Alena wanda amira adalah seorang gadis berusia 20 tahun. Dari umur 10 tahun dia hanya hidup bersama paman, bibi dan kakak sepupunya. walaupun tinggal bersama paman dan bibinya namun kasih sayang yang dia terima tetap tidak lengkap. hingga suatu ketika dia terikat kontrak dengan laki-laki dewasa berumur 28 tahun, CEO sekaligus pewaris tunggal ADIDHARMA yaitu Andrian Ramatha. namun apakah kehidupan Ale akan menjadi lebih kelam atau Andrian adalah sosok yang selama ini dia tunggu untuk memberi pelangi bagi hidup Ale?
.
.
suport karya pertamaku ya teman-teman semua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annisanurhasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 13."permintaan aneh"
...Daniel Sanja...
Daniel Sanjaya laki-laki tampan berumur 28 tahun. Sebelumnya dia menjalani studynya di london dan sekarang dia kembali untuk menjalankan perusahaan Adiwijaya.
Adiwijaya adalah perusahaan papahnya yang berkecimpung didunia design. Sebenarnya sudah lama dia diminta untuk segera mengurus perusahaannya, namun karna belum memiliki tekad yang kuat, Daniel belum bisa kembali. Sekarang, dia sudah tau apa yang akan dia tuju dan mencari segala informasi, dia siap untuk kembali dan bersaing dengan sahabatnya itu.
**
“Ini proposal yang kemarin bapak minta..” Ale menyerahkannya penuh hormat dan menunduk.
Andrian mengecek bagian yang salah kemarin. “Baiklah, tidak ada masalah. Saya mau nanti sore sudah digabungkan dengan yang lainnya ya.”
“Baik pak..”
Kriiingggg!!!
Andrian melihat nama yang terpampang diponsel itu. “ Hallo ma....”
“Hallo tuan Andian..”
“Lohh kok bi Laras yang nelfon? mama kemana Bi?”
“Tuan.. ibuk sakit dan sedang dirawat dirumah sakit.. jadi bibik yang nelfon tuan.”
Bi Laras adalah orang kepercayaan mamahnya yang sudah bekerja sejak Andrian masih kecil.
“Andrian akan segera kesana Bi”
Ale yang langsung melihat perubahan raut wajah Andrian bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi.
“Ada apa pak?”
“Ayo kamu ikut saya sekarang”
“Baik pak”
Ale mengikuti langkah Andrian yang begitu cepat. Mungkin saat Ale dan Andrian keluar dari ruangan semua karyawannya bingung melihat mereka yang berjalan sangat terburu-buru.
Andrian melajukan kecepatan mobilnya dengan kecepatan penuh. Satu hal yang ditakutkan oleh Andrian yaitu kehilangan lagi. Mamahnya adalah satu-satunya harta yang dia punya. Fikiran-fikiran buruk terus saja melintas didalam fikiran Andrian.
Mereka sampai di lobi rumah sakit dan langsung pergi ke kamar yang khusus untuk keluarga Andrian. Rumah sakit ini sudah seperti rumah sakit keluarganya sendiri. Karna 50% saham rumah sakit ini adalah milik keluarga Andrian, jadi tak heran jika disana mereka memang sudah memiliki ruangan khusus dan dokter yang selalu merawat keluarga mereka.
“ma....” Andrian membuka pintu lega melihat pemandangan didepannya. Mamanya sedang berbaring sambil memakan buah yang dipotongkan oleh Bi Laras. Ale yang ada dibelakang Andrian pun ikut masuk bersamanya dan melihat seorang wanita setengah baya yang sedang berbaring diatas tempat tidur. Pantas saja bossnya sangat kalut, wanita tercintanya sedang jatuh sakit.
Mamah widya yang mengetahui kedatangan Andrian hanya diam saja dan berpaling tidak ingin melihat wajah puutranya. Andrian yang menyadari hal tersebut mengisyaratkan kepada Bi Laras untuk memberikan buah yang sedang dipotongnya. Bi Laras memberikannya dan keluar meninggalkan mereka.
Ale yang bingung dengan keadaan ini apakah dia harus keluar atau tetap tinggal disitu akhirnya memutuskan untuk keluar, namun Andrian menahannya. Akhirnya Ale bertahan diruangan itu untuk tetap berada disisi Andrian.
“Ma... mama kenapa sih ma? Kok bisa sakit gini.. Andri khawatir lohhh..”
Mamanya masih tetap diam saja.
“Ma... jawab dong.. Andrian janji bakal lakuin apapun yang mama minta.. yang penting mama sehat..”
Kali ini mama widya mengalihkan pandangannya menghadap putranya.
“Janji?..”
‘Iya ma... mama mau minta apa? Mau minta mau liburan kemana? Atau mau beli tas terbaru tahun depan? Atau mau minta apa aja pasti semua bakal Andri kabulin..”
“Mama mau cucu!!”
Ale yang mendengarnyapun ikut kaget.
“Haahhh cucu ma?.. yang bener aja dong ma, Andri aja belum nikah masa mama udah minta cucu aja..” Andrian kaget mendengar permintaan aneh mamahnya.
“Ya berarti kamu buruan nikah dong sayang.. jadi bisa cepet kasih mamah cucu.”
“Ma.. nikahkan gak segampang itu..”
“Kamu nunggu apalagi sih ndri.. kamu pekerjaan juga sudah mapan, umur juga sudah sangat pantas, mama juga sudah tua.. apalagi yang kamu tunggu..”
Andrian memang sudah siap segalanya, tapi entahlah fikiran Andrian memang belum pernah sampai ditahap membangun keluarga.
“Tapi ma..”
“Yaudah, kalau kamu gak mau nikah gapapa, biar mama terus-terusan sakit aja disini.”
“Ma... jangan gitu dong...”
Mamanya hanya diam saja menanggapi Andrian. Ale sebenarnya sangat bingung dengan keadaan itu. Seharusnya percakapan ini adalah percakapan yang tidak pernah didengar Andrian.
“yaudah, iya andri akan menikah, dengan wanita pilihan Andri sendiri.”
“kapan?”
“Secepatnya ma..”
“Mama kasih kamu waktu satu mingguu kalau kamu tidak dapat juga wanita itu, mama yang bkal cari pasangan untuk kamu!!”
.
.
.
Jangan lupa tinggalin jejak kalian ya teman-teman. Trimakasih sudah suport
By. Nurhasanah
semangat terus ka
salam di batas cakrawala
mampir juga yaa
mampir juga yaa
mampir juga yaa