NovelToon NovelToon
Salah Kamar

Salah Kamar

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Nikahkontrak / Cintamanis
Popularitas:41.3k
Nilai: 5
Nama Author: Salwaa RJ

'Salah kamar bukan salah jodoh'

Kisah 2 insan yang memiliki kisah tersendiri. Di mana Kinan yang sangat menjunjung tinggi kriteria untuk pasangannya dan Bram yang bergelut dengan lukanya di masa lalu. Siapa sangka? Keduanya dipertemukan dalam keadaan tak terduga yang justru membuat mereka harus terpaksa menikah.

Up : Jum'at & Minggu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salwaa RJ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#14 Akhirnya Nikah

Bram mengusut rambutnya. Ia terduduk di lantai, bersandar pada ranjangnya sebelum menghela napas. Dengan cahaya temaram, ia berusaha keras untuk mengingat segalanya. Namun, ia tak ingat pernah melakukan sesuatu dengan Lia.

Suara ponsel membuat pria itu menoleh. Tangannya segera meraih benda pipih yang ia letakan di atas ranjang. Namun, ia putuskan untuk tak menerima telepon tersebut. Bahkan ia memilih untuk mematikan ponselnya.

Bram cukup pusing dengan pengakuan Lia. Ia juga tak mungkin membatalkan pernikahan itu begitu saja. Apalagi dia sudah berjanji pada Kinan untuk menikahinya meski hanya di atas kertas.

Apa Lia cuman pura-pura? Tapi untuk apa? batin Bram.

Suara ketukan pintu membuat Bram segera beranjak. Ia membuka pintu dan menaikan sebelah alisnya saat salah satu pembantu di rumahnya berdiri dengan wajah panik di hadapannya.

"Tuan, nyonya--"

Belum juga ucapan pembantu itu selesai, Bram segera berlari menuju kamar sang Nenek. Ia. yakin sesuatu yang buruk terjadi pada sang Nenek.

"Oma?" Bram segera mendekati sang Nenek yang kini sudah tak sadarkan diri di atas ranjang. "Kenapa Oma bisa pingsan? Jawab saya!"

Bentakan Bram tentu membuat seorang wanita yang bertugas sebagai perawat sang Nenek hanya bisa menunduk penuh sesal. Ia sungguh tak berani menatap langsung mata Bram yang menyala.

Tak kunjung mendapat jawaban, Bram meminta dokter yang biasa menangani sang Nenek untuk menyingkir.

"Saya akan bawa Oma ke rumah sakit siapkan mobil," ujar Bram kemudian membuat Jaka sang asisten langsung bergegas pergi. Perintah dari Bram memang sebuah keharusan. Itulah alasan utama Jaka segera bergegas alih-alih menyanggah sebab kondisi Nenek yang tengah menurun.

...***...

Bram merasa sangat kesal saat salah satu pembantu rumah tangganya menceritakan kronologis dari pingsannya Nenek. Ia cukup kesal karena Lia menjadi alasan utama dari penurunan kondisi Nenek.

Bram merogoh sakunya, menghubungi Lia dengan amarah yang meluap. Ia tak habis pikir kenapa gadis itu sangat bersi kukuh jika bayi itu adalah bayinya. Padahal Bram merasa jika ia tak pernah melakukan apa pun dengan Lia. Bahkan mereka baru benar-benar dekat dan memutuskan menikah sekitar satu bulan. Tak mungkin Lia bisa hamil secepat itu bahkan usia kandungannya sampai dua bulan.

"Bisa gak sih kamu pergi dari hidup saya? Saya beneran udah muak banget sama drama kamu. Kalo sesuatu terjadi sama Oma, saya bakal tuntut kamu!"

"Tuntut aja kalo bisa. Jangan lupa ganti ruginya, Pak Bram Ari Pratama."

Bram mengerutkan dahi kemudian menatap layar ponselnya. Ia sungguh merasa bodoh karena justru menghubungi Kinan. Mungkin karena amarah yang terlalu meluap, ia sampai salah menghubungi.

Bram memijat pucuk hidungnya lalu duduk di kursi panjang dan bersandar. "Maaf, saya salah pencet."

