NovelToon NovelToon
Addicted

Addicted

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:254.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Arzeerawrites

Raihan, mahasiswa yang sempurna harus berurusan dengan seorang gadis yang memiliki kasta jauh lebih rendah darinya namun berprinsip kuat.

Rena sudah terbiasa disakiti oleh Raihan yang tak lain adalah suaminya. Namun bukan berarti Ia menjadi lemah dan tenggelam dalam kesedihan terus menerus. Ia bisa bangkit dan menjalani kehidupan seperti biasanya.

Saat Rena sibuk dengan dirinya sendiri, Raihan mulai menyadari seberapa penting kehadiran Rena dalam hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arzeerawrites, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Addicted 14

"RENA!"

"RENA!"

Ayahnya ada di rumah saja Raihan semena-mena apalagi kalau ayahnya tidak ada.

Ia sampai di rumah saat sore hari dan ingin menyuruh Rena mengambil air minum. Tugas istri memang begitu 'kan?

Meskipun ada maid yang bisa melakukannya, Ia akan membuat Rena sulit. "Dimana Rena?" tanya Raihan pada salah satu maid.

"Belum pulang, Tuan muda."

Raihan mengusir perempuan itu dengan kibasan tangannya. Ia menatap jam, entah apa yang dilakukan gadis itu di luar sana sampai sore belum juga pulang.

"Dia pasti sibuk menjajakan diri," gumam lelaki itu sembarangan tanpa bukti.

Dia tidak tahu kalau saat ini Rena sedang sibuk di kafe karena banyak pengunjung. Jam pulang kerja memang saat-saat nya kafe ramai.

Banyak orang menghilangkan penat dengan menikmati secangkir kopi dan makanan ringan yang dijajakan oleh kafe.

"Rena, kamu tidak lelah?"

"Tidak, memang kenapa?"

"Dari tadi pagi semangat sekali kerjanya,"

"Tentu saja, namanya mencari uang harus semangat, Nath."

Nathalie saja sudah lelah sekali rasanya. Beruntung sebentar lagi jam kerja mereka selesai dan digantikan dengan pegawai lainnya.

"Sabar, satu jam lagi kita pulang,"

Meskipun lelah tapi mereka senang karena dengan banyaknya orang yang datang ke kafe, artinya pendapatan kafe juga banyak. Dan itu akan menjadi bonus selain dari gaji pokok mereka.

Carra menjadi pusat perhatian para waitress yang sedang sibuk mondar mandir melayani pengunjung.

"APA?!" Sentaknya pada mereka semua.

"Kerja yang benar! Aku mau pulang,"

Ia menjadi pusat perhatian karena lagi-lagi pulang sebelum waktunya. Mereka iri dengan Carra. Seharian kerjanya hanya sedikit dan sekarang sudah pulang padahal pergantian shift kerja masih enam puluh menit lagi.

Dia melangkah keluar dari kafe. Nathalie yang menjadi salah satu korban amarah Carra nampak menggeram emosi. Gigi gadis itu bergemelutuk.

"Tidak bisa dibiarkan. Tuan Xander harus tahu kelakuan pegawai kesayangannya itu,"

Teman-temannya tidak ada yang seberani Nathalie. Mereka hanya bisa menjadi pengamat bagaimana Carra bekerja selama ini.

Sudah lama Nathalie akan melaporkan perilaku semena-mena Carra. Ia menunggu sampai Carra berubah ternyata tidak berubah juga sampai sekarang, malah semakin menjadi. Mentang-mentang dia menjadi kepala waitress di sini, dia jadi semakin besar kepala.

Nathalie menghampiri papan jadwal tugas di dekat kasir. Ia ingin melihat jam berapa Carra bekerja besok.

"Oh besok dia shift malam. Bagus, aku akan bicara dengan Tuan Xander pagi hari sebelum aku mulai bekerja,"

******

Rena sedang lelah-lelahnya usai bekerja dari pagi sampai sore, dan pemandangan yang dia lihat saat ini membuatnya muak dan ingin kembali ke kafe.

Nenna yang sedang memeluk Raihan dengan erat di sofa depan televisi menoleh karena mendengar langkah cepat seseorang yang menaiki tangga.

Raihan pun menoleh. "Dia istrimu?" tanya Nenna pada Raihan.

"Ya," jawab Raihan tak acuh.

Nenna sempat kesal saat tahu kenyataan bahwa Raihan sudah menikah dengan perempuan lain dan dia tidak diundang. Tetapi ucapan telak dari Raihan membuatnya terdiam.

"Untuk apa aku mengundang kamu? bisa-bisa kamu mengacaukan semuanya,"

"Kamu mencintai dia?"

"Tidak,"

"Lalu kenapa takut sekali kalau aku akan mengacaukan pernikahan kalian?"

"Semua sudah dipersiapkan oleh ayahku. Sekalipun kamu membuat kekacauan, pernikahan tetap terjadi di lain hari dan bisa dipastikan, Ayahku tidak akan membiarkan kamu kembali mengacaukannya,"

Rena langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk menyegarkan tubuh dan pikirannya. Niatnya setelah mandi nanti, Ia ingin makan karena dia lapar. Sepertinya tidak jadi makan karena saat turun ke ruang makan nanti, Ia akan melewati sepasang kekasih yang sedang bermesraan itu.

Sebenarnya Ia tidak begitu terkejut setelah mengetahui bahwa ternyata Raihan memiliki kekasih. Tapi Ia tidak menyangka kalau kekasihnya itu akan dibawa ke rumah ini dan mereka seolah sengaja menantikan dirinya pulang untuk menyajikan kemesraan mereka tadi.

