zoeya, dia adalah mahasiswa miskin yg berkuliah di universitas empire state. suatu hari ia pergi ke perpustakaan terkenal dan terbesar di kotanya, yaitu CENTRAL INTERNATIONAL LIBRARY.
ia membaca buku catatan dan satu buku novel romansa yg bercerita tentang seorang bos terkaya yg dijodohkan dengan seorang wanita miskin yg cantik dan lumayan pintar, berprestasi dan banyak mendapatkan penghargaan dari berbagai perlombaan antar negara, antar universitas, nasional maupun internasional, tapi karna dia dilahirkan dari keluarga miskin, orang yg berada disekitar nya sedikit tidak nyaman, bahkan keluarga suami, keluarga nya dan suami nya sendiri pun bersikap sama seperti orang luar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hazelnut_krim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#bab 12
Setelah mendengar perkataan elvina dalam hati, lyra, richard dan lucas merasa malu terhadap sikap nya karna telah menyia nyia kan elvina di kehidupan sebelum nya, tapi untung nya mereka di kehidupan ini bisa mendengar isi hati elvina, jadi mereka tau apa saja yg elvina rahasia kan, apa saja yg elvina tau tentang floren, dan apa saja rencana yg floren rencanakan tanpa mereka ketahui
"elvina, apa makanan nya ga enak? Kok kamu keliatan ga punya nafsu makan, kamu sakit?" tanya sengaja ibu lucas yg sedari tadi melihat elvina seperti nya hanya melihat makanan tanpa memakan nya
"oh engga kok tan, vina cuman masih belum terlalu laper aja, hehe" jawab elvina yg mengeles
"kalo kamu belum laper ga papa, makan nya nanti aja" sahut lucas, elvina lalu diam tak menjawab
'sebenernya bukan ga laper si, tapi gw belum terbiasa aja makan bareng mereka' ucap nya dalam hati
"kalo kamu belum terbiasa makan dengan kami ga usah di pikirin, kamu biasa in aja dulu setelah bener bener siap" sahut lucas yg membuat elvina terkejut dan bingung, dari mana ia tau kalau elvina belum terbiasa makan bersama dengan keluarga itu?
'loh kok dia bisa tau? Tau dari mana dia? Ah bodo lah, mending aku mandi aja dulu'
"eeee tante, om. vina izin mau mandi dulu ya, soal nya vina kan tadi baru bangun tidur dan belum mandi tapi udah di suruh makan sama kalian" ucap nya ramah pada ayah dan ibu lucas
"oh yaudah kamu mandi aja dulu, nanti kalo udah selesai mandi kamu bisa lanjut makan lagi, kita mau pergi ke kantor setelah makan" jawab ayah lucas sambil melahap makanan nya, elvina lalu hanya mengangguk lalu berdiri dari duduk nya dan berjalan menuju kamar nya untuk mandi
Setelah selesai mandi, ia duduk dan bercermin di meja rias nya sambil memikirkan alur novel, ia mengingat kejadian apa yg berikut nya akan terjadi
"hmmm.... Kalo di pikir pikir ini kan hari dimana floren nyuruh orang buat pura pura nyulik dia buat bikin keluarga ini makin sayang sama dia, tapi yg dia ga tau, penculik nya itu orang yg bukan suruhan floren, hingga akhirnya penculik itu ngehubungi lucas buat minta tebusan sama dia, tapi karna lucas ngira nya penculik itu adalah penipu, dia ga nyelametin floren sama sekali, dan akhirnya floren di perkaos sama mereka. Kalo di inget inget ngeri juga si, dan setelah tau kalau floren hamil bukan anak nya lucas, dia langsung menggugurkan bayi nya biar ga ketahuan sama keluarga ini, sssshhh terus gw harus gimana ya? Harus nyelametin floren atau biarin aja tu orang di culik?" ucap nya yg bingung harus melakukan apa
"yaudah lah gw keluar aja dulu buat relaks sambil jalan jalan sebentar" lanjut nya, ia lalu bersiap dan berdandan sedikit lalu keluar dari kamar nya
"eh bi siti" panggil elvina pada kepala pelayan, kepala pelayan yg mendengar itu langsung menoleh dan menghampiri elvina
"iya non, ada apa?" tanya nya ramah
"ga papa, saya cuman mau bilang kalo saya mau jalan jalan keluar sebentar, ga lama kok" izin elvina pada kepala pelayan
"ohh iya non boleh, kalo gitu mau saya temenin?"
