NovelToon NovelToon
Rearin

Rearin

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintamanis / Nikahmuda / Badboy / Tamat
Popularitas:606.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rilansun

[WARNING! DISARANKAN UNTUK MEMBACA BRITTLE TERLEBIH DAHULU]

Keep reading🖤

Kata orang karma itu nyata, karma itu benar adanya. Dan kata orang apa yang sudah menimpanya adalah sebuah karma dari kedua orang tuanya.

Namun Rea tidak pernah memusingkan hal tersebut. Baginya semua yang terjadi padanya adalah kehendak takdir.

Kehadiran malaikat kecil dalam hidupnya, juga adalah sebuah takdir. Anugerah terindah dari Tuhan yang dihadiahkan padanya. Tapi sayang, hadiah itu datang di waktu yang kurang tepat.

Bisakah Rea selalu menerima semua takdir itu?.

Apakah ia akan bosan di tengah perjalanan yang sangat rumit tersebut?.

Yang sangat penting, mampukah Rea mempertahankan hubungan yang tidak berpondasi itu?



17+

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rilansun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terulang sekali lagi

...°°°°°°°°°°°°°°°°°...

...Ketika fisik dan mental terbunuh secara bersamaan......

...###...

...Area 17+...

Rea memejamkan matanya kuat saat merasakan tangan cowok itu yang mengelus perutnya dari luas dress yang dikenakannya. Menyentuh dengan penuh sensual. Membuat tubuh Rea terasa panas. Ketika kulitnya bersentuhan dengan kulit cowok itu, Rea merasa seluruh tubuhnya seperti tersengat listrik. Saraf-saraf nya seolah terputus satu persatu.

"Damn", umpat Rea dalam hati saat tangan itu merayap ke arah bagian atas badannya. Menyentuh dua aset berharga miliknya. Lalu dengan gerakan pelan Rea sedikit mengangkat lengannya. Berniat menyikut perut cowok berengsek tersebut. Tapi Rea kalah cepat dengan cowok itu. Bajing*n yang tak dikenali itu malah memegang tangannya.

"Agresif", bisiknya lalu meniup pelan telinga Rea. Membuat cewek itu memalingkan wajahnya seraya mendengus keras.

Cup

"Bajing*n", desis Rea tajam saat cowok itu dengan lancangnya mengecup pelan kulit lehernya.

Entah alam sadarnya atau bukan, cairan bening itu keluar dari sudut matanya tanpa Rea sadari. Padahal ia tidak dalam keadaan sedih, malahan amarah yang ada dalam dirinya tengah membara saat ini. Tapi entah mengapa air mata itu keluar begitu saja. Mungkin masa lalu kelam itu yang membuatnya terbawa emosi.

Lalu dengan sekali hentak, Rea berhasil membalikkan badannya. Matanya dibuat terbelalak saat melihat sosok yang ada dihadapannya kini. Cowok itu adalah orang berpakaian hitam dengan topi yang menutupi wajahnya di lift tadi. Cowok yang berhasil membuat Argan yang biasanya cuek terhadapnya berubah menjadi Abang yang sangat overprotektif.

Ternyata itu arti dari sikap aneh Argan tadi. Seperti ada ikatan batin antara mereka berdua yang membuat Argan merasakan kalau hal ini akan terjadi pada Rea nantinya.

Cowok itu mengangkat wajahnya dan memandang Rea dengan seringaiannya. Menatap lurus tepat di netra hitam tersebut.

Sementara Rea terkejut bukan main. Pupil matanya melebar dengan tubuh yang menegang kaku. Menatap tak percaya cowok yang berdiri gagah dihadapannya itu.

Lalu tangannya terulur ke depan. Melepaskan topi yang dikenakan cowok itu. Refleks Rea menjatuhkan topi itu kelantai saat cowok tersebut benar-benar adalah Levi. Levino Altan Devora. Kakak kelasnya yang kini menjadi teman seangkatannya.

"K-kamu?", ujar Rea terbata-bata.

Levi menyugar rambutnya sekilas lalu berjalan menghampiri Rea yang kontan membuat cewek itu berjalan mundur, "Kenapa?, kaget?."

