NovelToon NovelToon
Ceo Kejam Itu Suamiku

Ceo Kejam Itu Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Contest / Cintapertama / Tamat
Popularitas:376.7k
Nilai: 5
Nama Author: putrii

Di selematkan oleh seorang malaikat sungguhlah sebuah keberuntungan bukan? namun siapa sangka di balik itu semua Zeline harus menerima wejangan terakhir untuk menikah dengan calon suami dari wanita yang telah menyelamatkan nyawa nya itu.

" Thalia kau tau bukan wanita yang ku cintai itu adalah dirimu bukan dia." Arthur

" Priaku mungkin jodohmu itu bukanlah aku melainkan Zeline hanya saja Tuhan menggirimkan nya melalui aku." Thalia

Zeline dia harus bagaimanakah dirinya menerima atau kah menolak? namun Zeline tidak ingin mengecewakan wanita yang telah menyelamatkan nyawa nya itu.
Tidak pernah terlintas sedikitpun dalam benak Zeline menikah dengan seseorang dalam keadaan tidak saling mencintai, akankah pernikahan Zeline berakhir dengan bahagia atau kah mungkin sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15

Sepulang nya dari Mall. Arthur dan Zeline mengantarkan Leta kerumah utama keluarga Mahatama.

Dan kini hanya ada Zeline dan Arthur di dalam mobil berdua. Frans selaku Asisten pribadi Arthur hari ini di liburkan oleh Arthur. Entah Dewi mana yang sudah membuat Arthur sedikit baik.

Bukan berarti Arthur sedikit baik menjadi baik pada Zeline. Sifat dan perilaku Arthur masih sama seperti pertama kali mereka berdua bertemu.

" Hei wanita bodoh cepatlah masak makanan yang enak." Tutur Arthur setelah tiba di Apartement.

" Iya Tuan akan segera aku buatkan." Zeline berlalu dari hadapan Arthur menuju ke arah dapur.

Walaupun masih sedikit lelah karena perjalanan tadi, Zeline harus semangat melayanai Arthur yang kini telah menjadi suami nya.

Hari ini Zeline akan membuat makanan yang lumayan spesial untuk Arthur, wanita itu berharap suami nya akan menyukai masakan nya kali ini.

Zeline membuka kulkas dia mengambil satu bungkus udang untuk dia masak. Kali ini Zelune akan membuat udang goreng asam manis menurutnya menu ini tidak terlalu kampungan untuk seorang Arthur.

Oke akhirnya masakan aku udah jadi. Aku harap Arthur suka masakan aku kali ini.

Zeline menaruh wadah yang telah terisi penuh dengan masakan buatan nya, lalu mulai menata nya di meja makan.

Tak lama dari itu Arthur datang ke arah meja lalu duduk di kursinya. Zeline mengambilkan piring Arthur serta makanannya. Tanpa banyak bicara pria itu menatap masakan buatan Zeline lalu mamasukannya ke dalam mulut.

Semoga Arthur menyukai masakan buatan ku kali ini. Zeline tersenyum Arthur memakan masakan nya dengan lahap. Tapi selang dari itu pria itu lagi-lagi menghina masakan buatan Zeline.

" Kenapa masakanmu selalu terlihat enak di pandang. Namun tak sedap untuk di makan." pria itu berbohong lagi padahal jelas-jelas masakan buatan Zeline percis seperti di Restaurant bintang lima.

" Maaf kalau lagi-lagi masakanku tidak ada yang cocok dengan selera lidahmu. Aku janji akan belajar memasak lagi. "

Arthur tak menjawab dia menatap Zeline dengan ketidak sukaan nya. Tak tau mengapa setiap melihat Zeline rasa nya Arthur selalu ingat pada Thalia yang kini telah bahagia di surga nya Allah.

Oleh sebab itu Arthur sangat membenci Zeline wanita yang berstatus istri sah nya. Karena Arthur menganggap kematian Thalia di sebabkan oleh wanita bodoh itu.

