NovelToon NovelToon
Hidup Kembali Untuk Menjadi Bibimu

Hidup Kembali Untuk Menjadi Bibimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Nikah Kontrak
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Rani Ramadhani

Terbangun di masa lalu, tepat sebelum jerat takdir Daniel menjebaknya, Erica menolak menjadi korban untuk kedua kalinya.

Mengubah alur permainan adalah satu-satunya pilihan. Jika Daniel menggunakan nama besar Megantara untuk menghancurkannya, maka Erica akan menduduki takhta tertinggi di keluarga itu.

Ketika bidak catur mulai digerakkan dan rahasia satu per satu terkelupas, siapakah yang sebenarnya memegang kendali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tawaran di Balik Lorong Belakang

Podium utama Hotel Mandarin malam itu dikerumuni oleh para petinggi Megantara Corp dan perwira tinggi militer.

Eshar Megantara berdiri di sana bagaikan sebuah monumen hidup, di tatap dan di sanjung oleh banyak orang.

Di sisi podium, Bianca Megantara sibuk menarik beberapa gadis dari keluarga elit untuk diperkenalkan pada adik iparnya, tapi Eshar hanya merespon dengan anggukan kepala yang sangat malas, nyaris acuh tak acuh.

Daniel Megantara, yang merasa posisinya sebagai keponakan harus ditonjolkan, segera melepaskan diri dari Shofia dan berjalan mendekati Erica lagi.

Menurutnya, penolakan dingin Erica saat ini justru memicu ego kelelakiannya. Dia, seorang pemuda dari keluarga sekaya Megantara tidak pernah diabaikan oleh wanita.

"Erica," panggil Daniel dengan suara yang cukup pelan.

Dia melangkah semakin dekat hingga aroma minyak rambut Brylcreem miliknya tercium oleh Erica.

"Kenapa kamu menatap Paman Eshar seperti itu? Beliau itu bukan orang dari kalangan kita. Beliau tentara perbatasan yang kasar. Jika kamu butuh relasi atau bantuan untuk Fiorenza Fashion, akulah orangnya, Erica. Aku bisa meminta bantuan modal pada Papa." katanya tanpa tahu malu.

Erica menoleh lambat ke arah pria itu, menatap Daniel dengan pandangan sinis sambil menyimpulkan hasil penilaiannya.

Di kehidupan lalu, kata-kata seperti ini pasti akan membuatnya tersentuh, karna mengira Daniel benar-benar tulus mendukung kariernya.

Sekarang, dia hanya melihat Daniel sebagai seekor serigala berbulu domba yang sedang mencoba menancapkan kuku-kukunya.

"Tuan Daniel," jawab Erica, bibirnya tersenyum dengan tatapan dingin.

"Saya menghargai niat baik Anda. Tapi, Fiorenza Fashion tidak akan pernah mengemis modal. Selama ini, kami berjalan dengan kekuatan kami sendiri. Dan mengenai Jenderal Eshar, kurasa dia jauh lebih menarik daripada pria-pria yang hanya bisa berlindung di balik nama besar ayahnya." tambahnya, membuat wajah Daniel menegang.

Kata-kata Erica sedang menghantam telak harga dirinya.

Sebelum Daniel sempat membalas, Erica sudah berbalik, meninggalkan Daniel yang berdiri dengan rahang mengeras di tengah banyak orang.

"Hilya, aku mau ke toilet sebentar," bisik Erica pada Hilya yang sedang sibuk mengunyah kue sus.

"Mau ku temani, Er?" tanya Hilya dengan mulut setengah penuh.

"Tidak usah. Jaga saja kuemu," ujar Erica pelan sembari melangkah menjauh dari aula utama menuju lorong belakang hotel yang lebih sepi.

Lorong belakang Hotel Mandarin dilapisi karpet tebal berwarna hijau zamrud dengan lampu dinding bergaya klasik yang memancarkan cahaya temaram. Suara bising dari aula utama perlahan memudar. Suasana di sana sangat tenang.

Erica tidak benar-benar pergi ke toilet. Dia sengaja berjalan memutar menuju area balkon luar yang terhubung dengan ruang tunggu VIP.

Berdasarkan ingatannya tentang kebiasaan para perwira militer di kehidupan sebelumnya, setelah acara formal yang melelahkan itu, mereka biasanya akan mencari tempat sepi untuk merokok atau sekadar menghindari basa-basi politik.

Dan tebakannya tepat.

Di ujung lorong yang berbatasan dengan pintu kaca menuju balkon, berdiri seorang pria bertubuh tegap dengan punggung lebar yang dilapisi kaus berwarna hijau tua.

Jenderal Eshar Megantara sedang bersandar pada pagar pembatas, sebuah rokok 555 menyala di antara jari-jarinya, mengepulkan asap tipis ke udara malam Jakarta.