"ahh ga usah, lagian juga saya ga bakal jauh kok, tenang aja"
"yaudah kalo gitu, hati hati ya non" pesan kepala pelayan pada elvina, elvina hanya mengangguk mengiyakan perkataan bi siti
"eh kamu sini bentar" panggil bi siti pada salah satu bodyguard keluarga frederick
"kenapa bi?" tanya bodyguard itu bingung
"itu.... Kamu tolong ikutin nona ya, kalo sampe dia kenapa kenapa kita bakal di pecat sama nyonya dan tuan besar" jelas kepala pelayan pada bodyguard itu, bodyguard itu hanya mengangguk tak menjawab perkataan bi siti, ia lalu berjalan mengikuti kemana elvina pergi, bi siti memang sengaja mengutus bodyguard untuk mengikuti elvina, selain takut elvina terluka atau terjadi sesuatu pada nya, ia juga merasa perasaan nya tidak enak, jadi ia mengutus bodyguard untuk melindungi elvina
****************
"wahh udara nya seger banget di sini, ehh bunga nya bagus banget" ucap elvina yg mempir ke taman bunga untuk melihat bunga yg sedang bermekaran dan sesekali mencium beberapa bunga lalu memetik nya, setelah puas ia lalu melanjutkan jalan nya, hingga sampai di suatu tempat yg lumayan sepi, ada satu mobil yg berhenti di hadapan elvina, lalu turun dua orang dari mobil
"siapa kalian? Kalian mau apa?" tanya elvina yg panik, ia ingin berteriak memanggil pertolongan, tapi saat ia menoleh ke segala arah dia baru sadar kalau jalanan nya sepi, tanpa pikir panjang, ia langsung berlari sekuat tenaga untuk mencari pertolongan
"TOLONGGG!!!" elvina terus berteriak sambil berharap ada orang yg mau menolong nya, bodyguard yg melihat itu langsung memberi tau lucas, lucas yg mendengar itu langsung mengerah kan seluruh bodyguard keluarga frederick untuk menolong elvina dan menjaga nya, sedangkan bodyguard yg ditugaskan oleh kepala pelayan untuk melindungi elvina menghadapi dua preman itu seorang diri
Elvina yg melihat itu terus memanggil orang sambil berharap ada orang yg menolong mereka, tak lama kemudian bodyguard itu kalah dan tumbang, elvina seketika langsung kembali berlari dari kejaran dua preman itu dan terus berteriak meminta pertolongan
'ya tuhan, tolong lah hamba mu ini, aku ga boleh sampe ketangkep sama mereka, kalo sampe aku ketangkep sama mereka terus aku di apa apain sama mereka gimana? Aku takut ga bisa keluar dari novel ini, aku takut ga bisa ketemu lagi sama ibu, ya tuhan hamba mohon tolong hamba' ucap nya dalam hati memohon pertolongan pada yg maha kuasa, tanpa sadar ia menangis dalam lari nya, ia lalu mencari tempat sembunyi yg aman untuk diri nya agar dua preman itu tak tau
Ia melihat ada satu rumah kosong di seberang jalan, ia langsung masuk ke dalam rumah itu dan segera mencari tempat aman untuk bersembunyi dari dua preman itu, dan ia melihat ada satu ranjang yg tertutup kardus lumayan rapat, ia memutuskan untuk bersembunyi di sana untuk sementara waktu, lalu tak lama kemudian kedua preman itu datang ke rumah kosong tempat elvina bersembunyi, elvina hanya bisa berharap dan berdoa pada yg maha kuasa agar dirinya dijaga dan tidak tertangkap oleh kedua preman itu
'ya tuhan, hamba mohon jangan sampai hamba tertangkap oleh mereka ya tuhan, hamba mohon jaga hamba' ucap nya dalan hati yg terus berdoa meminta perlindungan