Rosi seorang gadis yang nakal, peminum, perokok dan menyukai dunia malam. Tanpa sengaja menikahi seorang Duda pendiam, dialah sang Sugar Daddy langganannya untuk sebuah kencan palsu.
Duda pendiam ini tidak menyukai Rosi sedikitpun, dia hanya menginginkan Rosi selalu bersamanya dan membayar Rosi dengan uang yang sangat banyak. Rosi adalah anak SMA kelas 2 di suatu sekolah swasta di Kota. Kehidupannya yang berliku membawanya, menjadi wanita muda yang liar di gelapnya dunia malam.
Karena tuntutan dunia elit yang gila, dia terpaksa menjadi simpanan seorang Sugar Daddy yang pendiam dan selalu membayarnya dengan sangat memuaskan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Mustika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TMSD-8 : Terimakasih David / Permintaan Rosi
#Pembaca setia, maaf atas ketidaknyamanannya setiap 2 eps novel author gabung karena max per eps harus 1000 kata, trims.🤗
#Plagiarisme tidak author benarkan, author akan menuntut orang yang mengklaim hasil karya author.
#Selamat membaca😍😘
Pagi itu Rosi terbangun, dia melihat David masih duduk disampingnya sembari kepalanya tertidur di samping lengan Rosi.
"Tuan, maaf aku merepotkan" Rosi membangunkan David, tapi David masih tidur dengan nyenyaknya. Rosi membelai rambut coklat David, kemudian David terbangun.
"Rosi, bagaimana sekarang?"
"Alhamdulillah aku baik sekarang tuan"
"Baiklah, kata dokter kamu bisa istirahat disini, atau dirumah dengan menjaga pola makan dan minum obat.
"Aku mau dirumah saja tuan" jawab Rosi.
"Baiklah, tunggu sebentar ya. Saya lapor ke suster piket dulu."
"Baik tuan"**
Selang beberapa lama, Rosi dibawa pulang kerumah oleh David. Rosi berbaring di kasurnya, dan tertidur. Jam menunjukkan pukul 10 pagi. David masuk kamar sembari membawa bubur, dan buket bunga untuk Rosi. Rosi yang termenung memandang keluar jendela melihat ke arah David.
"Ini untukmu Rosi, semoga cepat sembuh. Ini buburnya" Kemudian David meletakan bubur kemeja. Rosi menunjuk mulutnya pertanda ingin disuapi. "Ahh kamu ini manja sekali! tidak mau!"
Rosi memandang dengan muka sedih. Karena iba David terpaksa menyuapi bubur itu. Rosi memandang kearah David tersenyum. Rosi kedapatan, David melihat kearah Rosi dan berkata
"Kenapa kau bisa sakit Rosi?"
"Entahlah tuan, aku sering begadang dan makan tidak teratur."
"Kamu memikirkan kekasihmu?"
"Iya" Jawab Rosi.
"Hmm" lama David termenung, ia cemburu. **
Flashback ke hari pertama Rosi hilang, dari hari pertama Rosi tidak berangkat bersamanya Juna mencari Rosi kemana-mana, kerumah, kesekolah dan menelfon hp Rosi dan mencari informasi tentang David, Juna memiliki feeling kalau Davidlah yang membawa Rosi. Sepulang mengajar ia melihat rumah Rosi telah kosong, beruntungnya ia mengenal yang mempunyai rumah.
Yaitu ibu pemilik kontrakan Rosi, ia bertanya kemana Rosi pindah, dan ingin memastikan perkiraannya. Ibu itu menjelaskan ia tidak tau, tapi kemarin ada lelaki yang mengurus kepindahan Rosi, ciri-cirinya lelaki itu tinggi sekitar 180 an cm, putih pucat, rambutnya coklat, dan bibirnya merah sekali. Juna tahu dengan jelas kalau yang dimaksud ibu itu adalah David. Bergegas ia pergi ke kantor David, tapi David sulit ditemui. Hari ini Juna menyamar menggunakan masker, dan topi. Berniat mengikuti David, berharap mendapat petunjuk tentang posisi Juna.
David sampai dirumahnya, Juna mengikuti dari belakang. Beberapa Jam kemudian David berlari keluar menggendong Rosi. Juna mengikuti David. Akhirnya dia menemui titik terang dimana Rosi sekarang.**
2 hari setelah istirahat total, keadaan Rosi membaik. Tapi tetap saja ia tidak bisa keluar tanpa seizin David. Hal yang Rosi lakukan adalah menonton dan menunggu kedatangan David sepulang kerja. Rosi berkeliling kamar mereka dan iseng melihat isi lemari kamar mereka namun tidak ada sesuatu yang istimewa, tapi ketika Rosi memeriksa lemari yang terlihat modelnya paling lama ia menemukan Album!
Album keluarga David. Di dalam album itu ia melihat foto-foto ayah, ibu David sewaktu menikah. Foto-foto David dan Davin sewaktu masih anak-anak, remaja, dan dewasa. David dan David memiliki paras yang sama, hampir tidak bisa dibedakan satu sama lain. Tengah asik membuka album. David datang dan melihat Rosi membuka album keluarga mereka. David duduk disamping Rosi. Rosi terkejut melihat kedatangan David. "Maaf tuan, aku tidak sengaja membuka dokumen pribadimu"
"Tidak apa-apa" David menyodorkan album pernikahan mereka yang baru saja jadi dan diantar oleh orang studio.