"Kamu mau apa?", secepat kilat Rea mengubah ekspresinya seperti semula. Tenang dan datar. Sebab Reagan pernah berkata padanya ketika kita sedang berhadapan dengan masalah jangan sedikitpun tunjukkan raut wajah ketakutan. Karena bukannya berhenti, masalah itu akan terus datang dan menghampiri. Sebab mereka paham kalau kita adalah orang yang lemah dan mudah ditindas.

"Gue mau lo", ujar Levi tajam dan mendorong Rea ke ranjang yang berada di belakangnya. Membuat cewek itu sedikit meringis kesakitan.

Levi menyeringai dengan jari telunjuk yang menyentuh garis wajah Rea, "Kenapa?, gak takut?", tanyanya saat mendapati Rea yang menatap datar plus dingin dirinya.

Rea tak menjawab. Cewek itu hanya menatap Levi tanpa ekspresi apapun. Seolah menantang Levi untuk bertindak lebih jauh. Ibaratnya untuk apa Rea takut, sementara tubuhnya saja sudah pernah di jamah oleh orang lain. Cowok asing yang sama sekali tak dikenalinya.

"Sangking banyaknya cowok di sekeliling lo, membuat lo udah biasa kayaknya", ujar Levi kemudian setelah tidak mendapatkan jawaban sama sekali. Padahal hatinya sudah terbakar habis di dalam sana bila mengingat fakta kalau perempuannya itu dikelilingi oleh para lelaki.

Rea tetap bungkam. Tak menggubris apa yang dibilang oleh Levi. Otaknya masih sibuk menyusun puzzle yang ada. Mencermati kejadian beberapa hari belakangan ini yang terasa sangat ganjil.

Levi mengangguk pelan saat melihat Rea yang hanya diam saja. Cowok itu mengukung Rea di bawah tubuh kekarnya. Sedikit menekan tubuhnya pada Rea. Tapi tidak membuat mawar nya itu kesakitan.

"Kayak gini udah biasa?", tanya Levi lalu mencium bibir Rea secepat kilat. Membuat pupil mata Rea melebar sedikit. Ada apa dengan cowok gila itu. Apakah Levi habis minum?, hingga tak tau siapa yang ada dibawahnya kini.

Tidak mungkin Levi jatuh hati padanya hingga nekat melakukan hal ini. Karena mereka baru bertemu untuk pertama kalinya beberapa hari yang lalu. Itu pun tanpa di sengaja.

Levi tersenyum miring lalu kembali melayangkan kecupannya pada kedua pipi Rea, "Atau kayak gini?."

"Sial-"

Cup

Levi menyela ucapan Rea yang ingin mengumpat dengan mencium bibir cewek itu. Memagutnya lembut. Tak membiarkan kata-kata kasar itu lolos dari mulut suci wanitanya.

"Toxic banget sih, ajaran siapa?, hm?", bisik Levi setelah melepaskan pagutannya.

"Cepat lepasin saya!", desis Rea tajam yang membuat Levi terkekeh.

"Kalau gue enggak mau gimana?", Levi menyeruakkan kepalanya ke leher Rea. Menghisap kulit putih nan mulus itu tepat di tulang selangkanya yang membuat sang empunya meringis tertahan.

"Cantik", gumam Levi seraya mengelus tanda merah yang barusan dibuatnya.

Rea yang melihat Levi lengah lantas berniat mendorong tubuh cowok itu. Tapi sial, lagi-lagi Rea kalah cepat oleh Levi. Bajing*n gila itu memegang erat kedua tangan Rea. Menguncinya diatas kepala. Dan mengapit kedua paha Rea dengan kakinya. Sehingga Rea tidak bisa bergerak dibuatnya.

"Lepasin saya, sebelum-"

"Sebelum apa hm?", Levi menanggalkan tali pinggangnya dan mengalih fungsi kan benda itu untuk mengikat kedua tangan Rea yang tidak bisa diam.

Setelah itu Levi mencium sekilas kening Rea dan memandang lembut wajah cewek tersebut, "Sakit?", tanyanya.

Rea mendengus dan memalingkan wajahnya. Tuhan, Rea sangat berharap ada keajaiban yang menghampirinya saat ini. Jangan sampai dosa itu terulang untuk yang kedua kalinya. Rea tak ingin lebih kotor dari ini.

