Intan adalah gadis yang lugu dan baik hati, dia selalu membantu ibunya yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di sebuah rumah mewah. Intan bersama ibunya hanya orang biasa yang tidak memiliki keluarga dan beruntung mereka bertemu dengan bu Ratna yang membawa mereka kerumah nya dan bekerja di sana.
Ratna yang berusia 18 tahun itu nampak cekatan membantu ibunya. Sikap sopan dan paruhnya membantu Ratna dan suami Agung begitu menyukai Intan, 5 tahun sudah berlalu kini intan sudah beranjak menjadi gadis dewasa.
Di mana kisah yang tidak pernah dia bayangkan akan terjadi, kisah pencinta dan tanpa restu akan terlibat dalam kehidupan nya.
Saat pertemuan nya dengan anak tunggal keluarga Wicana yang sudah menampung nya dan ibunya selamat bertahun-tahun lama nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lembayung Senjaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Syok Berat
Tidak terasa sudah 1 minggu Intan mengurung diri di kamarnya. Ratna dan Agung memaklumi kesakitan yang sedang di rasakan gadis itu, mereka juga mencari pelayan baru di rumah itu untuk membantu membersihkan rumah dan juga mengajak Intan mengobrol santai.
" Paaa, bunda merasa jika memang lebih baik Intan menepati rumah yang dia beli. Mungkin dengan begitu suasana hati dan duka nya jauh lebih membaik." Celetuk Ratna yang menatap Intan dari rumah utama. Gadis itu nampak berdiam diri menatap pepohonan yang bergerak mengikuti angin.
" Bunda bener, nanti papa minta Mahendra mengantar gadis itu nanti Mahen yang mengatur sebaik mungkin sesuai dengan keinginan gadis itu. Dia sendiri sekarang dan bibik juga meminta Mahen menjaga Intan. " Ratna nampak terkejut dan langsung menatap Agung meminta penjelasan dari suami nya itu.
" Maksut papa?. "
" Kamu kan tahu Mahendra itu teman pertama Intan dan gadis itu tahu luar sana juga karena anak kita yang bawa, jadi mungkin maksud bik Ami agar Mahen bisa menjadi teman baik anaknya. Dia sendiri sayang dan kita tidak tahu ada apa di luar sana, jika kita melepaskan nya begitu saja lalu bagaimana dengan hidup nya?. " Agung memegang tangan Ratna membuat wanita itu juga berfikir sedemikian.
" Iyaa, kamu bener pa. Sebenarnya tidak masalah jika dia masih di sini bersama dengan kita, tapi aku rasa dia akan selalu teringat dengan alm bik Ami jika tetap di sini. Mungkin sesekali dia akan pergi kesini menemui kita.. "
Kantor Cendana Grub
Mahendra nampak masih sibuk dengan berkas berkas yang menumpuk di atas meja kerja nya, sudah seminggu dia berada di kantor itu menikmati tumpukan berkas yang harus di pria .
Jam sudah menujukan jam makan siang membuat nya meregangkan kedua tangannya. Mahendra menatap ponselnya nampak pesan masuk dari Lily kekasihnya.
( Sayang, aku akan di landing di jakarta pukul 15.35 jemput aku yah. )
" Hemz akhir nya bertemu dengan nya lagi setelah sekian lama.. " Gumam Mahendra tersenyum membalas pesan gadis itu.
Mahendra terdiam mengingat Intan yang masih diam dan susah di ajak berkomunikasi.
" Gadis itu benar-benar syok kehilangan belahan jiwa nya, hemz bagaimana cara ku membuat nya kembali seperti dulu. " Batin Mahendra memainkan ponsel nya di wajahnya.
Tok tok tok
" Masuk. " Mahendra meletakkan ponsel nya melihat siapa yang mengetuk pintu nya.
" Maaf Pak Mahendra, anda ada meeting dadakan sekarang dan sedang di tunggu oleh pak Brata di ruang meeting. " Ucap Billy sekertaris pribadi nya.
" Baik saya segera ke sana. " Mahendra dengan lesu langsung menyambar jas hitam nya kemudian keluar mengikuti Billy yang lebih dulu membawa berkas berkas meeting.
***
" Hey, aku duduk di sini yah.. " Gumam seorang gadis menghampiri Intan yang langsung tersenyum dan mempersilakan nya duduk.
" Iya sini duduk aja. " Gumamnya pelan.
" Nama aku Silla, aku keponakan tante Ratna. Kebetulan aku lagi main kesini sekalian liburan juga, tante Ratna bilang aku suruh kenalan sama kamu biar kamu ada temen ngobrol. " Seru gadis bernama Silla itu.
