NovelToon NovelToon
Mutiara Hati

Mutiara Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:10.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mitha Rhaycha

Nidia seorang gadis yg cerdas dan mudah bergaul yang hidup disebuah kota kecil. dia juga ramah dan perhatian terhadap orang-orang yang ada disekitarnya. meski kecantikannya dianggap rata-rata, tp dia banyak disukai karena kepribadiannya.
suatu ketika, dia memilih meninggalkan kampung halaman karena pria yang bertunangan dengannya selama setahun, menghamili temannya sendiri.
orang tua Sopian tunangannya itu, memaksa Sopian untuk tetap menikahi Nidia dan hanya memberikan biaya saja kepada anak yg dikandung Sopian dr wanita lain. tapi Nidia menolak. dia tidak mau menikah lagi dengan pria yg nyata-nyata tidak setia bahkan sebelum menikah.
kisah hidupnya dimulai saat dikota besar, meski dia hanya berharap mampu menjalani hidup yang sederhana tp segalanya terasa menjadi rumit.
mulai dari pertemuannya dengan Bu Saraswati dan Putranya Haikal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mitha Rhaycha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apakah Aku salah masuk Kamar?

Mata Nidia terpaku saat memasuki kamar yang disediakan untuknya, itu sangatlah luas. kamar itu hampir seukuran kontrakannya bersama Siska. sebuah ranjang ukuran 1,5 meter dengan ukiran yang indah serasi dengan lemari dan meja rias.

"Nona, kalau perlu sesuatu panggil saya saja"ucap Bik Asni dengan ramah. Pak Sabar sudah meletakkan koper Nidia disudut samping lemari pakaian.

"Terima kasih Bik Asni, terima kasih Pak"ujar Nidia sambil tersenyum kearah mereka. Pak Sabar hanya mengangguk dan tersenyum kemudian keluar dengan setengah membungkuk" iyaa Bik, nanti saya mencari bibik kalau perlu sesuatu. sekali lagi terima kasih Yaa.. "

"iyaa Non, sama-sama."Bik Asni tersenyum senang. "kalau begitu saya kedapur dulu mau menyiapkan makan siang"ujarnya

"iyaa Bik.."

"Ohya Non, "Bik Asni nongol kembali dibalik pintu"Mau minum apa?"tanyanya menawarkan.

"Tidak perlu Bik, nti aku ambil sendiri kalau mau minum"jawab Nidia pelan "terima kasih"

"sudah atuh non ucapan terimakasihnya.."sela bik Asni canggung "ya sudah.. bibik kebelakang dulu"

"Iyaa.."Nidia kembali termenung selama beberapa saat ketika Bik Asni pergi. tatapannya menyapu seluruh ruangan. Dengan pelan Nidia melangkah kearah kopernya, mengeluarkan isinya dan berniat menyusunnya didalam lemari yang ada. tapi Nidia terkejut saat membuka lemari dan mendapati lemari itu sudah penuh dengan pakaian wanita. tanpa memeriksa isi lemari itu lebih jauh, Nidia segera menguncinya Apakah aku salah masuk kamar? tanyanya bingung. lemari itu penuh dengan pakaian wanita, itu berarti sudah ada yang tinggal disini sebelumnya. tapi siapa dia?

Nidia terdiam disamping lemari, dia lebih yakin bahwa sudah salah masuk kamar karena di meja rias pun sudah penuh dengan kosmetik dan perlengkapan kecantikan wanita lainnya. Apa Bik Asni salah menunjukkan kamar padanya?. berfikir sampai disitu, Nidia keluar dari kamar dan mencari bik Asni didapur, di jumpainya Bik Asni dan Bik Sumi tengah menyiapkan makan siang dimeja makan.

"Lho.. non Nidia kenapa sudah disini?"tanya Bik Asni heran. Bik Sumi pun menatapnya penuh tanya.

"Bik.. apa aku tidak salah masuk kamar?"tanya Nidia menyebabkan kedua pembantu itu saling pandang tak mengerti.

