aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku jika saja bukan kalian yang menemukan aku waktu itu," tutur Sumayah dengan mata berkaca memandang bergantian sepasang orang tua di depannya.

"Jangan bicara seperti itu, Nyonya. Semua penduduk di desa Hulu Sungai bahkan rela menukar nyawa mereka untuk menyelamatkan Nyonya. Selama ini Nyonya yang selalu membantu kesulitan kami, mencarikan solusi saat kami gagal panen hingga anak dan istri kami tetap bisa makan meski tak ada apa pun untuk dituai. Memberi semangat agar kami tak berputus asa dari mengeringnya ladang. Anda selalu datang dengan membawa berkah Tuhan ke desa kami. Jangan merasa sungkan atas pertolongan kecil yang kami berikan ini, Nyonya," papar laki-laki tua tadi yang membuat air mata Sumayah merembes membasahi kulitnya yang pucat.

"Terima kasih, Nyonya." Wanita tua itu pula berucap dengan senyum yang terulas di bibir. Tangannya menyapu lembut punggung tangan Sumayah.

Tanpa segan, Sumayah merengkuh tubuh renta wanita itu karena rasa haru yang teramat. Ia akan bersiap pergi malam nanti semoga tak ada halang melintang yang menjadi beban di pertengahan jalan.

1
zz
pembaca ikut tegang
Daliffa
menarik
Endang Sulistia
bagus thor
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Endang Sulistia
mantap Thor 👍👍👍
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Endang Sulistia
Kevin goblok...udah berapa taon masih aja blom safar2
Endang Sulistia
siro selingkuh kah...🤦🤦🤣🤣🤣
Endang Sulistia
pengen lindas si kevin
Raden
sedih banget🥹🥹🥹🥹
Raden
alhamdulilah akhirnya selamet dari kejaran orang orang zalim, deg deg kan juga bacanya
Raden
kuat kuat sumayah ayo semangat🥹🥹🥹
Raden
ya Alloh bikin dek dek kan critanya, banjir banjir air mata🥹🥹🥹
riiina
salut dengan tekad perjuangan Sumayah....
Aisy Hilyah: setiap ibu pasti akan seperti itu
total 1 replies
riiina
Aku pingin baca ini lagi kak Aisy....😊
Aisy Hilyah: silahkan kakak
total 1 replies
neur
kereeen 👍😎❤
Ra Jib
suka..
Aisy Hilyah: Alhamdulillah terima kasih banyak
total 1 replies
Retno Elek
Luar biasa
Anonim
lafazkan terus nm allah ..
dzat pembawa kehidupan.
novel yg sgt bagus & menyentuh hati nurani prmpuan.
kk .. sgt hebat menuliskannya.
smg novel kk ini membawa rating tertinggi.
Aisy Hilyah: aamiin terimakasih banyak 🤗
total 1 replies
YK
lari terus, capek...
YK
dasar penjilat...
Wiwin Wintarsih
ya ampun kenapa baru nemu cerita sekeren ini. 🥰👍👍👍👍
Aisy Hilyah: terima kasih banyak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!