" Oh yaa maaf aku baru tahu, nama aku Intan salam kenal yah. " Intan mengulur kan tangannya pada Silla.
" Kamu lagi berduka ya?. " Intan mengangguk pelan.
" Dulu aku juga pernah kehilangan orang yang paling aku sayang, tapi lama lama aku move on memang tidak semudah itu sih. Tapi hidup harus tetap berjalan kan dan sampai lah aku seperti sekarang, jika aku berlarut-larut dalam kesedihan maka mereka yang pergi juga akan merasakan kesedihan yang mendalam. " Ucap gadis itu sembari memainkan kaki nya berayun ayun seperti anak kecil.
Intan terdiam mencerna ucapan Silla.
" Kamu benar Silla terkadang hidup memang semenyakitkan itu, aku harusnya tidak terlalu berlarut-larut terus seperti ini. Aku juga punya kehidupan walaupun aku sendiri aku harus bangkit demi masa depan aku sendiri. "
Silla menatap gadis itu dengan senyuman tipis nya.
" Yuk bangkit, walaupun kamu sendiri tapi nanti kamu juga akan memiliki keluarga dan pasti lebih banyak lagi keluarga. Hidup ini harus tetap berjalan Intan bukan hanya stop di satu sisi saja. " Intan memeluk Silla dengan erat.
" Terima kasih Silla. " Gadis itu mengelus lembut punggung Intan yang bergetar.
" Nangis aja gak papa, menangis adalah satu cara menghilangkan stress berlebih dan bisa meningkatkan semangat dalam hidup kita untuk kembali bangkit. " Gumam Silla.
Silla adalah keponakan perempuan satu satunya Ratna yang kini sedang menetap di Jogja menempuh pendidikan Psikologi yang dia rempuh beberapa tahun ini. Gadis itu tinggal bersama dengan ayahnya yang juga seorang dokter spesialis jantung di rumah sakit besar di jogja.
Sedangkan ibu nya sudah lama meninggal saat gadis itu masih remaja, Ratna begitu menyayangi gadis itu seperti anak nya sendiri. Dia memang jarang ke Jakarta karena di sini benar-benar menguras emosi nya saat harus berhadapan kembali dengan kenangan bersama ibu nya.
Namun rasa rindu nya terhadap tante dan om nya tentu saja membuat nya tetap kembali ke jakarta, berkeliling dan tentu nya menentap beberapa waktu di rumah Cendana.
Usia Silla saat ini sudah menginjak 27 tahun dengan gelar dr Spiskolog sesuai dengan tutur kata lembut gadis itu, dari kecil dia memang menyukai Spiskolog karena bagi nya orang orang luar sana benar-benar butuh seseorang untuk sebagai tempat menampung keluh kesah nya.
Silla sudah memiliki seorang tunangan tentu saja dari keluarga dokter juga. Seorang dokter muda ahli forensik yang benar benar sibuk dengan pekerjaan nya itu, rencana mereka akan menikah saat ulang tahun alam ibu Silla agar gadis itu selalu mengingat nya sebagai hari bahagia selama hidupnya.
Jika Mahendra mengetahui kedatangan gadis itu tentu saja dia sangat sangat bahagia. Silla adalah adik bagi nya sudah sekian tahun mereka tidak bertemu, hanya lewat vidio call saja karena pekerjaan Silla yang tidak bisa di tinggal kan.
Silla menyerahkan selembar undangan pada Intan.
" Ini apa?. " Intan mengambil nya sembari mengusap air matanya.
" Itu undangan pernikahan ku, aku harap kamu datang dengan seseorang yang penting dalam hidup mu. Yaa walaupun kita baru kenal. beberapa menit lalu tapi bagi aku kamu adalah teman baik ku sekarang. "
" Kamu dokter Spiskolog?. Intan benar-benar terkejut melihat nama belakang Silla dan langsung membuat gadis itu terkekeh geli melihat ekpresi Intan.
" Kenapa, udah deh gak usah kaget gitu. "
" Ya ampun pantes aja kamu bisa buat isi kepala ku plong banget, ternyata kamu dokter spesialis itu kenapa gak ngomong sih?. Ini.. ini pasti mahal aku bayar nya?. "
Silla menggeleng kaget
" Kok bayar sih, enggak usah tadi aku murni ngajak kamu kenalan bukan karena aku sedang menghampiri pasien ku ya no no no.. "
" Tapi dokter... "
" Heeeeee, siapa yang izinin kamu panggil aku dokter no no no SILLA panggil aku Silla tanpa embel embel dr spg itu aku gak usah. Kita kan teman baik.. "
Intan benar-benar terharu dia tidak menyaka jika akan mendapatkan sahabat baru saat itu.