"tidak non, kamar itu yang diperintahkan den Haikal untuk Nona Nidia tempati selama berada disini"jawab Bik Asni yakin

"Tapi kamar itu sepertinya sudah ditempati"Bik Asni dan Bik Sumi lagi-lagi saling pandang. siapa yang menempati?bukankah selama ini tuan muda mereka hidup sendiri?;" maksudku lemarinya sudah penuh dengan pakaian wanita, juga meja riasnya penuh dengan alat kecantikan. tempat tidurnya pun sudah sangat rapi" Nidia berusaha menjelaskan... dia memandang kedua wanita didepannya menunggu jawaban.

"Nanti tanya sama Ibu saja, Non. Bibik juga tidak tau apa-apa, tadi bibik hanya diminta mengantar Non ke kamar itu"jawab Bik Asni kearah Nidia.

"Iyaa.. kamu tanya sama ibu dan den Haikal saja langsung"tambah Bik Sumi.

"Baiklah.."Nidia mengangguk dan meninggalkan kedua pembantu itu menuju ruang keluarga.

Ibu dan anak itu sedang membahas masalah perusahaan saat Nidia mendekat. sepertinya, kondisi kesehatan Bu Saraswati tidak menghalangi wanita itu untuk memikirkan masalah perusahaan. mereka sama-sama menoleh saat mendengar langkah kaki Nidia. Bu Saraswati nampak heran karena Nidia cepat kembali.

"Lho.. bukankah kamu harus beristirahat, kenapa sudah kembali lagi?"tanya Bu Saraswati heran.

"Iyaa.. Nidia pikir mama pasti butuh bantuan Nidia,. makanya Nidia kemari lebih cepat"jawab Nidia berusaha memberikan alasan. senyum tak lupa mengembang di bibirnya.

"Tidaak... Mama tidak membutuhkan apapun"Bu Saraswati menggeleng. "Lagipula jika mama butuh sesuatu, kan ada bik Asni dan Bik Sumi yang siap melayani mama"

Nidia sedikit cemberut tak setuju "Nidia dibayar untuk menjaga mama"selanya sambil melirik Haikal "kalau Nidia berleha-leha itu artinya Nidia makan gaji buta"jelasnya setengah bercanda.

"kamu ini..."Bu Saraswati tersenyum" ini baru hari pertamamu disini. kita masih punya banyak waktu dimasa depan" Nidia mengangguk mengerti. "Oh Yaa.. bagaimana kamarnya? apa kamu suka? apa kamu merasa nyaman?"tanya Bu Saraswati

"emm itu..."mata Nidia dan Haikal bertemu. dia ingin mengatakan sesuatu tapi sedikit ragu. bagaimana jika dugaannya bahwa sudah salah masuk kamar benar? apa kedua orang ini tidak akan memarahi Bik Asni? lalu bagaimana juga jika Bu Saraswati tidak tahu menahu mengenai pakaian wanita itu?

"itu kenapa?"tanya Bu Saraswati merasa heran dengan sikap Nidia

"emm itu.. itu" Nidia makin merasa gugup saat mata Haikal tak pernah lepas darinya "Kamarnya sangat bagus. Nidia suka.. hanya.."

"Hanya apa?"Bu Saraswati makin penasaran. tapi Haikal tetap terlihat tenang

"Apa Nidia tidak salah masuk kamar?" Nidia bergerak agak mendekat ke Bu Saraswati, dia memeluk lengan wanita itu berusaha menguatkan jika nanti dia syok. kemudian membisikkan pertanyaan itu dengan pelan.

"Apa maksudmu?"Bu Saraswati juga setengah berbisik, mengikuti cara Nidia. "kenapa bisa salah kamar?" tanyanya lagi sembari melirik putranya yang sekarang malah asik memeriksa email-nya, dia seperti tidak merasa terganggu dengan sikap dua wanita didepannya.

"Saat Nidia mau menyusun baju dilemari, ternyata sudah ada banyak baju wanita disana. ditata dengan sangat rapi"jelas Nidia masih berbisik, tapi karena jarak antara Haikal dan mereka cukup dekat, pria itu dapat mendengar apa yang dikatakan Nidia. sejenak sebuah senyum tersungging di bibirnya tapi kemudian lenyap seolah senyum itu tak pernah ada disana.

