Cerita 18+ Seru, Lucu bikin ngakak guling-guling. Banyak kalimat makian dan umpatan. Mohon bijak memilih bacaan.
Ini adalah kisah Tarisa yang menolak saat diminta Abram suaminya untuk menggugurkan kandungan. Lalu sang suami pergi menikahi janda kaya di kota lain. Namun kenapa belakangan Abram ingin kembali ke Tarisa? Apakah karena anaknya baby Rizki yang lucu dan tampan laris jadi bintang iklan? Lantas siapa seorang pemain sinetron yang gagah dan naksir Tarisa? Jangan lewatkan pula Nola Pagina tokoh menyebalkan yang sekaligus bikin pembaca suka padanya. Baca saja dan kamu akan ngakak sendiri mengikuti keseruan ulah Nola Pagina sang penyanyi ternama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FRESH NAZAR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 14. Abram Kewalahan Di Ranjang
Nola mendelik ke anaknya.
“Leooonnn…………!!” Nola melotot geram. Ia mengambil bantal sandaran sofa. Ditimpuknya anaknya pakai bantal kecil itu. Tapi Leon sudah lari ke kamarnya.
“Apaan sih malah ribut?!” Gani menyusul ke kamar.
“Wadouuu!! Sakit, Ma…!” Terdengar teriakan kesakitan Leon dari kamar. Rupanya anak itu dijewer ibunya. Lalu terdengar suara Gani melerai dan mengomeli istrinya.
Bu Sumarni nyengir. Ia mau ketawa tapi ditahan. “Padahal bener lho omongan si Leon.”
Tarisa senyum. Ia lantas menatap ibunya.
“Oh iya, Bu. Risa kan selama ini gak pernah ngasih ibu apa-apa. Mumpung Risa ada rejeki. Gimana kalau besok kita ke mall? Risa beliin ibu baju ya?”
“Gak usah. Kamu kan butuh uang buat anakmu. Lagian gak penting ibu beli baju.” Bu Sumarni sebenarnya kepingin tapi belagak menolak.
“Gak apa, Bu. Selain dari honor iklan, Risa kan untung juga jualan nasi kuning. Apalagi si Glen sudah bayar hutangnya.”
“Oh, syukurlah kalau si Glen sudah bayar hutangnya. Ibu suka kasian sama si Glen, pemain sinetron tapi gak punya duit sampe ngontrak rumah petak begitu.”
“Iya, Bu. Risa juga kasian. Semoga aja Glen entar banyak jobnya. Karena dia baik orangnya….”
“Amin.” Bu Sumarni mendoakan.
Lalu si ibu menatap anaknya. “Jangan lupa. Doa buat kamu sendiri. Ibu selalu doa kalo habis sholat. Semoga anakmu lahir sehat dan selamat. Dan kamu selalu dalam lindungan Allah, banyak rejekinya biar kuat mengurus anakmu.”
“Amin, Bu.”Ganti Tarisa yang mengaminkan ucapan ibunya.
*
Usai bulan madu di Singapore, Abram dan Jayanti kembali ke Indonesia.
Bu Komariah girang mendapat banyak oleh-oleh dari Abram dan Jayanti yang datang ke rumahnya. Ada pakaian, tas dan gelang emas. “Terima kasih. Terima kasih. Bagus semua oleh-oleh kalian. Ibu belum pernah punya barang barang sebagus ini.” Wajah Bu Komariah sumringah memegangi benda itu. Gelang emas bahkan langsung dikenakan di tangannya.
“Tasnya mahal tuh, Bu. Beli di mall di Orchard Road.” Kata Abram bangga.
“Iya. Bagus sekali tas ini. Makasih ya Jayanti.” Bu Komariah mengangguk kepada perempuan cantik yang berdandan keren itu. Si ibu paham bahwa Jayanti yang banyak duit, bukan Abram. Pasti Jayanti yang membelikan barang-barang bagus ini buat mertuanya.
Jayanti hanya menyahut singkat. “Iya.”
“Gelangnya juga bagus sekali. Ibu suka bener gelangnya. Pasti mahal juga gelang ini? Iya kan?”
“Iya. Mahal!” Malas-malasan Jayanti menanggapi ucapan mertuanya. Sikapnya jelas sekali tak perduli.
DEEGG!
Bu Komariah rada curiga dengan sikap Jayanti. Sebelum menikah dengan Abram, perempuan ini banyak sekali bicara. Jayanti yang buru-buru minta dinikahi kala tau Abram teman SMAnya semakin ganteng. Tiap ketemu Abram, Jayanti bersikap genit dan banyak ngoceh seperti burung berkicau. Jayanti bahkan tau Abram sudah punya istri tapi tetap memaksa minta dinikahi Abram.
Kenapa usai pulang dari bulan madu bersama Abram, Jayanti terlihat kesal dan tak suka?
“Kok istrimu cemberut aja?” Bu Komariah bertanya ke Abram kala Jayanti sedang ke kamar mandi untuk buang air kecil.
Abram tak menjawab.
Sebenarnya Abram mau ngomel. ‘Parah…! Si Jayanti nafsuan bener orangnya. Ternyata dia maniak di ranjang! Aku kewalahan melayani nafsunya yang seperti gak kenal capek!’
Namun Abram tak mungkin bilang demikian ke ibunya. Itu sebabnya Abram menjawab lain. “Jayanti capek habis dari Singapore, Bu.”
“Oh, ibu tau. “ Muka Bu Komariah berseri-seri. “Pasti kamu yang bikin Jayanti capek? Iya kan? Namanya pengantin baru, pasti Jayanti capek melayani kamu.”