Levi menggertakkan gigi nya saat Rea seolah menolak sentuhannya. Membuatnya teringat akan kejadian enam tahun silam. Memangnya apa yang kurang dari Levi?. Bahkan banyak cewek yang mengantri untuk menjadi pacarnya. Sampai ada yang gila menawarkan tubuhnya pada Levi. Dan itu semua karena ketampanan yang dimilikinya.

Tetapi mengapa Rea sama sekali tidak terpikat dengan pesonanya. Jangankan terpikat, melirik saja tidak.

Srekk

Tanpa di duga Levi menarik paksa gaun putih itu yang membuat drees itu terkoyak tak beraturan. Membuat Rea menjerit dan melotot tak percaya.

"Apa yang kamu lakuin?, kamu gila?, hah?", Rea murka, sangat murka. Bagaimana tidak, mereka saja tidak saling mengenal tapi Levi benar-benar berani melakukan pelecehan ini kepadanya. Memangnya apa yang dipikirkan oleh cowok itu.

"Right, and it's because of you", sahut Levi seraya tersenyum miring. Menatap Rea dengan nafsu yang melingkupi. Matanya ditutupi oleh kabut gairah.

"Saya beri kamu-"

Srekk

Belum sempat Rea merampungkan ucapannya. Levi lebih dulu menarik paksa kain yang menutupi dua gundukan tersebut. Membuat dua benda itu bergerak seiring dengan pantulannya.

"Bajing*n kamu!", Rea berteriak di hadapan Levi dengan air mata yang sudah tak dapat lagi di cegah. Jangan katakan kalau hal laknat itu akan terjadi lagi kepada dirinya. Andaikan saja tangannya tidak terikat. Mungkin Rea sudah memukuli wajah biadab cowok itu.

Levi tak menghiraukan teriakan serta tangisan Rea. Dirinya sudah dilingkupi oleh nafsu dan amarah. Yang ada di kepalanya kini hanyalah bagaimana cara melampiaskan keduanya.

Lalu cowok itu sedikit menunduk. Mensejajarkan wajahnya pada wajah Rea. Membuat hidung keduanya nyaris bersentuhan.

"Lo udah terbiasa dengan semua ini, karena malam itu kan?."

Deg

Rea mendadak berhenti menangis. Tubuhnya terpaku tak bergerak. Jantungnya terasa ingin lepas dari tempatnya. Dan oksigen pun terasa pergi meninggalkannya. Membuat dadanya sakit. Seperti ada beribu tangan tak kasat mata yang meremasnya. Seolah ingin membuatnya mati secepatnya.

Rea tak bodoh, ia paham apa maksud dari ucapan cowok itu.

"Ka-kamu?", tanya Rea tak percaya. Semoga saja spekulasi yang ada di otaknya itu salah. Ya semoga saja.

Namun sayang, anggukan singkat dari Levi mematahkan segala harapannya. Tubuhnya tiba-tiba lunglai tak berdaya. Untuk pertama kalinya Rea merasa hidupnya tak berguna.

"Gue orang yang ngebantuin lo malam itu", sahut Levi seraya meremas dua aset berharga milik perempuan itu. Rea tak bereaksi, ia seperti mayat hidup. Roh nya seolah telah beranjak keluar dari tubuhnya.

"Jadi", Levi menjeda ucapannya dan turun ke bawah tubuh Rea. Menciumi ujung kaki cewek itu hingga ke pangkal pahanya. Mencicipi setiap jengkal tubuh Rea secara terang. Tidak dalam keadaan gelap seperti pertama kali, "Sekarang lo yang bantuin gue", lanjutnya.

Rea memalingkan wajahnya ke arah balkon saat titisan setan itu menjelajahi pusat tubuhnya. Melakukan apapun yang disukainya. Ingin melawan tak ada gunanya. Sekarang Rea hanya bisa pasrah, pasrah akan segalanya. Dan sekarang Rea sangat berharap setelah ini Tuhan langsung mengambil nyawanya saja. Daripada ia hidup sebagai makhluk yang penuh dengan najis dan bergelimang dosa.

