Ig. Bellaaminana918
Bagaimana jika sahabatmu dan suamimu berselingkuh bahkan berhubungan badan didepan matamu sendiri saat malam pertamamu?.
Hancur....
Itulah yang Bella rasakan saat ini, bahkan ia harus tinggal serumah dengan sahabatnya sekaligus kekasih dari suaminya itu sendiri.
Bagaimana kisah mereka?
Gak tau Alurnya bisa kapan aja berubah..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mall
Elvin sudah siap untuk berangkat berkerja, dan seperti kebiasaannya yang selalu sarapan di pagi hari, Elvin langsung menuju meja makan, namun sangat disayangkan, saat ia sampai di meja makan semua masih kosong tidak ada satupun masakan.
"Kenapa masih kosong?,, Apa Bella masih tidur yah?". Ujar Elvin, yang langsung ingin melangkah ke kamar yang ditempati Bella, namun baru beberapa langkah Elvin sudah menghentikan langkahnya.
"Bellakan udah nggak tinggal disini lagi, sekaligus bukan istri gua lagi". Ujar Elvin, yang baru ingat dengan sebuah fakta.
"Kenapa gua harus ingat dengan wanita itu lagi, semua sudah selesai vin, sekarang tinggal satu wanita yang sangat lu cintai dan dia juga cinta sama lu, lupakan yang lalu dan mulai yang baru". Ujar Elvin didalam hati
Elvin kembali ke kamar untuk mengambil tas kerjanya dan berniat untuk sarapan dikantor saja, Elvin langsung naik ke lantai atas dan saat sampai didepan pintu kamar, Elvin bertepatan dengan Aleta yang mau keluar kamar.
" Kamu mau kemana sayang udah rapih aja?". Tanya Aleta, kepada Elvin.
"Hari ini aku sudah mulai masuk kantor lagi by". Jawab Elvin, yang langsung masuk kamar untuk mengambil tas nya.
"Kok kamu gak ngomong sama aku sayang". Ujar Aleta dengan kesal.
"Maaf yah by aku lupa,, Cup". Jawab Elvin, yang diakhiri dengan sebuah kecupan di kening Aleta.
"Berarti aku dirumah sendiri". Ujar Aleta, sambil mengerucutkan bibirnya.
"kan kamu bisa keluar bertemu dengan temanmu". Jawab Elvin.
"Tapi uang aku udah habis sayang, jadi aku nggak bisa main sama mereka". Ujar Aleta.
"Yaudah". Elvin mengambil uang yang berada dompetnya, dan memberikannya kepada Aleta.
"Makasih sayang". Ujar Aleta.
"sama-sama,, yaudah aku berangkat by". Ujar Elvin, sambil mengelus pipi Aleta.
"oky hati-hati dijalan sayang". Elvin langsung pergi keluar rumah, dan langsung menuju perusahaannya sendiri.
"Maaf pak tadi saya salah mengenali orang, dan apa anda bisa katakan untuk apa memanggil saya". Ujar Bella.
"Duduk". Ujar Aileen
Bella langsung duduk didepan kursi yang berada didepan meja kerja Aileen yang dipenuhi oleh dokumen-dokumen penting.
"Kamu sudah tidak niat kerja?!". Tanya Aileen dengan dingin.
"Maksut Anda apa pak?". Tanya balik Bella.
bruk,, " Baca itu!". Perintah Aileen, sambil melempar sebuah dokumen.
Bella membaca dokumen yang dilemparkan kepadanya, ia tidak paham apa yang salah dalam dokumen yang berisi data kehadiran para karyawan dalam satu bulan kebelakang.
"Saya tidak paham dengan maksut anda pak". Ujar Bella.
Brakkk,,, Aileen menggebrak meja dengan begitu keras sampai membuat Bella terkejut sekaligus
takut, " Ternyata di perusahaan ini memperkerjakan karyawan yang bodoh seperti kamu!,, kamu lihat data kehadiran kamu itu!, disana tercantum hampir 3 minggu kamu tidak masuk kerja". Ujar Aileen, dengan nada tinggi, yang menandakan ia sedang marah.
"Ma maafkan sa ya pak, tapi saya sudah memberikan surat izin ke HR Dapartment". Ujar Bella, yang sedang ketakutan dengan sifat bos nya yang galak.
"Izin kamu apa?, menikah bukan!, perusahaan hanya memberi izin dalam waktu 2 minggu, dan dimana kamu 1 minggu setelahnya?!". Bentak Aileen.
