NovelToon NovelToon
Sayap Patah Si Gendut

Sayap Patah Si Gendut

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / Contest / Patahhati / Romansa-Teen angst / Tamat
Popularitas:222.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ina az-Zahra

BLURB:

Setiap manusia bukankah memiliki rupa yang berbeda-beda, baik rupa fisik juga perangainya. Bila Tuhan saja membedakan manusia dari amal perbuatannya tanpa memandang siapa dan seperti apa fisiknya, lantas kenapa manusia yang sesama makhlukNya lebih memilih menilai manusia lain dari segi fisik dan hartanya saja? Untuk sayap yang patah karena penilaian orang, terlebih karena fisik yang katanya tak sedap dipandang, seperti Kiyara Mentari misalnya, gadis gendut yang sering terabaikan dunia yang kini tengah menyiapkan sayapnya kembali, sayap yang lebih indah dari yang lalu tentunya. Mari terbang bersama, mengepakkan sayap dengan asa dan keyakinan, bahwa di depan sana akan ada kehidupan yang lebih baik dan akan ada manusia lain yang dengan senang hati menerima segala kekurangan, pelengkap ketidaksempurnaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ina az-Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Gue Nggak Buta

~Cinta itu bukan buta hati, tapi buta mata. Karena cinta sejati datangnya dari Allah melalui hati bukan dari mata~

.

.

.

Sarapan kali ini jelas terasa berbeda bagi Kiyara, kursi meja makan bukan hanya berisi

kedua orang tua dan kakaknya saja, melainkan ada dua sosok pria yang tak asing baginya ikut menyatap menu sarapan yang sama.

“Papa-Mama apa kabar, Dave?” tanya Bunda, mencoba mengalihkan ketegangan yang tiba-tiba menyeruak di ruang makan.

“Alhamdulillah, Bun sehat. Bunda sama Ayah, makin keliatan sehat dan bugar gini, rajin olahraga?”

Ayah hanya tersenyum sembari mengangguk-anggukkan kepalanya, tak berniat menjawab pertanyaan Dave, karena mulutnya masih penuh berisi makanan, membuat sang istri geleng-geleng kepala melihat kelakuan suaminya itu. “Alhamdulillah, kalau mereka sehat. Ini Ayah yang lagi sering olahraga, Bunda mah ya gini-gini aja ngurus rumah kadang bantuin Kiyara ngurus tanemannya, jalan keliling blok sini aja nganter pesenan sayur itupun kalau Kiyara lagi nggak bisa nganter.”

“Oh, sayuran yang di depan tadi, Bun? Seger seger gitu.”

Bunda Alana menganggukkan kepalanya. “Iya, itu hidroponik usahanya Kiyara.”

“Wih, keren … keren … !”

“Bun, lagi makan nih … jangan ngobrol terus, dilanjut nanti aja ngobrolnya.” Dafa terpaksa berbicara agar Bundanya menghentikan obrolan dengan Dave, karena terlihat jelas raut wajah Kiyara yang tak nyaman sama sekali, apalagi kini dirinya sudah dijadikan objek pembicaraan.

“Eh, iya deh nanti kita lanjut ngobrolnya ya, Nak Dave.”

“Iya, Bun … siap deh ngobrol sama Bunda, mah.”

“Apa dia yang dimaksud Kiyara di buku diarynya yang paling akhir?” Tanya Tama dalam hati.

Tama, terlihat menahan gejolak yang ada di hatinya, melihat keakraban yang tercipta antara

lelaki bermata biru dengan wanita paruh baya yang dia kenali sebagai Bunda dari korban bullyingnya 6 tahun yang lalu. Ingin membuka obrolan tapi bingung ingin mengobrolkan apa, ini kali pertamanya berkunjung di rumah bergaya klasik ini. Beberapa menit berlalu, akhirnya sarapan yang menegangkan bagi Kiyara usai sudah, kini Kiyara dan Bunda Alana

sedang sibuk membersihkan piring bekas makan, sedangkan para laki-laki sudah berkumpul di ruang keluarga.

“Ayo, Ki. Taruh aja dulu, nanti aja dicucinya, kita ke depan dulu enggak enak ada tamu masak dianggurin.”

“Iya, Bun.” Dengan berat hati Kiyara menuruti Bundanya, meski hatinya ingin segera masuk ke kamar dan bersembunyi dari tamu si kakak.