" Buatkan aku kopi dan antarkan ke ruangan kerjaku." Arthur beranjak dari kursi menuju ke ruagan kerja.

" Iya.."

" Hei awas saja kopi buatanmu itu tidak enak." perigat Arthur saat menoleh ke arah belakang.

" Iya Tuan."

Zeline segera membuatkan apa yang barusan di minta oleh suami nya. Ia tahu suaminya itu tidak suka menunggu.

-

Malam hari tepat jam 08:00 Zeline duduk di atas sofa sesekali mata nya melihat pada arah jarum jam. Udara dingin semakin menyeruak menusuk kulit Zeline malam semakin larut namun Arthur tak kunjung datang juga.

Wanita itu mengelus-ngelus tangan nya berharap rasa dingin nya berkurang sedikit. Zeline cemas kemana Arthur sudah malam begini namun tak pulang-pulang.

Terakhir kali Arthur pergi dan mengatakan bahwa dirinya ada urusan. Tapi ini sudah hampir empat jam lamanya namun Arthur belum juga pulang.

Zeline khawatir bagaimanapun Arthur adalah suaminya sudah berkali-kali Zeline menelepon ponsel Arthur namun pria itu tak menjawab panggilan nya.

Arthur kau ke mana jangan buat aku khawatir Tuan. Cepatlah pulang aku sangat mengkhawatirkanmu aku harap kau baik-baik saja.

Sedari tadi kaki Zeline tak henti-hentinya untuk tidak melangkah. Namun saat Zeline akan kembali duduk, tiba-tiba pintu Apartement terbuka dan tampaklah Arthur seorang diri.

" Tuan ke mana saja...aku menunggumu."

Pria yang membuatnya khawatir setegah mati hanya tersenyum smirk untuk apa wanita ini mengkhawatirkan nya. " Untuk apa kau menungguku? lain kali jangan menungguku seperti ini lagi." Arthur berjalan ke arah kamar.

Hati Zeline sakit kenapa? kenapa sampai saat ini Arthur tidak pernah menganggap Zeline itu ada. Zeline tidak minta untuk di cintai oleh Arthur. Zeline hanya mau Arthur menghargai nya sebagai istrinya itu saja sudah cukup bagi Zeline.

" Wanita bodoh cepat siapkan aku air aku ingin mandi." teriak Arthur dari dalam kamar.

" Iya Tuan akan segera aku siapkan." Zeline bergegas masuk ke dalam kamar mandi yang berada di dalam kamar tidur Arthur untuk segera menyiapkan air mandi untuk suami nya.

-

Setelah Arthur selesai mandi. Zeline mengajak Arthur untuk segera makan.

" Tuan apa kau sudah makan? aku sudah memasak makan malam untukmu."

" Kau saja sanah yang makan aku sudah makan tadi. Palingan masakan yang kau buat masakan orang kampung. Untung saja tadi di luar aku sudah makan jadi sanah pergilah dan makan sendiri."

" Barangkali kau lapar lagi Tuan." ucap Zeline lagi.

Arthur geram ia beranjak dari atas kasur lalu mendorong tubuh mungil Zeline ke belakang. Tubuh Zeline langsung terhempas ke bawah karena dorongan kuat yang Arthur berikan.

" Sudah ku bilang makanlah sendiri tapi kau terus saja berbicara kepadaku." Arthur berbalik menuju ke atas kasur kembali tanpa menghiraukan rasa sakit yang di alami oleh Zeline.

Wanita itu berdiri ia berjalan sedikit cepat keluar kamar. Zeline sudah duduk di atas kursi meja makan menatap masakan nya yagg telah dingin.

Zeline menanggis sebegitu benci nya Arthur kepada diri nya. Bahkan Arthur mendorong tubuh Zeline dengan sangat kasar tanpa belas kasihan sedikitpun.

Ibu,Ayah aku merindukan kalian berdua kenapa kalian tidak mengajak aku.Aku lelah seperti ini terus aku ingin ikut kalian saja.