Bella tidak menjawab pertanyaan dari bos nya itu, ia hanya menunduk sambil menahan isak tangis nya agar tidak pecah, namun apa boleh buat, sekuat apapun menahan suara tangis nya agar tidak keluar, tetap saja suara isak tangisnya keluar sampai membuat Aileen mendengarnya.
"Hiks hiks".
"Dasar cengeng, baru digertak saja sudah nangis, bagaimana kalau kamu menghadapi orang jahat diluar sana?". Sindir Aileen.
"hiks hiks".
" Keluar dari ruangan saya dan ingat!!,, jika kamu berani tidak masuk kerja lagi, bersiaplah angkat kaki dari sini, Saya tidak suka memperkerjakan seorang pemalas!". Ujar Aileen dengan dingin.
"hiks ba baik pak". Bella langsung keluar dari ruangan Bos galak nya itu, namun Bella tidak langsung kembali berkerja, ia menuju kamar mandi terlebih dahulu, sampai dikamar mandi Bella membasuh wajahnya, agar tidak kelihatan habis menangis.
"Hiks Hiks dasar alien galak, pasti dia dari planet mars makannya bisa galak kaya gitu hiks". Bella berusaha untuk menghentikan tangisnya.
Bella menambahkan riasan di wajahnya, agar tidak terlalu jelas jika ia habis menangis, setelah itu Bella langsung kembali mengerjakan pekerjaannya. Selama Berkerja Bella hanya diam walaupun Ratih selalu mengajaknya berbicara, sampai jam menunjukan waktu makan siang, Ratih langsung menarik Bella menuju kantin.
"Sekarang kamu cerita sama aku, kenapa kamu langsung jadi pendiam setelah balik dari ruangan pak Ceo tampan itu?". Tanya Ratih, kepo.
"Enggak papa,, bu saya pesan basok aja satu sama es teh". Ujar Bella.
"Saya samain aja bu". Ujar Ratih.
"Enggak papa gimana atau jangan jangan disana kamu dilamar lagi sama, siapa nama pak Ceo itu?". Ujar Ratih.
"Alien". Jawab Bella.
"Kamu serius Bel, namanya Alien". Tanya Ratih, mungkin Ratih bingung masa orang ganteng, kaya raya namanya Alien.
"Dia sendiri yang ngasih tau". Jawab Bella.
"Kamu dilamar sama pak Alien?". Tanya Ratih, entah apa yang ada di pikiran gadis konyol satu itu.
"Ngacok kalo ngomong,, udah diem aku mau makan". Jawab Ratih.
Waktu terus berjalan, sudah saatnya semua karyawan untuk pulang, karena jam memang sudah menunjukan pukul 17.00, Bella tidak langsung pulang ke rumah Luhan, tapi ia menemani Ratih dulu kesalah satu mall untuk membeli hadiah ulang tahun untuk Ayahnya.
Sampai disana ternyata Ratih tidak hanya beli hadian untuk Ayahnya saja, ia juga membeli keperluan kosmetik nya.
"Rat pulang yuk, udah mau malam ini". Ujar Bella.
"Yaudah,, nih aku nitip semua ini dulu aku mau kekamar mandi sebentar". Ujar Ratih sambil memberikan belanjaan nya.
Tidak lama setelah Ratih pergi, ada seorang wanita yang menghampiri Bella yang sedang berdiri didepan salah satu toko jam tangan.
"Hayy sahabat aku apa kabar?". Sapa Aleta.
Bella diam tidak meladeni ucapan Aleta, hal itu membuat Aleta kesal karena di cuek in uleh Bella.
"Sombong banget, sahabatnya negur nggak dijawab,
oh iya sekarang kan udah nikah sama lelaki tua yang banyak hartanya, pasti malu lah punya sahabat yang miskin kaya aku ini". Ujar Aleta dengan suara keras, yang mengakibatkan mereka menjadi pusat perhatian, sebenarnya memang itu tujuan Aleta untuk mempermalukan Bella.
"Diam kamu". Ujar Bella.
"kenapa malu,, kan emang benar kamu nikah sama pria tua yang sudah punya istri untuk dikuasai hartanyakan". Ujar Aleta, semua orang yang mendengar ucapan Aleta langsung melihat kearah Bella dengan tatapan jijik.
Udah dulu yak lagi gak mood😁😁, nanti malam paling aku lanjutin lagi. Jangan lupa tinggalin jejak dengan cara like dan komentar, saran dan kritik sangat diperlukan.
toh jg kn msh mnjg postur tbhnya....cptn aj sm pk burhan ha
udh di talak 3 eg akn bisa seenak jidat minta rujuk🤨