Belum juga langkah ibu dan anak itu memasuki ruang keluarga, tapi suara gaduh tawa yang saling bersahutan sudah dapat terdengar dengan jelas, membuat keduanya heran, apa yang sedang mereka tertawakan, pikirnya. Tawa yang saling bersahutan itu, kini sudah berganti dengan suara obrolan santai meski terselip sedikit tawa, membuat Kiyara menajamkan pendengarannya, takut jika dirinya menjadi topik obrolan para lelaki itu.

“Kalau dari mata, terus yang matanya buta gimana nemuin cinta?” suara Ayahnya terdengar jelas diakhiri sedikit tawa renyah.

“Eh, iya juga ya Om … hadeuh nggak kepikir, dari dulu kalau nyari cewek ya yang cantik dulu. Nggak kebayang kalo pas pulang kerja terus yang nunggu di rumah itu wanita jelek, makin capek rasanya badan.” Suara pria yang diyakini Kiyara adalah suara milik Tama.

“Kamu itu … ! nggak boleh bilang kayak gitu, semua wanita itu cantik. Anggap aja gini

kalau nggak cantik rupa, ya cantik hati tapi lebih bagus lagi kalau cantik rupa juga hati. Tapi kalau cantik rupa itu relatif, soalnya tipe cowok juga beda-beda … cantik menurut Dafa mungkin beda sama cantik menurut Dave dan Tama,

meski kalian sama-sama laki-laki. Yang penting sih hatinya kalau Om, tapi Alhamdulillah Om dapetnya paket komplit, hahaha.”

 “Ehm, seru banget nih ngobrolnya para lelaki,”

celetuk Bunda saat memasuki ruang keluarga diikuti oleh Kiyara di belakangnya, membuat keempat lelaki itu mengalihkan perhatiannya ke sumber suara, lalu tersenyum.

“Eh, Bunda … sini Bun, duduk samping Ayah …”

Bunda Alana mendudukkan dirinya di samping suaminya, membuat Kiyara kebingungan akan

duduk di mana, mau duduk di samping kakaknya tapi masih ngambek, mau duduk di

deket Dave atau Tama rasa-rasanya semakin tak mungkin.

“Sini, di samping Kakak.” Merasa tak ada pilihan lagi akhirnya Kiyara duduk tepat di samping Kakaknya.

Suasana yang sebelumnya terisi canda tawa juga gurauan para lelaki kini sudah berhenti,

raut wajah Dafa juga sudah berubah menjadi lebih serius. “Ehem …” Dafa berdehem sedikit keras, mengalihkan atensi.

“Langsung kita bahas aja ya, sebelumnya saya minta maaf di sini saya tidak berniat memojokkan siapa pun.”

Kiyara, Bunda, dan Ayahnya saling melempar pandang, ada apa gerangan sampai si sulung

berubah formal seperti ini sampai memanggil dirinya sendiri dengan sebutan ‘saya’, pikirnya. Berbeda dengan kedua tamunya yang sudah tahu akan menjurus kemana pembicaraan Dafa pagi ini.

“Ini berkaitan dengan Kiyara, lebih tepatnya traumanya Kiyara. Yah, Bun … sebetulnya

kemarin Kiyara sempat di bawa ke rumah sakit, dia pingsan sewaktu pembekalan mentor.”

Ayahnya membelalakan mata, terkejut. Sementara Kiyara, dia hanya menggelengkan

kepalanya, menatap dalam mata Kakaknya, memohon agar tak melanjutkan pembicaraan ini. “Kamu apa-apaan Dafa, kenapa nggak bilang sama Ayah?”

“Tenang dulu, Yah. Kita dengar dulu penjelasan Dafa.” Bunda dengan sigap mengusap bahu suaminya.

“Maaf, Yah … . Ini Dafa terusin dulu ya. Kiyara pingsan karena traumanya kambuh lagi, ingatannya tentang masa SMP menyeruak kepermukaan. Rasa takut dan gelisah berlebih muncul lagi, karena kehadiran Tama.”

Dave, mengepalkan tangannya merasa kesal, setelah mengetahu pria yang duduk tak jauh

darinya adalah penyebab Kiyara dibully sewaktu SMP dulu.

“Jadi Nak Tama ini Kakaknya Aurel? Yang dulu sempat memprovokasi teman-temannya

Kiyara?” Tama mengangguk, wajahnya meraut penyesalan yang teramat dalam.

“Maaf, Om-Tante … itu memang saya, dulu saya marah sekali dengan Kiyara karena Aurel

bersedih dan bercerita kepada saya kalau Kiyara berlaku curang dalam seleksi OSN tingkat sekolah, sehingga Aurel kalah dalam seleksi. Sebagai Kakak saya ingin melindungi Adiknya, dan cara itu yang saya tempuh.”

