Alina Anastasya gadis cantik berumur 23th yang sedang menempuh pendidikan di luar kota tiba tiba orang tuanya menghubungi nya untuk cepat pulang.
"hallo Alin ini ibu cepat kamu pulang kakak mu sedang kritis" mendengar ibunya yang sangat panik
"hallo ibu ada apa bicara pelan pelan kak Andin kenapa Bu?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adca_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 16
Setelah Alina memberikan tugas nya ia buru buru pergi karena takut Tio menunggu lama.
"Aku duluan ya Dev"
"Iya hati hati Alina"
Alina membuka pintu mobil Tio ternya Tio sedang mengerjakan pekerjaan kantornya
"Udah selesai"tanya Tio
"Udah kak maaf nunggu lama"
"Gapapa,gimana udah ngobrol sama mantan apa dia memberikan penjelasan untukmu"
"Aku udah bilang kak aku udah putus apa sih bahas mantan"
"Sekarang kita mau kemana sayang"
"Aku mau jemput Ezra kak sehari gak ketemu sama dia aku kangen sekali"
"Oke kita jalan kesana"
Alina dan Ezra menuju rumah mama Rina dari pertama jalan sampai sekarang Tio tidak melepaskan tangan Alina.
"Kak emang kamu gak pegel pake tangan satu,ini apa lagi dari tadi kamu gak mau lepasin" ucap Alina dan Tio hanya tertawa
"Alina apa kamu tau,baru sekarang aku merasakan sebahagia ini lagi"
"Apaan sih kak kamu lebay banget,lepas nyetir dulu yang bener"
Tio mengecup tangan Alina,Alina memalingkan wajah nya dirinya juga sangat salting wajah nya sampai merah merona, perjalanan jauh pun seakan terasa dekat karena bagi Tio dan Alina ini waktu berdua mereka.
"Alina bangun kita sudah sampai"ucap Tio, tapi tidak ada pergerakan dari Alina
"Kalau kamu gak mau bangun aku gendong ya"
"Apaan sih kak gendong gendong aku udah bangun ayo turun"
Alina lebih dulu turun dan di susul oleh Tio dari kejauhan Ezra sedang bermain dengan mama Rina.
"Tumben kalian barengan udah dari mana"tanya mama Rina
"Kak Tio udah nganterin aku ke kampus mah jadi sekalian jemput Ezra"
"Oh gitu,tapi kalian jangan pulang dulu kita makan siang bareng dulu"
"Oh ya mah apa Ezra gak rewel?"
"Engga sayang sekarang Ezra anteng mau sama siapa aja"
"Syukurlah kalau gitu aku bisa pulang ke rumah mamah"
"Apa Alina Ezra masih membutuhkan kamu,kamu gak boleh kemana mana ingat itu"Ucap Tio
"Ezra yang butuh Alina atau kamu yang gak mau jauh dari Alina"
"Dua dua nya" setelah mengatakan itu Tio langsung pergi ke kamar nya
"Alina apa kamu belum yakin juga sama Tio?"tanya mama Rina
"Bukan begitu mah,Alina baru putus dan Alina masih menata hati Alina kalau sekarang Alina menerima langsung kak Tio sepertinya kurang baik takut nya hanya pelampiasan saja"
"Oh gitu ya sudah kalian pacaran aja dulu gapapa sayang"
Alina tidak membalas lagi ucapan mama Rina ia hanya menggendong Ezra membawa ke kamarnya karena sudah waktunya Ezra tidur siang,Tio menghampiri Alina yang sedang menidurkan Ezra.
Tiba tiba Tio ikut berbaring di belakang Alina,karena Ezra baru memejamkan matanya Alina menahan diri untuk tidak marah tapi Tio semakin merapatkan tubuhnya dan memeluk Alina dari belakang.
"Kak awas Ezra baru tidur"bisik Alina
"Ya gapapa aku gak ganggu Ezra aku cuma ingin tidur disini aja"
Alina yang kesal dengan ucapan Tio ia mencubit paha Tio dan Tio meringis kesakitan.