"Maafin saya Bunda", lirih Rea dengan lelehan air mata saat sesuatu yang keras itu berusaha menerobos masuk. Seolah membelah paksa tubuhnya menjadi dua bagian. Dan air mata itu adalah lambang dari kesakitan dan tak berdayanya ia.

Sakit di pusat tubuhnya kontras dengan sakit di relung hatinya.

Rea terus menggumamkan kata maaf nya untuk sang Bunda. Tanpa menghiraukan Levi yang bergerak di atas tubuhnya. Harusnya malam ini ia berdiri di samping Bunda nya. Mencium dan memeluk hangat wanita tersebut. Mengucapkan beribu doa dan selamat.

Tapi apa, Rea malah berada disini. Berbaring lemah dengan bodohnya. Memenuhi nafsu bejat mantan kakak kelasnya itu.

Ini yang kedua kali untuknya, dan itupun dengan orang yang sama. Cowok yang sama yang telah merenggut kesuciannya. Dan kini cowok itu malah merenggut sisa harapan hidupnya.

...~Rilansun🖤....

Nabung sebelum ujian😘

1
Lily
kan aku pernah bilang, kasih tau semua masalah mu ke Rea atau ke mertua mu
Rilansun: bandel si Levi ya kan kakk, btw makasiii kakakk udh mau baca cerita ku🤗
total 1 replies
Lily
harusnya Levi ngomong ke Rea atau Reagan tentang masalah nya ini
Lily
ngomong dong Rea, tanyain siapa yang nelpon, yang minta ditemenin ke dokter kandungan
Lily
waduh... sampe empat ratus
Lily
kapan kapokmu pak... padahal sudah dihajar setengah mati
Lily
guanteng nya... nama aslinya siapa
Dhe K
thorrrr yg gak paham gak cuman rea kaleeeee....

😶
Dhe K
kok malah jadi boring ya kaya mudah men
Tiana
jejak aja dulu
melting_harmony
Luar biasa
Abel_alone
kapan lanjut cerita Morgan dan Tiffany nya Thor?
Abel_alone: makasih Thor info nya,
smg sehat sllu dan sering" crazy up
total 2 replies
Ersa
🌹🌹🌹
Rilansun: makasiii kakak sudah mau bacaaa🤗
total 1 replies
zi_zah
ditunggu kakak
Rilansun: Sudah di publish kakak, silahkan cek profil ku yaa. jangan lupa di subscribe biar ga ketinggalan info up nya🤗
total 2 replies
Nurhayati
tak tunggu up ny yo, btw ap jdul ny?
Rilansun: Tungguin ajaa ya kak, makasiii Rearinnya masi disimpann🤗
total 1 replies
Edah J
Seneng banget ada notif ka author 😉
selamat datang kembali di dunia perketikan ka author 😘
kangen dengan kata"mutiaranya ka author 😉😘👍
aku juga nunggu Alsyia lho ka othor😘
Rilansun: ya Allah, masyaallah. baper nih. bole minta wa nya wkwk
total 3 replies
Naviah
lanjut thor
Rilansun: Hai kakak, Morgan dan Tiffany udh di publish yaa. Silahkan cek profil ku ya. Jangan lupa di subscribe biar ga ketinggalan info up nyaa 🤗
total 3 replies
Naviah
baru dapet notif thor,
Ai Oncom
Alhamdulillah.. d tunggu y kak ceritanya..
Rilansun: Okeee, makasi ya kak Rearinnya masi disimpann🤗
total 1 replies
Lucia Michelle
😭😭😭 Kak Rilan,,,
" ARGAN" Bukan " MORGAN"..
Rilansun: Hai hai kakak cantikk, Morgan dan Tiffany udh di publish yaa. silahkan cek profil ku yaa. jangan lupa di subscribe biar ga ketinggalan info up nyaa 🤗. Aku menunggu komen mu loh 🤭
total 4 replies
Semesta Mayka Alessia
suka cerita mereka soalnya
Rilansun: hai kakak, Morgan dan Tiffany udh di publish yaa. silahkan cek profil ku yaa. jangan lupa di subscribe biar ga ketinggalan info up nyaa 🤗
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!