Di dekatnya, Axelo sang bawahan pribadi sedang berdiri memegang beberapa berkas, tampak sedang membisikkan sesuatu yang membuat Eshar mengangguk pelan.

Erica memantapkan langkahnya. Sepatu hak tingginya sengaja diketukkan agak keras di atas lantai marmer sebelum mencapai karpet, seolah sedang memberi tanda akan kehadirannya.

Axelo, orang pertama yang menoleh. Mata asisten Eshar itu membelalak kecil saat melihat seorang wanita dengan setelan merah marun nekat mendekati area privat sang Jenderal.

Axelo hendak melangkah maju untuk menegur, tapi Eshar mengangkat satu tangannya, menghentikan langkah asistennya tanpa menoleh sedikit pun.

Eshar pun menghembuskan asap rokok terakhirnya, lalu mematikannya di asbak kuningan di hadapannya. Dia berbalik perlahan, menatap Erica yang kini berdiri hanya berjarak tiga langkah darinya.

"Nona Fiorenza," suara Eshar terdengar berat dan menggema di lorong sepi itu.

"Aku lihat, kau sudah mengabaikan keponakanku di dalam. Dan sekarang, kau sengaja mencariku ke sini. Ada apa?" tanya Eshar tanpa basa basi.

Erica tidak terkejut karena Eshar mengetahui namanya. Seorang jenderal dengan jaringan intelijen di perbatasan pasti memiliki ingatan yang tajam dan kewaspadaan yang tinggi.

"Jenderal Eshar," Erica membungkuk hormat dengan anggun, lalu menegakkan tubuhnya kembali.

Tatapan Erica lurus mengunci manik mata coklat pria di depannya.

"Saya tidak suka membuang waktu dengan basa-basi bersama wanita sosialita di dalam. Saya ke sini untuk menawarkan sebuah solusi bagi masalah terbesar Anda saat ini."

Axelo di belakang Eshar hampir saja menjatuhkan pulpennya mendengarnya.

Berani sekali wanita ini berbicara tentang 'masalah' di depan seorang Jenderal Muda.

Eshar menaikkan sebelah alisnya, ekspresi wajahnya yang tampan tetap sedingin es, tapi ada binar ketertarikan yang samar di matanya.

"Masalahku? Kurasakan aku tidak memiliki masalah yang bisa diselesaikan oleh seorang perancang busana wanita." jawab Eshar santai tapi dingin.

"Anda memiliki masalah dengan tetua klan Megantara, Jenderal," sahut Erica tenang, melangkah satu langkah lebih dekat.

"Anda membutuhkan seorang istri dalam waktu tiga bulan ini sebagai syarat untuk mengambil alih kendali penuh atas aset Megantara Corp dari tangan kakak Anda, Benny Megantara. Tanpa pernikahan itu, posisi Anda sebagai pengendali utama bisnis keluarga akan digugat oleh dewan direksi atas hasutan Nyonya Bianca."

Suasana di lorong itu mendadak turun beberapa derajat.

Axelo langsung memasang wajah siaga, tangannya bergerak ke arah saku dalam jasnya, sementara aura intimidasi yang kuat terpancar dari tubuh Eshar. Tekanan militer yang biasa dia gunakan di medan perang kini diarahkan sepenuhnya pada Erica.

Erica tidak mundur secenti pun. Dia telah merasakan kematian, sehingga intimidasi manusia hidup tidak lagi membuatnya gemetar.

"Dari mana kau mendapatkan informasi itu, Nona Fiorenza?" tanya Eshar, suaranya kini terdengar tajam bagaikan mata pisau sangkur.

"Itu tidak penting," jawab Erica, menahan napasnya agar suaranya tetap stabil.

"Yang penting adalah, saya menawarkan diri saya sebagai solusi. Menikahlah dengan saya. Saya memiliki Fiorenza Fashion yang bersih dari utang dan memiliki reputasi baik. Pernikahan kita akan terlihat sebagai aliansi bisnis yang sempurna di mata publik dan para tetua adat. Anda mendapatkan status pernikahan Anda, dan saya mendapatkan perlindungan hukum dan otoritas dari nama besar Anda."

Eshar menatap Erica lekat, mencoba mencari celah ketakutan atau kebohongan di wajah cantik nan jujur milik wanita itu. Tapi, yang dia temukan hanyalah tekad yang membara dan tak tergoyahkan.

"Dan apa keuntungan yang kau dapatkan, Nona Erica? Pernikahan dan hidup di perbatasan bukan sebuah pesta dansa. Di sana dingin, terisolasi, dan dekat dengan bahaya," kata Eshar, suaranya melunak tapi selidik.

"Musuh saya ada di dalam aula itu, Jenderal," bisik Erica, matanya berkilat mengandung dendam yang tertahan.