"Rasain makannya awas jangan curi curi kesempatan kak"
"Pedas sekali cubitan kamu Alina"dan Tio langsung terbangun
"Habisnya suruh siapa tiba tiba tidur di sebelah aku mana main peluk peluk aja"
"Cuma peluk sedikit aja Alina tapi cubitan kamu kaya kepiting Alaska"
Tok...tok... dari arah pintu seseorang mengetuk pintu,dan Alina membuka nya
"Kalian sedang apa disini"tanya mama Rina
"Aku habis nidurin Ezra mah"
"Oh mama kira habis nidurin papa Ezra"
"Apaan sih mah mana ada seperti itu"
"Ayo kita makan,makanan sudah siap"
Dimeja makan dirumah mama Rina karena kedatangan Tio dan Alina papa Tio pun ikut makan siang di rumah mumpung anak nya bisa mampir ke rumah.
"Tumben kalian ada dirumah?"tanya papa Tio
"Tio habis nganterin Alina ke kampus jadi sekalian jemput Ezra pulang"
"Oh ya Alina apa kamu sudah sembuh?"
"Sudah pah Alina sudah baikan cuma demam aja"
"Syukurlah sayang,mungkin kamu terlalu capek karena sering begadang apa lagi kemarin Ezra sakit"
"Iya tapi Alina gapapa kok pah"
"Oh ya Alina mamah dengar kamu punya bisnis"tanya mamah rina
"Hanya bisnis kecil kecilan mah,karena aku sudah putus jadi aku menyerahkan nya pada mantan Alina"
"Kenapa begitu Alina sayang bisnis yang dibangun berdua kenapa kamu menyerah kan semuanya"
"Alina tidak ingin berurusan dengan nya lagi"
"Bagus sayang"Tio menyela ucapan Alina
Papa dan mama Tio mereka terkejut baru kali ini Tio menunjukkan perasaan nya meskipun dulu saat menikah dengan Andin ia tidak pernah memanggil Andin seperti itu,tapi sekarang ia menunjukkan rasa cemburunya.
"Ehemmm"papah Tio terbatuk
Alina melihat ekspresi orang tua Tio yang terkejut ada sesuatu yang aneh,saat Tio memanggil nya sayang kenapa semua terkejut seperti baru mendengar nya.
"Minum mah kalau tersedak bukan pura pura batuk"ucap Tio yang mengetahui papah nya hanya pura pura
Mamah Rina sangat senang asa perubahan pada anak nya dia kembali pada Tio dulu ia tidak sedingin es lagi,setelah makan siang mamah Rina mengajak Alina untuk pergi ke taman belakang melihat tanaman nya.
"Wahhh indah sekali mah Alina baru pertama kali kesini"
"Iya karena kamu jarang sekali berkunjung kesini,disini tempat favorit Kakak kamu"
"Oh ya pasti kak Andin suka mah karena kak Andin sangat suka bunga apalagi bunga mawar ini"
"Iya itu Kakak kamu yang menanamnya Alina"
Alina sangat Senah bisa melihat tanaman karena dulu sebelum kakak nya menikah dia selalu mengurus taman di rumah nya bersama sang kakak.
"Oh ya Alina mamah sangat berterimakasih sama kamu"
"Terimakasih kenapa mah?"
"Berkat kamu Tio tidak sedingin dulu,waktu mamah menjodohkan Tio dan Andin mamah kira Tio sudah menerima Andin tapi mamah salah Tio hanya menerima pernikahan nya karena paksaan dari mamah"
Alina diam tidak menyela ucapan mamah Rina ia mendengar semua nya
"Tio masih tetap dingin seperti dulu,hadirnya Ezra pun karena ketidak sengajaan Tio"
"Maksud mamah gimana?"
"Tio tidak pernah memberikan Andin nafkah batin nya Tio hanya memberikan semua keperluan Andin,hingga saat Tio pergi ke acara pesta rekan bisnis nya ia di jebak dengan obat untuk menjebak Tio tapi Tio menahan nya sampai ia pulang.Meskipun Andin istrinya Tio bisa saja melampiaskan nya ke Andin tapi tidak ia berusaha meredam nya sendiri tapi Andin yang tidak tega melihat Tio menderita sendiri ia rela melayani Tio dengan keadaan seperti itu meskipun sebelumnya Tio tidak pernah menyentuh Andin".