Arsen coline harus menelan pil pahit dalam hidupnya, Marlen Lee istri yang baru saja ia nikahi harus ternodai karena ulah seseorang yang memperkosa istrinya dimalam pertama.
Cinta Arsen yang begitu besar pada Marlen Lee. Harus berkhir dengan kekecewaan.
"Jangan pernah kau sentuh diriku! bagi ku kau hanyalah kotoran debu yang berserakan, rasanya kau tak pantas untuk ku sentuh! Hardiik Arsen.
Seorang Jendral muda bernama Alan Smith, datang sebagai perisai dan pelindung bagi Marlen. Ia sanggup menghancurkan siapa saja yang menyakiti wanitanya.
Akan kah Arsen akan menerima kembali Marlena sebagai istrinya? atau sebuah perceraian yang terjadi?"
Mampu kah Alan mengembalikan kepercayaan Marlen padanya...?
@Ada unsur Dewasa 21 + tolong bijaklah dalam membaca.
Yuk ikuti terus kisahnya🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon enny76, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keteguhan Hati.
Marlen menaiki mobil taxi yang sudah ia pesan sejak tadi pagi, ia menuju tempat sebuah agency dimana tempat saat ia dulu diajak bekerjasama sebagai seorang model oleh seorang pemilik perusahaan, yaitu rival dari Arsen suaminya sendiri, satu jam kemudian mobil sudah berhenti didepan gerbang pintu utama sebuah agensi yang sangat terkenal dan ternama di kota Perancis itu, Marlen turun dari mobil melangkahkan kakinya ke arah lobby perkantoran milik Johnson, pintu kaca otomatis terbuka lebar, dengan langkah pasti dan yakin Marlen terus berjalan menuju Resepsionis.
"Selamat siang Nona, ada yang bisa kami bantu? sapa seorang wanita ramah.
"Bisa aku bertemu dengan Tuan Johnson?"
"Apa Nona sudah buat janji?"
"Belum, tapi bisakah aku menemui Tuan Johnson?!
"Tunggu sebentar Nona." wanita resepsionis itu mulai menyambungkan ke Line Jhonson atasannya.
"Siang Tuan, maaf mengganggu, ada seorang wanita mencari Tuan"
"Siapa?!
"Siapa nama Nona? tanya wanita itu sambil menutup lubang telpon yang ia pegang.
"Marlena Lee."
"Tuan, dia bernama Marlena Lee"
"Kau jangan beri dia masuk, tapi biarkan dia menunggu, sampai berapa lama ia sanggup menunggu!"
"Baiklah Tuan!"
Telpon terputus "Bisa Nona tunggu sebentar, tuan Johnson sedang ada tamu"
"Baiklah terima kasih, aku akan menunggunya" Marlen tersenyum, ia seperti mendapatkan secercah harapan.
Satu jam, dua jam, hingga tiga jam menunggu Marlen belum bisa bertemu dengan tuan Johnson, berkali kali ia bertanya pada bagian resepsionis tapi selalu bilang masih ada client, Marlen melirik arloji ditangannya, jam sudah menunjukan pukul empat sore, lama menunggu tapi tidak ada tanda-tanda bisa bertemu dengan Johnson. Saat memutuskan ingin pergi dari tempat itu seorang wanita cantik dan seksi lngsung menemui resepsionis.
"Siang Nona Clara," sapa Resepsionis itu ramah
"Bisa berjumpa dengan Tuan Johns"
"Baik Nona tunggu sebentar." wanita itu mulai menghubungi seseorang.
"Nona Clara silakan naik ke lantai lima belas, Tuan Johnson sudah menunggu."
Marlen yang sejak tadi menunggu, tidak diizinkan masuk. tapi saat wanita yang bernama Clara diperbolehkan bertemu langsung, membuat Marlen kesal.
"Apa maksud dari semua ini? hampir empat jam aku menunggu tapi tidak di pertemukan oleh Tuan Johnson, tapi Nona ini yang baru saja datang langsung diperbolehkan bertemu!"
"Maaf nona Marlen, Nona Clara sudah membuat janji terlebih dahulu, sementara Nona tidak ada janji sama sekali dengan Tuan Johnson" ucap wanita resepsionis.
"Apa aku sudah tuli? baru saja aku mendengar anda bicara dan bertanya 'apa sudah ada janji? wanita ini bilang tidak ada janji" Marlena menatap tajam pada wanita resepsionis itu. "Bilang pada Tuan Jhonson, bila tidak ingin bertemu denganku, tidak usah menyuruh aku menunggu selama ini! seru Marlen geram.
"Ohh... jadi anda Nyonya Marlen Lee? Foto model kelas A' yang terkenal itu? bukan kah Nona sudah menikah dengan Tuan Collins?
Marlen hanya menoleh pada Clara sekilas dengan sorot mata sinis.
"Senang sekali bisa berjumpa dengan seorang supermodel cantik dan berkelas, Nyonya Collins? Clara memberi hormat "Lalu kenapa seorang supermodel berkelas harus menunggu hingga empat jam?! Clara tergelak.
"Diam kau itu bukan urusan mu!
"Bilang pada Tuan mu! akan aku ingat hari ini dimana dia tidak bisa menghargai seorang tamu!" Seru Marlen emosi, ia memakai kaca mata hitamnya dan berjalan meninggalkan tempat itu dengan langkah cepat.