Bram kembali duduk dengan tegak saat menyadari sesuatu. "Kamu panggil saya apa tadi?"

"Pak Bram Ari Pratama. Ah ya, ada apa dengan Nenek?"

"Lia kayaknya ngasih tau kalo dia hamil anak saya. Padahal Oma udah seneng banget kamu bakal jadi bagian keluarga Pratama," ujar Bram diakhiri helaan napas. "Maaf soal tadi."

"Makanya, jangan tanem benih sembarangan. Sekarang bingung 'kan? Rasain tuh!" Kinan meledek. Namun, hal ini justru membuat Bram terkekeh meski saat ia sadar, ia kembali memasang wajah dinginnya. Bahkan hal ini membuat pembantu rumah tangga bernama Yati itu heran. Ia sudah lama bekerja di rumah itu dan sudah hampir sepuluh tahun ia tak melihat senyuman pria itu.

"Bisa gak sih kalo ngomong sensor dikit?"

"Mohon maaf ya, Pak, mulut saya udah lulus sensor."

Bram merasa perasaan kalutnya kini terobati. Ia tak mengerti kenapa ini bisa terjadi. Namun, ia tetap meyakinkan dirinya jika semua ini hanya kebetulan saja dan bukan karena Kinan.

"Ah ya, semuanya udah selesai. Tinggal baju."

"Berarti bayaran kamu waktu itu boleh saya tarik dong?" tanya Bram sebagai sebuah godaan.

"Enak aja! Saya perannya double. Jadi, jangan berpikir uang itu bakal balik. Lagian orang kaya kok pelit banget."

"Mulai ngatain saya ya?"

"Ngapain saya takut? Bapak makan nasi dan gak inget waktu itu Bapak pernah jatoh karena saya? Mau saya banting?"

Bram berdecih mendengar ancaman Kinan. "Mentang-mentang kamu tinggi, saya bakal kalah gitu?"

"Oh pasti, saya jamin tulang Bapak patah nanti."

Obrolan mereka terus mengalir. Bahkan hal ini cukup membuat Bram lebih tenang sekarang. Amarahnya juga mereda begitu mendengar suara Kinan.

Jangan jatuh cinta sama dia, Bram, batin Bram. Ia masih belum siap jika harus tersakiti lagi. Namun, Kinan seakan membuka lebar pintu hatinya setelah bertahun-tahun terkunci.

...***...

Kinan baru saja tiba di rumah sakit tempat Nenek Rosa dirawat. Ia sangat khawatir saat mendengar jika Nenek Rosa sakit. Ia tak peduli meski saat ini ia harus jauh-jauh datang ke sana. Lagi pula ia merasa harus menjenguk Nenek Rosa.

"Oma, Kinan bawain jeruk nih," ujar Kinan sambil meletakan sekeranjang jeruk baby yang disukai Nenek Rosa. Ia memang sengaja menanyakan hal yang disukai Nenek Rosa pada Bram. Itulah kenapa ia bisa tahu buah kesukaan Nenek Rosa.

Nenek Rosa tersenyum kemudian meraih tangan Kinan. "Kinan, kamu janji bakal nikah sama Bram 'kan?"

Kinan tersenyum lalu mengangguk. Lagi pula ia hanya menikah dengan Bram secara kontrak. Ia tak peduli meski Bram akan punya anak dari Lia sebab ia tak mungkin memberikan keturunan untuk keluarga itu secepatnya.

"Kenapa gak sekarang aja?"

Kinan membulatkan mata saat mendengar pertanyaan dari Nenek Rosa. Masalahnya, ini benar-benar di luar rencana dan ia tak mungkin membatalkan booking gedung dan hal lainnya.

"Oma ngerasa jika waktu Oma udah gak lama," ujarnya, membuat Kinan semakin bingung. "Ya? Kinan mau ngabulin keinginan Oma yang terakhir."

"Oma pasti sembuh. Percaya sama Kinan."

"Tolong, Kinan."

...***...