Zeline memakan masakan buatan nya walaupun sudah menjadi dingin karena menunggu Arthur untuk makan bersama. Tetapi nyata nya Arthur bahkan tak mencicipi sedikitpun hasil masakan buatan nya.

Dari balik dinding terlihat seorang pria sedang menyerigai penuh kemenangan. Pria itu berjanji akan membuat wanita yang telah menjadi istrinya itu meminta cerai kepada nya tanpa Arthur minta.

Dan kalau semua rencana nya telah berhasil Arthur tidak akan pernah menikah lagi. Ia hanya akan menunggu ajal nya datang untuk menjemputnya dan dirinya dan Thalia bisa bersatu kembali pikir pria itu tersenyum.

***

Keesokan pagi nya seperti biasa Zeline bangun sebelum berangkat bekerja Zeline menyiapkan segala kebutuhan Arthur.

Zeline meregangkan tubuhnya yang sedikit pegal-pegal. Mungkin akibat Zeline terlalu sering tidur lantai walaupun berlapis karpet tetap saja lebih nyaman kasur nya dulu saat masih berada di kontrakan.

Sarapan yang sudah ia buat kini telah tersaji tertata rapi di atas meja. Zeline tersenyum menatap masakan buatan nya itu.

Selang dari itu Arthur datang mengenakan pakaian kantor seperti biasa nya. " Mau ke mana kau?" tanya Arthur setelah melihat penampilan Zeline.

" Aku akan pergi bekerja kau tau bukan?"

" Iya aku tau..tapi aku ingin kau berada di rumah melayaniku dan membersihkan rumah itu baru tugasmu. Tugasmu itu berada di rumah bukan di kantor." tutur Arthur suara nya terdengar sedikit tinggi.

" Iya aku akan segera berhenti bekerja aku minta maaf."

" Baguslah kalau begitu lebih cepat lebih baik."

Sebenarnya Arthur melakukan itu hanya karena dia tidak ingin orang-orang mengetahui bahwa istrinya wanita bodoh itu bekerja di perusahaan orang lain. Ia tak ingin di cap sebagai pria yang tidak bisa bertanggung jawab dengan baik pada istrinya walaupun kenyataan nya memang seperti itu.

Pasangan suami istri itupun segera melakukan ritual sarapan pagi nya dengan tenang,tanpa ada yang mengeluarkan suara sedikitpun.

**JIKA KALIAN MENYUKAI CERITAKU DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA MEMBERI LIKE,KOMEN,VOTE SERTA RATE BINTANG LIMA NYA YA😉

SUPAYA AKU RAJIN UP YA TERIMAKASIH😊😊**

1
Dewi Dama
yaaa..kenapa matii
Dewi Dama
yang mana yg benar y...kadang kakak kadang mas...
Dewi Dama
klo cmn patung gk usah di tampilin gambar nya...
arfan
up
Yosei Viena
zeline terllu lemah dn goblok pergi lah sesaat menjauh dr Arthur
Yosei Viena
kyknya Thalia emng menderita penyakit yg d sembunyikn
Dianti
Kecewa
Jamilah Nuraini
lanjut thor
Jamilah Nuraini
lanjut
Jamilah Nuraini
Kecewa
Yuslina Kisaran
pergi jauh jgan lihat kebelakang lagi
Angrreniinakii
bukn selera tapi Nnti ujung ujung jug jdi bucun
Nurliana Saragih
Sebenarnya cerita novel Author bagus, cuma kurang greget aja.
Semangat ya.
inayah machmud
semoga arthur dan zeline selalu berbahagia dan segera memiliki momongan...
inayah machmud
akhirnya setelah nikah sekian lama arthur dan zeline mp jg...
Lili Adelia
ceritax gk seru ,kurg greget ,cepat bangt di maafkan,yg bagus dong,
Lili Adelia
ceritax bikin bosan aja,gtu terus gk ada perubahan,
Lili Adelia
zeline tetap tertindas dn tdk bsa melawan yah terima nasib,mungkin ceritax gtua aja kurg tantangan
Ria
lanjut
Ria
mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!