NovelToon NovelToon
Menikahi Duda

Menikahi Duda

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:8.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ni R

Khalisa, harus rela bekerja pada keluarga kaya. Bukan sebagai pembantu rumah tangga melainkan merawat seorang pria yang bernama Adrian. Adrian adalah seorang pria muda yang di nyatakan stroke.

Meski pun Adrian sangat keras kepala dan memperlakukan Khalisa dengan sangat kasar. Khalisa tetap sabar menjalankan pekerjaan nya demi sang adik yang sedang sakit keras.

Dari rasa benci berubah ke rasa suka lalu berubah lagi pada rasa benci hingga pada akhirnya mereka saling mencintai. Banyak hal yang terjadi dalam hidup Khalisa, namun diri nya dengan sabar melewati kesedihan yang selalu datang dalam hidup nya.

Bagaimana cerita selanjutnya?

Silahkan baca dan Jangan lupa Like, Rate, Vote and Coment 🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14.Lelaki Bodoh

Entah mimpi apa Adrian semalam, pria itu kedatangan tamu yang selama ini dia rindukan. Luna, tanpa bermalu muka wanita itu datang dan duduk manis di ruang keluarga.

"Mau apa kau?" suara berat mengagetkan Luna.

"Om..." sapa nya gugup. "Luna mau jenguk Adrian." ujar nya.

Surya tersenyum masam. "Kemana saja kamu selama ini? kenapa baru datang menjenguk anak ku di saat di mau sembuh?"

Luna gugup wanita itu bingung ingin menjawab apa. "Luna sibuk.." ujar nya mencari alasan.

"Ciihhh....sibuk mencari pengganti Adrian." sindir Surya.

Tiba-tiba Adrian sudah ada di hadapan mereka. "Luna..." ucap nya lirih. Mata elang itu tak berkedip melihat ke arah wanita yang sangat ia rindukan.

Khalisa yang mengintip mulai mengeluarkan sumpah serapah nya di dalam hati. "Kemarin aja di hina eh sekarang di jilat." gerutu kesal Khalisa.

"Pah, bisa tinggalkan kami." pinta Adrian.

Dengan perasaan kesal Surya meninggalkan anak nya dan Luna. Setelah Surya pergi, Luna langsung memeluk Adrian.

"Adrian....aku rindu." ucap nya namun pria itu masih diam. Luna melepaskan pelukan nya. "Maafkan aku." ucap nya dengan nada sedih yang di buat-buat.

"Mau apa kau? kurang puaskah menyakiti ku?" tanya Adrian dengan wajah dingin nya.

"Aku minta maaf, aku mau kita seperti dulu lagi." ujar Luna.

Adrian menghela nafas panjang. "Khalisaaaa....." teriak nya dan secepat kilat Khalisa menghadap tuan nya.

"Ada apa?" tanya Khalisa lalu melirik ke arah Luna.

"Ayo kita pergi, bukan kah hari ini jadwal ku?" ujar Adrian dan langsung di iyakan oleh Khalisa.

"Kalian mau kemana? apa aku boleh ikut?" tanya Luna membuat Khalisa jengah.

Adrian tak menjawab dan tak menolak, pria itu membiarkan Luna ikut bersama mereka. Sesampai nya di klinik Dimas, Adrian menjalani perawatan seperti biasa nya.

Khalisa yang ingin membantu Adrian berdiri namun dengan cepat Luna meraih tubuh kekar itu. Lagi-lagi, Adrian hanya diam saja.

Khalisa memutar bola mata nya malas, wanita itu kemudian memilih duduk di kursi tunggu. Adrian mulai berjalan selangkah namun jatuh dan tentu itu membuat nya sangat bahagia.

Selesai, seperti biasa lagi Adrian akan pergi makan sebelum pulang ke rumah. Mereka memilih restoran seperti biasa. Seakan jadi nyamuk, Khalisa hanya diam tak di anggap sejak kehadiran Luna dari pagi. Segala keperluan dan kebutuhan Adrian seketika di ambil alih oleh Luna.

"Adrian...." sapa David lalu menoleh ke arah Luna. Pria itu terkejut dan membuang pandangan nya saat Luna tersenyum pada nya. "Dasar tidak punya malu." ucap David dan jelas terdengar.

Luna tak menggubris wanita itu masih sibuk menyuapi Adrian meski Adrian sudah menolak. David yang semula tidak ingin bergabung akhir nya memilih bergabung karena kasihan melihat Khalisa.

David dan Khalisa memang akrab karena Adrian sering mengajak Khalisa berkumpul bersama sahabat nya.

Luna yang bersikap seolah dia wanita terbaik membuat Khalisa dan David mual. David yang terus menyinggung Luna namun wanita itu tidak menghiraukan singgungan David.

Makan siang selesai, David berpisah dari mereka bertiga. Di sepanjang perjalanan, Luna masih mencoba merayu Adrian dan jelas saja lelaki itu luluh. Sesampai nya di rumah Adrian, Khalisa langsung masuk tanpa menghiraukan Luna dan Adrian. Wanita itu menuju dapur dan menuangkan segelas air. Kerongkongan Khalisa seakan kering saat mendengar rayuan maut yang di keluarkan oleh Luna.

"Dasar lelaki bodoh." umpat Khalisa.

1
Ani Kurniati
bagus
mrsdohkyungsoo
thankyouu
Susanti Susanti
Luar biasa
Safitri Agus
terimakasih Thor 🙏🥰
Safitri Agus
😭😭😭😭😭😭
Safitri Agus
😭😭😭
Rita Juwita
luar biasa..
💟노르 아스마💟
seru
juwita
mampir
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
🥰🥰🥰🥰
Dyah Oktina
kenapa ngak cari tahu dulu sebelum menikah adrian??? kau emang bodoh krn cinta pertama
Dyah Oktina
jangan2 adeknya orlando yg lama hilang 🤭
Dyah Oktina
apa maksut dari kata mentah d sini???maaf saya ngak ngerti thor..?
Dyah Oktina
lah jelas... emang kamu ngak punya kaca ya luna.. jelas2 d saat Andrian terpuruk kamu pergi dgn laki2 lain.. d saat andrian sudah membaik kamu jilat lagi..
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Bzaa
terimakasih otor, vote sudah terkirim yaa 😘
Allenn
Disa
Allenn
Lisa
Mystera11
,😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!