Kedua orang tua Dafa dan Kiyara itu, menghembuskan napasnya kasar. Ternyata muasal permasalahannya tak sepelik yang ada di pikiran mereka. Berasal dari ingin melindungi adiknya bocah yang dulu duduk di bangku SMA itu sampai melakukan hal yang tak terduga seperti itu.

“Tapi, saya sadar setelah … ternyata Aurel bukan Adik kandung saya …”

“Bagaimana bisa Aurel bukan Adik kamu Tama?” tanya Bunda dengan air muka yang tak dapat menyembunyikan keterkejutannya.

“Iya, ternyata Aurel hanya anak dari panti asuhan yang dibawa Papa, saat Mama dulu

kehilangan bayi perempuannya, Adikku yang ternyata meninggal saat dilahirkan Mama. Papa sengaja membawa bayi perempuan dari panti saat dua minggu setelah Mama melahirkan … Mama tak tahu apa-apa karena Mama koma setelah melahirkan Adikku, dan kami baru mengetahui semua rahasia Papa setelah Aurel ketahuan menjadi pecandu satu tahun yang lalu.”

“Innalillahi … .”

Tama, menundukkan kepalanya terlalu malu. “Maaf, karena dulu terlalu percaya dengan Aurel sehingga membutakan mata saya dan memercayainya begitu saja dan menyebabkan

kerugian untuk Kiyara, sampai saat ini.”

Dafa dengan sigap merangkul bahu adiknya yang sudah mulai bergetar, terdengar isakkan kecil lolos dari bibir Kiyara. Selalu begini, Kiyara terlampau lemah jika membicarakan masa lalunya, jiwanya serasa kerdil.

“Bun … ,” ucap Dafa sembari mengerlingkan matanya, memberi kode pada wanita yang telah melahirkannya 27 tahun yang lalu untuk mengambilkan obat Kiyara.

“Kamu sebagai laki-laki harusnya mengedepankan logika, terlepas Aurel adik yang paling kau sayang atau bukan saat itu tetap gunakan logikamu sebagai manusia agar tak ada manusia lain yang menjadi korban karena sikap yang kau ambil saat itu.”

“Maaf, Om. Saya juga mau berterima kasih pada Bang Dafa yang sudah mau menasihati dan mengajari saya selama ini, padahal Bang Dafa tahu jika saya adalah pelaku yang telah menyebabkan Adiknya mengalami trauma.”

1
Hera sasuwe
👍
Wiliam Zero
bagus dan happya ending 👍
allvaro Putra
suka kak apalgi tentang cewek gemoy
Dyah Shinta
Khadijah...
Dyah Shinta: kok jadi khadijah?
Aku ngetiknya 'luccuuukkk'...
total 1 replies
dila
karyanya bagus ringan banget bacany jdi gk monoton 💖
dila
aq komen ya 🥰 tpi gk tau mau ngmong apa, ini cerita bagus alurnya enak ringan banget tpi knp yg like dikit
yaty
bestt
Megumi
dave ya?
jangan bucin ya dave nanti 🤭
Megumi
baru mampir.
Biasanya kalo cowok hobi gangguin cewek itu cuma caper, padahal mah naksir
MA¹²queen
hai kak aku ma¹² mampir kenovel, jangan lupa mampir kenovel ku ya kak,, sukses selalu🤗🤗🥰
Senajudifa
salken dr kutukan cinta. mampirlah jika berkenan
siti hasanah
Alhamdulillah tks ya thor cerita bagus
Zahra: kalau berkenan silakan mampir dicerita saya lainnya di apk fizzo Kak dg nama pena yg sama
total 2 replies
siti hasanah
Karena keasyikan baca sampe lupa ngasih komen thor. alur ceritanya bagus banget. Semangat terus thor
🐾COCO🐾
mampir baca thor..
danisweet
hamidun tuh si ara
Zahra: Baca novelku di Fizzo juga Kak, judulnya Kutukan Cinta Inggrid, gratissss
total 1 replies
Almira Mira
next
Zahra: Baca novelku di Fizzo juga Kak, judulnya Kutukan Cinta Inggrid, gratissss
total 1 replies
re
Rendra ditaksir cewek
Zahra: Baca novelku di Fizzo juga Kak, judulnya Kutukan Cinta Inggrid, gratissss
total 1 replies
anna araroffatully
kiyowo triplets nya😍
Zahra: Baca novelku di Fizzo juga Kak, judulnya Kutukan Cinta Inggrid, gratissss
total 1 replies
re
next
re
Lahiran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!