"Wah sudah jadi, ya tuan?!!" Rosi excited membuka album foto pernikahannya.
"Aku gendut sekali difoto ini!!" kata Rosi, David tersenyum
"Iya kamu gendut sekaliii" David menggoda ia melihat Rosi difoto berbadan ramping tapi menurut Rosi itu gendut.
Rosi langsung berdiri, melihat tubuhnya dikaca. David yang melihat hal itu tertawa kecil. Dalam hatinya sungguh wanita sangat membingungkan, seramping apapun dia dia tetap mengira kalau dirinya gedut.
...Permintaan Rosi...
Rosi besok akan ujian online, dia ingin memberitahukannya pada David malam itu.
Tapi David belum pulang jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, Rosi tidur di kasurnya, namun merasa gelisah karena David belum kembali, kemudian dia turun ke ruang tamu, David belum pulang juga, Rosi memutuskan berbaring di sofa ruang tamu, sembari membuka youtube, instagram, beberapa waktu kemudian dia tertidur di sofa, layar ponselnya terus menyala.
Jam 10:15, David pulang, dan terkejut melihat sofa disana Rosi berbaring, ia terlihat tertidur pulas Rosi menggunakan piyama pendek, perutnya tersingkap. David kemudian memperbaiki baju Rosi. Tidak ingin membangunkan Rosi, ia pun menggendong Rosi kembali kekamar mereka di lantai 2.
Ditengah tangga Rosi terbangun dan melihat David tengah menggendongnya. Entah kenapa Rosi kembali memejamkan matanya dan mengintip David, dalam hatinya, David sangat tampan walaupun pulang kerja malam dan pasti sangat lelah. Ia kagum David bisa menggendongnya, menaiki tangga, Rosi memiliki tinggi badan 165, dengan berat 50 kg, merasa dirinya berat, tapi David sama sekali tidak terlihat kesulitan.**
Rosi pura-pura tidur ketika David meletakan dirinya diatas kasur. Disisi lain, David sudah tahu kalau Rosi sudah bangun sangat digendongannya, tapi dia pura-pura tidak tahu karena masih ingin menggendong Rosi. David duduk disamping Rosi menyelimutinya, dan beralih ke kamar mandi didalam kamar mereka.**
Berrr...
Terdengar suara Air, sepertinya David sedang mandi. Rosi membuka matanya dan bermain hp sejenak, ia memiliki kebiasaan kalau sudah bangun malam ia susah untuk tidur lagi. Setelah beberapa saat David keluar dari kamar mandi, dengan handuk di pinggang. David melihat kearah Rosi "Sejak kapan kamu bangun?" tanya David pura-pura tidak tahu😂
Rosi, melirik ke arah David. "Barusan" Jawabnya singkat. Ia melihat David sangat seksi ketika baru selesai mandi beberapa air masih menetesi rambut dan tubuhnya ia terlihat seperti di film hollywood. Rosi tidak fokus memainkan hpnya. kemudian berinisiatif menarik selimut menutup wajahnya.
Melihat hal itu David dari kaca besar dikamar mereka tersenyum. Lalu berkata "Tidak apa-apa kalau kamu melihat saya, kita kan sudah menikah. Siapapun tidak bisa marah" Kata David, Rosi yang mendengarnya tersenyum, tapi dia memilih untuk diam saja. Takut David berbuat yang tidak-tidak padanya.
David lalu turun kedapur dan kembali membawa 2 piring mie goreng, baunya sangat menggoda Rosi.
"Rosi yuk makan, kata mbak tadi didapur kamu belum makan malam?"
"Tidak tuan terimakasih" David lalu meletakan 2 piring nasi diatas meja dikamar mereka dan membuka selimut yang masih menutupi wajah Rosi.
"Ahh ayo, nanti thypus kamu kumat!" David mengambil hp Rosi dan meletakkannya di atas kasur, menarik tangannya untuk bangkit. Akhirnya Rosi mengalah, ia makan bersama David, awalnya ia makan sedikit, tapi karena lapar ia jadi menghabiskan semua mienya. David melihatnya tersenyum. David duduk memandang Rosi
"Terimakasih tuan" kata Rosi lalu meneguk airnya.
David memandang Rosi, lalu berkata "Rosi, kau minum air saya?"
"Maaf tuan tunggu saya ambilkan!" jawab Rosi malu, David memegang tangan Rosi, menahannya, "Kenapa? kamu kan istri saya" David lalu meminum air bekas Rosi. Rosi diam sesaat melihat David minum air nya. "Terimakasih tuan kata Rosi"**
Rosi lalu meletakan piring mereka kebawah, dan membuatkan David teh, ia melihat David masih memainkan hpnya jam menunjukkan pukul 12 malam.
"Teh tuan" kata Rosi pada David
"Terimakasih" David mengambil teh dari nampannya. Perlahan, berdoa lalu meminumnya
"Tuan besok saya ujian"
"Semangat ya" Kata David datar
"Kalau nilai saya 75 tuan mau mengabulkan permintaan saya?"
"75 minta hadiah?!" kata David menggoda Rosi
"Iyalah saya kan biasa dapat nilai merah, masih mending 75." Jawab Rosi
"85 lah, kalo 85 saya kabulin 2 permintaan kamu" Jawab David tersenyum.
"Oke deal" Kata Rosi**
(BERSAMBUNG)