Tak ingin ambil pusing, Rena memilih untuk fokus mandi. Ia memijat rambutnya yang sudah diberikan shampo. Setelah itu Ia membilasnya guna menghilangkan busa dan barangkali semua penatnya juga bisa hilang.

Maid di sana yang cukup dekat dengan Rena bahkan sejak kedatangan Rena kemarin yang bernama Desca terlihat menyiapkan makanan untuk Nona nya. Ia tahu betul Rena tidak akan makan karena ada pemandangan yang kurang menyenangkan dan tidak seharusnya dilihat oleh seorang istri.

Melihat Desca melangkah ke anak tangga seraya membawa sepiring makanan, Raihan bicara dengan suara beratnya guna menahan langkah Desca.

"Mau kau bawa kemana makan itu, Desca?"

Raihan melepas jeratan tangan Nenna di lehernya lalu menoleh ke belakang dimana Desca berdiri kaku.

"Untuk Nona, Tuan muda."

"Dia bisa makan sendiri. Tidak perlu dimanja. Memang dia siapa? kembalikan itu!" titahnya yang mau tidak mau membuat Desca mundur. Niat baiknya tidak jadi terlaksana.

"Dia punya kaki dan tangan. Kalau lapar, makan di ruang makan. Tidak perlu kamu bawa ke kamar,"

Desca mengangguk. Ia meletakkan piring berisi makanan yang tadinya untuk Rena, di meja makan.

Nenna diam-diam tersenyum miring melihat Desca dimarahi oleh Raihan. Ia kembali memeluk Raihan lalu membakar emosi dalam diri Raihan agar semakin membara.

"Belum apa-apa istrimu sudah diperlakukan seperti ratu oleh maid di sini. Bisa-bisa dia---"

"Aku tidak menyuruh kamu bicara. Bisa diam?"

Nenna merengut tatkala Raihan menegurnya dengan tegas. Tatapan tajam Raihan membuat bibir berwarna merah terang itu tertutup rapat.

Raihan tiba-tiba saja bangkit hingga Nenna yang sedang menyandarkan kepala di dadanya terjatuh ke sofa.

"Bisa bicara dulu 'kan kalau mau bangun?"

"Siapa suruh bersandar padaku? memang aku dinding?!"

"Errghhh," Nenna mengepalkan tangannya sementara Raihan naik ke lantai atas meninggalkan Nenna yang bingung harus apa karena Tuan rumah memilih untuk menghampiri istrinya.

Ia yakin sekali tujuan Raihan saat ini pasti ke kamarnya lalu Raihan sibuk berdua dengan istrinya. Nenna menghembuskan napas. Lebih baik dia pulang.

Raihan membuka pintu kamar tanpa mengetuk terlebih dahulu. Rena sedang mengenakan bajunya usai mandi.

Perempuan itu menyahuti dari dalam kamar, "Tunggu sebentar."

"Buka pintunya!"

Rena berdecak pelan lalu mempercepat gerakannya memakai celana panjang. Setelah pakaiannya sudah dikenakan semua, Rena membuka pintu dengan cepat, takut yang punya kamar marah-marah.

"Ini kamarku! untuk apa kamu menguncinya? ada yang kamu curi dari kamarku?!"

Raihan menyemburkan amarahnya pada Rena setelah pintu kokoh kamarnya terbuka. Raihan menatap istrinya penuh tuduhan. Rena tak menjawab, Ia menjauh dari pintu tapi tangannya dicekal.

"Jangan lancang kamu ya!"

"Aku tidak melakukan apapun. Lancang darimana? aku mengunci pintu karena pakai baju,"

"Siapa suruh pakai baju di kamar? ada ruang untuk mengganti baju. Seharusnya kamu gunakan itu,"

"Aku tidak berani masuk ke dalam sana. Aku tahu banyak pakaian mahal,"

Meskipun Rena belum pernah melihat walk in closet suaminya tapi dia yakin sekali isinya tidak main-main. Yang Ia lihat selama ini di film-film, ruang closet orang kaya sangat mewah. Baju yang ada di sana memiliki harga yang fantastis.

"Udik! norak!"

"Biar saja. Lebih baik begitu, daripada miskin tapi tidak tahu diri,"

 ---------

Si Norak pinter bgt nyaut ya wkwk. Rena emg berubah bgt dr sebelum nikah. Dia gk diem-diem bae krn dia tau suaminya gmn.

MCH UP!!! Ep kali ini isinya tntg gimana excited nya Adrian punya sepupu baruu. Jgn lupa baca yaaa. Tencuu

1
pia septiana
bagus 😊😊
Subiyanti Rsn
bagus,cuma kosa katanya kadang ada yg gemana?
Pe_fina
addicted buat dibaca nih😄
Seriani Yap
Up dong
Seriani Yap
Semangat
Seriani Yap
Up
Up
Seriani Yap
Up
unun muslimah
lanjutkan kk 💪😍
Seriani Yap
Semangat
Seriani Yap
Lanjut
Seriani Yap
Up lagi thor
Seriani Yap
Semangat trus ya thor
Seriani Yap
Please Up thor
nyimas aisyah
baru Tau Ada orang yg otaknya rusak sprti denrio . Crist hancurkan motor qdenrio masukkan k penjara jangan ganggu dear kasian dear dia jg susah krn denrio
Seriani Yap
Up
Seriani Yap
Semangat
Semangat
Semangat
Seriani Yap
Huh.. Denrio kok ga kapok ya..
Denrio ga seperti rayhan yg sudah bisa cari uang sendiri
Seriani Yap
Semangat
Ahmad Fauzi
kenapa jadi begini seh,ortu jadi ikut campur,Reihan juga mudah emosi seh,moga z opa Christ g ngelakuin hal buruk sama denrio
Seriani Yap
Semangat
Semangat
Semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!