“TERBALIK KALEE..!” Terdengar suara jutek.
JREENGG!
Kaget Bu Komariah dan Abram mendengar suara itu. Tampak Jayanti muncul. rupanya ia sudah keluar dari kamar mandi.
Wajah Jayanti masam. “Yang capek dan kewalahan si itu tuh!” Matanya mengarah ke Abram. “Mainnya sebentar doang!”
DEEGG!
Abram memerah mukanya. Merasa malu dibilang begitu di depan ibunya.
“Sudah ah! Aku banyak kerjaan di rumah. Gak bisa lama-lama disini.” Jayanti jutek lagi.
“Lho? Kalian mau pulang?” Bu Komariah canggung menatap Jayanti. “Sebenarnya ibu sudah masak buat kalian makan disini lho.”
“Di rumah juga banyak makanan.” Jayanti masih jutek. “Kamu mau pulang gak?” Ia menatap Abram. “Aku duluan kalo kamu masih mau ngobrol sama ibumu!”
Abram tak enak hati. Ia tak langsung menjawab. Karena sebenarnya baru sebentar tiba di rumah ibunya. Masa baru duduk sudah mau pulang lagi?
Tak sengaja Abram menatap TV di ruang tamu ibunya. TV sedang menayangkan iklan. Tampak di layar kaca Tarisa bersama Glen.
“Risa….?!” Tak sadar Abram menyebut nama perempuan yang sebenarnya masih jadi istrinya, karena ia belum bercerai dengan Tarisa.
Mendengar ucapan Abram, Bu Komariah dan Jayanti menoleh ke TV. Mereka juga melihat iklan itu.
“Glen?” Jayanti menyebut nama lelaki di iklan TV. Ia kaget juga melihat wajah lelaki itu.
“Glen siapa?” Bu Komariah bingung, menatap Jayanti.
“Mantan suamiku.” Terang Jayanti. “Setelah habis cerai si Glen pindah ke Jakarta. Mau jadi pemain sinetron katanya!”
“Lho? Glen ini mantan suamimu? Ini perempuan yang di iklan, istriku Risa…. Eh…” Abram keceplosan masih menyebut ‘istri’. Dia belum menceraikan Tarisa karena takut diomelin mertuanya jika menceraikan istri yang tengah hamil.
“Bagus juga ya. Mantan suamiku ketemu istrimu di iklan!” Jayanti makin jutek.
Abram tak mau istrinya makin marah. “Ya sudah, kita kan mau pulang. Pamit dulu, Bu.” Abram segera pamit ke ibunya.
Setiba di rumahnya, Jayanti masih cemberut. Abram tau, ia harus membuat mood perempuan ini membaik. Karena Jayanti yang berkuasa di rumah ini. Jika ia terus-terusan kesal ke Abram, bisa jadi jayanti mendepaknya. Padahal Abram senang dapat fasilitas bagus di rumah Jayanti. Mobil bagus, tinggal di rumah mewah dan diberi jabatan wakil direktur alias wakil jayanti di perusahaan istrinya.
Abram mengelus bahu istrinya.
“Apaan?” Jayanti masih cemberut.
“Aku sudah on.” Abram menggesekkan bagian bawah perutnya ke paha Jayanti.
Jayanti bisa merasakan sesuatu yang keras dan hangat di bagian celana depan Abram.
“Kamu pengen punya anak dari aku kan?” Abram kembali menggesekkan senjatanya ke tubuh perempuan di depannya.
Jayanti tersenyum menatap Abram. Wajahnya langsung bergairah.
Abram tau, Jayanti bernafsu besar. Itu sebabnya Abram sudah membekali dirinya dengan pil yang terkenal bisa bikin lelaki kuat dan tahan lama.
Tadi Abram sudah minum karena ingin membuktikan benar tidaknya khasiat pil itu. Kalau bersama Tarisa, Abram tak pernah meminumnya karena Tarisa biasa saja di ranjang, tak seganas Jayanti.
*
“Keren kausnya. Makasih ya Tante Risa.” Leon mengecup pipi Tarisa.
“Iya. sama-sama. Entar dipake kausnya ya Leon.” Tarisa senang melihat Leon gembira dapat hadiah baju darinya.
Lantas Tarisa masuk ke kamarnya. Menaruh barang belanjaan yang tadi dibelinya di mall. Ada baju hamil, daster bagus dan tas.
Bu Sumarni juga berseri-seri. Di ruang tengah si ibu menunjukkan baju dan sendal ke Gani. “ini dibeliin Risa. Dari honor iklannya.”
Gani tak enak hati karena ia jarang membelikan apa-apa untuk ibunya.
Sementara Nola masuk ke kamar Tarisa. Wajahnya cemberut. “Heh! Ibu dibeliin baju keren, dibeliin sendal bagus di mall. Terus anak gue Leon dibeliin baju kaus juga.” Nola menatap kesal ke Tarisa. “Masa gue kakak ipar lo gak dibeliin apa-apa?!”
Tarisa bingung mau menjawab apa. Karena ia memang tak membelikan sesuatu buat Nola.
“Medit banget lo jadi ipar!” Nola yang masih ngomel melihat tas yang baru dibeli Tarisa di ranjang. “Wah, cakep juga tas ini. Keren nih kalo orang cantik kayak gue yang pake…!”
BERSAMBUNG…….
JANGAN LUPA. Kasih like dan komennya. Biar seru lapak author. Yang mau promo bukunya di kolom komen juga silakan.
trus risa juga oon dah tau suami bejat ninggalin istri malah ga minta cerai..
Glen kasih tahu Gani supaya seludiki Biji Zhakar