"Apa?! Seorang supermodel sekelas Marlen Lee tidak dipedulikan? apa Tuan Johnson sudah tidak waras? Heyy...bukanlah suaminya Arsen pemilik Agensi supermodel kelas 'A? Yes! akan jadi berita bagus" hahahaha,,
"Nona Clara silakan, Tuan Johnson sudah menunggu anda diruangannya"
"Oke terima kasih!"
@@@@
Sore itu Marlen sudah berada di mansion, ia duduk termenung diatas balkon, rasa lelah setelah seharian keluar masuk gedung perkantoran Agensi, Marlen merasa aneh dan bingung bnyak yang menolak dirinya untuk jadi seorang model, dengan alasan yang tidak pernah masuk akal.
"Aku tidak boleh menyerah dan putus asa, besok aku akan datangi agensi lagi pasti masih ada kesempatan untuk aku menjadi seorang model kembali."
"Sore Nyonya, Asisten Hans mencari anda" tiba tiba seorang pelayan datang dan sudah berdiri didepan Marlen.
"Baiklah!"
Marlen beranjak dari duduknya dan berjalan kearah ruangan.
"Sore Nyonya, ini ada sebuah gaun dari Tuan Arsen, nanti malam Nyonya akan pergi kesebuah pesta bersama Tuan Arsen"
"Aku,? apa dia masih menganggapku manusia!
"Tapi Nyonya, ini adalah perintah yang harus nyonya jalani sebagai seorang istri Tuan Arsen"
"Istri? Sejak kapan Ia menganggap aku Seorang Istri! tutur Marlen cetus.
"Lebih baik Nyonya bertanya langsung pada Tuan Arsen, aku hanya menjalankan tugas."
"Katakan padanya aku tidak mau, dan suruh dia saja membawa wanitanya!" ucapan Marlen masih cetus.
"Beraninya kau menantangku di rumahku sendiri! hardik Arsen, yang tiba-tiba sudah berada di ruangan itu.
"Oh Tuan Arsen! kau baik bukan? kurasa jalan pikiranmu tidak berubah, bukankah kau tidak pernah menganggap aku sebagai istrimu? tapi kenapa kau malah mau membawa aku kesebuah pesta!
"Tentu saja! menatap sinis wajah Marlen "Aku tidak pernah mengaggap kau sebagai seorang istri!! jangan pernah berharap itu Lena? kau tidak perlu banyak bertanya lagi, ikuti saja perintahku! anggaplah ini suatu keberuntungan mu, aku bisa membawamu ke sebuah pesta dimana hanya orang-orang berkelas yang bisa datang ke pesta itu! sudah kubilang sejak awal kau hanya mendampingiku disaat aku butuhkan dan hanya sebuah status istri Collins, maka jalankan sandiwara mu!
"Tidak akan Arsen! karena aku bukanlah bonekamu yang seenaknya bisa kau mainkan sepuas hatimu Arsen!
"Baiklah bila kau tidak ingin bermain sandiwara denganku, kupastikan ibumu akan semakin membencimu karena memiliki seorang anak pembangkang!"
Tatapan Marlen semakin sinis "Apa mau mu Arsen? apalagi yang kau inginkan dari ibuku? kau yang memasukan ibuku ke rumah sakit jiwa! kini kau ingin meracuni otak ibuku lagi? agar ibuku sendiri membenci aku, Kau jahat Arsen!! seru Marlen, bola matanya sudah berair.
"Maka turuti perintahku sebagai Nyonya Arsen Collin! didepan khalayak anggaplah aku masih suamimu!" Arsen berjalan mendekat kearah Marlen lalu mendekatkan wajahnya pada Marken dan berbisik ditelinganya "Tapi ingat! aku hanya sebuah status saja! bukan suami sungguhan yang ingin menikmati sentuhan dari wanita murahan seperti mu!
muehehehe.... Arsen terkekeh.
"Dasar gila! akupun sudah tidak ingin kau sentuh! kau selalu anggap aku hina! teriaknya lantang.
"Kalau begitu lakukan perintah ku, beruntung kau masih memiliki nama besar sebagai seorang Model!'
"Baiklah, aku akan ikuti sandiwara mu yang menjijikkan ini! Asal kau berjanji untuk menemui ibuku dan tidak membuat ibuku tergila-gila dengan sosok dirimu yang sok baik!
"Hahahaha,,,' Arsen terbahak "Tentu saja, kau tidak usah khawatir, aku pastikan akan menemui ibumu sebagai seorang mantu yang terbaik!" muehehehehee
Arsen melangkah pergi begitu saja meninggalkan Marlen yang masih berdiri terpaku.
"Ku pastikan kau akan menyesal Arsen! kau akan membayar setiap jengkal hinaan yang kau berikan padaku! ujar Meylin lirih, sambil menangis terisak.
'
'
'
'
'
@BERSAMBUNG
@Yuk ikiti terus kelanjutan nya dan jangan lupa terus dukung Author dengan cara LIKE setelh membaca, BERI HADIAH dan berikan KOMENTAR positifnya.
@Yuk jangan lupa mampir ke novel teman Author.
@Dan baca juga Novel Author yang sudah Tamat ya,,
tapi mmg itu skenario nya Thor 🤭🤭