Bu Saraswati terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu" tempat tidurnya sudah rapi, dan meja riasnya juga sudah penuh dengan alat kecantikan"Nidia masih menjelaskan dengan berbisik. sesekali dia melirik Haikal yang tetap acuh tak acuh.

"Apa itu benar?" Nidia mengangguk."Apa kamu memeriksa kamar mandinya juga?"tanya Bu Saraswati lagi dan Nidia menggeleng. dia tidak sempat kesana karena sudah keburu keluar."Apa kamu tidak membuka tirai jendela?"Nidia menggeleng lagi

"Tidak apa-apa, kalau sudah ada yang menempati Nidia bisa pindah dikamar yang lain"sela Nidia dengan ekspresi meyakinkan membuat wanita setengah abad itu tertawa

"bagaimana bisa ada yang menempati? Haikal hidup sendiri selama ini"jelasnya "lagipula mama yang meminta agar kamar itu disiapkan untukmu"

"Tapi.. bagaimana dengan pakaian dan kosmetik itu?"tanya Nidia masih bingung

"Itu semua milikmu..!"Haikal tiba-tiba menjawab

1
R7L0v3
👍
anita dyah
keren...sy baca dg serius bab pernikahan scr adat ini..sambil nebak² ini daerah mana sih??
Stlh baca komen²ny, baru tau klo ini adat Sulawesi Utara.
Thor, sedikit saran..utk nama kota/lokasi tdk perlu lah ditulis inisial kota A, daerah B dst...lebih baik ditulis lgsg dg jelas...agar kita sbg pembaca lebih paham..😄😄😄😄
rinny
karya ya luar biasa, walau sudah baca beberapa kali tetap tidak bosan aka ceritanya
TongTji Tea
ya apapun itu kalo benar ,Bapak nya Nidia itu Dajjal .sudah hamilin 2 orang wanita .Lalu seenaknya pergi begitu saja
TongTji Tea
ko jadi begini ya ceritanya? Dari awal ceritanya logis banget,plot nya,intrik nya ,walau lambat tapi masi mengalir ..lha kok tiba2 ...
rahel
Lumayan
Niar Zahniar
semangat brkarya
Memyr 67
ternyata banyak ular betina, di novel ini
Memyr 67
menurut bu saraswati, bela menabrak reyfan sampai reyfan mati. kenapa tidak ada tuntutan untuk bela?
Memyr 67
bela beneran tidak bisa hidup tanpa haikal? atau tanpa hartanya haikal?
Memyr 67
safira sebagai adik cerdas, analisanya tajam, kok kakaknya ceroboh, ngomong nggak liat kondisi
Memyr 67
hiks nyesek
Memyr 67
dah cocok haikal ma nidia. sama sama overthinking ke masinh masing.
Memyr 67
kok aq curiga kalau sopian dijebak teman wanitanya? teman wanitanya yg mungkin sudah hamil, tapi ingin menikmati rumahtangga dengan kekayaan sopian. kekayaan yg dianggapnya bisa mrmbahagiakan dia dan anaknya.
Divi Bilqis
bagus ceritanya
Fardiana Hamsah
Luar biasa
Fita Alfiany
airmata keluar sendiri pas baca proses nadia melahirkan....
masya Allaah....
orang baik maka akan d mudahkan oleh Allaah......
makasi umi.......
jd ingat cerita2 yg dikau buat dulu saat masih SMK.... menjadi penggemar setia yg selalu menunggu kelanjutan kisah dari novel yg d tulis d catatan buku akuntansi mu....
sayang dlu tidak seperti sekarang ya.../Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Mitha Rhaycha: Iya, sekarang sdh lebih banyak peluang untuk menulis, sayang kesibukan membuat jadi jarang buka aplikasi ini lagi😇😇
total 2 replies
Fita Alfiany
keren...
syh 03
Luar biasa
Dewa Hang Kang
sweet 🥰😚
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!