Dengan persiapan serba mendadak, tentu Kinan benar-benar kalut. Seharusnya pernikahan mereka diadakan dua minggu lagi. Namun, semuanya harus serba mendadak karena keinginan Nenek Rosa.

Lain halnya dengan Kinan yang kalut akan persiapan, Bram justru merasa sangat takut sekarang. Bukan tanpa alasan, ia masih merasa trauma dengan pernikahan. Bahkan bayangan soal ditinggalkan masih membekas di hatinya.

Memori bersama mantan kekasihnya kini berseliweran di pikiran. Hingga akhirnya Kinan menyentuh bahunya dan membuat pria itu tersadar.

"Oh? Udah siap?"

Semoga semuanya lancar. Jangan sampe deh ada yang tau soal kontrak itu, batin Kinan. Ia tak mengkhawatirkan apa pun kecuali kontrak itu. Soal yang lainnya, ia akan pikirkan lagi nanti. Yang terpenting untuknya saat ini adalah kebahagiaan Nenek Rosa dan Ibunya.

Dengan balutan kebaya putih yang Kinan pinjam dari sang Ibu dan bermodalkan kemampuan make-up seadanya, Kinan menjelma dari seorang gadis yang berpenampilan anggun alih-alih terlihat cukup tomboy seperti biasanya. Bahkan Kinan sangat jarang menggunakan pakaian yang terlihat sangat feminim dan lebih memilih jeans yang dipadukan dengan kemeja. Namun, kali ini ia terlihat sangat berbeda.

"Anak Mama cantik banget."

"Bisa kita mulai?" tanya penghulu itu, membuat Bram menjabat tangan pria itu dengan sangat ragu.

"Saya terima nikahnya Kinanti Lestari binti Sulton dengan mas kawin emas 500 gram dibayar tunai."

Gue kawin! Eh, nikah maksudnya. Ah, akhirnya telinga gue bakalan adem, batin Kinan.

*****

Bandung, 13 April 2021

Salwaa RJ

1
Yus Warkop
up nya sedikit padahal lama up nya 🙏🙏lanjut thor
Yus Warkop
semoga bayinya selamat
Yus Warkop
yg nabrak siapa yah
Yuli Alfian
up nya masih lama kak
Yus Warkop
nyesek banget nih hatiku
Yuli Alfian
kok udah g pernah update ya. .
Yuli Alfian: ok kak di tunggu update annya. .
tp masih di lanjut kan kak kapan2
total 2 replies
Yus Warkop
harusnya bram terus terang aja jujur . itu akan lebih menyakitkan kinan
Yus Warkop
baiknya bram terus terang aj biar jujur deh
Yus Warkop
makin sensitif aja kinan nih
Salwaa Roudlootul: iyaaa nih🤣
total 1 replies
𝐘𝔲𝚒k̷α Z̷𝐮𝚔oཽ
Semangat kak, btw mampir di Master Dunia Game ya, jangan lupa tinggalkan jejak♡⁠(⁠Ӧ⁠v⁠Ӧ⁠。⁠)
Salwaa Roudlootul: siap laksanakan
total 1 replies
𝐘𝔲𝚒k̷α Z̷𝐮𝚔oཽ
Akhirnya sampai sini
Yus Warkop
makasih thor semoga bram cepet bisa menemukan orang yg dicurigai
Salwaa Roudlootul: mksih juga udah dukung karya inii✨
total 1 replies
Yus Warkop
lanjut
Salwaa Roudlootul: siap laksanakan
total 1 replies
Yus Warkop
kinan ngidam kayanya yah thor
Salwaa Roudlootul: wah spertinya iya😶
total 1 replies
Yus Warkop
lanjut thor
Salwaa Roudlootul: siap laksanakan
total 1 replies
Abid Aqila
semangat thor
Salwaa Roudlootul: siap 86!👌
total 1 replies
Yus Warkop
lanjut
Salwaa Roudlootul: siap!!!
total 1 replies
Yus Warkop
asiiik nih kan walinya udah ketemu sama bram
Salwaa Roudlootul: 😂😂 awal kisahnya bnr2 dimulai
total 1 replies
Yus Warkop
ok
Ratih Shakiya
kurang greget ah😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!