"Saya butuh sebuah posisi di mana musuh saya tidak akan pernah bisa menyentuh saya, melainkan harus berlutut di bawah kaki saya. Menikahlah dengan saya, dan saya berjanji akan menjadi istri yang paling disiplin, menjaga rahasia Anda, dan tidak akan menuntut apapun dari Anda."

Suasana hening kembali melanda lorong itu selama beberapa saat, waktu pun terasa seolah lambat berjalan. Eshar memandang wanita di depannya dari atas ke bawah, menilai setiap jengkal keberanian yang dimiliki Erica.

Tiba-tiba, Eshar menoleh ke arah asistennya.

"Axelo."

"Siap, Jenderal!" Axelo langsung menegakkan posisi tubuhnya.

"Selidiki latar belakang Nona Erica Fiorenza secara menyeluruh malam ini. Dan kosongkan jadwalku besok siang pukul satu," perintah Eshar tegas.

Eshar kemudian kembali menatap Erica, melangkah mendekat hingga dada tegapnya hampir bersentuhan dengan ujung kepala Erica. Aroma maskulin campuran tembakau dan minyak wangi khas militer menyeruak masuk ke indra penciuman Erica.

"Besok pukul satu siang, datanglah ke kantor perwakilan Megantara Corp di Thamrin. Jika laporan Axelo bersih, kita akan menandatangani kontrak pernikahan kita, Calon Nyonya Megantara," bisik Eshar dengan nada yang membuat bulu kuduk berdiri, sebelum berbalik dan melangkah pergi membelah lorong, diikuti oleh Axelo yang sempat memberikan kerlingan kagum pada Erica.

Erica bersandar pada dinding lorong setelah langkah kaki militer itu menjauh. Jantungnya berdentang kencang. Langkah pertama dari rencana balas dendamnya akhirnya telah berhasil dieksekusi.

1
Muft Smoker
lanjuuut kak ,, makin ksini makiin seruuuu kak ,,
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
😁😁😁😁
Muft Smoker: 🫡🫡🫡🫡🫡🫡😁😁😁😁
total 2 replies
aku
🌹🌹🌹 ayok semangat up tor 💪🏻💪🏻
Rani: sabar yaaa
total 1 replies
aku
kutunggu khilafmu ke erica shar 🤣🤣
aku
duh ngakak suerr 🤣🤣🤣🤣 jlebnya jleb bgt 🤣🤣🤣
Rani: 🤭🤭🤭🤭 biar tau rasa🤣
total 1 replies
aku
jaman jayanya fanbo 😃😁
Rani: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Rosella
Keren Thor. ceritanya bagus bagus bagus bangeeeettt aku suka 😍😍
Muft Smoker
hei sesama megantara coba jgn saling mendahului ,, 😏😏😏😏😏
kalian udh punya harta masing2 , keluarga masing2 Dan kebahagiaan masing2 ( tu pun kalo bnran punya) ,,,,
Masih aj ganggu hidup org lain ,, Masih aj ngurusin yg bukan hak ny ,,
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Muft Smoker: betul kak ,,
enk ny di apain yx????
🤔🤔🤔🤔🤔
di sop??
di sate??
ap bakar pake kecap???




🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
Muft Smoker
mereka salah memilih lawan ,,
😒😒😒😒😒😒
Muft Smoker
siap2 nangis Bombay deh Daniel ,, dy fikir Erica pergi krn kalah ,,
km slah justru dy pergi krn sedang menyiapkan serangan balasan yg lebih dr kejam ,, 😏😏😏😏😏😏
dome🌬️🌀🌀🌀
aahhh seruuuuu kak. lanjut bab nya yaaa😁😁😁
semangat 💪💪💪
dome🌬️🌀🌀🌀
naahh.... kann. sudah mulai tumbuh benih2 cintai 😁😁😁😁
liat kuat imronmun saja pak eshra 🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
betulll, bals kata sindiran mereka secara elegan tanpa amarah ataupu teriak n 😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
ayooo. erica bantaiii, sikaatttt dengan elegan., lawan mereka yg nyinyir dengan promosi fashion mu😁😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
mampir thorrr,,, lihat karya baru sinopsis nya oke langsung cuuzzz gercep like favorit nunggu bab agak banyak dikit Lanjuttt baca😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
semangat Thor lanjuuutttt babnyaaaa💪💪💪😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
dihhhh kudanil pede gila, berasa semua cwe tergila2 sama dia kali. heiiii masih ada paman mudamu g kelewat ganteng yaa..blu mah gantengnya kalao diliat pake pipet Aqua gelas🤣🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
nafasss erica😅😅😅😅
begitulah kalau berhadapan dengan seorang yg berpangkat jendral, apa lagi plis tampan nya ga ketolongan 🤣🤣🤣
awas jangan pingsan 🤭🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
semoga balas dendam mu lancar Eri. sekarang ada tameng yg super kuat yg bisa melindungi mu. manfaatkan sebaik nya 💪💪💪😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!